The first 200 lines.
Kehidupan Guskou Budori
Guskou Budori lahir di hutan besar sebelah utara Ihatov.
Ayahnya,
Nadori Guskou, adalah penebang kayu terkenal.
Budori,
Ayah dan ibunya,
beserta adiknya, Neri,
menikmati hidup di pedusunan bersama-sama.
Aku pergi!
Ok. Sampai bertemu nanti.
Cepat pulang, Budori!
Aku akan langsung pulang setelah sekolah.
Dan kita bisa pergi kehutan!
Jangan berlari dengan tergesa-gesa, ok?
Aku akan baik saja.
Wow, mereka berkilau!
Itu karena mereka matang.
Pagi!
Ah, selamat pagi!
Selamat pagi!
Yo, pagi'!
Pagi!
Budori, Aku ingin bicara dengan ayahmu.
Kau tahu dimana dia bekerja?
Dia bilang dia akan ke utara atas hari ini.
Benarkah? Terima kasih.
Ayo!
Pagi!
Budori!
Tunggu!
Budori!
Tunggu!
Budori!
Tunggu!
Ok, kelas. Hari ini kita akan belajar tentang puisi.
Dengarkan baik-baik.
Tak terkalahkan oleh hujan
Tak terkalahkan oleh hujan
Maupun oleh salju ataupun teriknya musim panas
Kekuatan tubuh
Bebas dari hasrat
Tidak pernah marah
Senyum penuh ketenangan
Makan malam harian dengan empat mangkuk nasi coklat
Dengan Miso dan sayuran
Mengamati segala hal
Dengan tenang
Tanpa melupakan apapun
Tinggal di tempat kecil, rumah beratapkan jerami
Di padang rumput ternaungi oleh langit-langit cemara.
Pergi ke timur untuk merawat anak yang sakit
Pergi ke barat untuk memikul beban ibu yang berat
Pergi ke selatan untuk memberitahu orang merana, tidak ada alasan untuk takut
Pergi ke utara memberitahu orang yang berselisih, untuk membuang hal yang sia-sia
Pada masa kekeringan, tangisan kasih sayang
Pada musim salju, mengembara dalam kekompakan
Dibilang bukan siapa-siapa oleh semua orang
Tidak ada pujian
Maupun celaan
Orang seperti itulah
Yang aku inginkan
Aku pulang!
Neri! Neri! Kita pergi ke hutan!
Selamat datang, Budori!
Hari ini cepat.
Guru kami ada pertemuan ilmu kehutanan sore ini, jadi dia memulangkan kami lebih cepat.
Begitukah?
Whee!
Ya, kita berangkat!
Yeah!
Kita tulis peringatan di gerbang Hopbine: "Dilarang masuk untuk burung elang!"
Aku ingin menulisnya juga!
Ok!
Selamat datang, Ayah!
Oh, Neri!
Ayah angkat!
Baiklah, mari kita pulang?
Kita makan malam.
Selamat datang!
Ok, kita makan!
Kelihatannya enak!
Ayah, Neri dan aku pergi ke bukit hari ini!
Kami melihat burung putih besar di hutan!
Oh, aku yakin itu white kite
Ketika mereka diciptakan, siapapun yang mencelupkan sayapnya sedang malas dan tertidur!
Para burung hantu pasti sedang marah!
Apa itu benar?
Sayap putih sangat bagus!
Oh, jadi kau menyukai burung putih juga ya?
Ayo, makan makanannya selagi masih hangat.
Ok!
Aku suka sup tomat!
Kalau begitu kau bisa membantu ibu memetik tomat besok.
Aku juga! Aku suka sup tomat!
Ya, kita akan bertahan tanpa apapun kecuali sup tomat!
Tapi tahun itu,
untuk sebuah alasan, matahari musim semi terlihat aneh dan dangkal.
Bunga putih di pohon magnolia tidak berbunga seperti biasanya,
dan bahkan dibulan Mei,
Angin riang tidak membawa apapun kecuali hujan salju dingin.
Bulan Juli terlihat dekat tanpa adanya tanda musim panas,
dan tidak ada buah yang matang, maupun bunga bermekar.
Mereka bilang laut di utara masih membeku. Ada lima kali sebanyak seperti biasanya!
Bagaimana kita bekerja dengan kondisi seperti itu?
Segera, kita akan berada diambang kelaparan.
Tanpa bekerja, bagaimana kita menghindari penderitaan kelaparan?
Hanya rumor, meskipun panen padi telah gagal.
Kapan musim dingin ini berakhir?
Ibu dan ayah terlambat.
Mereka akan segera pulang.
Aku lapar.
Kemarilah, akan kuajari kau menulis.
Aku lapar.
Aku yakin ibu dan ayah akan membawakan sesuatu dari desa.
Ya,
tapi,
Aku lapar.
Neri.
Oh, mereka kembali!
Bagaimana bisa seperti ini?
Aku sangat khawatir.
Yang kita punya hanya tomat hitam kecil ini.
Banyak keluarga yang tidak punya apapun.
Berapa lama musim dingin ini akan berakhir?
Siapa yang tahu?
Tapi, seperti halnya musim dingin berlalu dan musim semi datang,
Tahun yang baru tidak membawa perubahan pada langit es.
Dan begitu musim gugur datang,
kelaparan akhirnya datang menghampiri mereka.
Akar ini sangat keras tidak ada air mendidih yang bisa membuat ini dapat dimakan.
Sayang!
Sayang!
Tolong hentikan!
Sayang!
Aku hanya akan jalan-jalan di hutan!
Sayang!
Tunggu!
Ibu, kemana ayah pergi?
Budori.
Aku lapar.
Budori.
Ibu akan kehutan mencari ayahmu.
Aku akan ikut dengan ibu!
Aku juga!
Kalian berdua tetap disini.
Budori,
masih ada sisa tepung di lemari.
Ibu!
Ibu?
Pastikan kalian berdua memakannya.
Tunggu, Ibu!
Budori!
Ibu?
Ibu?
Ibu?!
Ibu!
Ibu!
Neri?
Aku akan kehutan mencari makanan.
Tidak, sekarang tidak perlu.
Aku sudah kenyang.
Neri?
Apa kau mendengar suara seruling?
Tidak ada suara.
Hanya angin.
Tidak,
Itu suara seruling.
Dengar. Kau bisa mendengar suara terompet juga.
Neri?
Kau harus tidur.
Aku tidak mengantuk.
Neri? Neri!
Aku datang untuk melepaskan tempat ini dari kelaparan.
Kalian anak yang baik.
Bagaimanapun, selalu menjadi "anak yang baik" tidak akan membawa kalian kemanapun.
Nona muda,
Jika kau tinggal disini tidak akan ada apapun untuk dimakan.
Ikutlah denganku.
Neri!
Neri!
Neri!
Budori...
Pencuri! Pencuri !
Pencuri! Pencuri !
Berhenti, pencuri!
Budori...
Budori...
Neri! Neri!
Neri.
Hoi, kau!
Sepertinya kau sudah sadar.
Maukah kau bangun dan membantuku?
Membantu? Membantu apa?
Jaring gantung!
Jaring gantung?
Ya, kami sedang membuat jaring.
Kenapa kau menggantung jaring ini?
Jadi kami bisa memproduksi benang ulat sutra.
Ya, kau lemparkan ini kesana.
Tapi aku...
No comments yet. Be the first to leave one.