Release info

The old man and the sea 1999
A Commentary by triestra

Tags

other
Published on: 2022-03-12
Downloads: 45
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 58 lines.

Waktunya makan!

Bangun!

Waktunya kita makan.

Aku tidak lapar. / Ayolah... Makan saja.

Kau tidak bisa memancing jika tidak makan. / Aku sudah makan.

Kau tidak akan memancing sebelum makan selama aku hidup.

Maka hiduplah lebih lama dan urus dirimu sendiri.

Santiago, aku bisa pergi bersamamu lagi.

Kita akan menghasilkan uang.

Tidak, tidak... Kau di kapal yang mujur sekarang.

Aku tahu kau tidak meninggalkanku karena ragu padaku.

Sudah 80 hari aku tidak mendapat ikan.

Tetaplah bersama mereka.

Papa yang menyuruhku pergi.

Aku hanyalah anak-anak dan harus mematuhinya.

Aku tahu. Itu wajar.

Saat aku seusiamu, aku di atas kapal...

...yang berlayar menuju Afrika.

Aku melihat para singa di pantai saat senja.

Ya, aku tahu. Kau pernah cerita.

Besok adalah hari yang baik dengan arus laut seperti ini.

Kau mau pergi kemana?

Ke laut dan pulang saat angin berubah arah.

Santiago, berapa usiaku saat pertama kali kau mengajakku berlayar?

Lima tahun dan kau hampir terbunuh...

...karena aku tergesa-gesa saat menarik ikan itu.

Dan dia hampir saja menghancurkan kapal.

Kau ingat?

Aku ingat semua hal sejak kita pertama bertemu.

Semoga beruntung, Manolin.

Semoga beruntung, pria tua.

Dia melihat sesuatu.

Ah! Di situ rupanya kau, sobat kecil.

Kau bisa menjadi umpan yang bagus.

Mungkin ada ikan yang besar di antara kerumunan ini.

Dia pasti berenang tak jauh dari sini.

Ya... ya! Itu dia.

Kesempatan ini tidak boleh terbuang.

Luar biasa, dia pasti bertambah besar bulan ini.

Makanlah!

Ayolah, ikan... Makanlah!

Dia pasti memakannya.

Tuhan, bantulah dia memakan umpannya.

Kemarilah...

...dan biarkan aku menancapkan harpon di tubuhmu.

Kau siap?

Sekarang!

Apa itu?

Ya Tuhan! Berat sekali!

Aku sedang ditarik seekor ikan.

Tak mungkin dia sebesar itu!

Kuharap dia tidak tahu hanya satu orang pria yang melawannya... Seorang pria tua.

Aku harus meyakinkannya tentang kekuatanku.

Aku sudah meyakinkan semua orang, saat itu di kedai di Casablanca...

...saat aku beradu panco dengan pria besar berkulit hitam...

...yang juga pria terkuat di dermaga.

Sehari semalam kami saling bertatapan.

Lengan kami menjulang dan kepalan kami saling menggenggam erat.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left