The first 200 lines.
Markas meneleponku di rumah. Saat itu sudah larut malam.
Mereka memberitahuku bahwa seorang anak kecil...
Telah menemukan sesuatu yang mereka duga torso manusia.
Tanpa kepala. Tanpa lengan.
Tanpa kaki. Hanya bagian torsonya.
Detektif Gary Jones Polisi Galveston
Area apa ini?
Ini Channel View.
Di dekat sini...
Sudut ini adalah tempat torso itu berada.
- Di sini? - Di sini.
Mungkin ini saatnya aku bisa dengan jujur berkata...
Bahwa aku benar-benar merogoh tenggorokan seseorang.
Karena untuk mengangkat tubuhnya...
Aku harus meletakkan tanganku ke dalam tenggorokannya...
Dan menggenggam tulang dadanya...
Dan menariknya keluar dari air.
- Dengan tanganmu? - Ya.
Ya. Bagaimana lagi aku bisa mengeluarkannya?
Kau tahu kami sudah memulai penyelidikan umum di sisa area ini.
Saat itu, kami menemukan setumpuk plastik sampah hitam...
Yang mengapung di air.
Saat kami coba mencari tahu apa isi plastik itu...
Kami hanya meraba plastik itu. Kami merasakannya.
Kami merasakan sesuatu seperti lengan, tangan, dan jari.
Potongan kaki. Bisa kuraba lutut, pergelangan kaki, dan telapak kaki.
Di salah satu plastik berisi kaki, ada lubang kecil yang robek.
Kami bisa melihat ke dalamnya, dan aku ingat melihat jari kaki.
Pemotongan dimulai dari kaki kanan, lalu ke kaki kiri...
Ke lengan kiri, leher, kemudian lengan kanan.
Lengan kanan, bagian yang terakhir dipotong...
Tapi itu hanya digergaji setengah.
Tampaknya bagian itu dipatahkan dengan diinjak atau cara lainnya...
Untuk mematahkan tulangnya.
Kelelahan, kehabisan waktu, apa pun alasannya.
Aku belum pernah menemukan torso terpotong tanpa kepala...
Untuk diselidiki.
Aku menyelidiki banyak kasus penembakan...
Pembunuhan...
Seluruh jajaran penyelidikan.
Ribuan.
Tapi aku belum pernah menemukan kasus yang seperti ini.
Jadi, aku tahu ini akan menarik.
Aku tak tahu akan terlibat dalam hal apa.
Jika aku tahu...
Aku tak yakin akan turun tangan dengan sukarela.
Bagian 1 Tubuh di Teluk
Seorang remaja yang sedang memancing di air dangkal Galveston, Texas...
Tersandung sisa-sisa mengerikan sebuah pembunuhan.
Hampir semuanya sudah terhanyut ke darat, kecuali bagian kepala.
Itu merupakan fokus pada beberapa hari pencarian.
Itu satu-satunya bagian tubuh yang tak pernah ditemukan kembali.
Salah satu benda terpenting yang kami temukan pada mulanya...
Adalah koran.
Kami bisa membaca sebuah alamat, 2213 Avenue K.
Dari darah yang kami temukan di selusur tangga...
Kami bisa melacak jejak yang muncul ke sini.
Dan jejak itu menuju ke jalanan.
Kami menemukan pemilik bangunan ini.
Seorang pria bernama Klaus Dillman.
Kami pastikan penghuni lantai bawah adalah seorang pria tua...
Bernama Morris Black yang tinggal di Apartemen Nomor Satu.
Lalu dia bilang, Apartemen Nomor Dua disewa...
Oleh seorang wanita tua kecil bernama Dorothy Ciner.
Dia seorang wanita tunawicara.
Tuan Dilman, apakah benar bila dikatakan bahwa kau senang...
Dengan Nyonya Ciner sebagai penyewa?
Benar sekali.
Pertama, kau jarang melihatnya.
Dan itu satu kriteria bagus sebagai penyewa, begitu katamu?
Ya, itulah yang kuanggap kriteria yang bagus.
Nyonya Ciner membayarmu di muka untuk biaya sewa?
Dia ingin membayarku untuk setahun.
Kami bisa mengambil salah satu sidik jari dari tangan...
Saat masih berada di kantong sampah.
Dari sana, kami mengidentifikasi korban sebagai Morris Black.
Tampak bahwa di lorong umum, seseorang telah menyeka darah...
Yang mengarah ke Apartemen 2.
Itu membantuku mendapatkan surat izin menggeledah Apartemen 2.
Yang kami amati kemudian adalah apartemen yang cukup sempurna.
Sangat rapi.
Yang tidak biasa adalah pada lantai dapur...
Terdapat alas kain.
Saat kami menarik alas kain dari lantai...
Kami menemukan beberapa goresan sangat kecil.
Yang akhirnya kulakukan adalah memotong dan mengambil area itu.
Saat itulah kutemukan noda darah.
Kami bisa mencocokkan darah itu dengan Morris Black...
Jadi, kami tahu di sanalah lokasi dia dimutilasi.
Saat pertama kali aku bicara ke pemilik apartemen, dia berkata...
"Ada wanita yang menyewa Apartemen Nomor Dua...
Tapi dia tak pernah ada di sana karena dia selalu bepergian."
Lalu aku berpikir...
"Jika dia memiliki uang untuk bepergian sepanjang waktu...
Dan dia terus-menerus pergi selama berbulan-bulan...
Untuk apa dia tinggal di tempat ini?"
Apakah menurutmu Nyonya Ciner menarik?
Jika kau tanya apa itu ukuran untuk wanita menarik secara umum...
Menurutku dia wanita paruh baya...
Dengan dada rata.
Bukan tipeku.
Kenyataannya, dia dideskripsikan sebagai wanita jelek...
Yang tunarungu dan tunawicara.
Hanya ada sangat sedikit barang pribadi dalam apartemen ini.
Tak ada yang menunjukkan kesan seorang wanita tinggal di sana.
Tapi kau melihat seorang pria...
Yang kau yakini...
Adalah saudara ipar Dorothy Ciner...
Beberapa kali, bukan?
Di beranda dari jauh.
Kami tak pernah berdiri berdekatan.
Maksudku, tak ada kontak mata.
Selalu dari kejauhan.
Bendera merah mulai muncul.
Wanita tunawicara yang sering bepergian.
Tapi seorang pria berkunjung beberapa kali.
Aku berpikir, "Tidak ada Dorothy Ciner."
"Itu hanyalah kedok."
"Pria ini menyewa tempat ini untuk suatu alasan."
Langkah berikutnya adalah memeriksa tempat sampah...
Di gang belakang rumah.
Setiap potong sampah dikeluarkan, difoto, diberi label...
Dibuatkan katalog.
Apa potongan bukti pertama...
Yang membuatmu memanggil rekanmu...
Dan berkata, "Kita temukan sesuatu."
Sebuah tanda terima janji.
Itu berisi informasi yang memberi kami tanggal dan waktu...
Saat sebuah kacamata akan diambil.
Sekarang aku berpikir, "Siapa Robert Durst?"
Masih merupakan tanda tanya besar.
Aku membawa tanda terima itu ke klinik mata.
Kutanyakan apakah mereka tahu siapa Robert Durst.
Wanita di depan berkata, "Ya, dia seharusnya mengambil kacamata..."
"Pada hari Jumat."
Kupikir, "Tidak mungkin pria ini akan muncul."
Tapi aku berkata, "Jika dia muncul, ini kartu namaku."
"Ini nomor penyerantaku." Lalu, aku pergi.
Sersan Cody Cazalas Divisi Investigasi Kriminal
Di kantong sampah, kami juga temukan label harga Chalmers Hardware...
Yang berada dua blok dari tempat Morris Black tinggal.
Di antara barang-barang yang dibeli dari Chalmers...
Ada pisau dapur sepanjang 10 cm dan kain alas dengan label Chalmers.
Yang juga dibeli di Chalmers adalah gergaji busur.
Tiba-tiba pager-ku berbunyi.
Dan reaksiku...
Aku mengenali nomor itu.
Tapi dalam pikiranku, aku belum menyadarinya.
Lalu, mereka masukkan "911" dan aku berpikir...
"Siapa itu?"
"Sial. Itu adalah klinik mata."
Aku masuk ke mobilku dan menuju 21st Street.
Dia keluar dari gang tempat parkir tepat di depanku...
Dan berhenti di lampu merah, aku tepat di belakangnya.
Divisi Kendaraan Bermotor kami menyuruhnya menepi...
Dan kami menahannya.
Aku ingat kembali berhenti dekat mobil itu...
Aku berjalan dan melihat sekilas melalui kaca belakang.
Hal pertama yang kulihat adalah gergaji busur.
Aku tersenyum lebar dan berkata, "Kita menemukannya."
Kesan awal saat aku melihatnya dibawa masuk adalah seperti...
"Benarkah?"
"Pria ini? Melakukan hal itu?"
"Tidak cocok."
Astaga, pria itu tampak seperti seorang pustakawan.
Dia tak tampak seperti orang yang tega memotong seorang manusia.
Aku menjelaskan padanya bahwa dia ditahan karena pembunuhan.
"Jaminanmu telah ditetapkan sejumlah 250.000 dolar."
Dia bertanya padaku, "Apa yang harus kulakukan?"
Kukatakan, "Entahlah. Kau punya 250.000 dolar?"
Dia dengan tenang melihatku dan berkata, "Tidak ada padaku."
Siapa pria ini yang memberimu jawaban semacam itu?
Bukan tipe jawaban yang biasanya akan kau dengar.
Aku dihubungi sersan administratif di penjara.
Katanya, "Cody, Durst menelepon seseorang...
Bernama Deborah di New York."
"Dia memberi tahu mereka bahwa dia berada di Galveston, Texas...
Ditahan karena pembunuhan. Dan dia butuh 250.000 dolar."
Dan jawabnya, "Tidak masalah, uang itu akan ada pada pagi hari."
Dan aku berpikir, "Apa yang terjadi di sini?"
Apa kau istri dari Robert Durst?
Ya.
Kapan kau menikah dengannya?
Debrah Lee Charatan Istri Robert Durst
Bulan Desember tahun 2000.
- Apakah 11 Desember 2000? - Ya.
Baiklah.
Kapan kali pertama kau mendengar bahwa Tuan Durst...
Telah menyewa sebuah apartemen di Galveston, Texas?
Aku mendengar bahwa dia menyewa apartemen di Galveston, Texas...
Tentunya setelah 9 Oktober 2001.
Baiklah. Dan kenapa kau begitu yakin mengenai tanggal itu?
Karena itu hari dia meneleponku setelah dia ditahan.
Aku bahkan tak pernah mendengar tentang Galveston, Texas.
Saat dia meneleponmu, dari mana dia menelepon?
Dari penjara.
Berapa lama dari saat dia ditahan hingga keluar dengan jaminan?
- 24 jam. - Baiklah.
Saat dia keluar, ke mana dia pergi?
Aku di New York. Dia di Galveston.
No comments yet. Be the first to leave one.