Release info

왼손잡이 아내ㆍLeft-Handed Wife E84 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-05-04
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Cho Ae Ra akan Menerbitkan 'Rahasia Keluarga Aura'"

Dia melakukan wawancara malam ini untuk merayakan penerbitannya.

Bukankah kamu sebaiknya menghentikanya?

Sudah berapa lama sejak kamu ke Korea?

15 tahun.

Sudah selama itu?

Jangan terlalu terkejut.

Itu sudah banyak berubah.

Aku kemari bukan untuk berlibur.

Aku mau membalas dendam.

Ae Ra, kenapa kamu...

"Episode 84"

Paman senang kamu kemari.

Kamu sudah dengar soal Ae Ra menerbitkan buku, bukan?

Ya. Aku baru dengar dari Esther.

Kamu harus menghentikannya.

Itu pukul 13.00 di Hotel Palace. Kamu sempat jika pergi sekarang.

Dia pasti menulis buku itu untuk mencoreng citra kita

dan memperbaiki citranya.

Dia malah akan untung jika kita tidak berhati-hati.

Kita bisa melayangkan permintaan

untuk melarang bukunya diterbitkan.

Paman kira akan terbebas darinya setelah menceraikannya.

Dia memilih hari ini sebagai hari penerbitannya

untuk mengganggu penjelasan produk perawatan demensiamu.

Aku juga merasa seperti itu.

Omong-omong, kamu berencana melakukan apa

dengan beasiswa peringatan San Ha?

Kurasa aku tidak bisa hadir.

Itu bersamaan dengan rapat bersama para investor.

Karena Ibu dan Ayah yang merencanakannya,

paman akan mengurusnya.

Baik. Aku pergi dahulu.

Tentu.

Paman paham.

Kamu sibuk bekerja

untuk berusaha melupakan.

Soo Ho.

Aku mencintaimu.

Tidak, San Ha.

Aku hanya mencintai Soo Ho

sampai mati.

- Benar. - Baik. Bagus.

Semua sudah siap untuk penjelasan?

Ya, semua sudah diatur.

Jika kita bisa menyukseskan produk perawatan demensia,

Grup Aura akan mendapatkan kesempatan untuk bangkit

setelah jatuh selama setahun ini akibat skandal.

Produk untuk kesehatan perut, kesehatan lever,

dan Kecantikan Batin, yang semuanya sukses,

tidak akan sebanding dengan efek produk ini

dalam membangkitkan Grup Aura.

Kuharap kalian semua bekerja ekstra keras untuk ini.

- Ya, Pak! - Ya, Pak!

Yang itu kamar Kakak.

Kita punya waktu sampai rapat investor Aura Bio. Istirahatlah.

Tidak.

Kakak mau membaca bahannya.

Lantas, mandilah. Akan kuletakkan di kamar Kakak.

Baik.

Park Soo Ho dan keluarganya

memaksa Kakak mendiang istriya.

Jangan sampai terpengaruh.

Kakak sudah siap.

Jangan cemas.

Kakak hanya akan memikirkan

bagaimana orang tua kita meninggal dan betapa sengsarannya hidup kita

karena keluarga Aura

seperti yang kamu bilang kepada kakak.

Pukul berapa rapatnya?

Seul Ha, berandal itu. Dia tidak pernah berbenah.

Sial.

Kakaknya selalu bersih dan...

Apa ini?

Kenapa aku lapar sekali tidak peduli makan sebanyak apa?

Apa ada cacing pita di perutku?

Hei, kamu. Apa ini? Kamu hamil?

Apa maksud Ibu, hamil?

Bagaimana bisa Ibu bilang begitu kepada putri yang belum menikah?

Lihat! Hanya ada satu garis!

Ibu kira kamu hamil.

Tunggu. Kenapa kamu melakukan tes kehamilan?

Kenapa ini di kamarmu?

Seul Ha, kenapa kamu...

Dasar...

- Sakit! Sakit! - Siapa itu?

Katakan siapa. Katakan!

Hei. Hentikan.

Dia kini wanita dewasa.

Bicaralah baik-baik, ya?

Bicara tidak mempan.

Ibu tahu dunia sudah berubah, tapi tetap saja! Bagaimana bisa?

Siapa?

- San Dal! - Apa?

Siapa? San Dal?

Pria yang kamu kencani San Dal?

Bong San Dal, yang menyewa kamar itu?

Asisten pribadi Soo Ho?

Ya, Ayah.

Sejak kapan? Sudah berapa lama kalian berkencan?

Kami saling tertarik sejak pertama bertemu,

tapi kami baru mulai berkencan setelah Kak San Ha tiada

dan dia menghiburku.

Aku akan menikahi

San Dal.

- Apa? - Apa?

Astaga.

Kamu sama saja.

Bagaimana bisa kamu sama persis dengan kakakmu?

Ibu.

Lihat apa yang terjadi kepadanya.

Dia jatuh cinta kepada Soo Ho dan tidak bisa berpikir jernih

serta benar-benar mencintainya.

Dia memberikan Soo Ho semua cinta yang dia punya,

lalu...

Sayang.

Bahkan sekarang, setiap memikirkan San Ha,

hatiku terluka.

Semua terasa merepotkan dan tidak berarti.

Aku bingung kenapa aku harus makan,

ataupun tidur

setelah mengubur anakku sendiri.

Tapi anak kejam itu

tidak mau mendatangiku

bahkan dalam mimpi. Sekali pun tidak.

Sayang.

Tidak apa-apa.

Ibu, aku akan bersikap baik.

San Dal bilang dia akan bersikap baik juga.

Aku tidak akan mati sebelum Ibu dan Ayah

seperti Kakak. Aku janji.

Jadi, tolong jangan menangis.

Astaga.

Kalian siap pergi?

Esther.

Apa yang kamu kenakan?

Naiklah dan ganti bajumu.

Memangnya kenapa?

Aku sudah mempertimbangkan pakaianku matang-matang hari ini

karena sudah lama sejak aku keluar bersama kalian.

Ini bukan peragaan busana.

Kita memberikan beasiswa

lewat Yayasan Beasiswa Aura ke yatim piatu yang bekerja keras.

Terlebih lagi kita memberikan beasiswa karena mendiang ibu Gun.

Baik, aku paham. Aku akan berganti.

Astaga.

Buat aku sepucat mungkin.

Buat aku tampak menyedihkan.

Baik, Bu.

Pilih pakaian yang sederhana, sopan, dan elegan.

Park Soon Tae, Soo Ho, tunggu saja.

Aku tidak akan membiarkan kalian berdua bahagia.

Tidak setelah kalian merampas Nam Joon dariku.

"Konferensi Tahunan Riset Tanah Kita"

"Esai Cho Ae Ra, 'Rahasia Keluarga Aura'"

"Konferensi Pers 'Rahasia Keluarga Aura'"

"Konferensi Pers 'Rahasia Keluarga Aura'"

"Penjelasan Produk Perawatan Demensia"

Rapat akan dimulai. Statusnya bagaimana?

Ruang konferensi sudah siap. Para investor mulai masuk.

Pak Park, kita dalam masalah.

Apa maksudmu?

Tepat di sebelah acara beasiswa yang dihadir Pimpinan diadakan

pesta penerbitan dan konferensi pers Cho Ae Ra.

Cho Ae Ra mengadakan pesta penerbitan di Hotel Aura?

Ya, Hotel dibohongi.

Menimbang dia bohong soal nama asosiasi

dan memesan slot waktu yang sama, dia pasti merencanakan sesuatu.

Dia mungkin tahu kakek dan nenekku akan menghadiri acara beasiswa

dan sengaja melakukan itu.

Memanfaatkan pesta penerbitan sebagai alasan

untuk mengumpulkan pers dan berpura-pura menjadi korban

serta mempermalukan mereka di depan umum.

Nomor yang Anda tuju...

Pak Seo, aku mau kamu bergegas ke Hotel Aura.

- Apa? - Aku akan kembali sejam lagi.

Tolong gantikan aku memberikan presentasi.

Anggaplah ini latihan dan lakukan sesuai persiapan.

Baik, Pak. Pergilah.

- Ayo masuk. Cepat. - Baik.

"Penjelasan Produk Perawatan Demensia"

"Konferensi Pers 'Rahasia Keluarga Aura'"

"Konferensi Pers 'Rahasia Keluarga Aura'"

Terima kasih sudah datang jauh-jauh untuk merayakan penerbitan

"Rahasia Keluarga Aura".

Judul

menimbulkan kecurigaan bahwa Keluarga Aura

yang citranya baik, menyembunyikan rahasia kotor.

Buku itu soal apa?

Ada tiga hal.

Kebenaran di balik kematian ayahku, Cho Seung Min,

mantan Menteri Kehakiman.

Perbuatan jahat orang-orang itu selagi bilang aku yang jahat

saat aku berusaha menyingkap kebenaran.

Serta yang terakhir, soal pembunuh asli

istri dan putra sulung Keluarga Aura

35 tahun yang lalu.

- Apa? Pembunuhan? - Pembunuh?

- Pembunuh? - Mereka dibunuh?

Benarkah itu?

I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left