The first 200 lines.
Bagaimana rupanya di kehidupan nyata?
- Bukankah dia tampak lebih muda? - Dia seperti boneka.
- Tidak. - Dahulu dia secantik
- boneka Barbie. - Dahulu dia seperti boneka Barbie.
- Dia mirip boneka Barbie. - Kami punya boneka Barbie di rumah
- dan terlihat persis seperti dia. - Jangan berkata begitu.
- Aku senang sekali bertemu kamu. - Dia lebih cantik secara langsung.
Aku sudah tua, jadi, memalukan jika dibandingkan dengan boneka.
Won Hee dan aku memandu
- sebuah acara bersama. Kami akrab. - "Hey hey Hey".
Kami melewati masa sulit bersama dan juga bersenang-senang.
Setiap kali melihatnya di TV,
aku senang melihat dia
dan ingin tahu apa dia sehat.
Sudah lama sekali
kita tidak melihat Dong Seob duduk di samping Won Hee.
Sudah lama kami tidak melihat mereka berdua syuting.
- Ya. - Sudah lama sekali.
Dalam sebuah wawancara,
Won Hee memilih Dong Yeob sebagai pewara
yang paling selaras dengannya.
Kamu sudah bekerja dengan banyak orang.
Kenapa kamu memilih dia?
- Kenapa harus dia? - Ya. Kenapa dia?
"Tertawa"
Aku tidak bermaksud mengatakan orang lain membuatku tidak nyaman.
Dong Yeob dan aku bekerja sama... Apa itu waktu kita berusia 20-an?
- Ya. Tunggu. Tidak. Usia 30-an. - Saat kita berusia 30-an?
Kami berdua sangat
bersemangat.
Baik karier dan kecantikanku,
- Kalian tampak serasi. - aku termasuk beruntung.
- Dia masih di awal usia 30-an. - Ya.
Jujur saja, ada orang yang bekerja bersamaku
yang membuatku tidak nyaman.
- Ya. - Ya.
Sebagian orang terlalu ambisius.
Saat memandu acara bersama, ada tekanan.
Tapi Dong Yeob tidak begitu.
Dia tidak serakah.
Dia hanya menikmati syuting.
Sebenarnya, di antara selebritas... Dari semua selebritas wanita...
Aku bertemu banyak selebritas wanita yang lucu dalam hidupku,
tapi yang terlucu adalah Kim Won Hee dan Lee Hyo Ri.
Benarkah?
Mereka sangat lucu.
Saat kalian tampil di sebuah acara,
dia sangat lucu. Dia punya selera humor yang bagus.
"Sangat lucu".
Kami sering tampil bersama sebagai duet.
Kami berdandan sebagai wanita tua.
- Benar. - Ya.
Jika aku disuruh melakukan itu sekarang, aku tidak akan bisa.
Aku pasti kerasukan waktu itu.
- Waktu itu, kami bekerja keras. - Bukan begitu?
"Semangat"
"Ambisi"
Lihat mulutnya.
- Aku pura-pura menjadi perawat. - Kami main dokter-dokteran.
Aku mau disuntik.
"Jangan salah sangka. Mereka hanya main dokter-dokteran"
Kadang, saat melihat videonya di YouTube,
kupikir aku pasti sudah gila waktu itu.
- Ya. - Tapi kita berdua gila.
Ya.
- Kami menanggapinya serius. - Ya.
Kapan kamu menikah?
Kapan aku menikah? Tahun 2005.
Kalau begitu, berapa lama...
- Sudah 14 tahun. - Sudah 14 tahun.
Sudah lama. Kukira...
Bagaimana bisa kamu hidup bahagia tanpa menimbulkan masalah?
- Ya. - Mereka
sesungguhnya
adalah pasangan yang luar biasa.
Mereka berpacaran selama...
Sebelum menikah, mereka berpacaran selama 15 tahun.
Bukankah kalian berpacaran selama sekitar 15 tahun?
Kami berpacaran selama 15 tahun.
Kami hidup bersama selama 14 tahun.
- Kamu hebat. - Totalnya 29 tahun.
Totalnya 29 tahun.
Mereka sangat setia kepada satu sama lain.
Apa kalian memulai hubungan sebagai teman di kota?
Apa maksudmu "kota"?
Begitu aku lulus SMA...
- Begitu kamu lulus. - Begitu aku lulus,
- aku bertemu dia. - Kencan buta?
Tidak. Kami bertemu di jalan.
- Waktu itu... - Dia berpapasan denganmu di jalan?
Tidak seperti itu.
Di masa lalu, jika melihat orang yang disukai, kamu mengikuti dia.
- Ya. - Kami bertemu
- saat berjalan. - Suamimu...
- Kalian bertemu saat berjalan. - Ya.
Apa suamimu sangat baik padamu?
"Tertawa"
- Pasti baik. - Aku tidak menduganya.
Dia mengatakan ini di sebuah wawancara.
Katanya dia sangat mencintai suaminya.
Katanya dia bahkan rela mati demi suaminya.
Itu terdengar berlebihan,
tapi kami bertemu saat masih muda. Waktu itu aku berusia 20 tahun.
Suamiku berusia 22 tahun waktu itu.
Kami bertemu saat masih kecil.
Orang berusia 20 tahun masa itu berbeda dengan saat ini.`
- Kami sangat polos waktu itu. - Masanya berbeda.
Ya. Karena kami bertemu saat masih sangat muda,
kami lebih akrab terhadap satu sama lain.
Kalian pasti memiliki
- ikatan yang kuat. - Bagaimana denganmu?
Mal Soon, kamu rela mengorbankan apa
demi suamimu?
Maksudmu bagian tubuhnya?
- Tidak ada. - Apa?
- Tidak ada. - Tidak ada?
- Tidak. - Coba pikirkan.
Ada beberapa organ yang mubazir.
Biar aku jelaskan.
Selama bertahun-tahun ini,
aku telah memberikan segalanya kepada suamiku.
- Tidak ada lagi yang tersisa. - Tidak ada lagi bisa kamu berikan.
- Tidak ada. - Dia sudah memberikan segalanya.
- Ya. - Kamu sudah memberikan segalanya.
Aku menikahi suamiku bukan karena mencintainya.
Tolong tanya saja ibu Jin Young.
Kamu menikahinya bukan karena mencintainya?
- Tetap saja... - Tetap saja...
Walaupun itu tidak benar,
suamimu menonton acara ini setiap pekan.
Kami masih bersama karena setia pada satu sama lain.
- Itu perjodohan? - Ya.
Kamu tidak ingin berkorban untuk suamimu lagi?
Untuk apa?
"Tertawa"
"Untuk apa?"
"Tamu Yang Salah"
"Tamu Yang Salah".
Judulnya "Tamu Yang Salah"?
Siapa itu?
"Gerobak merah yang tidak asing"
"Dan Gun Mo"
- Aku tidak mengenalinya. - Astaga.
Itu Gun Mo.
Kenapa dia membawa banyak bawang bombai?
Terlihat seperti dia mau menjualnya.
"Dia melihat sekeliling"
- Di mana... - Mau ke mana dia?
Sepertinya dia akan
membuat kekacauan lagi di rumah seseorang.
Di sini.
"Dia berhenti di depan sebuah rumah"
Astaga.
Ada tangga.
Ada tangga.
Tangga.
Astaga. Aku harus bagaimana?
Bagaimana dia mengangkatnya? Bawangnya berat.
Itu pasti melelahkan.
Tidak ada lift.
Astaga.
Beratnya pasti sekitar 2 kg.
Astaga. Naiknya tinggi sekali.
"Setelah membawa sekarung bawang bombai..."
"Bel pintu"
- Halo? - Ini aku.
Siapa?
Rumah siapa itu?
- Halo? - Ini aku.
- Kamu sudah sampai? - Ya.
- Suara itu... - Suara itu...
- Bukankah itu suara Kim Jong Min? - Apa itu Jong Min?
- Hai. - Kamu di sini juga?
"Itu Jong Min"
- Apa itu rumah Jong Min? - Itu Jong Min.
Apa dia sudah pindah?
- Dia pasti sudah pindah. - Apa dia sudah pindah?
Sepertinya begitu.
Dahulu dia tinggal di dekat putraku.
- Kenapa kamu lama sekali? - Keluarlah.
Aku bawa sesuatu.
- Kamu bawa apa? - Tapi ada tangga.
- Bisakah kamu membantuku? - Apa itu?
Itu Bbaekga.
Apa itu?
- Gun Mo. - Ya.
- Bawang bombai? - Itu...
- Kamu mau memarutnya lagi? - Tidak.
Kamu mau membuat jus bawang bombai lagi?
Apa rencananya sekarang?
Kenapa kamu bawa bawang bombai?
"Angkat saja"
Ini berat sekali.
Ini juga?
"Mereka mengangkat bawang tanpa tahu ada apa"
- Astaga. - Ambil ini.
Apa ini? Baunya tajam sekali.
Itu pasti berat sekali.
"Mereka mengangkat bawang dengan hati-hati"
"Dan menaruhnya di ruang tamu"
No comments yet. Be the first to leave one.