The first 200 lines.
Dahulu kala...
...Inggris dipimpin oleh Raja Uther Pendragon.
Tapi saat Uther meninggal tanpa pewaris tahta,
kerajaan terpecah karena perang.
Banyak yang ingin merebut tahtanya...
...dan berperang dengan kejam dan tanpa akhir.
Rakyat merasa tanpa harapan dan hampa.
Negara kehilangan arah dan tanpa pemimpin.
Lalu Merlin, sang penyihir, menancapkan pedang sihir ke sebuah batu...
...yang dinamakan Excalibur.
Dan menyatakan hanya pewaris dari Uther yang bisa mencabutnya.
Banyak yang sudah mencoba, tapi cuma satu yang berhasil.
Seorang bocah laki-laki bernama Arthur...
...yang tidak tahu bahwa dia adalah putra Uther yang telah lama hilang.
Arthur tumbuh dewasa menjadi raja yang hebat.
Dia menjadikan musuh sebagai sekutunya.
Dan memimpin Meja Bundar agar semua statusnya setara.
Dia dan para ksatrianya hidup sesuai kode etik kstaria.
Hatinya murni dan mulia.
Tapi musuh terbesar datang dari saudari tiri Arthur,
Morgana.
Meyakini kalau dia adalah pewaris sah...
...dan sangat ingin menguasai Excalibur.
Dia mempelajari sihir jahat.
Arthur berjuang sekuat tenaga melawannya.
Dan membelenggunya di perut bumi.
Tapi sebelumnya dia bersumpah untuk balas dendam.
Saat kau sudah pergi lama,
saat hati mulai hampa...
...dan kerajaan mulai kehilangan arah dan tanpa pemimpin lagi,
aku akan kembali.
Dan begitu juga dengan pedang itu.
KSATRIA MEJA BUNDAR
Alex, kau akan terlambat.
Iya. Iya.
Aku datang secepat mungkin.
PR'mu berantakan di meja dapur.
Tiap kali kau tertidur dan lupa sarapan, itu seperti...
- ...memulai hari tanpa tenaga. - Memulai hari tanpa tenaga.
Aku tahu.
Kalau saja kau tak meninggalkan di malam sebelumnya.
Ya ampun.
kegagalan
Ini.
Tidak seperti warna aslinya, tapi...
Bilang saja kalau ini pijaran matahari.
Terima kasih, Ibu.
Ini siaran BBC.
Sekarang pukul 7.30 pagi. Saatnya berita.
Berita BBC pukul 7.30 pagi.
Pakar memperingatkan bahwa dunia makin tidak stabil daripada abad sebelumnya.
Dengan diktator dan orang berpengaruh yang berkuasa di banyak negara.
Perpecahan dunia makin meningkat dengan skala yang tinggi.
Alex! Mereka mengikutiku! Tolong aku!
Oh tidak...
Permisi.
Perpecahan di Eropa KETAKUTAN DAN KRISIS MENINGKAT
Bedders!
Apa ada yang lihat Bedders?
Bedders, dimana kamu?
Lepaskan aku!
Jangan ganggu aku!
Turunkan aku!
Tidak, tidak, tidak.
Kau ingin selamat di sekolah ini, kau harus bayar.
Kau menghambat peredaran darahku.
Aku akan pingsan.
Pelankan suaramu...
...atau aku tancapkan nomor PIN'ku di kakimu.
Kepalaku terisi penuh darah.
Rasanya akan meledak.
Aku merasa aneh.
Tolong!
- Tolong aku! - Hei!
Lepaskan dia!
Lihat.
Ada bocah Lego.
Aku bilang lepaskan dia.
Uhh...
Kenapa harus dilepaskan?
Karena kalian berdua.
Dan ukurannya cuma separuh dari kalian.
Dan dia adalah temanku.
- Ohh... - Hmm...
Berapa kali harus aku bilang?
Jangan jadi pahlawan.
Itu tak ada artinya.
Aku raja di daerah sini.
Hati-hati jangan tenggelam di genangan itu.
Sampai ketemu lagi, cewek.
Lepaskan aku, udang!
Hentikan!
Minggir! Minggir!
Alexander Ellliot!
Aku beri satu kesempatan terakhir atau kalian bertiga aku skors.
Siapa yang mulai perkelahian?
Tidak ada.
Kelakuanmu disini akan berdampak langsung pada masa depanmu.
Kau tahu itu, kan?
Dunia luar sana itu berat.
Dan semakin berat setiap harinya.
Jutaan anak di negara ini punya kehidupan yang lebih baik daripada kamu.
Dan dunia tidak akan berubah.
Kau yang harus berubah.
Alex, kau menyelamatkan hidupku.
Sekarang aku berhutang kesetiaan abadi padamu.
Seperti Frodo dan Samwise.
Atau seperti Chewbacca dan Han.
Atau seperti Donkey dan Shrek.
Kita harus naik di bus yang sama tiap pagi.
Aku akan menunggumu saat istirahat makan siang dan pulang sekolah.
Jadi jika mereka berani mengganggu...
Kita sudah lakukan semua itu, Bedders?
Lance dan Kaye menguasai sekolah ini.
Tak ada yang bisa kau lakukan.
Tak ada yang bisa kita lakukan.
Ini bukan SMP lagi.
Kita bukan siapa-siapa lagi.
Kita adalah orang tidak penting dan tidak berdaya di sekolah ini.
Hei!
Hei!
Aku punya sulap baru.
Ulurkan tanganmu.
Sekarang remas sekuat mungkin.
Abrakadabra.
Alakazam.
Buka tanganmu.
Sebentar, ini ada yang salah.
Seharusnya kau membawa dua.
Ini ilusi duplikasi.
Sangat hebat jika berhasil.
Jangan pikirkan itu, Bedders.
Aku tidak suka sulap lagi.
Alex, kau tak apa-apa?
Kabar itu tidak benar, kan?
Apa yang membuatmu menyerang orang dan memukulnya?
Alex.
Mereka membully Bedders.
Lalu aku menghentikannya.
Tak ada yang bilang soal itu.
Kenapa kau diam saja?
Kenapa kau tidak cerita ke orang?
Alex, lihat dirimu.
Hal itu cuma akan memperburuk keadaan.
Bagaimana bisa berkata jujur membuat keadaan memburuk?
Ibu tidak mengerti.
Ayah akan mengerti.
Ayahmu tak ada disini.
Tapi jika Ayahmu disini,
Ibu tahu pasti yang dia katakan.
Dia akan bilang berkata jujur dan berbuat baik...
...tak pernah membuat keadaan menjadi buruk.
Kau dulu selalu percaya hal itu, Alex.
Yah.
Tapi tidak lagi.
Aku bisa merasakannya.
Dalam hujan.
Merasakannya...
...di dalam tanah.
Yang pernah mereka punya,
sudah lama hilang.
Mereka tercerai berai.
Ketakutan.
Tak punya pemimpin.
Dan semakin mereka melemah.
Aku semakin kuat.
Sebentar lagi kegelapan akan terbit.
Waktuku akan tiba.
Ayo, jangan coret-coret.
Ini kelas hukuman. Bukan kelas seni.
Konsentrasi.
KAU MATI
Hei, Alex Elliot, tunggu kami.
Kami ingin bicara padamu.
Mau kemana kamu? Jangan kabur!
Ada apa? Apa yang kau takutkan?
Ayo, ayo! Tangkap dia!
Cuma secepat itu yang kau bisa?
Kami tepat di belakangmu!
Mampus kau, tukang adu!
Alex Elliot!
Hei! Kemari! Sini, nak!
Hei Lance! Aku mendapatkannya.
Hei!
Kenapa kau lari?
Kau harus berkelahi untuk menyelesaikannya.
Sebaiknya kita pergi.
Halo?
Apa ada orang disini?
Bedders...
...bilang Ayahmu kita mau mengerjakan PR bersama.
Datanglah ke tembok taman.
Kau harus lihat yang aku temukan.
Pedang itu telah kembali.
Pedang itu telah dicabut.
Biarkan akar jadi perabaku.
Biarkan tanah jadi mata dan telingaku.
Temukan siapa yang mencabutnya.
Temukan raja baru itu.
Pedang itu harus jadi milikku.
No comments yet. Be the first to leave one.