The first 200 lines.
Ponselku.
Rigsby.
Ya. Baiklah, Bos.
- Bangunlah. - Lisbon?
- Ya. - Gawat.
Nanti dia akan menelepon lagi. Dia akan tahu. Bangunlah.
Grace, bangun. Lisbon tak mungkin tahu aku bersamamu.
Kau benar.
Angkat teleponnya.
Bangunlah.
Agen Grace Van Pelt.
Ada apa, Bos?
Baiklah.
Bosco, ada apa tiba-tiba meneleponku?
- Kau sudah bangun. Ada di mana? - TKP. Kenapa?
- Minum kopi seperti biasa? - Gelas besar, tanpa krim.
- Kita harus bicara. - Soal apa?
Temui aku setelah kau kembali.
Baiklah, rasanya tak sabar lagi.
- Sudah ada kabar dari Hicks? - Belum.
- Selamat pagi. Hampir pagi. - Selamat pagi, Semuanya.
Di sini ada jasad pria Kaukasia. Usia 50 tahunan. Tembakan di kepala.
Satpam yang temukan jasad ini lalu menghubungi Kepolisian Sacramento.
Tapi ini pemakaman umum, itulah kenapa kita di sini pukul 05.30.
Pemilihan tempat yang bagus.
Perhatikan dari sudut ini. Sepertinya dia ditembak dari dekat.
Dan serat pada luka mengindikasikan bajunya dilepas setelah korban mati.
Kau harum. Sabun lilac?
- Ada petunjuk, Jane? - Ya, ada.
- Dia telanjang. - Akan aku catat.
Membuatnya tampak menyedihkan. Lemah...
Dan bahkan tampak menggelikan.
- Artinya? - Dia diposisikan begitu.
Tidak diletakkan sembarangan. Semacam isyarat pernyataan.
Dokter, apakah tanda di tangannya bekas luka bakar?
Lebih seperti luka karena membeku.
Kini sudah jelas.
Suhu hatinya 45 derajat. Tapi ruangan ini bersuhu 58 derajat.
Jadi seseorang membekukannya dalam posisi ini dan membuangnya kemari?
Bisa jadi sebuah ciri khas atau mungkin sebuah pola serial.
Lisbon dan aku akan bicarakan dengan Bosco...
Mungkin dia pernah tangani kasus yang sama.
Ayo, kita pergi dari sini. Biarkan tim forensik lakukan tugas.
Kau harum. Bau apa ini? Lilac?
Ya.
- Terima kasih. - Aromanya enak.
Selamat pagi, Rebecca. Kopinya tampak enak. Satu untukku?
Silakan menyukaiku sekarang. Atasanmu dan aku sudah berbaikan.
Jangan hiraukan dia. Aku pun tak menyukainya.
Dia pembohong. Dia menyukaiku.
Hibur dirimu sendiri.
Ya, Tuhan! Gawat.
Sam!
Dia sudah tewas.
- Tak ada denyut nadi. - Dyson juga tewas.
Jane, bantu aku. Kemarilah!
Tekan sekuatnya di bagian itu.
Agen Khusus Cho. Ada beberapa petugas tertembak di lantai 5.
2, 3, 4...
Ya, di dalam gedung. Kunci gedung ini atas perintahku.
3 agen tertembak. Aku butuh medis, SWAT, Kepolisian Sacramento...
Dan Patroli Lalu Lintas California. Perintahkan buat blokade.
Tersangka mungkin masih di sini. Kepung gedung ini sekarang!
1, 2...
5, 6, 7, 8, 9, 10...
11, 12, 13, 14...
24 Jam Sebelumnya
Hicks, Bosco. Bosco, Hicks.
Mencuri makanan dari divisi kejahatan besar.
Aku yakin ini melanggar pasal 484 KUHP.
- Tak tertera nama pemiliknya. - Yang ini ada namanya.
Itu punyaku. Aku beli dari Cornaro's.
Roti lapis bakso adalah menu terbaik mereka.
Berharap saja aku tak cerita Mandy kau mangkir diet ini.
Sepanjang minggu dia rumah kakaknya di New Hampshire.
Ini dia orangnya. Agen Hicks, formulir 41-mu.
Bos, kantor Kejaksaan Agung tadi telepon soal Kartel Armenia.
Dan berharap saja aku tak cerita ke istrimu soal mangkir diet ini.
Bernapaslah.
- Bernapaslah. - Tak ada denyut.
Gunakan alat kejut. Siap!
Jantung kembali berdetak.
Pendarahan cukup parah. Bagaimana statusnya?
Tak ada suara napas dari paru-paru sebelah kanan. Denyut nadi lemah.
Berikan infus darah. Kode 3, bawa dia!
Beri tahu pemerintah daerah ada beberapa korban luka tembak...
Kau baik-baik saja?
- Ada perkembangan apa? - Pengepungan di seluruh gedung.
Begitu juga gedung MPR dan Departemen Kehakiman.
Bagus. Cho sedang bersama Kepolisian Sacramento...
Untuk membuat dua lapis blokade. Tak ada yang masuk atau keluar.
Semua warga sipil sedang dibawa ke lobi untuk diperiksa.
SWAT sedang dalam perjalanan. Kita harus sisir setiap ruangan.
Tersangka mungkin masih di sini.
Bantu keamanan, periksa semua rekaman kamera...
Dan bentuk tim untuk menanyai para satpam...
Penjaga kebersihan dan orang-orang di lobi.
Siap.
Dia sudah tewas. Pergilah.
Jane.
Kau mungkin terkejut. Lihat aku.
Seharusnya ada 3 jasad. Tapi hanya ada 2 jasad.
- Di mana Agen Hicks? - Akan kutanyakan pada Cho.
Lisbon. Sebaiknya cuci tangan dulu.
- Kau tak melihat Hicks pagi ini? - Aku belum melihatnya dari kemarin.
Apakah kemarin dia sedang kesal atau marah?
Menurutmu Marlon Hicks pelakunya? Tak mungkin.
Kita harus periksa tiap kemungkinan. Coba kau ingat-ingat.
Saat kau pergi beli kopi, kau lihat sesuatu yang tak wajar?
- Misalnya yang tak berkepentingan? - Tidak.
Keadaan normal dan baik-baik saja.
Maaf, aku tak banyak membantu.
Aku keluar sekitar 10 menit dan tak melihat hal yang mencurigakan.
Pagi tadi Bosco hubungi tim. Kau tahu alasannya?
Mungkin itu soal penangkapan kartel Armenia.
Kalian nyaris melakukan penangkapan?
Ya. Ada terobosan pekan ini.
Bos bilang ada informan kemari terkait soal...
- Gudang. - Lisbon.
Tim forensik sudah datang dengan identitas jasad beku itu?
Aku belum memeriksanya. Itu bukan prioritas saat ini.
Baiklah. Kurasa begitu.
Teruskan ceritamu.
Tak ada apa-apa juga di kamera 4. Hanya rutinitas biasa.
Aneh, bukan? Tersangka ini seperti hantu.
Benar. Kita sudah sisir gedung dari atas sampai bawah.
Tak ada tanda keberadaannya.
Biro Forensik memeriksa sidik jari di tangga dan pintu...
Tapi butuh waktu lama merampungkannya.
Lisbon bilang hubungi dia jika kalian butuh bantuan.
Jimmy, alihkan ke kamera 5. Pintu masuk lobi. Waktu yang sama.
Itu Rebecca kembali.
Dia pergi selama 9 menit, keseluruhannya jadi 30 menit.
Aku tak kenal pria bertopi itu.
Masukkan ke dalam daftar orang yang harus diperiksa.
Alihkan ke kamera 6, pintu masuk garasi.
Tunggu. Ada yang kacau di sini.
Ada beberapa fail rusak di penyimpanan data.
Tak mungkin. Dinding apinya...
Telah ditembus. Kamera 6 dan 7 ada di garasi.
Kameranya sengaja dimatikan. Setidaknya 30 menit.
Artinya kita tak tahu siapa yang keluar dan masuk lewat garasi.
Jimmy, panggil teknisi untuk cari tahu penyebabnya.
Baik, akan kuhubungi bosku.
10 menit.
Kejadian itu berlangsung dalam waktu 10 menit.
Aku mengerti. Terima kasih, Avila. Aku utang budi padamu.
Agen Lisbon, aku sudah bicara dengan Gubernur.
Kubilang padanya sudah kerahkan tim terbaik mengatasi kejadian ini.
- Aku yakin kau pasti berhasil. - Terima kasih, Bos.
Aku baru bicara dengan Kepolisian Sacramento Bagian Narkotika...
- Soal kartel Armenia... - Tunggu sebentar.
Aku baru dapat kabar dari rumah sakit.
- Dia tidak mati. - Tidak. Bosco sedang dioperasi.
Tapi aku ingin kau menyiapkan diri.
Lukanya sangat parah. Kondisinya kritis.
Teresa, maaf aku harus tanyakan ini...
Tapi aku perlu tahu apakah kau mampu tangani kasus ini...
Apa pun yang terjadi. Jika tak mampu, beri tahu aku.
- Aku gantikan dengan orang lain. - Tak perlu.
Menurutmu Sam Bosco akan menyerah terhadap timah kecil?
Yang benar saja.
Kuharap kau benar. Semoga berhasil.
Tak ada kabar soal Hicks. Aku bersama tim ke rumahnya.
Dia tak ada. Mobilnya juga tak terlihat.
Aku punya berita. Kalian tahu soal kartel narkoba Armenia...
Yang hampir digerebek Bosco?
Dipimpin oleh pria bernama Michael Assanian.
Orang jahat. Selain orang Meksiko...
Distributor heroin terbesar di Pesisir Barat.
Bosco pasti telah menakutinya. Assanian ke luar negeri 3 hari lalu.
Mungkin dia pergi demi amankan dirinya...
- Lalu anak buahnya habisi Bosco. - Itu masuk akal.
Habisi tim berarti hentikan penyelidikan.
- Layak untuk diselidiki. - Lisbon.
Kita sudah dapatkan identitas pria beku itu?
Kau penasaran sekali dengan kasus itu.
- Hanya firasat. - Menurutmu terkait dengan Bosco?
- Mungkin. - Bagaimana bisa?
Sulit dijelaskan.
Baiklah. Cho, hubungi mereka.
Saat ini tim forensik mungkin sudah dapat petunjuk.
- Terima kasih. - Tanyai informan ini.
Mungkin ada informasi untuk kita.
Lauro di Divisi Narkotika bilang kau bisa gunakan namanya.
Baik.
Tim forensik bilang sidik jari jasad di pemakaman itu...
Milik dr. Towlen Morning.
- Umur 55 tahun. Alamat di Stockton. - Towlen Morning.
Jane?
Cho, ikut aku.
Pusat Medis River Stockton, California
Gawat.
Hicks.
Bagaimana kau tahu pelakunya Red john?
Towlen adalah dokter keluarga bagi Janet dan Carter Peak.
Pasangan Peaks adalah korban ketiga dan keempat Red John.
Carter dianggap sebagai korban keempat.
- Jasadnya tak pernah ditemukan. - Itu 9 tahun yang lalu.
- Kenapa sekarang menyerang CBI? - Ini membingungkan.
No comments yet. Be the first to leave one.