The first 39 lines.
Aku yang akan menjadi atlet, bukan Woo-young.
[Woo-young menangkap Ae-rin yang hampir terjatuh.]
- Dan... - Aku harus masuk ke sini.
- Ya. Bagus. - Aku suka tanganku di belakang begini.
- Biar kucoba ini. - Seperti ini. Pegang tanganmu.
- Boleh kuletakkan tanganku di punggungmu? - Tentu. Sebanyak yang kau mau.
Mari lakukan ini secara spontan.
- Secara spontan. - Bagaimana jika aku melakukan ini?
- Apa itu tadi? - Ini terjadi.
- Silakan saja. - Itu diimprovisasi.
Benar.
Kalau begitu, ini terjadi.
- Lalu, ini menjadi perselingkuhan. - Jangan.
- Tidak. Jangan begini. Lakukan ini. - Maksudku...
- Begitu rupanya. Seperti ini? - Ya.
Seperti ini?
Kenapa kalian tidak bergandengan?
Ya. Mari kita lakukan itu.
Terlihat alami.
Aku berolahraga di pusat kebugaran sebelum kemari, jadi, lenganku tegang.
Jika tahu akan melakukan ini, aku tidak akan ke pusat kebugaran.
Tapi dia tidak seberat itu.
Aku harus memastikan melakukannya dengan baik.
- Siap. Mulai. - Mulai.
Mari berhenti sejenak.
Mulai.
Bisa beri aku sinyal?
- Mari kita lakukan lagi. - Baiklah.
Maafkan aku. Seharusnya aku menyelamatkanmu.
Apa ada sesuatu yang bisa kutaruh di bawah sepatuku?
[Pengambilan gambar lain dalam gerak lambat]
- Cut. - Cut.
- Mulai. - Mulai.
Mari kita buat pembuluh darahmu tampak.
- Pembuluh darahku? - Ya.
- Bagaimana caranya? - Aku bisa membantumu.
- Tangan yang mana? Yang ini? - Yang ini.
- Kepalkan tanganmu. Cepat. - Astaga.
Tunggu. Ini... Hei.
No comments yet. Be the first to leave one.