The first 200 lines.
Dilarang keras mengkopi atau memperbanyak sebagian atau mengunggah subtitle ini dimanapun tanpa seijin penerjemah
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Hati-hati, berat.
Halo?/ Masalah besar, Pak Nam!
Ada apa?
Apa?/ Produk kita tak ada di sini!
Tak ada dimana-mana!/ Apa maksudmu?!
Kau sedang mengerjaiku, 'kan?
Benarkan? Tolong bilang begitu, sial!
Keadaan darurat di kantor?/ Ya.
Dia bilang produknya tak ada di department store.
Mereka menelepon semua karyawan. Ini masalah serius.
Benarkah? Semua karyawan?
Oh, tak ada di sini juga!
Aku bisa gila./ Sudah kau cari di sini?
Ya, coba cari di dalam sana. Oh, pinggangku. Dimana sebenarnya?
Aku benar-benar bisa gila! Katanya sudah datang, lalu dimana?
Ini membuatku gila! Musim obral sialan!
Kuharap bisa ketemu sebelum toko harus dibuka.
Kita harus mencarinya. Apa maksudmu?
Nona Han! Kukira kau tak bisa datang!
Kau akhirnya bisa datang!
Situasi sedang darurat, aku bisa apa?
Pak Nam sedang dalam perjalanan ke sini?
Siapa?
Jadi benar pria licin seperti minyak wijen itu?
Kau sudah menghubungi pabrik?
Kau tak mendengarku?/ Ya?
Minyak wijen.../ Minyak wijen?
Begini... minyak wijen di rumahku habis.
Kau ini bicara apa?
Aku tanya bagaimana pabrik!
Presdir yang mengurusnya.
Ah, tidak, tidak, tidak! Jangan menghalangiku!
Aku harus bertahan hidup! Tidak! Tidak! Minggir!
Hey, kenapa pintu pabrik tutup? Kenapa, huh?
Sekarang akhir pekan!
Apa maksudmu? Cepat buka pintu ini!
Cepat!
Kenapa mereka?/ Kau belum tahu?
Mereka dalam masalah besar karena produk mereka lenyap.
Oh, benarkah?
Pak Park! Masih belum ketemu?
Belum.
Kau terluka?/ Bagaimana ini?
Harusnya lebih hati-hati./ Coba kulihat!
Oh tidak, parah sekali! Tekan kuat-kuat dengan ini.
Berapa lama lagi toko dibuka?
15 menit lagi.
Kita buka tokonya dulu. Nona Mi Ri.
Jarinya terluka, sebaiknya dia istirahat sebentar.
Nona Han, ke atas bersamaku.
Bagaimana jika penjualan kita hari ini buruk?/ Ke atas saja dulu.
Aku akan berusaha menemukannya.
Hey, sudah. Ayo./ Aku sudah tak sanggup lagi!
Aku sudah mencari kemana-mana!
Tak sebaiknya kita minta tambahan barang?
Siapa yang akan datang saat akhir pekan? Sebentar.
Aku sibuk, cepat bicaranya./ Kak!
Beri aku 100.000 won!
Sudah kubilang aku menemukan sekolah yang mengajarkan bahasa Afrika!
Jika kau investasi 100.000 won per bulan, akan kuganti dengan berlian.
Bagaimana? Penawaran yang tak bisa ditolak, 'kan?
Aku tak punya waktu mendengarkan omong kosongmu, cepat--
Cepat ke sini! Aku beri 50.000 won.
80.000 won./ 50,000 won!
70.000 won!/ 30.000 won.
Kau sedang apa, tak mencari barangnya?
Bagaimana kita bisa membuka toko kalau begini?
Baik, aku akan segera ke sana! 50.000 ya, baik.
Terima kasih.
Tolong aku beli satu?/ Baik!
Masih belum ketemu?/ Bagaimana sekarang?
Bahkan di sini sudah kurang dari 10 buah!
Tidak. Dia hanya menjual produk dengan menawan dan mempesona.
Aku tak paham apa yang ada di benaknya.
Sedang apa kalian? / Ada apa di sana?
Ada yang sedang bertengkar?
Meski kalian tergesa-gesa mencari produk kalian
jangan mengobrak-abrik seperti ini!
Maaf. Aku benar-benar terburu-buru.
Kami akan membereskannya sekarang.
Kita sudah cukup sibuk mencari produk kita
apa maksudmu membereskan? Lepaskan aku.
Hey, jika kalian menerima barang kami dengan benar, kami tak perlu berbuat begini!
Lepaskan!/ Apa maksudmu?
Setiap vendor harus menjaga produk mereka sendiri!
Bagaimana kami harus mengurus barang yang hilang?
Lepaskan aku! Lepaskan! Lepaskan, sialan!
Benar. Setengah dari kesalahan terletak pada faslitas di sini.
Dan namamu adalah... ah, Song Dong Gu.
Siapa yang bertugas menerima barang datang pagi ini?
Dasar sinting./ Aku.
Tapi, siapa kau?
Kau tak perlu tahu. Kita selesaikan siapa yang salah nanti saja
jawab dulu pertanyaan yang kutanyakan padamu.
Ya.
Jam berapa produk Lovely Cosmetics tiba di sini?
Jam 6 lewat sedikit.
Dan apa produk apa yang diantar di jam yang sama?
Sebentar./ Kenapa lama sekali?
Peralatan rumah tangga dan eletronik. Dua menit setelah produk Lovely.
Peralatan rumah tangga dan eletronik?/ Peralatan rumah tangga dan eletronik?
Sudah kalian cari di sana?
Belum./ Belum.
Kalau begitu sudah pasti di sana.
Bagaimana ini?
Pak Nam, kita harus bagaimana?/ Bagaimana ini?
Ini yang kondisinya paling baik diantara yang lainnya
Bagaimana ini?/ Apa maksudmu bagaimana?
Kita pilih yang kondisinya masih bagus dan menjualnya.
Menurutmu begitu?/ Kita tak bisa menjualnya.
Apa?
Pak Nam, kembalikan semuanya ke pabrik.
Kembalikan? Lalu hari ini bagaimana?
Hari ini bisnis cukup sampai di sini.
Habis terjual... Habis terjual?
Sebenarnya apa maumu?
Kau menelepon orang-orang di akhir pekan pagi-pagi
dan setelah menemukan kotak yang kau minta kami cari,
sekarang kau ingin menutup toko?
Apa itu masuk akal?
Apa menjual barang rusak masuk akal?
Tidak, masih banyak produk yang bagus!
Kau seperti ini hanya karena kotaknya agak rusak--
Tidak, kotaknya rusak parah./ Kau serius?
Apa ada orang yang bisa santai menutup toko?
Kalau begitu maumu, tak perlu jangan menelepon kami!
Tenang, Nona Han!
Beberapa bulan ini aku mati-matian bekerja lembur
dan akhirnya bisa libur setelah sekian lama.
Kau tahu, aku ke sini saat sedang membuat kimbap untuk anakku yang akan karyawisata
dan sudah selama sebulan ini jarang sekali bertemu ibunya!
Aku meninggalkan anakku yang menangis seperti orang sinting dan lari ke sini
tapi, apa kau bilang? Hari ini tak berjualan?
Apa hanya kau yang merelakan hari liburmu?
Jangan bersikap seolah hanya kau yang berkorban banyak.
Baik. Bukan hanya aku yang merelakan hari liburnya.
Karena kita perusahaan kecil, dimana setiap karyawan
dihubungi setiap terjadi masalah.
Lovely bukan perusahaan besar seperti Gold Chemicals!
Jika kita tak menghasilkan uang, kita semua akan tamat!
Apa kau tak memikirkan situasi keuangan perusahaan?
Apa sangat buruk karena kemasannya agak rusak?
Kotak yang rusak menunjukkan Lovely yang rusak.
Jika kau akan menjual sembarangan hanya karena Lovely perusahaan kecil
harusnya kau memilih menjual di pinggir jalan.
Bukan begitu, Nona Han Young Mi?
Apa maksudmu levelku sama dengan pedagang kaki lima di pinggir jalan?
Maksudku adalah, jangan lupa bahwa tujuan utama dari pop-up store
adalah untuk mempromosikan merek kita!
Bagi perusahaan kecil, citra adalah aset terbesar.
Dia... wanita itu... baru saja dia memandang rendah diriku, 'kan?
Dia menyebutku amatir dan menyamakanku dengan pedagang kali lima di pinggir jalan, 'kan?
Nona Han, Aku yakin bukan itu maksudnya. Tenang dulu, ya?
Lepaskan aku!
Ya Tuhan, aku bisa gila!
Apa-apaan ini?/ Apa maksudmu?
Sudah jelas, dia berbuat sesukanya sebagai atasan!
Sialan dia dan sialan sikap sok kuasanya.
Dia mencoba supaya kita menyadari posisi kita.
Enak dan dingin./ Kau masih di sini?
Yang kumiliki hanya waktu./ Tapi...
sebenarnya kau siapa?/ Huh?
Kau... kau tak ingat padaku?
Apa aku seharusnya ingat padamu?
Tentu! Kita menghabiskan malam yang bergairah bersama!
Apa maksudnya? Nona Jang Mi Ri.
Dia sudah sinting. Siapa kau sebenarnya?
Yah, aku orang yang sangat dekat dengan seseorang di Lovely. Sekarang kalian paham?
Sebenarnya kau dekat dengan siapa?/ Aku tak bisa mengatakannya.
Ini masalah yang cukup sensitif.
Pembohong.
Jika tidak, mana mungkin aku bisa membantu kalian di waktu yang tepat?
Menyebalkan.
Sampai jumpa lagi, Nona Mi Ri!
Bagaimana kau bisa tahu namaku?
Akan kuberitahu saat kita bertemu lagi.
Orang yang kau kenal bukan Direktur Ok Da Jung, 'kan?
Jangan gugup.
Aku akan pura-pura tak mendengar kau menghinanya.
Itu nomorku./ Apa-apaan ini?
Ada apa ini sebenarnya?
Sebagai balasannya, rahasiakan kalau kita bertemu di Fantasia.
Oh, Jang Mi Ri. Kau benar-benar tipeku.
Wow!
Sudah tamat. Penjualan Lovely sudah tamat untuk hari ini.
Hey! Direktur Ok!
Baiklah.
Apa yang membuatmu begitu senang, Direktur? Apa ada kabar baik?
Orang yang berbuat salah padaku pasti akan dihukum oleh langit!
Pastikan kau temui Presdir Sung dan sampaikan pesanku.
Paham?/ Ya Direktur.
Tamat riwayat keparat-keparat itu.
Tembakan bagus!/ Tembakan bagus, Direktur!
Kau sudah bekerja keras hari ini, Direktur.
Oh, kau baru saja pulang?
Kita bertemu lagi./ Ya.
Kau sudah selesai, kenapa masih belum pergi?
Aku berusaha menghubungimu, tapi semalaman tak ada kabarnya.
No comments yet. Be the first to leave one.