The first 200 lines.
SERIAL DRAMA INI FIKSI, TIDAK BERKAITAN
DENGAN TEMPAT, INDIVIDU, ORGANISASI, LATAR BELAKANG, DAN KEJADIAN APA PUN
- Semuanya! - Ya!
Kalian siap bertemu Manusia Petir?
- Ya, kami siap! - Ya, kami siap!
- Ya, kami siap! - Bagus!
Kalau begitu, mari panggil Manusia Petir dengan lantang!
Satu, dua, tiga!
- Manusia Petir! - Manusia Petir!
- Manusia Petir! - Manusia Petir!
- Manusia Petir! - Manusia Petir!
Halo, Teman-Teman!
Aku, Manusia Petir, terbang jauh-jauh kemari hari ini
dari Bintang Petir yang jauh untuk menemui kalian.
Kalian siap bersenang-senang?
- Ya! - Ya!
Mari kerahkan seluruh kekuatan kita dan teriakkan, "Kekuatan Petir."
Dengan kekuatan semua cinta kita...
- Kekuatan Petir! - Kekuatan Petir!
MOVING
AGUSTUS 1995
Belut listrik menghasilkan listrik dari tubuhnya, bukan?
- Ya! - Ya!
Tapi tubuh manusia juga bisa menghasilkan listrik.
- Sungguh? - Sungguh?
Ya.
Karena ada arus listrik yang selalu mengelilingi tubuh manusia.
Kalian tahu apa itu?
- Listrik statis! - Listrik statis!
Kalian sangat pintar.
Benar. Listrik statis.
- Lembaran plastik kalian sudah siap? - Ya!
Kalau begitu, ikuti aku, Anak-Anak.
Jika menggosoknya seperti ini,
tubuh kita juga akan menghasilkan listrik statis.
Tahukah kalian
bahwa listrik statis menghasilkan lebih dari 10.000 volt?
Tapi karena aliran listriknya sangat cepat,
itu tidak berbahaya.
Berikutnya!
Bagaimana? Menempel?
- Tidak. - Tidak.
- Tidak bekerja dengan baik, bukan? - Ya.
Sekarang musim panas dan belakangan ini sering hujan, jadi, kelembapannya...
Astaga, Anak-Anak.
Lihatlah Gyedo.
Jeon Gyedo, kau sangat mahir menghasilkan listrik.
Keren sekali.
Semuanya, beri dia tepuk tangan!
Kalian lihat itu? Gyedo juga...
Maksudku, petir juga semacam listrik.
Dengan begitu, ada banyak arus listrik di sekitar kita.
Anak-Anak, bagaimana jika kita semua menunggu kilat?
- Baik! - Baik!
Ayo!
Mari menunggu kilat.
MANUSIA PETIR
Jeon Gyedo.
Terus semangat.
Bertahanlah. Masih ada satu putaran lagi.
Baik, pertahankan.
Waktu habis.
B TIDAK MEMENUHI SYARAT
RUANG BIMBINGAN KARIER
Sebaiknya kau mengambil jurusan Penyiaran dan Hiburan.
Jurusan Penyiaran dan Hiburan? Kenapa tiba-tiba bilang begitu?
Nilai ujian praktikmu kurang bagus untuk jurusan olahraga.
Kau menyuruhku mempersiapkan diri untuk jurusan olahraga,
jadi, hanya itu yang kulakukan selama ini.
Sekolah mengira kau berbakat dalam olahraga...
tapi ternyata tidak.
Kepala Sekolah memberi tahu ibuku bahwa aku punya potensi.
Maaf soal itu.
Ini tahun pertamaku sebagai guru, jadi, butuh waktu untuk mengevaluasimu.
Bagaimanapun, kau tetap harus kuliah.
Tapi sudah terlambat sekarang.
Kau suka menjadi pusat perhatian.
Apa? Benarkah?
Ya.
Aku mengamatimu.
Kau pemalu, tapi tampak menikmatinya saat mendapat perhatian.
Jurusan ini cocok untukmu.
Aku bahkan tidak pernah berpikir untuk berakting.
PEDOMAN PENDAFTARAN SEKOLAH KEJURUAN
AUDISI TERBUKA MANUSIA PETIR KEDUA
Dimulai dengan nomor 277,
tolong tunjukkan pose Kekuatan Petir sebelum kita akhiri.
Aku nomor 277, Cho Minkyu.
Aku nomor 278, Lee Minkyo.
Aku nomor 279, Kang Sungjoong.
Nomor 280, Cha Hyungmin!
Kekuatan Petir!
Petir!
Baiklah.
Kekuatan Petir!
Kekuatan Petir!
Terima kasih.
Aku nomor 281, Jeon Gyedo.
Kekuatan Petir!
Baik, terima kasih.
Pintu keluarnya di sebelah sana.
- Berapa banyak lagi? - Sekitar 20 orang.
Tunggu. Tunggu sebentar.
PAK KWON JINHYUN
Kekuatan Petir!
Astaga, apa yang terjadi?
Jika aku bukan Manusia Petir, lalu siapa lagi?
Aku nomor 281, Jeon Gyedo!
Dengan kekuatan semua cinta kita...
Kekuatan Petir!
PAHLAWAN KITA, MANUSIA PETIR PUSAT BUDAYA YANGCHEON
Maju!
Gyedo, bagaimana konsernya?
Ibu datang?
Segera beri tahu aku jika kau kehabisan makanan.
Baik, aku mengerti.
JANGAN LUPA MAKAN
Karena kalian berbohong, akan kubawa kalian ke Bintang Mata Satu!
Tidak, jangan bawa teman-teman kami pergi!
Kita butuh Manusia Petir!
Semuanya, ayo kirim sinyal
- ke Manusia Petir sekeras mungkin! - Manusia Petir, bersiap.
Satu, dua, tiga!
- Manusia Petir! - Manusia Petir!
- Manusia Petir! - Manusia Petir!
- Manusia Petir! - Manusia Petir!
Sekarang, masuk.
- Tiga, dua, satu. - Manusia Petir!
- Manusia Petir! - Manusia Petir!
Sekarang.
- Manusia Petir! - Manusia Petir!
- Manusia Petir! - Manusia Petir!
- Manusia Petir! - Manusia Petir!
- Manusia Petir! - Manusia Petir!
Manusia Petir!
Manusia Petir!
Mata Satu.
Kau tidak akan pernah bisa membawa anak-anak ini.
Kau pikir bisa mengalahkanku sendirian?
Aku tidak sendirian.
Dengan kekuatan semua cinta kita...
- Kekuatan... - Kekuatan...
- Kekuatan... - Kekuatan...
- Kekuatan... - Kekuatan...
- Kekuatan... - Kekuatan...
- Petir! - Petir!
Hei, apa yang baru saja terjadi?
Maaf, Pak. Aku akan segera menyelidikinya.
Sial.
Apa yang terjadi dengan lampunya?
Karena Jeon Gyedo lagi?
Sudah kubilang, cari aktor baru.
Semua peralatanku rusak dan aku akan bangkrut.
Setidaknya kau bisa melihat.
- Aku tidak bisa melihat apa pun di sini. - Aku juga tidak melihat jika jongkok.
Omong-omong, kurasa Manusia Petir akan dipecat.
Benarkah?
Para staf marah karena hal ini sering terjadi.
Kalau begitu, haruskah aku mendaftar untuk jadi Manusia Petir ketiga?
Bermimpi sajalah.
Aku sudah bicara dengan sutradara soal itu.
Kekuatan Petir!
Pak Jeon Gyedo. Tolong kembalikan kostumnya.
Astaga!
Terima kasih atas kerja kerasmu.
AUDISI MANUSIA PETIR KETIGA
Halo, Ibu.
Hei, Gyedo.
Apa ada masalah?
Kau terdengar lesu.
Bukan apa-apa.
Aku akan mampir membawa makanan, jadi, pulanglah lebih awal.
Ibu.
Ibu!
Ibu!
Ibu, apa yang terjadi?
Ibu!
Ibu!
Jadi, kau berhenti bekerja?
Ya.
Aku sedang bersiap mencari pekerjaan lain.
Baguslah.
Lagi pula, aku agak khawatir kau melakukan pekerjaan itu.
Lupakan saja.
Aku tidak berhak mengatakan hal seperti ini.
Kali terakhir aku melihatmu itu saat kau lulus SMA.
Maafkan aku.
Tidak perlu minta maaf.
Aku tahu kau mengirim uang untuk biaya kuliah
dan biaya hidupku sampai aku lulus kuliah.
Kau juga mengirimiku cukup uang untuk mencari tempat tinggal sendiri...
saat kubilang akan pindah dan mencari pekerjaan.
Kau sudah...
melakukan lebih dari cukup.
Terima kasih untuk semuanya.
Mulai sekarang...
aku akan mengurus diriku sendiri.
Ayah.
Baiklah.
Aku sudah pensiun dari pekerjaan di pemerintahan
No comments yet. Be the first to leave one.