Banksy and the Rise of Outlaw Art

Banksy and the Rise of Outlaw Art

Download Indonesian Subtitle

Release info

Banksy And The Rise Of Outlaw Art 2020 720p WEBRip x264 AAC-[YTS MX]
A Commentary by SugijoDwiarso

Tags

webrip
web
x264
720p
720
BRip
TS
YTS
Published on: 2021-12-23
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Pada bulan Oktober 2018, seorang seniman jalanan anonim

yang dikenal sebagai Banksy mempublikasikan video ini secara daring.

Di dalam film itu, dia terlihat mempersiapkan bingkai khusus

untuk lukisannya, "Girl with Balloon".

Lukisan itu hendak ditawarkan untuk dilelang di Sotheby's,

salah satu rumah lelang paling eksklusif di dunia.

Saya tawarkan $30.000.

Apakah kita punya penawar $32.000?

Acaranya adalah lelang seni khusus.

'Lot' karya Banksy adalah 'lot' terakhir malam itu.

Karya itu terjual lebih dari satu juta Dollar AS.

Kesempatan terakhir di harga 850.000 Pound.

Palu itu diketuk, terjual, lenyap, terjual.

Terjual 860.000 Pound.

Begitu palu diketuk,

karya itu mulai melorot melalui bingkai.

Dan ketika hal itu terjadi, karya itu tercabik-cabik.

Dan semua orang menyaksikan dengan ngeri saat lukisan itu dihancurkan.

Aku teriak "What the fuck!"

Seniman jalanan Banksy berhasil melakukan

salah satu dagelan terbesar dalam sejarah dunia seni.

Hal itu menimbulkan kegemparan besar.

Maksudku, hal seperti itu belum pernah terjadi.

Aksi itu telah meningkatkan nilai jual

dari lukisan itu hingga $7 juta.

Itu memperainkan rasa takut dan emosi orang

dan apa arti sejati dari sebuah nilai.

Di mana kita menempatkan sebuah nilai dalam masyarakat?

Seni itu milik siapa?

Dia menciptakan momen sejarah seni

dan menulis ulang dirinya ke dalam buku-buku sejarah.

BANKSY dan bangkitnya seni di luar hukum

Aksi di Sotheby's bukan aksi yang pertama kali,

di bulan Agustus, Banksy menyelinap

ke beberapa institusi dunia seni.

15 tahun sebelumnya, pada musim dingin 2003,

sosok misterius memasuki 'Tate Britain',

salah satu museum seni paling bergengsi di Inggris

dan memasang sebuah lukisan di dinding.

Selama 18 bulan setelahnya, sebuah pameran palsu muncul

di 'London's Natural History Museum', 'Louvre' di Paris,

dan 'Museum of Modern Art' di New York,

semua secara diam-diam dipasang oleh seorang asing anonim yang sama.

Dia menyelinap ke tujuh galeri yang berbeda,

memasang tujuh karya seni yang berbeda di galeri-galeri ini.

Yang ada di 'Metropolitan Museum of Art'

hanya bertahan dua jam, ini bisa dimengerti,

karena itu adalah lukisan seorang perempuan yang tampak agak menyolok.

Dia memakai masker gas, dan itu bisa dikenali dengan sangat cepat.

Tapi yang ada di 'Museum of Art',

yang bertahan selama beberapa hari,

karena itu adalah lukisan kaleng sup Tesco,

dan itu tampak seperti kaleng sup karya Warhol,

dan tak ada yang memperhatikannya.

Itu adalah hal yang menantang untuk dilakukan.

Dia berhasil melakukannya, dia lolos begitu saja,

dan semua orang tiba-tiba mengenal namanya.

Tapi hanya nama yang diketahui publik.

Yang lainnya tetap menjadi misteri.

Siapa seniman penuh rahasia yang telah mampu menghindar

dari beberapa keamanan terketat di dunia

untuk memajang karyanya sendiri di samping karya Monet,

Picasso, dan Warhol?

Apakah dia hanya sendirian?

Atau apakah Banksy itu sekelompok orang?

Apakah dia menyembunyikan identitasnya karena dia sudah terkenal,

seseorang yang dikenal publik, mungkin musisi atau aktor?

Aksi-aksi itu sendiri mengandung beberapa petunjuk.

Banksy menyodorkan permainan kucing dan tikus yang berani.

Di Tate, dia mempertaruhkan diri ditangkap

karena membawa karya seninya ke publik.

Di Met, karyanya dengan segera disingkirkan oleh para kurator

yang merasa yakin bahwa karya itu bukan milik galeri.

Dan di Sotheby's, Banksy telah melakukan tindakan vandalisme.

Dan dengan aksi vandalisme semuanya dimulai.

SEMUA DIAWALI DARI GRAFITI

Grafiti biasa digunakan untuk memantik revolusi,

memantik perlawanan, dan pada umumnya adalah suara

dari orang-orang yang tidak didengarkan.

Grafiti adalah salah satu dari sedikit senjata yang kau miliki

saat kau nyaris tak punya apa-apa.

Dan bahkan jika kau tidak mampu tampil

untuk mengatasi kemiskinan dunia, kau mampu membuat

seseorang tersenyum ketika mereka sedang kesal.

Grafiti bukanlah sebuah bentuk seni.

Grafiti adalah sebuah reaksi,

sebuah impuls,

adalah seperti sebuah percikan.

Dinamis, eksplosif, tak terduga .

Sebagian orang bilang grafiti menghancurkan hidupku

dan sebagian lagi bilang grafiti menyelamatkan hidupku.

Sebuah tindakan buru-buru.

Itu adalah kecanduan.

Terburu-buru, kupikir, adalah semacam konsekuensi dari itu semua.

Kau ketakutan, dan darahmu terpompa,

dan adrenalinmu terpacu.

Tapi sesungguhnya kau melakukannya demi sebuah pengakuan

dan tidak terburu-buru.

Berlari-lari keliling kota dan mempopulerkan namamu

di sebanyak mungkin tempat yang mampu kau capai.

Semakin berisiko, semakin bagus.

Kau ingin namamu terlihat mencolok sebesar mungkin.

Itu sangat konyol, tapi.

Grafiti selalu menjadi detak jantung masyarakat.

Dia menangkap apa yang terjadi pada saat itu, pada momen itu.

Pada setiap karya Banksy yang ada permukaan tanah dan kentara,

terdapat ratusan karya yang mungkin ada di bawah tanah dan tidak terlihat.

Grafiti muncul di Philadelphia

dan lalu New York di akhir tahun 60-an dan awal 70-an.

Kota ini berada dalam sebuah "krisis".

Dia adalah kota yang tak memiliki banyak pendapatan.

Sering terjadi kejahatan,

banyak kasus narkoba, tingginya angka kemiskinan.

Menulis grafiti dimulai dari lingkungan seperti itu

seperti 'Upper West Side' Manhattan, Bronx,

'Flatbush Avenue' di Brooklyn, dan itu adalah sebuah gerakan

yang dimulai oleh anak-anak muda yang menuliskan nama-nama mereka

dengan nomor jalan mereka di dinding di sekitar kota

dengan maksud agar bisa dikenali.

Semacam permainan 'tag' (label).

Sebenarnya kau sedang memasang namamu di suatu tempat

dan memasangnya ke lebih banyak tempat lagi

dan mengekspos dirimu lebih banyak lagi,

dan kemudian orang lain masuk,

mengikutimu dan melakukan hal yang sama.

Permainan menjadi-jadi ketika anak-anak itu memutuskan

untuk meninggalkan jalanan mereka dan pergi ke jalanan lainnya

dan lainnya dan lainnya

dan lingkungan lainnya dan lingkungan setelahnya.

Dan itu menjadi begitu populer.

Orang-orang menyemprotkan nama-nama mereka lebih menjulang dan lebih melebar,

lalu seseorang datang dengan ide cemerlang

membubuhkan warna kedua pada nama mereka.

Dan tanpa kau sadari, tempelan nama

dengan huruf-huruf kecil di belakang kursi bus

telah berubah menjadi huruf setinggi tujuh kaki

di sisi kereta bawah tanah.

Dan lalu benar-benar meledak dan menjadi sebuah gerakan seni.

Melukisi, atau pembombardiran, sistem kereta bawah tanah New York

segera menjadi fokus utama bagi para penulis grafiti muda

yang terobsesi agar nama mereka dikenal seluas mungkin.

Gerakan seni yang baru lahir ini mengembangkan tata bahasa ,

aturan, dan budayanya sendiri, semua berbasis pada seputar

mempermainkan bentuk huruf, dari sebuah 'tag',

tanda tangan yang ditulis dengan cepat dengan kaleng semprot atau spidol,

hingga mengarah ke sebuah karya, yang berukuran besar,

yang menggambarkan nama si seniman yang distilisasi.

Pada tahun 1983, untuk pertama kalinya publik melihat sekilas

grafiti bawah tanah, dalam film karya Tony Silver

dan Henry Chalfant: "Style Wars".

Bagi banyak orang, "Style Wars" menggambarkan

sebuah subkultur yang aneh, jahat dan berbahaya.

Tetapi bagi yang lain lagi, film itu terbukti menjadi inspirasi.

Itu adalah sebuah dunia baru yang sedang dipertontonkan.

Dan itu, "Ya Tuhan, aku harus bisa melakukan itu."

Itu menjadi buku panduan bagi banyak orang.

Itu sepertinya

inilah cara melakukannya.

Orang tidak tahu seperti apa diriku

hingga kini, hingga mereka mulai menonton ke bioskop.

Mereka mau melihat wajahku.

Hebat.

Bepergian keliling kota dengan transportasi, dan seperti,

"Itu 'tag'-ku, itu 'tag'-ku, itu 'tag'-ku."

Itu membuatmu merasa seperti kaulah yang punya kota.

Ini seperti, ketika kau melukisi kereta api

dan kau melihat keretamu berjalan,

hanya sebuah terminologi: Aku melihat keretaku berjalan.

Itu bukan kereta yang diburu seseorang untuk bekerja,

itu keretaku dengan namaku padanya, dan sedang berjalan.

Grafiti memberikan individu muda ini

semacam rasa memiliki di saat mereka tak memiliki apa-apa.

Ini adalah 'pembombardiran', menyadari bahwa aku bisa melakukannya.

Setiap kali aku naik kereta, hampir setiap hari

aku melihat namaku, dan aku bilang, "Ya, kau tahu,

"Aku ada di sana, aku 'membombardirnya'."

Ini bagiku, bukan apa yang dilihat orang lain.

Aku tak peduli apa yang orang lain lihat

atau wajah mereka, apakah mereka bisa membacanya atau tidak.

Ini bagiku dan penulis grafiti lainnya yang bisa kita baca.

Semua yang tidak berhak ini, mereka dikecualikan.

Aku tidak peduli pada mereka.

Mereka tidak penting bagiku.

Tapi para penulis muda ini segera mendapati

bahwa perburuan atas seni mereka

berarti berhadapan langsung dengan kemurkaan hukum.

Seiring dengan meningkatnya keluhan dari masyarakat,

Pemerintah kota New York mencanangkan perang terhadap grafiti,

yang menggambarkan para seniman itu sebagai para penjahat,

dan menghubungkan prevalensi 'tag' dengan peningkatan

dalam beberapa bentuk kejahatan lain yang lebih serius.

Menurutku, itu hal yang paling memuakkan

yang dialami kota New York.

Stasiun ini baru saja dicat

beberapa minggu yang lalu, dan orang-orang itu sepertinya tahu

ketika mereka akan mengecat stasiun, dan malam itu

stasiun, berakhir hampir seperti ini.

Graffiti di New York telah menjadi

masalah sosial yang mengakar kuat

yang bergolak dari bawah tanah

Banksy and the Rise of Outlaw Art subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left