The first 200 lines.
Biarkan saja. Aku akan membakar mereka semua.
Anak nakal.
Apa kau akan menyerah?
Pada ibumu dan menjadi reporter?
Iya.
Kenapa kau berbohong jika kau tidak bisa?
Lalu aku harus bagaimana? Aku sudah berjanji pada ayah.
Aku tidak bisa menghabiskan hidupku dengan menjadi gelandangan pengangguran!
Aku..
...bahkan aku terlalu malu untuk bertemu denganmu lagi.
Kenapa?
Menurutmu aku ini bodoh?
Aku tahu betul bahwa kau menyerah ke perguruan tinggi karena aku.
Apa menurutmu aku nyaman hidup dengan uang yang kau hasilkan?
Aku juga...
...punya hati nurani! Jadi...
Buang semua ini. Aku akan lega jika tahu semua ini telah berakhir.
Kau berbohong.
Oke, benar... itu bohong.
Itu bohong, tapi apa lagi yang bisa kulakukan? Aku tidak membutuhkan semua ini.
- Lepaskan. - Bajingan!
Aku membutuhkannya.
- Apa? - Buku-buku ini...
Aku membutuhkannya.
Kenapa kau membutuhkan buku-buku ini?
Kau mau menjualnya?
Tidak.
Aku ingin menjadi seorang reporter.
- Sama sepertimu. - Apa?
Ayo kita jadi reporter bersama, In Ha.
Hah?
Oke.
Cegukanmu berhenti.
Aku akan meminjamkanmu semua buku-bukuku.
Aku telah menghabiskan tiga tahun terakhir membacanya dan membuat catatan.
Kau beruntung. Ada banyak orang yang mengantri untuk membeli bukuku.
- Oke, terima kasih. - Lalu bagaimana dengan kakek?
Kita mungkin bisa belajar secara rahiasa...
...tapi dia akan segera tahu betapa pintarnya kau setelah kau menjadi reporter.
Bagaimana jika ia pingsan lagi setelah mengetahuinya?
Hanya karena aku ingin menjadi seorang reporter belum berarti aku benar-benar akan jadi reporter.
Apa kau pernah dengar sopir taksi menjadi reporter?
Kenapa? Sopir dan reporter... tidak beda jauh.
Lupakan saja, kesempatanku menjadi reporter adalah Nol.
Jadi kau tidak perlu terlalu mencemaskan segala hal.
Aku hanya akan berusahabelajar tanpa diketahui ayah.
Bagaimana dengan taksi? Apa kau akan berhenti?
Apa kau gila? Itu seperti roti dan mentegaku.
Aku hanya akan belajar di sela-sela waktu karena kesempatanku Nol.
- Tidak, tapi 50:50 - Apa?
Artinya bahwa sopir taksi sepertimu, dan Pinocchio seperti diriku...
...punya kesempatan lima puluh persen untuk menjadi reporter.
Kita bisa saja berhasil, atau gagal, atau salah satu diantara kita.
Kau benar. Karena kita berdua, jadi ada peluang 50%.
Iya.
Kakek.
Jika aku memberitahu ayah bahwa aku tidak akan menyerah menjadi reporter...
... apa dia akan memukulku?
Kenapa masih bertanya? Kau sudah tahu jawabannya.
Bagaimana cara mendapatkan izin?
Kau tidak perlu izin.
Jika itu adalah pilihan yang telah kau tetapkan, maka lakukan saja.
Tapi tetap saja...
Apa yang lebih sulit dari pada menaruh uang orang lain di kantongmu...
... yaitu memaksakan pendapat kepada orang lain yang tak mempercayainya.
Itu adalah sesuatu yang bahkan tidak yang bisa dilakukan orangtua.
Ayah, maaf karena aku sudah membuatmu khawatir.
Aku gagal lagi di putaran final wawancara.
Tapi aku hampir saja berhasil. Dan... ada hal yang ingin kukatakan.
Jangan marah dulu, dan dengarkan aku, ya?
Kakak, aku harus bicara denganmu.
Hah? Kau ingin bicara dengan Dal Po?
Bukan In Ha?
Ayo bicara di luar.
Baik.
Kenapa dia ingin bicara denganmu, bukan aku?
Tidak tahu.
Jangan khawatir. Aku akan bicara padanya.
Tapi... kenapa dia malah ingin bicara dengan paman?
Kakek, apa aku satu-satunya yang berpikir ini aneh?
Bukan aku?
Em... paman,
In Ha... masih ingin menjadi reporter.
In Ha siap untuk menyerah karena telah berjanji padamu.
...tapi sepertinya ia tidak mampu menyerah pada mimpinya.
Kau tahu pepatah...
'Apa yang lebih sulit daripada menaruh uang orang lain ke dalam sakumu...
...adalah memaksakan pendapatmu sendiri kepada orang lain'
Aku bukan ingin membicarakan itu.
Apa?
Aku melihat kalian berdua berbicara di atap tadi.
- Itu... - Jika aku benar tentang apa yang kupikirkan...
Kau punya perasaan terhadap In Ha.
Apa aku salah?
Apa In Ha juga?
Tidak, In Ha tidak.
Dia tidak tahu bagaimana perasaanku padanya.
Kapan kau mulai menyukainya?
Aku tidak tahu.
Aku hanya tahu bahwa itu muncul baru-baru ini.
In Ha adalah...
satu-satunya putriku.
Dia lebih penting dari siapapun di dunia ini.
Itu sebabnya aku tidak ingin melihatnya terluka
dan aku ingin dia bahagia, dan bersama seseorang yang bisa memanjakannya.
Iya.
Oleh karena itu siapapun yang akan bersamanya...
... tidak ada yang cukup baik untuknya di mataku.
Bahkan jika dia membawa seseorang yang lebih hebat dari Im Hong Ryong...
... aku masih belum terima, akan bertanya, dan berdebat dengannya.
Di sisi lain...
- Kau... - Aku punya banyak kekurangan.
Aku seorang yatim piatu dan aku tidak tahu asal usulku...
... dan aku tidak punya uang dan kemampuan lain.
Aku akan hati-hati agar dia tidak menyadari perasaanku.
Oleh karena itu aku tidak pernah bertindak atas perasaanku.
Dan aku akan terus seperti itu.
- Dal Po... - Kau tidak perlu khawatir.
Bagiku, keluarga ini adalah yang utama.
Aku tidak akan melakukan apapun yang akan merusaknya.
Aku akan menghapus perasaanku, jadi tenang saja.
Terima kasih.
Ayah, kenapa kau bicara dengan pamanku bukannya denganku?
Kau sangat menjijikkan. Bicaralah denganku setelah kau selesai menyikat gigi.
Tidak, aku mau bicara sekarang. Ayah, aku...
In Ha adalah putriku satu-satunya.
Dia lebih penting dari siapapun di dunia ini.
... Lebih sulit untuk memaksakan pendapatmu sendiri kepadaku!
Aku tidak ingin melihatnya terluka...
...dan aku ingin dia bahagia bersama orang yang bisa memanjakannya.
Kau mendengarkanku? Aku ingin kau menghargai keputusanku.
Lupakan saja, masuk sana. Kau mempermalukanku.
Memalukan? Siapa? Aku?
- Apanya yang memalukan? - Semuanya!
- Ayah, aku benar-benar ingin menjadi reporter! - Lakukan saja, pergilah jadi reporter.
Benarkah? Apa kau serius? Paman, kau dengar itu?
- Dia memberiku izin! - Selesaikan sikat gigimu!
Hei, menurutku kau harus mengganti bumpermu.
- Apa kau yakin tentang kompensasi? - Tidak apa-apa.
- Fungsinya memang seperti itu. - Ah, kau benar-benar keras kepala.
Berhentilah bersikap baik. Setidaknya kau bisa mendapatkan 100.000 Won untuk ini.
- Baik. - Dasar.
Omong-omong, Jae Myung... Bekas pabrik yang kau maksud...
Tanggal pembongkarannya sudah ditetapkan.
Benarkah? Kapan?
tanggal 5 bulan depan.
- Kami akan meledakkannya, mau bergabung? - Iya.
- Tolong izinkan aku. - Ini pekerjaan yang berbahaya..
Baiklah, bersiapla.
Terima kasih.
Hei, ada rumor tempat itu dihantui.
Apa kau tidak takut?
- Hantu? - Iya.
Bahkan jika itu hanya sosok hantu...
Aku berharap bisa melihatnya lagi.
- Dal Po, kemari.. - Ada apa?
Baca ini.
Apa ini?
- YGN membuka lowongan? - Iya.
YGN adalah satu-satunya stasiun yang masih membuka lowongan tahun ini.
Mereka tidak melihat latar belakang pendidikan.
Ini hanya tes tertulis, tes kamera, dan proses wawancara.
Ini adalah peluang yang sempurna bagi seorang sopir taksi, dan Pinocchio sepertiku.
Sepertinya ini peluang bagus.
Apa kau tidak akan memberitahu mereka bahwa kau Pinokio?
- Tidak, aku tidak mau. - Apa kau bisa melakukannya?
Selama aku tidak ditanya tentang itu maka aku bisa melakukannya tanpa cegukan.
Kau bisa mulai dengan mempelajari buku-buku ini.
Apa sekitar satu bulan cukup bagimu untuk mempelahari semua ini?
Coba kulihat.
Seminggu pasti cukup.
Hei, jangan konyol.
Bagaimana kau bisa membaca semua ini dalam seminggu?
Air murni, Glycol distearat, Gliserin, Betaine, Natrium Klorida, Asam sitrat
Methylchloroisothiazolinone, lemon esensial, dan...
Apa yang kau lakukan?
Aku bosan saat menyikat gigi, jadi aku menghafal semua bahan dalam sampo.
Aku menghafal lebih cepat dari orang lain, jadi jangan khawatir.
Seminggu pasti lebih dari cukup.
Tentu saja kare kau bahkan membaca semua buku-buku di perpustakaan 8 tahun lalu.
Ini catatan yang aku maksud tempo hari.
Ini adalah daftar pertanyaan dasar yang sudah kutulis.
Dan ini adalah beberapa artikel yang telah kukumpulkan.
Dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu, siapapun yang dipilihnya, tak akan cukup baik dimataku.
Seperti halnya setiap ayah lain di dunia ini terhadap putri mereka.
Tapi kau...
Aku akan hati-hati agar dia tidak menyadarinya.
Oleh karena aku aku tidak bertindak atas perasaanku.
Dan akan terus seperti itu.
Diterjemahkan oleh: Aya Melorita Twitter: @person2805
Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius .. .
- Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius... - Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius...
Pada pertemuan Dewan Keamanan PBB...
- Pada pertemuan Dewan Keamanan PBB... - Pada pertemuan Dewan Keamanan PBB...
Lebar... buka lebar-lebar
Telah menyatakan bahwa mereka akan mengajukan proposal.
Permisi, aku ingin membeli salah satu majalah ini.
Kakek, majalah ini untuk anak muda.
Aku tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.