The first 200 lines.
THE UNBREAKABLE BOND
Berbaris.
Jalan.
Hentikan.
Kau sudah memutuskan.
Kau yakin tak akan menyesal?
Tidak akan.
Bagaimana jika Minseo bangun?
Lihat?
Itu kelemahanmu.
Kau masih ceroboh.
Chunryun itu anak paling hebat yang kami ciptakan.
Apa pun misinya,
dia bisa kuandalkan.
Ayahnya seorang misionaris.
Dia muak bepergian
dengan ayahnya saat masih kecil.
Jadi, dia kabur begitu cukup umur.
Dia selalu menyesal membuat ayahnya meninggal sendirian,
dia menyuruhku menjadi anak berbakti.
Aku mengarang cerita itu.
Dia menyukainya saat itu.
Tak kusangka dia masih memakainya.
Haruskah aku percaya
pada ceritamu?
Aku tak peduli kau percaya atau tidak.
Aku hanya ingin keluargaku.
Kembalikan putri dan cucuku yang direbut Chunryun dariku.
Jika Chunryun ada di foto ini,
maka dia tahu yang terjadi kepada anak-anak ini
pada saat itu.
Tunjukkan kemampuanmu.
Ingat Butterfly?
Kenapa?
Tak bisa membunuh kenalanmu?
Tepati janjimu dahulu.
Kau janji akan pergi jika kubunuh Wolfe.
Waktumu dua hari.
EPISODE 8
Aku masukkan obat darurat dan barang penting di sini.
Tongkat swafoto.
Uang darurat ada di sini.
Paspor Ayah.
Kubawakan banyak baju dalam dan kaus kaki.
Jadi, Ayah tak perlu mencucinya.
Bagaimana penampilanku?
Menakjubkan.
Benarkah?
Jika Ayah kehilangan pemandu,
hampiri polisi terdekat...
Astaga, kau lupa kejadian sebelumnya.
Kau tidak ingat?
Saat ke Amerika,
aku kehilangan dompet dan ponsel,
tapi mendapat teman pemuda Amerika 20 tahun
dan menginap di rumahnya selama tiga hari.
Kami semua panik
karena tak bisa menghubungi Ayah.
Jangan diulangi lagi.
Baiklah.
Bagaimana dengan ini?
Yang sebelumnya lebih bagus.
Benarkah?
Kita mendadak mengubah jadwal.
Apa Nona Park tak keberatan?
Dia tak sabar untuk kabur dari menjaga anaknya.
Ayah.
Taksi sudah datang.
Hampir lupa.
Aku lupa bagian terpenting.
Sepupumu.
Aku banyak berjanji kepadanya.
Mengajaknya berkeliling Seoul, memberinya obat herba,
dan menjodohkannya dengan wanita baik.
Aku akan mengurusnya.
Jangan khawatir dan bergembiralah.
Dia akan berpikir aku hanya membual.
Ayah.
- Hati-hati di jalan. - Sampai jumpa.
Tolong antar dengan selamat ke bandara.
Ayah, lihat.
Berikan tiga alasan kau butuh celengan.
- Pertama. - Pertama.
Bagaimana jika pencuri masuk ke rumah
dan mencuri ini?
Itu tak akan terjadi.
- Kedua. - Kedua.
Jika menemukan uang di jalan, akan kusimpan di sini.
Ada bank di Pulau Jeju.
- Ketiga. - Ketiga.
Ketiga.
Celengan tidak dibawa.
Tidak, aku mau membawanya.
Begitukah?
Hei, Minseo.
Kenapa seperti ini?
Kenapa kau begitu bersemangat?
Memikirkan tak bisa melihatmu tiga hari
sudah membuat hati Ayah sakit.
Minseo.
Ayah tahu kau sedang bersemangat,
tapi saat malam, kau akan merindukan Ayah
dan menangis karena kesepian,
lalu menelepon Ayah.
Benar, bukan?
Entahlah, kita lihat saja nanti.
Kita lihat saja nanti?
Benarkah?
Manisku.
Minseo.
Kenapa Ibu tiba-tiba menyuruhmu bepergian?
Dohoon.
Kau sudah siap, Minseo?
Ayo.
Dengar baik-baik.
Saat tiba di Jeju,
kalian harus mengirimkan foto Minseo
setiap 30 menit, paham?
Jika dia bilang kakinya sakit,
kau gendong dia. Paham?
Terakhir, jika dia bilang lapar,
belikan yang dia inginkan.
Jangan berhemat.
Kau tahu aku bekerja keras...
Kenapa dengan berandal ini?
- Yura. - Ingat ucapanku.
Terima kasih. Kami akan bergembira.
Terima kasih, Yura.
Kami bukan ke luar negeri, tapi Jeju lumayan.
Untuk adik Bboongbboong, kalian kukirim ke luar negeri.
Kau selalu tahu pikiranku.
Ini bagian terpenting.
Jika Minseo takut di pesawat,
suruh pesawatnya berhenti, paham?
Suruh berhenti.
Suruh pesawat berhenti, paham?
Turun di tengah jalan.
Ikut saja dengan kami.
- Yang benar saja. - Sayang.
Kau yakin bisa percaya?
Aku khawatir menyerahkan Minseo kepadanya.
Jangan khawatir.
Dia lebih pandai menjaganya daripadamu.
Minseo.
Ayah.
Aku sayang Ayah.
Ayah juga sayang kepadamu.
Cium Ayah.
- Cium Ibu. - Cium.
Bergembiralah, Minseo.
Jaga sikapmu, Berandal!
Bergembiralah, Mirim.
Hati-hati.
Hati-hati.
Jaga dia dengan baik.
- Sampai jumpa, Yura. - Sampai jumpa.
Sampai jumpa, Minseo.
Aku sangat khawatir.
Kenapa aku merasa cemas?
Kau yakin bisa menjalankan kafe sendirian?
Gunakan kesempatan ini untuk rehat.
Kau makin kurus.
Kau tampak lesu.
Tidak.
Apa maksudmu tidak? Kemarilah.
Lihat?
Kau makin kurus.
- Aku pusing. - Begitukah?
Aku juga.
Jika aku tak bisa dihubungi,
jangan khawatir.
Kenapa? Kau sibuk?
Aku harus ke pertemuan orang tua di sekolah
dan memperbaiki kamar mandi kafe.
Aku harus menaksir bahan di dapur, ini hari yang sibuk.
- Bagaimana denganmu? - Aku juga sibuk.
Banyak yang harus kukerjakan di kantor.
Tapi jangan lupa makan.
Semoga harimu indah.
- Jangan cemas. - Sampai nanti.
- Hati-hati mengemudi. - Baiklah.
Pak.
Kami mau mengubah tujuan.
Tunjukkan kemampuanmu.
Kenapa?
Tak bisa membunuh kenalanmu?
Tepati janjimu dahulu.
Kau janji akan pergi jika kubunuh Wolfe.
Waktumu dua hari.
Penembak runduk tak pernah aman.
Atasi semua variabel
dan bunuh target dengan peluru pertama.
Tidak ada kesempatan kedua.
Waktu, jarak, tinggi, kelembapan.
Dalam satu kesempatan,
manfaatkan lingkungan di sekitarmu.
Yang terpenting bagi penembak runduk
adalah membunuh target.
Tapi yang tergenting adalah kejadian setelah menembak.
Baik sukses atau tidak,
No comments yet. Be the first to leave one.