Release info

황금정원一The Golden Garden一E21-22 NEXT VIU
황금정원一The Golden Garden一E23-24 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-08-25
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Halo.

Halo.

Hei, ada lipstik di gigimu.

Baiklah, Choi Dae Sung.

Kamu terlahir kembali

hanya demi Jin Nam Hee.

"Pimpinan Jin Nam Hee"

Apa jari-jari Anda masih gemetar?

Aku pasti kambuh.

Ujung jariku terasa mati rasa.

Jangan khawatir dahulu.

Anda akan tahu kepastiannya dari pemeriksaan hari ini.

Aku takut.

Aku sudah tahu apa yang akan terjadi.

tapi tidak ada yang bisa kulakukan selain menunggu hasilnya.

Bu...

Sayang, halo.

Kamu bicara apa?

Kamu tidak tahu aku sangat menyukai musik Italia?

Sayang.

Aku sibuk, jadi, langsung saja ke intinya.

Selamat atas 12.300 hari kita.

12.300 hari? Apa itu?

Kita sudah bersama selama 12.300 hari sekarang.

Kamu tahu apa arti bunga-bunga itu?

- Sayang. - "Kesetiaan."

Aku pernah bimbang,

tapi sampai mati,

aku akan setia kepadamu.

Hormat.

Baiklah. Terima kasih.

Aku juga sudah memesan tempat di restoran favoritmu.

Kamu senang, bukan?

Anak-anak pulang hari ini. Kamu lupa?

Astaga.

Baiklah. Kalau begitu, untuk malam ini,

kita akan mengadakan pesta penyambutan untuk anak-anak.

Sampai nanti.

Rasanya seperti punya dua putra.

Aku senang Anda berbaikan dengannya.

Ini semua karena Joon Ki.

Jika ini kambuh, artinya waktuku tidak banyak.

Sabina akan menjadi satu-satunya orang di sekitarnya.

Aku ingin dia bisa mengandalkan ayahnya.

Kita pergi sekarang?

Mari kita dengarkan keputusanku.

Kamu tidak kecewa kita datang ke sini

untuk bulan madu kita?

Sama sekali tidak.

Ini bermakna.

Kudengar kakekmu membangun tempat ini.

Ibuku membangun sanggraloka yang sama di Busan.

Untuk merayakan itu, kami mengundang pasien yang disponsori

dan mengadakan Festival Kunang-kunang Taman Emas.

Begitukah?

Sayangnya, kami tidak bisa merencanakan itu lagi.

Di perjalanan pulang, Profesor Cha, yang merupakan kepala rumah sakit.

tewas dalam kecelakaan tabrak lari.

Ibumu pasti sangat tertekan.

Jadi, itu sebabnya

dia memintaku melakukan yang terbaik untuk acara ini

organisasi pasien yang dia pertahankan setelah 28 tahun.

Apakah nama putri pasiennya Eun Dong Joo?

Kudengar kamu membantunya menemukan ibunya.

Ya.

Aku harus mencarinya.

Rasanya aneh.

Saat kebetulan berkumpul, mereka menjalin hubungan.

Saat hubungan terjadi, mereka menjadi takdir.

Mungkin, kamu dan wanita itu

sudah ditakdirkan.

Kalian berdua putri kedua pasien kami,

dan bahkan kalian terus bertemu...

Tarik kembali kata-kata itu.

Joon Ki.

Aku tidak percaya takdir.

Aku yakin ini semua tentang pilihan.

Aku memilihmu,

dan kamu satu-satunya takdirku.

Ya. Kamu benar.

Kamu juga takdirku.

Kamu di sini?

Aku di dalam kafe sekarang. Di mana kamu?

Permisi.

Kamu yang meninggalkan nomor teleponmu?

Siapa kamu?

Aku tidak mengerti maksudmu.

Kurasa kamu salah.

Tunggu sebentar.

Ambil itu.

Kenapa tidak mengangkatnya? Masih mau menyangkalnya?

Kamu mengenal ibuku?

Benarkah?

Dia juniorku di SMA.

Kami kehilangan kontak saat dia keluar dari SMA itu.

Lalu, kami bertemu di organisasi pasien.

Dia setahun lebih muda dariku,

jadi, usianya pasti 52 tahun.

Siapa namanya?

Shin Nan Sook.

Begitu rupanya.

Bahkan setelah Eun Jeong Soo kambuh, dia menahannya dengan baik.

Suaminya perhatian, pendapatan mereka stabil.

dan mereka punya putri cantik yang mereka sayangi.

Ibu, tolong bersabar.

Aku akan ke sana.

Apa yang kamu lakukan? Cepatlah.

Aku datang!

Astaga, perangaimu buruk sekali.

Aku sudah selesai!

- Benarkah? - Ya.

Berkat aku, PR-mu sudah selesai.

Kamu tidak punya PR lagi, bukan?

Tidak. Ini belum berakhir.

Apa maksudnya?

- Hei. - Apa?

Apa dia tidak boleh tahu tentang buku harian Kakak?

- Apa? - Mid Eum.

Kamu tidak menulis buku harianmu untuk liburan musim panas?

Ayolah. Kamu sudah mengurusnya atau belum?

Bawakan buku harianmu.

- Baiklah. - Astaga.

Apa ini?

Dia menulis untuk dua hari.

Apa itu artinya kamu harus menulis untuk 25 hari?

Tidak apa-apa.

Aku bisa membersihkan kelas selama sebulan saja.

Mid Eum.

Tidak bisa.

Kita bertiga

akan melaju ke ronde kedua.

Baiklah, kita akan menyelesaikan ini pukul 12.00.

Lakukanlah.

Dong Joo!

Kita harus bicara.

Kenapa kamu datang tanpa pemberitahuan?

Sebenarnya, aku senang kamu di sini.

Duduklah dan tulis buku harian Mid Eum.

Bukan itu yang penting sekarang.

Dong Joo, ayo.

Ke mana?

Kamu akan tahu setelah sampai. Cepatlah.

Kita mau ke mana?

Kamu mau ke mana? Kamu harus mengerjakan PR-nya.

Kamu bisa melakukannya sendiri.

Tunggu.

Kenapa kamu menghindariku?

Berapa kali harus kukatakan?

Aku tidak menghindar. Aku hanya salah.

Aku hanya keliru mengiramu orang yang baru saja pergi.

Langsung saja ke intinya.

Tolong berikan perkiraan biaya perbaikan mobilmu.

Tolong berikan nomor rekening bankmu.

Aku akan segera mentransfernya.

Kalau begitu, sampai jumpa.

Shin Nan Sook.

Itu kamu, bukan?

Aku Kim Soo Na.

Aku seniormu dari SMA Wanita Gyeongjin di Busan.

Kamu tidak ingat aku?

Hei.

Itu kamu.

Pantas saja kamu tampak tidak asing.

Sudah berapa lama?

Kamu sungguh tidak mengenaliku?

Aku mengenalimu dari awal.

Sejak awal?

Aku melihatmu di pernikahan putra Pimpinan Jin.

Kamu duduk di depan.

Lalu kenapa kamu pergi tanpa menyapa?

Kamu pergi lebih dahulu.

Apa karena kamu menghindariku?

Aku?

Kenapa aku harus melakukan itu?

Aku senang sekali bertemu denganmu.

Benarkah?

Tentu saja. Tidak ada alasan bagiku.

Kalau begitu, aku senang.

Omong-omong, melihat betapa cerianya dirimu,

kamu pasti bahagia akhir-akhir ini.

Ya, hidupku baik.

Aku bertemu pria hebat dan punya anak.

Berkat dia, luka masa laluku yang menyakitkan

sudah sembuh.

Lukamu yang menyakitkan?

Aku yakin kamu juga tahu.

Setelah kehilangan keduanya,

suamiku dan Dong Joo,

aku sangat kesulitan.

Nan Sook.

Jika ada cara bagimu untuk menemukan putrimu,

apa yang akan kamu lakukan?

Aku akan mengatakan yang sebenarnya.

Putrimu mencarimu.

Dengan satu panggilan telepon, dia akan bergegas kemari.

Aku kebetulan bertemu dengannya beberapa hari lalu.

Dia mungkin tumbuh tanpa orang tuanya,

tapi dia tumbuh dengan baik.

Saat kubilang aku melihatmu di pernikahan,

dia berlari.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left