The first 200 lines.
Bapak hakim yang terhormat...
saya responden nomor darurat, Hwang Tae Yeol.
Responden Lee Soon Cheol baru saja memulai kariernya.
Karena kesalahannya, dia gagal menyelamatkan korban di lokasi kejadian,
dan setahu saya, sedang menjalani pengobatan atas depresinya.
Orang seperti dia
sedang berhadapan dengan laporan palsu seorang pemabuk.
Menurut pernyataan korban, Lee Soon Cheol menganiayanya.
Namun menurut pendapat kami
hanya tindakan untuk menenangkannya.
Saya tahu dari banyak pengalaman saya di lokasi.
Saya ingin menyampaikan pendapat untuknya di pengadilan.
Mohon...
panggil saya ke pengadilan.
Saya mohon pada Anda.
Hwang Tae Yeol.
.: Episode 21 :. KOMITE DISIPLIN
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :. IDFL™ SubsCrew
Lakukan yang terbaik.
Aku akan menunggumu.
Entah kapan selesainya, kenapa menunggu?
Kembalilah./ Tidak.
Saat menjagaku di rumah sakit,
kau berdiri selama beberapa jam.
Setelah ini kita makan daging panggang dan soju.
Dan ke karaoke juga.
Kita berdua?
Bukan, anu...
Bersama rekan-rekan. Makan makan tim.
Kukira maksudmu hanya berdua.
Begitu saja?
Kuharap kita bisa.
Tapi semua mengkhawatirkanmu. Kita pergi sama-sama saja.
Halo, pak hakim.
Peserta Song.
Kau semakin cantik.
Ada perlu apa ke sini?
Aku terpilih sebagai salah satu anggota komite disiplin.
Selalu kutolak, tapi...
ketua hakim yang mengetuai adalah kakak kelasku.
Akhirnya aku tak bisa menolak.
Jaksa diizinkan berpartisipasi dalam komite disiplin yudisial?
Mereka boleh menunjuk siapa saja yang berpengetahuan dan berpengalaman luas.
Semua anggota komite disiplin adalah orang baik-baik. Tak perlu khawatir.
Kau lebih berisi.
Lebih cantik.
Wanita kurus... tak begitu menarik.
Kuharap kau bisa berhenti membahas penampilanku, jaksa.
Tiap kali kupuji, kau selalu saja marah.
Maksudku kau seksi.
Jaksa.
Berkata seperti itu.../ Itu pujian.
Pujian.
Bajingan.
Maaf.
Dasar bajingan! Dia sudah gila?
Tampangnya seperti pembunuh berantai. Membahas soal penampilan
Seharusnya dia basuh wajahnya.
Kau tahu dia lewat pelatihan kejaksaan?/ Ya.
Sudah berulang kali, kan?
Aku tak yakin.
Tak yakin apa? Tampangnya seperti itu.
Tampang seperti dia, selalu muncul dalam skesta daftar pencarian.
Kurasa begitu.
Kau ingat?
Pelatihan pembunuh.
Ya.
Kalau diulangi lagi, pukul saja dia.
Lebih cepat dari hukum. Dan terasa lebih puas.
Ya. Aku mengerti.
Aku akan masuk dan membalaskan dendammu.
Ya.
Duduklah./ Ya.
Kantor Pengadilan Wilayah Seoul Pusat, Divisi Pidana 40.
Hakim Han Soo Ho, benar?
Ya, benar.
Kita semua sudah saling kenal, pertanyaan identitas cukup sampai di sini.
Kita lanjut pada inti permasalahan.
Sudah Anda pelajari semua dokumennya?
Sudah.
Kita bahas kelalaian dalam bertugas dulu.
Alasan untuk tindakan disiplin./ Ya.
Hakim Han Soo Ho...
Sejak 6 Agustus, tanpa alasan atau pemberitahuan di awal
Anda menunda pembacaan putusan dan sidang selama seminggu.
Setelah itu menunda sidang tanggal 11, 19 dan 20,
total Anda menunda 36 sidang.
Anda mengabaikan tugas
dan kami menerima banyak keluhan mengenai prosedur sidang.
Itu saja.
Tolong jelaskan./ Ya.
Menunda sidang...
saya sering melakukannya.
Apakah hal itu salah?
Anda tak mengakui telah mengabaikan tugas Anda?
Saya ingin menyampaikan pendapat pada hakim-hakim yang terhormat.
Duduk dan bicaralah.
Ya.
Dulu, saya...
beranggapan sidang terlalu lama.
Namun setelah saya menjadi hakim,
terlalu banyak yang harus dikerjakan.
Memberi hakim banyak pekerjaan, tanpa memberi waktu untuk berpikir.
Bukankah itu hal yang salah?
Di negeri kita ada sekitar 3.000 hakim.
Satu hakim menyelesaikan dua hingga tiga kasus per hari, apa itu masuk akal?
Dengan hormat saya bertanya.
Sebagai pekerja di bidang hukum, Anda tak ingin menambah hakim lagi?
Jawaban Anda harus relevan dengan pertanyaannya.
Apa? Jawabanku sangat relevan!
Apakah mungkin,
tak ada banyak hakim karena kekuasaannya akan berkurang?
Hakim Han!
Cermatlah dalam memilih kata.
Maaf.
Saya membutuhkan waktu untuk berpikir dalam menentukan tindakan yang tepat.
Kehidupan seseorang bergantung pada putusan.
Walau harus ditunda beberapa hari,
saya ingin memberikan putusan yang tepat.
Maksud Anda...
hakim yang menjatuhkan putusan tanpa menunda sidang
tak penuh pertimbangan? Begitu maksud Anda?
Bukan begitu maksud saya!
Ya, cukup.
Pembelaan Anda sudah cukup kami dengar.
Selanjutnya./ Agenda berikutnya.
Hakim Han Soo Ho tampil wawancara di televisi pada tanggal 17 Agustus.
Sebelumnya tak mengikuti prosedur yang benar
dan tak melapor setelah wawancara.
Sebagai hakim, isi dalam wawancara
mengungkapkan rusaknya martabat menurut pihak dalam dan luar.
Tolong dijelaskan.
Mengenai wawancara tersebut...
saya akan jujur
Suatu pagi, saya sedang tidur dan tiba-tiba seorang personel televisi datang ke rumah saya.
Kemudian...
Hari ini aku membutuhkan hakim.
Saya diseret ke sana.
Hal itu tak terelakkan.
Seolah-olah saya diculik.
Anda bergurau?
Di sini taman bermain Anda?
Sungguh!
Saya punya saksi./ Sudah cukup.
Kalau tak ada lagi, Anda boleh keluar.
Sudah selesai?
Kami sudah cukup mendengar penjelasan Anda.
Kenapa? Masih ada penjelasan lagi?
Bagaimana menjelaskannya...
Rasanya hasil sudah ditetapkan
dan sidang ini hanya sekadar formalitas.
Apa maksud ucapan Anda?
Terlalu cepat selesai.
Hakim Han, tolong keluar.
Sebenarnya, saya...
membuat kesepakatan soal putusan sidang.
Kenapa? Apa hanya saya?
Katanya ikan membusuk mulai dari kepalanya.
Saya hanya ekor. Apa yang saya tak bisa?
Di sini sama seperti ruang sidang. Jaga martabat Anda.
Ya.
Saya mengaku menerima suap dengan martabat.
Ada begitu banyak yang menawarkan pada saya.
Semalam, pewaris Oh Sung Group
bahkan memberikan cek kosong!
Ucapan Anda barusan termasuk melanggar hukum yang berlaku.
Tiap buka mulut, Anda melecehkan, sebaiknya tutup mulut Anda!
Apa maksud ucapan Anda?
Anda seperti sketsa nomor satu dalam daftar pencarian.
Anda berkata di hadapan wanita, "seksi, menarik".
Sungguh Anda ingin melakukan itu?
Saya duduk di sini sebagai anggota komite disiplin.
Kendalikan diri Anda!
Saya menolak didisiplinkan oleh orang seperti Anda!
Hentikan dan keluar!
Lalai dalam tugas, gagal menjaga martabat, hal-hal tak masuk akal
yang membuat saya disidang.
Terus terang saja,
ini dikarenakan saya menahan Lee Ho Sung di pengadilan.
Anda takut pada konglomerat?
Berapa yang Anda terima dari mereka?
Mengapa Anda semua begitu berhati-hati?
Hentikan dan keluar!
Saya terima tindakan disiplin apapun.
Saya tak peduli walau tak digaji setahun penuh.
Namun, bila saya tak dizinkan melaksanakan sidang terakhir dengan dijatuhi skors,
Anda akan melihat hakim gila yang menggila!
Saya...
akan tetap jadi aib terbesar dalam badan yudikatif.
Saya akan ungkapkan semua yang saya ketahui!
Sidang dilanjutkan 30 menit lagi.
Saya minta!
Mohon! Pertahankan secarik martabat badan yudikatif yang terakhir!
Bagus sekali.
Dasar sinting.
Pak hakim.
Sidang selesai dengan baik?
Tetap semangat. Kau tak berbuat salah.
Kenapa kau pikir aku tak berbuat salah?
Menurutku kau tak melakukan kesalahan apapun, pak hakim.
No comments yet. Be the first to leave one.