Succession

Succession

Download Indonesian Subtitle

Season 4

Release info

Succession S04E04 Honeymoon States 1080p AMZN WEB-DL DDP5 1 x264-NTb
Succession S04E04 Honeymoon States 1080p HMAX WEB-DL DDP5 1 x264-NTb
A Commentary by Vilanelle
Resync for Amazon

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2023-04-17
Downloads: 154
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hai. Halo.

Selamat pagi, Siobhan. Maaf mengganggumu hari ini.

Hei, Sharon. Tidak masalah.

Aku ingin membahas hasilmu dan aku tidak tahu...

Tapi kupikir kau ingin tahu...

Jika mau mendengarkan.

Ya, tentu. Baiklah.

Aku akan katakan langsung. Ini hasil yang bagus.

Dengan apa yang kau lalui dalam metode amniosentesis...

Dan dari hasil tes darahnya...

Semuanya tampak sehat.

Baiklah. Bagus.

Bagus. Kau masih baik-baik saja? Tidak ada bercak dan tidak berdarah?

Ya.

Baiklah.

Dari semua hasil yang kumiliki untukmu...

Kurasa tidak ada yang perlu kita cemaskan.

Baiklah. Bagus.

Jadi, Davina akan menghubungi...

Untuk membuat janji temu untuk pemindaian pekan ke-20.

Tapi dengan kejadian yang menimpa keluargamu...

Jika ada yang bisa kubantu...

Baiklah. Bagus. Terima kasih, Sharon.

Kau tahu kau mengacaukanku.

Kau mengacaukanku.

Yang kau lakukan, Juliette, adalah membuat masalah...

Dan mengacaukan hidupku. Paham?

Telepon aku. Kumohon.

Terima kasih.

- Halo, Marcia. - Hai, Kendall. Hai.

Turut berbelasungkawa.

Aku turut berduka.

Terima kasih.

Aku juga.

Ya. Itu kejutan yang mengerikan.

Benar.

Dari mana kau...

Kapan kau datang?

Kami bicara setiap pagi dan siang...

Jadi, aku datang begitu mendengarnya.

Baiklah.

Maksudku...

Sejujurnya, aku tak mengira kalian begitu...

- Kau tahu. - Kami sangat dekat.

Itu rumit.

Tapi kami bicara dengan intim setiap malam.

Baiklah.

Graham, Janet.

Kami turut berduka.

Terima kasih banyak.

- Aku mendoakanmu, Ken. - Terima kasih.

- Hei, Kawan. - Turut berduka.

Terima kasih, Cyd.

- Turut berduka. - Turut berduka, Kendall.

Terima kasih, Penny. Terima kasih, Mark.

- Hei. - Apa kabar?

Hei, Kau.

Ada apa dengan Marcia?

Si wanita cantik itu?

Dia makin cantik sekarang.

Di mana Kerry?

Di bagasi Marcia.

Di dalam anakonda. Di dalam sarkofagus.

Kau tahu Marcia belum bertemu Ayah selama tujuh pekan.

Tertulis di kalendernya.

Dia sudah bilang mereka bertelepon dengan intim setiap malam?

Tidak. Kurasa aku akan menuntutnya...

Karena membuatku berpikir Ayah melakukan telepon seks.

Tidak ada lelucon?

Aku bisa membuat lelucon soal telepon seks jika kalian mau...

Hanya saja, kukira kalian tidak akan mau.

Aku baik-baik saja.

Aku yakin pada akhirnya, itu akan menghancurkanku.

Gelombang emosional akan tiba, tapi hari ini, aku baik-baik saja.

- Begitukah? - Ya.

- Aku merasa lelah. - Ya.

Aku tidak tidur.

Aku penasaran apakah aku terlalu memikirkan kematian Ayah...

Sampai-sampai berduka terlebih dulu?

Bagus untukmu.

Maksudku, aku tidak percaya padamu, tapi...

Ya.

Bagaimanapun, kita harus berkumpul, karena...

Ya.

Bagi sebagian dari kita, ini hari yang menyedihkan...

Tapi bagi yang lain, ini kompetisi penobatan.

Apa jadwalnya?

Kurasa rapat dewan pukul 11.00.

Hei. Apa kabar?

Kau tahu.

Rasanya aneh sekali berada di sini tanpa dia.

Benar.

- Jadi, apa yang kulewatkan? - Banyak yang akan datang.

Presiden, Perdana Menteri.

Ya. Hanya berusaha menjaga semuanya tetap stabil.

Dewan akan lakukan panggilan sejam lagi untuk pilih pemimpin baru.

Apa pendapatmu, Frank?

Siapa yang akan jadi CEO?

Apakah ada yang mau...

Melihat porselen?

Dia hendak memecat setengah orang di ruangan itu.

Apa orang tahu itu? Haruskah kita umumkan?

Tidak. Kita tak mau ini terlihat seperti acara buruk.

Orang akan mengira kita melakukan kekacauan dan coba saling membunuh.

- Hai, Teman-Teman. - Hai.

Astaga. Aku turut berduka cita.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Senang sekali kita semua bisa...

Keluarga bisa saling mendukung dan tetap kuat melalui ini.

- Ya. - Terima kasih, Greg.

Teman-temanku tersayang.

Hei, kami tak sedang bermain, paham?

Ayah kami baru saja meninggal.

Ya, maafkan aku.

Aku sedih.

Bingung memikirkan masa depan perusahaan.

Ada rapat dewan sebentar lagi...

Dan aku sudah bicara dengan Ewan.

- Dia akan punya pendapat... - Kau harus mencari ibu baru.

Mengerti? Kami bukan ibumu.

Aku mendapat telepon. Bisakah kau...

- Terima kasih, Greg. - Tidak, aku serius. Sungguh.

- Pergi sekarang. Terima kasih. - Maaf, Teman-Teman.

Dari Matsson. Perlukah kuangkat?

- Ya. - Tunggu lima menit...

- Ya. - Untuk menyiapkan rencana.

Atau kita salah bicara dan dia mengunggahnya di media sosialnya...

Dan tahu-tahu, kita menjual perusahaan dengan harga murah.

Baiklah. Akan kubiarkan berbunyi saja.

Jadi, tujuannya adalah kita ingin membuat pengumuman hari ini...

Soal siapa yang kita pikir akan mengambil alih sementara...

Mulai Senin.

Benar. Ini pendapatku.

Apa kita tak mau ambil alih manajemen perusahaan?

Ya, tapi yang penting sekarang adalah kesepakatan GoJo.

Dewan direksi, pemegang saham, semuanya sangat tertarik dengan itu.

Tepat sekali, dan sebenarnya...

Aku cemaskan komitmen anak-anaknya tentang kesepakatan itu.

Jika kita menghubungi dewan, Frank...

Kau akan punya banyak dukungan untuk jabatan sementara itu.

Mereka mau masukan manajemen senior.

Ya, jika pesan yang kita berikan...

Adalah anak-anaknya...

Tak bisa bekerja dan bodoh.

Mungkin saat ini belum berpengalaman secara konstitusional...

- Untuk mengambil peran itu. - Ya.

Kurasa pertanyaannya, siapa yang kita pilih?

Gerri jelas pilihan yang aman.

- Dia melakukannya baru-baru ini. - Ya.

Meskipun, jelas, secara umum...

CFO mungkin dipertimbangkan untuk jabatan sementara.

Ya.

Kau sudah pernah mencobanya, ya, Ger?

Benar. Aku sudah melakukannya dan cukup sukses.

Dan itu peran sementara untuk menyelesaikan kesepakatan.

Aku bisa menyelesaikannya.

Jadi, kau bisa mundur, Karl.

Astaga.

Jangan menyampingkanku secepat itu, Ger.

Dengan kepergian pria tua itu...

Aku bertanya-tanya apa aku masih bisa memberikan sesuatu.

Dengar, kurasa kau legenda di dunia korporat.

Apa yang kau lakukan di tahun 1990-an dengan TV kabel...

Sangat besar.

Logan sudah tak membutuhkanmu.

Logan sudah tiada.

Aku hanya ingin bilang...

Kepada para senior yang sangat dihormati ini...

Bahwa aku hanya minta kesempatan untuk berbakti.

Maksudku, aku dipenuhi duka...

Kau dipenuhi duka?

Kau mungkin ingin meletakkan taco ikan itu.

Kau sudah mulai melankolis.

Lucu sekali, tapi jika ada kesempatan...

Aku hanya bilang jika ada tawaran, aku akan menerimanya.

Dengan hormat.

Aku hanya akan bilang...

Jika kami merekomendasikanmu kepada dewan...

Pertanyaan yang mungkin mereka ajukan...

Boleh kuberi contohnya sebagai teman?

- Tentu. - Agar kau siap.

Komentar terburuknya mungkin...

"Kau orang luar yang ceroboh dan tak ada yang memercayaimu.

Satu-satunya pendukungmu sudah mati...

Dan kini...

Kau hanya seseorang yang menikah dengan putri mantan bos...

Dan dia bahkan tak menyukaimu.

Jadi, masa depanmu sudah tamat."

Astaga, Karl.

Frank, bisa bicara sebentar?

Tentu. Ya.

Hai. Ini Oskar yang menjawab ponsel Lukas.

Hei, Oskar. Ini Roman Roy.

Tadi Lukas menelepon, tapi aku sedang mengumpulkan teman-teman...

Karena mereka juga ingin menyapa.

Apa dia ada?

Tidak. Dia sudah pergi, katanya.

Baiklah. Bisa tolong panggilkan dia?

Sayangnya, tadi dia menelepon untuk kesempatan terakhir.

Karena kami baru saja merapatkan strategi perusahaan pekan ini.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left