Release info

밥상 차리는 남자----Man Who Sets the Table E48
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[Episode 48] Tinggal dua episode lagi. Jangan lupa rate😊

Tags

TS
Published on: 2018-03-16
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ketua kami juga diadopsi di luar negeri.

Dia juga kehilangan orang tuanya...

...dan diadopsi di Amerika seperti anak Anda.

Apa yang baru saja kau katakan?

Katakan sekali lagi.

Bukan itu maksudnya.

Jangan ikut campur.

Apa katamu?

Aku mendengarnya dari Oppa.

Kudengar Anda sudah kehilangan anak Anda yang masih kecil sejak lama...,

Bosku sama seperti anak anda.

Dia menjadi anak yatim piatu setelah dia kehilangan kakak perempuannya yang membesarkannya.

Kemudian dia diadopsi ke Amerika dan orang tuanya angkatnya membesarkannya.

Ru Ri.

Aku akan berbicara banmal denganmu karena kau seperti cucuku.

Lee Ru Ri.

Dengarkan baik-baik.

Meskipun kau akan gagal karena tidak memiliki uang,

jangan menipu orang lain.

Diadopsi di luar negeri bukanlah topik yang mudah dibohongi.

Kau baru saja menaburkan garam pada luka orang lain.

Bagaimana kau bisa mengemis uang setelah menyebabkan begitu banyak rasa sakit?

Kau seperti perampok yang tidak punya senjata.

Aku sungguh tidak berbohong.

Ketua kami benar-benar diadopsi di luar negeri.

Aku mengatakannya karena kupikir Anda akan bersimpati dengannya.

Aku tidak mengatakan hal itu untuk menyakiti Anda.

Aku bahkan punya fotonya.

Ini diambil saat dia diadopsi. Silakan lihat.

Ya, Bu. Paling tidak lihatlah fotonya dulu.

Tidak bisakah Ibu mempertimbangkannya?

Lee Ru Ri.

Menurutmu, apa uang itu?

Menurutmu, apa uang itu? Bagaimana pendapatmu tentang uang?

Kupikir...

Itu syarat penting untuk menjalani kehidupan.

Tapi manusia lebih penting daripada uang.

Jadi aku di sini untuk meminta uang meskipun aku tahu tidak sopan melakukannya.

Benarkah? Jadi berapa banyak uang investasi itu,

yang sama pentingnya dengan manusia?

Kami butuh 7.500.000 dolar terlebih dahulu.

Baiklah, 7.500.000 dolar?

Baiklah. Setelah mendengarmu,

keinginanku untuk berinvestasi telah hilang.

Semuanya hilang.

Uang lebih kotor dari pada kotoran.

Hal ini juga lebih menakutkan daripada harimau dan bosmu.

Kau tidak pernah khawatir dengan uang,

jadi kau memintaku meminjamkan uang sebanyak itu tanpa rasa takut.

7.500.000 dolar...

...adalah hidupku, darah, daging...,

...dan kehidupan putriku.

Kumohon...

Kau tidak bisa diam?

Kau bahkan tidak pernah melihat uang sebanyak itu.

Berani-beraninya kau mencoba meminjam uang sebanyak itu dariku tanpa rasa takut?

Kau juga sama.

Apa kalian berdua merecanakan ini?

Apa kalian tahu betapa berharganya anak itu bagiku?

Lukaku yang membusuk telah pecah...

...setelah 40 tahun.

Ini luka yang akan mengeluarkan...

...darah dan nanah bahkan dengan sedikit sentuhan.

Beraninya kau mencoba memeras uang dengan menjual luka itu?

Jika aku tertipu dengan cerita murahan itu,

aku tidak akan berada di posisiku hari ini.

Maafkan aku.

Maafkan aku jika kami menyinggung perasaan Anda dengan membicarakan anak Anda.

Ayo minta maaf padanya.

Tidak, kami tidak mencoba menjual cerita murahan kepada Anda.

Aku datang kepada Anda karena aku putus asa.

Betapa putusa asanya diriku, apa aku akan meminta Anda melakukan hal seperti itu?

Dan perusahaanku sebelumnya tidak punya masalah.

Jika bukan karena fitnah,

kami sudah mencari investasi dengan benar, dan ini tidak akan terjadi.

Jadi tolong berinvestasilah pada perusahaan kami.

Tolong bantu kami untuk bisa melewati krisis ini.

So Won.

Apa kau hanya akan berdiri di sana dan menonton?

Sudah larut malam. Antar pulang gadis bodoh ini.

Ru Ri, ayo pergi. Ayo keluar dan bicara.

Tidak, aku tidak bisa pergi seperti ini.

Aku tahu kalau aku bersikap kasar.

Tapi aku benar-benar putus asa.

Dan aku yakin dengan perusahaan kami.

Jika Anda tidak bisa mempercayaiku,

datanglah ke perusahaan, dan mendengarkan penjelasnnya terlebih dahulu.

Tolong hentikan.

Maafkan aku. Kami tidak akan mengganggu Anda lagi dengan ini.

Aku sungguh minta maaf.

Tunggu sebentar.

Maafkan aku. Biasanya dia tidak sekasar ini.

Perusahaannya pasti berada dalam masalah besar.

Ibu terlalu jahat padanya.

Ibu selalu berbicara tentang menginvestasikan uang di China.

Tidak bisakah Ibu mempertimbangkannya setidaknya selama beberapa hari?

Tidak.

Jika tidak benar, kau harus memutuskannya lebih awal.

Aku tidak akan melakukannya.

Lepaskan aku.

Ayo masuk lagi.

Mari kita jelaskan situasinya lagi agar dia bisa mengerti.

Ru Ri, tolong berhenti.

Apa kau sungguh harus melakukan ini dan menyulitkan orang lain?

Kau sudah melakukan semua yang kau bisa.

Usaha terbaikmu sudah cukup.

Sekarang, serahkan itu padaku, dan tunggu saja.

Direktur Jung, apa yang akan berubah...

...jika aku menyerahkannya padamu?

Bagaimana aku bisa mengabaikan semuanya dan menunggu saat aku tahu situasinya?

Lakukan seperti yang kukatakan.

Tidak bisakah kau mempercayaiku?

Bukan karena aku tidak bisa mempercayaimu. Itu karena aku tidak bisa mempercayai diriku sendiri.

Aku serius.

Aku kehilangan kepercayaan diriku setiap hari.

Perusahaan kita adalah segalanya untuk ketua.

Dia menghabiskan seluruh hidupnya dan bekerja sangat keras untuk itu.

Jika mereka membuat perusahaan hancur,

Ketua mungkin akan kehilangan semangat hidup.

Bagaimana perasaanmu jika kau melihatnya?

Bagaimana perasaanku saat melihatmu melihat itu?

Jika itu yang akan terjadi,

aku lebih suka menyerah seperti yang dikatakan ibunya Ae Ri.

Ru RI, berhentilah mengatakan omong kosong.

Tidak, aku serius.

Waktu kita tinggal dua hari lagi.

Tidak ada pilihan lain.

Jika kita tidak menemukan solusi sampai saat itu...

Aku baik-baik saja.

Aku benar-benar bisa mengerti.

Pilihlah perusahaan, bukan aku.

Aku baik-baik saja. Aku serius.

Ru Ri.

Dengarkan baik-baik.

Kau benar. SC Food and Beverage adalah segalanya bagi ayahku.

Itulah sebabnya aku tidak ingin kehilangan perusahaan dan dirimu.

Ayahku mungkin juga berpikir begitu.

Aku akan mencoba mencari jalan sampai akhir untuk dua hari tersisa.

Jangan menyerah.

Mengerti?

Apa yang kau lakukan? Ayahmu ada di sini. Sapa dia.

Ayah sudah datang?

Kupikir kalian berdua sudah lama tidak bertemu.

Aku meminta kalian datang ke sini untuk saling bertemu.

Omong-omong,

bukankah kau bilang ingin memberitahuku sesuatu?

Aku tidak akan memperpanjang tanggal pembayaran untukmu.

Apa yang kau ingin aku lakukan?

Apa yang harus kulakukan untuk menenangkan kemarahanmu?

Aku tahu...

...bahwa bantuanmu sangat penting untuk membuatku sukses seperti ini.

Aku juga tahu perasaan seperti apa yang kau miliki untukku.

Tapi kau tidak bisa menerima perasaan semua orang saat kau masih hidup.

Meskipun mereka memiliki niat baik.

Saat aku meninggalkan Amerika,

kupikir aku sudah memberikanmu kompensasi untuk itu.

Itulah sebabnya aku tidak tahu betapa sakitnya dirimu.

Jika aku mengecewakanmu, aku akan meminta maaf untuk itu.

Mari kita berhenti melakukan perang ini...

...dan akhiri semuanya sekarang. Hem?

Apa kau tahu apa kesalahan terbesarmu?

Kau menganggap kami adalah keluargamu...,

...tapi kau memperlakukan kami tidak lebih baik dari pada pelayan.

Jika kami adalah keluargamu...,

...kau tidak akan pergi ke Korea untuk mencari mantan istrimu.

Kau pasti sudah menjadikan Ae Ri penggantimu saat berpikir aku sudah meninggal.

Dengan kata lain, kata-katamu tidak akan membodohiku lagi.

Tidak ada hukum...

...yang mengatakan bahwa pelayan tidak bisa menjadi tuan.

Kau bertanya kepadaku apa yang harus kau lakukan untuk menenangkan kemarahanku.

Itu berarti kau ingin menyelamatkan perusahaan dan Jung Tae Yang.

Dan kau ingin membuatku merasa lebih baik juga.

Ya, katakan saja apa itu. Akan kulakukan.

Hanya ada satu cara untuk menyelesaikan ini.

Jika aku bisa mendapatkan kembali semua yang telah aku berikan kepadamu,

aku tidak akan merasa bersalah lagi.

Semua yang kau berikan padaku? Apa itu?

20 tahun yang lalu...,

...saat kita bertemu untuk pertama kalinya di Annie Anderson Rehab Center,

kau ingat kondisimu saat itu, bukan?

Kembali ke sana.

Lalu aku akan menyerah juga.

Kenapa?

Apa kau tidak ingin kembali menjadi pecandu alkohol...

...karena kau berusaha sekuat tenaga untuk tetap sadar?

Kalau begitu, menyerahlah pada perusahaan. Atau menyerahlah pada anakmu.

Jika kau tidak bisa,

kau harus minum ini sebagai gantinya.

Ibu, tolong berhenti. Hentikan, Bu.

Diam.

Ini tidak benar. Mari kita hentikan ini! Kumohon!

Tutup mulutmu!

Minumlah. Satu gelas ini...

...akan cukup untuk mengirimmu kembali ke 20 tahun yang lalu.

Kau sendiri yang bilang begitu.

Kau bilang pelayan bisa menjadi tuan juga.

Berhentilah membodohi dirimu sendiri. Sekali menjadi pelayan, tetaplah menjadi pelayan.

Camkan kata-kataku. Aku akan membuktikannya padamu.

Bosku sama seperti anak Anda.

Dia menjadi anak yatim piatu setelah kehilangan kakak perempuannya yang membesarkannya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left