The first 200 lines.
Alih Bahasa: Artha Regina
[Karakter, lembaga, nama, dan kasus dalam drama ini adalah fiktif belaka.]
Terima kasih atas bantuannya.
Tak apa.
Kenapa tadi kita tak sengaja bertemu disana?
Tapi...,
...apa Eun Soo ingin makan kue beras ketan lagi?
Dia selalu membicarakan makanan ini selama beberapa hari ini...,
...tapi aku tidak terlalu memedulikannya.
Aku harusnya lebih memperhatikan anak semata wayangku.
Dia itu tak suka makanan yang repot dimasak.
Tahun ini pasti tahun keberuntungan kita.
Namamu akhirnya bisa bersih dari tuduhan palsu.
Aigoo.
Tapi, sekarang semoga saja apapun yang dilakukan Eun Soo lancar.
Dia sudah berhasil sekarang.
Dia harus bertemu pria.
Aku ingin sekali mencarikan pria baik buat dia.
Hanya itu yang kuinginkan.
Apa maksudmu? Zaman ini sudah berubah.
Aigoo.
Karena dia terlalu baik buat siapapun?
Kau ayah yang penyayang sekali.
Kau tahu ungkapan seperti itu?
Tentu saja. Aku ini masih muda.
Dan kau sudah tua.
Aku datang ke sini kalau-kalau Ga Young ada di sini...,
...tapi sepertinya tidak ada orang di dalam.
Saat aku pergi...,
...aku tak sengaja bertemu penyewa apartemen di tangga.
Pada saat itu, aku tidak tahu siapa dia...,
...jadi aku langsung mau pergi...
...tapi aku dengar tiba-tiba ada teriakan datang dari lantai bawah...
Jadi aku masuk dan...
Dilihat dari senjata pembunuh itu, sepertinya...
...ini tindakan pembunuh yang sama.
Kau sudah menemukan barang korban?
Tidak ada.
Baik tas maupun ponselnya tidak ditemukan.
Jaksa Young pasti punya kartu transportasi.
Cari tahu riwayat penggunaan kartu itu dan cari tahu dia darimana saja.
Apa kau akan pergi ke ruang otopsi?
Kau harus melacak di mana Kim Ga Young.
Bisa-bisanya dia seperti itu?
Padahal perutku saja sampai mual.
Apa memang benar dia rekan kerjanya?
Dia bahkan tidak segan memanggilnya korban.
Ada darah. Tolong jangan diinjak./ Ya.
Jadi maksudmu darahnya sudah tercampur air?
Makanya pisaunya jatuh setelah dia mencoba mencucinya?
Kau perlu memberi tahu kami.
Berhentilah menangis dan beritahu kami.
Kudengar ada darah juga di tangga.
Bukankah menurut Kapten ini agak aneh?
Kali ini pelaku pasti sedang terburu-buru.
Atau...
Jangan sentuh itu.
Kapten ini kenapa? Dia itu lagi syok sekarang.
KaSubBid Yoon, biar kuantar kau pulang.
Tak perlu.
Maafkan aku.
Kalian berdua sudah seperti teman dekat saja.
Bukankah menurutmu itu aneh?
Padahal dia itu jaksa, masa dia pegang mayat seenaknya?
Pasti dia panik sekali saat itu.
Bukankah Kapten juga nanti begitu kalau misalnya Kapten menemukanku mati terkapar?
Apa?
Aish.
TKP jadi tak steril lagi gara-gara dia.
Kita harus apa buat menangkap pelaku ini?
Kami sudah siap.
Kau bilang dia ini rekanmu. Kau tak apa?
Silakan dimulai.
Ya.
Tidak...
Jangan sekarang.
Kumohon...
Jelaskan padaku./ Ya.
Dia orang pertama yang menemukan jenazah, penyewa baru yang menyewa...
...apartemennya Kim Ga Young yang dulu.
Sepertinya korban sudah meninggal saat dia ditemukan.
Penyebab kematiannya ditusuk di bagian perut dan leher.
Lihat ini juga. Luka memar juga ditemukan di bagian belakang kepala.
Lukanya mirip luka Kim Ga Young.
Jadi pelaku memukul kepalanya dan membuatnya pingsan dulu sebelum menusuknya?
Dilihat dari lokasi penyok, dia mungkin tidak sadarkan diri.
Jika dia sadar dan memberontak...,
...percikan darahnya pasti akan terlihat berantakan.
Dan pisau dapur ini memiliki motif bunga yang serupa...
...seperti yang ditemukan di kasus Park Moo Sung dan kasus Kim Ga Young.
Apa menurutmu ada kesinambungannya?
Ada konsistensi dari senjata pembunuh dan TKP.
Kim Ga Young ditemukan di rumah korban sebelumnya, rumah Park Moo Sung.
Begitu pula dengan Jaksa Young Eun Soo.
Dia ditemukan di tempat tinggal korban Kim Ga Young.
Tapi TKP kali ini tidak dibersihkan...
...layaknya 2 TKP sebelumnya.
TKP kali ini, darah berceceran di semua tempat...,
...dan banyak darah korban ditemukan di kamar mandi juga.
Jejak darah dari kamar mandi ke tangga pun tercampur dengan air.
Si pembunuh pasti sudah mencoba mencuci darah...
...di kamar mandi dan meninggalkan jejak...
...saat dia berjalan keluar.
Handuk yang ditemukan di kamar mandi pun...
...tidak ada noda darahnya.
Jika si pembunuh tidak menggunakan handuk...
...setelah mencuci darahnya, harusnya ada air yang menetes saat dia keluar.
Kalau ini kasus pembunuhan berantai, bukankah ini terlalu berbeda...
...dibanding dua kasus lainnya?
Bagaimana dengan otopsi?
Luka memar di kepalanya bukanlah penyebab utama kematian.
Selain itu, tidak ada tanda-tanda perlawanan.
Penyebab kematiannya adalah kehilangan darah...
...berlebihan akibat arteri karotid yang terputus.
Waktu kematian diperkirakan sekitar empat sampai lima jam...
...sebelum waktu otopsi.
Berarti dia meninggal di antara pukul 17:00 dan 19:00./ Ya.
Riwayat penggunaan kartu transportasi korban sudah kutemukan.
Dia selalu pulang kerja naik kereta bawah tanah.
Sehari sebelum hari kejadian dan tepat hari kejadian saja yang agak berbeda.
Hari lainnya menunjukkan kalau dia pulang...
...dari Kantor Kejaksaan Seoul Barat dan sebaliknya.
Sehari sebelum kejadian, dia datang...
...ke rumahku sehabis pergi ke rumah Jaksa Hwang.
Lalu dia pulang sesudahnya.
Dia pasti ke rumah Jaksa Hwang sehabis dari kantor.
Kenapa dia pergi ke rumah Jaksa Hwang dan rumahmu?
Hari itu, dia mampir ke rumah Jaksa Hwang...
...buat mengantar dokumen untuknya.
Setelah itu kami makan malam tim di rumahku./ Jaksa Young.
Selamat datang./ Halo.
Yang perlu kita fokuskan...
...adalah si Jaksa Young ini melihat pria yang menyelinap ke rumah Jaksa Hwang.
Siapa dia ini?
Kami belum tahu.
Jika dia pembunuhnya..,
...mungkin dia mengira kalau Jaksa Young melihat wajahnya.
Tapi buat apa dia menyelinap ke rumah jaksa?
Apa ada yang dia curi?
Tidak, tidak ada yang dicuri.
Lebih tepatnya dia memberikan semacam peringatan.
Karena Jaksa Hwang orang yang menghentikan pengimporan senjata.
Apa?
Jadi penghentian pengimporan itu karena tim investigasi khusus kalian itu?
Ya.
Jadi maksudnya Hanjo, The Bahn atau Kementerian Pertahanan yang...
...memberikan Jaksa Hwang peringatan?
Jaga mulutmu.
Jangan berasumsi yang aneh-aneh.
Kalau dari riwayat ini, pada hari kejadian, dia naik taksi.
Pukul 16:47, dia turun di Haengdang-dong.
Cuma ini saja?
Korban tinggal di Haengdang-dong.
Apa dia terbunuh di sana dan dipindahkan ke TKP?
Pelakunya pasti...
...menculik korban di sekitar rumah korban.
Baiklah. Seorang jaksa telah terbunuh.
Entah ini pembunuhan tiruan atau berantai, kalian semua harus tahu...
...kalau kasus ini bisa menggemparkan publik.
Ya./ Kalian harus menemukan sesuatu sebelum pagi nanti.
Ya./ Ya.
Ya.
Terima kasih atas kerja keras kalian.
Saya minta maaf kalau ini terjadi setelah pengangkatan Anda.
Lakukanlah yang terbaik.
Permisi.
Aku ingin bicara sebentar denganmu.
Ya?
Kau ada lihat Jaksa Hwang Shi Mok?
Dia langsung menuju ruang otopsi sehabis dari TKP.
Otopsi sudah selesai beberapa jam lalu. Tapi kenapa dia susah dihubungi?
Biar saya coba telepon dia sekarang.
Tidak diangkat.
Baiklah.
Aku sungguh tidak ingin melihat hal seperti ini lagi.
Rekam medisnya menunjukkan dia pernah menjalani operasi otak kecil. Kau tak tahu?
Otak kecil?
Itulah bagian otak yang menggerakkan emosi.
Singkat kata, otak kecillah yang membuat kita menjadi manusia.
Otak kecil mengendalikan hal-hal seperti keinginan, suka dan tidak suka.
Jadi, otak kecil dia kenapa?
Sepertinya bagian dari otak kecil dia sudah pernah diangkat.
Mungkin karena rasa sakit itu.
Orang yang memiliki otak kecil yang overaktif...
...sering kali tidak bisa mentolerir stres akibat rangsangan dari luar.
Jadi apa mungkin dia pingsan karena kambuh?
Tidak, bukan itu masalahnya.
Pengangkatan otak kecil bisa membuat orang terlihat apatis (kurangnya emosi).
Ada juga efek samping mental lainnya seperti perubahan kepribadian.
Selain itu...,
...meringankan rasa sakit otak kecil bisa mengaktifkan...
...dan meningkatkan kemampuan kognitif.
Menurutku pasien ini mengalami beberapa efek samping.
Apa akhir-akhir ini, dia mengalami tekanan berat?
Tidak ada orang yang sama sekali tak punya emosi.
Bila kita tidak bisa mengekspresikan emosi...,
...maka emosi akan menumpuk tanpa disadari.
Lalu emosi bisa meledak seperti ini sesekali.
Maaf. Nanti kalau pasien ini sadar, tolong hubungi aku.
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.