The first 200 lines.
Besok, aku akan membawa Mark ke sini pukul 09.00.
Kita akan ke Chiang Mai bersama.
EPISODE SEBELUMNYA
Bu Jee!
Aku tahu aku membuatmu sangat menderita.
Aku terluka, tapi aku tak akan mati karena itu.
Kau bisa melupakanku semudah itu?
Satu-satunya cara aku bisa melewati ini adalah menghadapi kenyataan.
Aku harus melaluinya.
Kau tak pernah kecewa dalam cinta.
Kau tak tahu betapa sakitnya itu.
Silakan tersesat di masa lalu.
Hei!
Kau pikir
aku kekasihmu itu?
Jay!
Jay.
Jay, maafkan aku. Jay.
Jay!
Jay!
Jay!
Wanita jalang itu.
Kau meneleponku selarut ini? Pasti penting.
Bisakah kau menyelesaikannya secepat mungkin?
Aku tak bisa menunggu lagi.
Jangan cemas.
Aku akan segera menyelesaikannya.
Lihat saja nanti.
Kalian berdua bertemu, dan kini kalian saling menelepon tiga kali sehari?
Kenapa kau kesal?
Kenapa?
Kami hanya mengobrol.
Kalau kau…
Kenapa rapatnya selesai larut malam sekali?
Kami pergi makan malam setelah itu.
Kukira kau sudah tidur.
Tunggu.
Kau juga baru tiba?
Ya.
Kukira rapatmu akan selesai malam, jadi, aku menunggu di kantor.
Aku mulai bekerja
dan aku sangat fokus sampai lupa waktu.
Baiklah. Akan kuambilkan air dan handuk basah untuk menyeka wajahmu.
Jangan pikirkan itu.
Kau sudah bekerja seharian.
Mandi dan beristirahatlah.
Aku bisa mengurus diriku sendiri.
Aku ingin minum kopi.
Tak apa-apa.
Aku akan membuatkan kopi itu untukmu.
Tunggu saja di sini.
Ya?
Kau dari mana saja?
Kukira kau sudah tidur.
Aku sedang belajar di sini. Kenapa aku tak melihatmu pergi?
Aku hanya pergi membeli sesuatu.
Kenapa kau tak tidur?
Aku harus giat belajar
karena pacarku menyuruhku begitu.
Aku hampir selesai.
Jika lelah, kau bisa tidur lebih dahulu.
Kalau begitu, semangat.
Aku harus lulus. Aku harus mendapatkan gelar itu.
Agar aku bisa menikah.
Menikah dengan Ohm!
Jika kau tak bisa menerima
kebahagiaan orang yang kau cintai,
maka itu bukan cinta.
Itu hanya keegoisan.
Silakan tersesat di masa lalu.
Aku tak mau terlibat dalam hidupmu mulai sekarang!
Hei!
Kau pikir
aku kekasihmu itu?
KHEM
Ya, Khem?
Apa katamu?
Apa ada orang lain di dalam?
Hati-hati. Awas.
- Perhatikan langkah. - Hati-hati.
- Ya. - Ada orang lain di dalam?
- Masih ada? - Dia yang terakhir.
Khem, tunggu.
Apa yang terjadi?
Aku juga tak tahu.
Lewat sini, Bu Jay.
Ohm.
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Khem.
Apa yang terjadi?
Masih ada yang terjebak di dalam?
Semua pekerja sudah keluar. Namun, banyak yang terluka.
Jay.
Bagaimana ini, Gun?
Suchart.
Ada apa?
Tarik napas yang dalam, ya?
Sebab…
Bagaimana ini bisa terjadi?
Bukankah inspeksinya baru kemarin?
Tugas kalian sudah dilakukan, 'kan? Bagaimana bisa bencana ini terjadi?
Insinyur lain dan aku sudah memeriksa lokasinya
kecuali kotak langit-langit di lantai G
yang sedang dipasang kembali dan akan diperiksa hari ini
- jika bukan karena kecelakaan itu. - Lalu kenapa?
Apa penyebab kebakarannya?
Penyelidikan awal menunjukkan
bahwa kebakaran itu disebabkan oleh korsleting.
Korsleting?
Kau bertanggung jawab atas sistem listriknya.
Kenapa kau ceroboh sekali?
Siapa yang akan bertanggung jawab?
Sebagai penanggung jawab proyek ini,
aku akan bertanggung jawab penuh.
Tutup mulutmu, Jay.
Ayah baru saja memujimu kemarin.
Ayah kira ayah bisa memercayakan ini kepadamu.
Namun, kau membuat kesalahan lagi.
Sudah berapa kali
proyek ini gagal?
Apa yang harus ayah lakukan denganmu?
Maafkan aku, Ayah.
Aku akan mencari solusi.
Kau pikir bisa memperbaiki ini?
Kau tahu berapa biayanya?
Siapa yang mau tinggal di kondominium dengan masalah tak berujung?
Bagaimana kita akan melanjutkan proyek ini?
Meena,
suruh Jintana
mengadakan rapat dewan sekarang.
Kita harus membahas ini.
Baik.
Hal paling mendesak
yang harus kita pikirkan sekarang
adalah cara mendapatkan kembali kepercayaan pelanggan kita.
Jika tak mengubah nama proyeknya, kita harus meningkatkan keistimewaannya,
seperti gedung perkumpulan, ruang santai bisnis,
atau taman pribadi.
Kita bisa mengurangi biaya atau memberi mereka akses gratis
sebagai strategi untuk mendapatkan pelanggan kembali.
Tak masalah jika kita mengubah nama proyek atau para eksekutifnya,
atau menambahkan fasilitas.
Masih sulit mendapatkan kembali kepercayaan mereka
jika masalah terus muncul seperti ini.
Bagaimana menurutmu, Gun?
Aku setuju denganmu.
Meski salah satu anak perusahaan kita mengambil alih proyek ini,
itu sudah diberitakan di mana-mana.
Kurasa pelanggan sudah tahu itu awalnya dikelola oleh JS Group.
Apa pun yang kita lakukan, akan sulit mendapatkan kembali kepercayaan mereka.
Kecuali kita membiarkan perusahaan lain menawar untuk mengambil alih proyek itu.
Atau jual saja proyeknya.
Kita harus memotong bagian buruknya
sebelum menyebarkan reputasi buruk ke proyek lain.
Kita masih punya proyek besar lainnya.
Jangan biarkan sisanya jatuh seperti domino.
Jika proyek ini berpindah tangan,
apa yang akan kau lakukan dengan tim manajemen aslinya?
Tentu saja membiarkan mereka menangani proyek yang lebih kecil.
Proyek yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Akan kubiarkan manajer proyek ini mengevaluasi dirinya
dan memutuskan apa yang harus dia…
atau seluruh timnya lakukan.
Aku tahu sebagai manajer proyek ini,
Jay bertanggung jawab atas apa yang terjadi.
Namun, aku ingin kau mempertimbangkan lagi.
Tak ada yang menginginkan kecelakaan itu terjadi.
Terutama Jay,
yang merupakan wakil presdir
dan juga putrimu.
Namun, itu sudah terjadi!
Mungkin proyek ini terlalu besar untuk ditangani lulusan baru seperti Jay.
Ini juga salahku
karena terlalu memercayai putriku sendiri.
Aku tak punya alasan
selain membiarkannya bertanggung jawab dengan mundur dari proyek ini
dan membiarkan Meena menanganinya.
Aku akan membiarkan Meena memutuskan
apakah kita harus menjual proyek itu
atau menawarkannya.
Ayah.
Alasanku mengadakan rapat darurat ini
adalah untuk memberi tahu kalian soal ini.
Terima kasih.
Entah apa aku terlalu keras kepadanya.
Namun, aku ingin dia tahu dia tak bisa terus gagal seperti ini.
Aku mengerti.
Setiap ayah menyayangi anaknya.
Namun, kau harus memilih
cara mengekspresikan kasih sayangmu.
Jika kau tak membiarkannya jatuh,
dia tak akan pernah tahu betapa keras tanahnya.
Atau betapa sakitnya itu.
Namun, jika kau membiarkannya terluka sesekali,
dia akan belajar untuk tak jatuh lagi.
Tindakanmu benar.
Aku akan membiarkanmu mengambil alih dari sini.
Tak masalah.
Saat Jay memulai proyek ini,
No comments yet. Be the first to leave one.