Release info

진짜가 나타났다!-The Real Has Come-E47-NEXT-VIDIO
A Commentary by Anangkaswandi
Durasi 01:08:14

Tags

other
Published on: 2023-09-03
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku dan ibu kalian...

...memutuskan untuk...

...menyetujui pembatalan adopsi Tae-Kyung.

Apa maksudnya? Jika kalian berdua mengizinkan, tidak ada jalan kembali.

Apakah...

...Ibu tidak masalah?

Apa yang harus kita lakukan jika Ibu bilang begitu?

Tidak bisakah kalian memikirkannya sekali lagi?

Jangan terlalu marah karena kami juga membuat keputusan yang sulit.

Astaga. Apa-apaan ini?

Ya ampun.

Aku dan Yeon-Doo akan membesarkan Ha-Neul dengan baik.

Terima kasih untuk selama ini.

Aku Ekka.

Ada yang ingin saya sampaikan pada Nenek.

Joon-Ha.

Ya, Nenek?

Tidak bisakah kamu menyerah atas Ha-Neul?

Maafkan Nenek, Joon-Ha.

Maukah kamu menurutiku?

Ya?

EPISODE 47 Wah.

Teh ini enak, rasanya lembut.

Itu adalah teh yang dibelikan adikmu untuk Nenek.

Jadi, begitu.

Adikku sering datang kemari?

Dia selalu datang menemui Nenek setiap hari, kamu tidak tahu?

Aku tidak tahu, dia tidak sering meneleponku.

Omong-omong, semua keluarga sedang berkumpul tanpa Nenek.

Maaf sudah mengganggu saat kalian sedang sibuk.

Jika bukan karena adikmu, keluarga kami tak akan sibuk seperti ini.

- Astaga. - Apa?

Apakah Joon-Ha menyebabkan masalah lagi?

Bukan begitu.

Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, ini tentang pembatalan adopsi.

Ayah dan Ibu sudah menyetujuinya.

Apa?

Kalian menyetujui pembatalan adopsinya?

Karena mereka sangat menginginkannya, kami tak bisa berbuat apa-apa.

Jangan. Itu tidak boleh.

Apa...

Kenapa begitu?

Sebenarnya, aku ingin mengatakannya saat ada Nenek.

Aku ingin mengatakan sesuatu tentang adikku.

Perkataanku terdengar kejam, ya?

Bagaimana Nenek bisa setega itu padaku?

Aku pikir...

...Nenek akan memihakku.

Aku pikir Nenek akan memahami...

...ketulusanku pada Ha-Neul.

Nenek juga kehilangan anak Nenek, bukan?

Namun, bagaimana bisa...

...Nenek menyuruhku menyerahkan Ha-Neul?

Maafkan Nenek.

Maafkan aku, cucuku.

Jika Nenek menyesal, jangan mengatakan hal itu.

Aku cucu dari anak perempuanmu satu-satunya, bukan?

- Aku adalah darah daging Nenek. - Benar.

Kamu darah dagingku. Kamu adalah cucu lelakiku yang berharga.

Namun, Joon-Ha...

Meski bukan darah dagingku, Tae-Kyung adalah cucuku juga.

- Apa? - Begini.

Aku pikir jika aku menyisihkan Tae-Kyung seperti ini,

aku akan merasa menyesal bahkan saat aku melihatmu.

Selain itu, Yeon-Doo pun juga menyukai Tae-Kyung.

Kamu tak bisa memaksanya.

Memaksa?

Selain itu, apa salah anak itu?

Apa kamu akan memisahkan dia dengan ibu kandungnya?

Lupakanlah masa lalu dan mulai kehidupan yang baru.

Setelah itu, aku akan memberimu semua yang kamu mau.

Aku tak butuh kehidupan baru.

Yang aku inginkan hanyalah Ha-Neul.

Oh.

Apa?

Aku sedang sibuk.

Ibu sedang di mana?

Suster Ekka ada di sini. Cepatlah pulang.

Ekka ke rumah?

Kakakku datang ke sana?

Ibu, apa itu suara Direktur Kim?

Ibu sedang bersama Direktur Kim?

Aku sedang di rumah Joon-Ha.

Aku ke sini karena ada yang ingin kukatakan.

Ibu, Ibu tidak boleh di sana.

Apa maksudmu? Kenapa aku tak boleh di sini?

Direktur Kim bukanlah cucu Ibu.

Apa?

Dia bukan adik kandung Suster Ekka.

- Apa? - Itu Paman?

Tolong berikan padaku.

Apa ini...

Joon-Ha...

Apa?

Apa kamu bukan cucuku?

Bukan?

Nenek.

Aku akan menjelaskannya.

- Aku bisa menjelaskannya. - Ya ampun.

- Astaga. - Nenek.

-Ya ampun. - Nenek!

- Astaga. - Sadarlah, Nenek. Nenek!

- Nenek! - Ibu?

Ibu?

Ya ampun.

- Astaga. - Tunggu.

Ayah!

Ya ampun.

Tidak, tidak...

Di sini saja.

Aku yang akan pergi. Aku akan menghubungi kalian.

Astaga. Ada apa ini? Apakah Nenek tidak sadarkan diri?

Dasar Direktur Kim, apa dia sudah gila?

Bagaimana dia bisa berbohong seperti itu?

Yeon-Doo, kamu baik-baik saja?

Ya, Ibu.

Ya ampun.

Adikku tidak tahu apa-apa.

Semuanya salahku. Ini semua adalah kesalahanku.

Ya ampun.

- Astaga... - Nenek.

Sadarlah, Nenek.

Maafkan aku.

Ayo kita ke Rumah Sakit. Aku akan memanggil ambulans.

Diam.

Nenek.

Nenek baik-baik saja?

Aku juga tidak tahu.

Kakak menyembunyikannya dariku.

Aku pikir, aku sungguh darah daging Nenek.

Aku tidak bersalah.

Tolong percayalah padaku.

- Nenek. - Astaga.

Kim Joon-Ha, buka pintunya!

Buka pintunya!

Dasar bedebah, cepat buka pintunya!

Jika tidak, aku akan memanggil polisi.

Astaga.

Hei!

Nenek!

Nenek! Nenek!

Jangan berisik. Aku baik-baik saja.

Cheon-Myung, cepat bawa ibuku keluar.

Baik, Ayah.

Nenek, ayo pergi.

Hati-hati, Nek.

Hati-hati...

Dasar bedebah.

Lihat saja nanti.

Aku akan membawa Nenek keluar. Kamu bawalah Ayah keluar.

Baik, Cheon-Myung.

Hati-Hati, Nenek.

Kamu mendekati ibuku...

...meski tahu semua dari awal.

Jangan asal menuduh.

Aku juga tidak tahu.

Aku juga terkejut saat mengetahuinya beberapa hari yang lalu.

"Beberapa hari yang lalu?"

Meski sudah tahu semuanya,

kamu mendaftarkan kekerabatan...

...kemudian mengancam agar mereka menyerahkan Ha-Neul?

- Dasar Bedebah... - Ayah! Ayah!

Ayah, ayo kita pergi saja. Ayah!

Dasar bedebah...

Jika ada yang salah dengan ibuku, aku tak akan tinggal diam. Paham?

Ayah!

Dasar bedebah!

Sial!

Kenapa kamu tiba-tiba begini? Sayang!

Se-Jin!

Se-Jin, cepat panggil ambulans!

Astaga, Sayang.

Sayang...

Ya ampun.

Hanya satu wali yang boleh ikut naik.

Se-Jin.

Ibu yang akan ikut pergi, jangan khawatir dan tetaplah di sini.

Aku akan meneleponmu sesampainya di Rumah Sakit.

Sayang...

AMBULANS

Semua akan baik-baik saja.

Tak akan ada masalah.

Se-Jin.

Ayahmu akan dibawa ke Rumah Sakit Universitas Hankook.

Ya ampun.

Ibu.

Nenek baik-baik saja?

Wajah Nenek sangat pucat.

Apa yang terjadi?

Nenek merasa terpukul karena Direktur Kim.

- Bagaimana kondisi Nenek? - Syukurlah, baik-baik saja?

Nenek, maafkan aku. Maafkan aku.

Baiklah.

Jangan menangis. Ikut aku ke dalam.

Astaga.

Astaga.

In-Ok, keluarlah.

Baik, Ibu.

Apakah benar Joon-Ha adalah adikmu?

Benar, Nenek.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left