The first 164 lines.
Alih bahasa : Nerd ian
Berdasarkan Kisah Nyata
Lelaki suka kontrol.
Mereka suka mengontrol waktu, tanah, dan hewan.
Mereka suka mengontrol orang lain.
Aku dipanggil saat mereka kehilangan kontrol ini.
Aku kenal seorang pria.
Itu mungkin 10 tahun lalu. Tapi sejarah berulang.
Pria ini menemukan serigala di tanahnya.
Orang-orang biasa menembak serigala.
Tapi dia berpikir bahwa hewan bisa dijinakkan.
"Aku ingin jalan dengan serigala terikat", katanya.
Mereka hidup bersama dan berbagi makanan.
Berdekatan di siang hari. Terpisah kandang malam hari.
Saat hewan itu tampaknya siap...
pria itu kalungkan rantai di leher binatang itu.
Tapi serigala tetap serigala, ia tidak berubah.
Tidak bisa dijinakkan.
Maka pria itu melepaskan tembakan ke kepalanya.
Dia bisa saja membebaskannya.
Atau melepaskannya.
Tapi lelaki tetap lelaki.
Alam menegaskan dirinya dan lelaki kehilangan kontrol.
Saat itulah mereka memanggilku.
Rumput yang tumbuh dari retakan di aspal misalnya.
Itu adalah alam.
Pertanyaannya adalah:
Apa manusia bagian dari alam?
Aku punya gagasan berbeda soal dunia.
Kubiarkan saja.
Aku hanya bilang:
"Baik."
Berapa banyak? / Tangki penuh.
Ada masalah?
Entahlah.
Rasanya panas.
Dua puluh.
Daah.
Bagaimana hasilnya?
Seperti biasa.
Bar.
Pom bensin.
Ini sepanjang minggu?
Termasuk hari Sabtu? / Ya.
Hari ini aku buang banyak uang.
Aku membeli anjing.
Kau harus lihat mata dan kepalanya.
Jorok.
Aku akan pulang, tidak tinggal di sini malam ini.
Baik? / Baiklah, pergi!
Itu anjing yang baru dibeli oleh Gino? / Ya.
Begitu cara dia habiskan uangnya.
Hai!
Butuh bensin?
Tidak.
Mobilku bagus hari ini.
Kau orang perancis? / Ya, aku orang Perancis.
Tu parlé français?
Ya.
Lagu cinta.
Lagu cinta!
Namaku Nathaniel.
Aku kerja di area ini tapi aku segera pindah.
Siapa namamu?
Rosa.
Rosa.
Mawar.
Nama cantik.
Senang bertemu kau, Rosa.
Senang bertemu kau!
Seperti istilah kami di bahasa Prancis.
Daah.
Aku akan pergi dalam dua hari.
Mau ikut?
Kuletakkan di sini.
Dia ini mahal. Anjing petarung.
Dia sudah bunuh satu.
Ikat di gudang dan jangan beri makan.
Mereka ingin dibayar. Dan sudah kubayar.
Tapi ini perampokan di siang bolong.
Mereka tambahkan berat tapi tidak ada nilainya.
Aku harus pergi.
Gino menunggumu? / Pekerjaan menungguku.
Kita akan bertemu lagi?
Tidak!
Xolo!
Bagaimana rasanya membunuh seseorang?
Kau tidak tahu?
Kau tidak pernah bertanya pada dirimu?
Kemari!
Berapa banyak yang kau habiskan untuk gaun ini?
Kau ambil uang bar.
Butuh sesuatu?
Jawab aku.
Kau mau apa?
Butuh baju?
Tidak punya gaun lagi?
Apa kau harus mencuri?
Aku jual bensin, Rosa.
Aku siap pergi.
Kau?
Aku tak tahu.
Gino membeli anjing.
Anjing mahal.
Aku tahu.
Kita ambil dan pergi!
Tidak.
Aku siap. / Ya.
Anjingnya? / Ada di bagasi.
Apa yang kau lakukan di sini?
Kemana kita?
Menjual anjing.
Kau lihat itu?
Sepertinya tak buruk.
Lihat.
Dijual ke siapa?
Aku kenal seseorang di bisnis anjing petarung.
Kita cek nilainya.
Ini pertama kalinya aku makan diluar.
Sungguh?
Tidak ada yang bawa kau ke restoran?
Keluar?
Tidak.
Tidak ada.
Aku selalu di desa.
Bagaimana dengan keluargamu, Rosa?
Aku tidak punya.
Jika kita melihat restoran sungguhan,
aku akan membawamu.
Aku janji.
Berapa banyak yang kita dapat?
Sekitar tiga ratus lima puluh.
Untuk satu hari.
"Tanpa hati kita akan menjadi mesin belaka."
Tanpa hati kita akan menjadi mesin belaka.
Aku ingin tunjukkan tempat yang indah.
Cantik.
Cantik
Nathaniel?
Ya?
Aku harus mulai lagi. Kutinggalkan semua.
Dan kau harus membantuku.
Aku di sini, Rosa.
Rosa?
Ya?
Bagaimana kau bertemu Gino?
Di pom bensinnya.
Aku sedang mencari kerja dan kami bicara.
Dia membantuku karena aku sendirian.
Gino punya keluarga. Apa kau tahu itu?
Dia punya istri.
Kau jatuh cinta padaku, Nathaniel?
Dengan sepenuh hati.
Aku telah berbuat hal-hal buruk.
Aku tidak ingin tahu tentang itu.
Aku berbuat banyak hal. Aku harus ceritakan itu.
Kau tidak kenal aku.
Kau juga tidak kenal aku.
Aku kenal.
Ada majalah di koper.
Kutandai satu artikel.
Tentang anjing Gino.
Namanya Csolo.
Xolo, bukan Csolo.
No comments yet. Be the first to leave one.