The first 195 lines.
Sial! Sudah siang.
Mau ke mana kau terburu-buru? Ini masih pagi.
Teruslah tidur.
Aku tak bisa. Sudah hampir pukul 9.00.
Aku harus membantu teman-teman berjualan di toko.
Apa yang kalian jual? Di mana?
Bukankah sudah kubilang aku berubah?
Tolong, kembalilah ke ranjang sebentar lagi.
Tolong, biarkan aku pergi. Ini sudah siang.
Jangan lupa SMS aku di mana kau berjualan, ya?
Aku mungkin lewat untuk mencarimu.
Bahkan jika kau tak datang,
aku akan mencoba menjauh dari mereka untuk menemuimu, ya?
Aku pergi. Sampai jumpa.
Inilah kenapa aku benci menjadi perempuan. Sakit sekali.
Apa kau baik-baik saja?
Sakit sekali. Rasanya seperti rahimku robek.
Kurasa aku tak bisa menahannya lagi.
Kenapa kali ini lebih sakit dari biasanya?
Apa kau mau kubelikan obat?
Itu tak akan membantu.
Kita tunggu saja sampai berlalu.
Pu belum kembali?
Belum.
Bagaimana kalau meletakkan botol air panas di perutmu?
Mungkin membantu.
Tak apa-apa. Aku akan menahan rasa sakitnya.
Kau bisa pergi untuk berjualan lebih dulu.
Kita akan didenda kalau terlambat.
Apa kau yakin akan baik-baik saja sendiri?
Biarkan Pu menemaninya saat dia kembali.
Dia tak perlu pergi ke toko hari ini.
Jaga dirimu.
- Aku pergi sekarang. - Baik.
Beri tahu aku jika ada yang kau suka.
Satu 70 baht. Tiga seharga 200 baht.
Beri tahu aku mana yang kau suka.
Aku mau yang cokelat.
Cokelat.
Masih ada lagi di belakang.
Baik.
Ini ukuranmu, 'kan?
Silakan melihat-lihat dulu.
Berikan padaku.
- Ini bagus. Berapa harganya? - Terima kasih.
Satu 70 baht.
Tiga barang seharga 200 baht.
- Terima kasih. - Itu agak mahal.
- Bisa beri aku diskon? - Itu sudah murah, Kakak.
Silakan lihat di sini.
- Toko kami ada banyak barang baru. - Terima kasih.
Harganya bisa ditawar.
Silakan melihat-lihat dulu.
Harganya 200 baht.
Ini terlihat keren. Aku akan kembali lagi.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Silakan lihat.
Ada pakaian dengan harga murah.
Pam!
Apa Duean dan Ngoh pergi berjualan?
Ya, mereka berjualan.
Aku mengalami kram menstruasi. Aku tak bisa pergi.
Apa kau merasa lebih baik sekarang?
Sedikit.
Mereka bilang kau bisa tetap di sini untuk menemaniku.
Kau tak perlu membantu di toko hari ini.
Baik.
Pam.
Apa kau mengisap ganja di pagi hari?
Pu, maafkan aku.
Aku sakau parah dan tak tahan.
Juga, perutku sakit sekali.
Jangan beri tahu mereka, ya?
Jika tahu, mereka akan sangat marah.
Paham?
Apa ada sisa? Berikan aku sedikit.
Tentu ada.
Jika kita mau berhenti, harus melakukannya perlahan.
Ada apa, Kawan?
Bukankah kau bilang polisi sedang mengawasi
dan kita harus bersembunyi?
Makanya aku datang untuk melihat kalian.
Kalau-kalau kau di penjara.
Kenapa kau tak menelepon Ya untuk datang?
Dia penyebabnya.
Dia akan segera memenjarakan kalian.
Kenapa? Apa Ya ditangkap?
Dia seorang pengadu.
Dia membuatku tertangkap.
Untungnya, aku berhasil keluar.
Apa kau yakin Ya informannya?
Tentu saja aku yakin.
Kalian harus menjauh darinya.
Kau tak boleh berbisnis dengannya.
Sekarang kita perlu mengubah cara berbisnis.
Apa yang akan kau lakukan padanya selanjutnya?
Kalian tahu,
seorang pengkhianat...
Apa yang pantas dia dapatkan?
Duean.
Apa kau baik-baik saja?
Sakit sekali.
Apa kita akan benar-benar bisa berhenti?
Kurasa tekad adalah kuncinya.
Jika bisa menahannya, kau akan melewatinya.
Aku yakin begitu.
Harganya 70 baht. Ini paling murah.
Aku beli tiga. Bisa kau berikan aku diskon?
Kami menjual satu seharga 70 baht.
200 untuk tiga.
Apa bisa berikan diskon lagi?
Tak ada orang sekarang.
Jika bisa, aku akan memberimu diskon.
Apa kau mau mengambil keuntungan kami?
Jika tak ada diskon pada pelanggan, sekalian saja tutup.
Apa kau mau gratis?
Penjual macam apa kau
bicara dengan pelanggan seperti ini?
Tenanglah.
Pergilah ke toko lain!
Apa menurutmu kami harus menjual padamu?
Jika mau baju dengan harga murah atau gratis,
pergi ke tempat lain!
Aku tak akan membeli apa pun darimu.
Duean! Tenanglah.
Hei, tenanglah.
Jangan khawatir. Itu hanya satu pelanggan.
Tenanglah.
Maafkan aku. Aku seharusnya tak bereaksi seperti itu.
Tak apa-apa.
Kita rapihkan semuanya?
Aku juga tak merasa sehat.
Hai, Pak Kepala. Halo, Petugas.
Di mana uangnya?
Sepertinya bisnismu berjalan dengan baik.
Tanpa dukunganmu,
bisnisku tak akan berjalan dengan baik.
Bagus. Aku tak mau penjual sporadis muncul.
Atau bisnis kita akan terpengaruh.
Apa kau dengar tentang Louis?
Dia tak terlihat sejak dibebaskan.
Dia tak akan berani menjual untuk sementara waktu.
Apa kau dapat pelanggan baru belakangan ini?
Aku hanya punya yang kau tahu.
Aku akan terus mengabarimu jika dapat pembeli baru.
Bagus. Jangan lupa mengabariku.
Aku akan mengurusnya untukmu.
Ya, Petugas!
Pak Kepala, Petugas, aku pergi.
Petugas, apa menurutmu kita harus menangkap mereka semua?
Kurasa kita harus menunggu Kao mendapatkan beberapa pelanggan lagi
sebelum bertindak.
Itu pasti layak untuk ditunggu.
Jika bos tahu, kita akan dimarahi habis-habisan.
Jika kita akhirnya bisa menangkap dalangnya,
aku tak peduli dimarahi.
Orang-orang seperti ini tak bisa ditolong.
Halo, Tuan.
Hai, Louis.
Kenapa kau sunyi sekali hari ini?
Aku tak dengar suara sepeda motormu.
Sedang diperbaiki.
Apa kau datang untuk memancing?
Tidak, Pak.
Ada yang mau kubicarakan denganmu.
Apa yang mau kau bicarakan denganku?
Aku mau menjual semua narkoba milikku.
Jika kau setuju, aku akan menjualnya dengan harga murah.
Kau sudah mengenalku sejak lama.
Kau tahu aku tak mau terlibat
lebih dalam dari yang sekarang.
Kenapa kau terburu-buru menjualnya?
Bukankah pasarnya bagus?
Masih sebagus dulu, aku hanya mau istirahat.
Jika kau membutuhkan uang, aku bisa meminjamkan sedikit.
Soal narkoba, aku tak mau terlibat dengan itu.
Kau tahu aku tak suka menyimpan narkoba.
Aku suka bersenang-senang, menghabiskan waktu bersama teman-temanku.
Tapi aku tak menjual narkoba.
Aku tahu.
Makanya kau orang pertama yang kuberi tahu.
Karena narkoba ini
kualitasnya sangat bagus dan tak banyak sisanya.
Apa maksudmu?
Kau dapat persediaan untuk setahun penuh.
Bisa kau beri tahu alasanmu mau menjual semua produk itu?
Aku hanya mau istirahat.
Polisi mengikutiku belakangan ini.
Aku tak mau ambil risiko.
Baiklah. Aku bisa membelinya.
Tapi syaratnya aku akan mencicil.
- Setuju? - Baik. Terserah kau.
Baik, aku akan menghubungimu saat sudah siap.
Terima kasih.
Tak apa-apa. Kita seperti saudara.
No comments yet. Be the first to leave one.