The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Apa itu?
Kenapa dia pergi ke kamar Pak Kang pukul sebegini?
Dia pergi begitu saja.
Jadi, sama seperti sekarang,
dia pergi ke kamar Pak Kang juga malam itu?
Ada apa di antara mereka berdua?
Ayah.
"Episode 63"
Do Ran, ada apa kemari pukul sebegini?
Aku mau memberikan ini.
Ini kue beras wijen hitam dan teh jujube.
Kamu datang mau memberikan ini selarut ini?
Sudah ayah bilang jangan datang seperti ini.
Aku juga punya kabar baik untuk Ayah.
Kabar baik?
Ayah.
Bu Oh bilang
dia merasa bersalah dan minta maaf kepadaku.
Katanya dia dibutakan kebencian hingga saat ini.
Katanya dia tidak akan berpikiran jelek lagi tentangku.
Katanya dia juga mau akrab denganku
dan kami harus mencobanya bersama.
Bu Oh sungguh bilang begitu?
Ya, Ayah.
Sudah ayah bilang semuanya akan baik-baik saja.
Sudah ayah bilang dia akan memahami ketulusanmu.
Baguslah, Do Ran.
Ayah turut senang.
Apa ini?
Sekretaris Kim sudah masuk lebih dari lima menit.
Apa yang dia lakukan di dalam selama ini?
Pasti ada sesuatu
di antara mereka berdua.
Kenapa dia mengendap-endap seperti kucing liar?
Dia takut apa?
Ini tidak biasa.
Jika Ibu tahu soal ini,
dia akan bilang apa?
Sayang.
Minumlah teh jujube.
Kamu mau tidur di sini?
Di sini tidak nyaman.
Aku sudah meminta maaf kepada Do Ran.
Kubilang aku tidak akan berpikiran jelek lagi tentangnya.
Aku akan berusaha yang terbaik.
Aku berjanji kepadanya.
Sayang,
maaf sudah mengecewakanmu.
Aku tahu aku gegabah.
Aku tahu aku cerewet dan mudah terpengaruh.
Jadi, aku selalu berusaha berhati-hati.
Tapi hari ini kurasa aku membuat kesalahan besar.
Tapi
kamu harus memahami itu.
Aku juga pernah merasa kesulitan
karena pernikahan mereka.
Itulah alasanku amat membencinya.
Itulah alasan insiden seperti hari ini terjadi.
Aku amat menyesalinya.
Mulai sekarang, aku berjanji kepada diriku
tidak akan bersikap seperti itu lagi.
Kamu yakin?
Ya. Aku yakin.
Jadi, kumohon, jangan bermuka suram lagi.
Setelah menghabiskan waktu dengan Do Ran, aku menyadari
dia juga berusaha yang terbaik.
Aku juga akan berubah pikiran.
Jadi, tolong jangan marah lagi kepadaku.
Tinggalkan teh jujube di sini. Akan kuminum nanti.
Ya.
Sayang, kamu tidak marah lagi.
Benar?
Jadi, kembalilah ke kamar dan tidur.
Jika kamu tidur di sofa, punggungmu nanti sakit.
Ya? Sayang?
Sayang, tidurlah di kamar, ya?
Ibu.
- Kemari. - Ada apa?
Kenapa? Ada apa?
Ibu.
Jangan terkejut.
Kenapa? Ada apa?
Apa ini? Bukankah ini kamar Pak Kang?
Benar, Bu.
Lihat? Sekretaris Kim keluar dari kamarnya.
Aku menyaksikan dari luar.
Dia sudah di kamar Pak Kang selama lebih dari lima menit.
Bukankah menurut Ibu ada yang mencurigakan?
Apa maksudmu?
Ibu, Pak Kang juga pria.
Nona Kim bersamanya selama lebih dari lima menit.
Ada sesuatu.
Maksudmu,
mereka berselingkuh?
Jika bukan begitu, kenapa Nona Kim ke kamar Pak Kang?
- Pria dan wanita... - Hei.
Beraninya kamu bilang begitu.
Da Ya! Kamu gadis jahat!
Ibu...
Ibu amat menyayangimu. Beraninya kamu bilang begitu.
Apa? Selingkuh?
Bagaimana bisa kamu selancang itu? Kamu sudah gila?
Ibu...
Jika kamu mengucapkan kata-kata vulgar itu lagi,
ibu usir kamu dari rumah ini.
Ibu, bukan begitu.
Nona Kim ke kamar Pak Kang di tengah malam.
Serta ini bukan kali pertama.
Astaga, apa kamu sudah gila?
Do Ran bilang
dia mau memberikan kue beras wijen hitam kepada Pak Kang.
Lantas, dia bisa langsung pergi setelah menyerahkannya.
Kenapa dia tinggal selama itu?
Apa yang dia lakukan dengan Pak Kang?
Pak Kang mengajarinya menyetir
dan mereka berbelanja bersama.
Kenapa mereka tidak boleh berbincang?
Karena mereka bicara di malam hari, itu berarti perselingkuhan?
Jika mengatakan hal konyol macam itu lagi, ibu akan...
Lalu, kamu...
Sudah ibu bilang, panggil Do Ran dengan sopan.
Kamu masih memanggilnya Sekretaris Kim?
Kamu anggap apa kata-kata ibu?
Perlakukan dia dengan hormat mulai sekarang.
Paham, Berandal?
Baik.
Astaga.
Apa-apaan itu?
Apa Ibu baru saja memanggilku berandal?
Bagaimana bisa Ibu melakukan ini kepadaku?
Ada apa dengannya?
Kamu dari mana, Do Ran?
Aku? Aku tidak ke mana-mana.
Kamu meninggalkan ponselmu di sini.
Kamu tidak di dapur ataupun kamar Nenek.
Kukira kamu berjalan malam lagi.
Jadi, aku keluar untuk mencarimu.
Kenapa kamu selalu mencariku?
Kamu bukan anak-anak,
jadi, berhentilah mengikutiku.
Do Ran, tutup matamu.
Untuk apa?
Cepat.
Baik.
Jangan berbuat konyol.
Atau akan kuberi kamu pelajaran.
Pelajaran apa?
Akan kutunjukkan keahlian tendangan sampingku.
Astaga, menyeramkan. Cepat.
Baiklah. Sudah.
Sekarang buka matamu.
Apa ini?
Bukalah.
Buku rekening dan kartu debit?
Apa ini?
Ini hadiah dari suamimu.
Tabungan.
Direktur Wang.
Do Ran, kamu sekarang
istri direktur Bom and Food.
Belilah pakaian dan tas yang bagus.
Belilah apa pun yang kamu inginkan atau butuhkan.
Traktir teman-temanmu makanan enak juga.
Direktur Wang...
Jangan terbawa emosi.
Bukan hanya uangku,
tapi semua yang kumiliki adalah milikmu juga.
Kamu juga berhenti bekerja.
Aku tahu tidak nyaman
mendapat uang jajan dariku atau ibuku.
Terima kasih.
Tunjukkan jika kamu berterima kasih.
Jangan hanya dengan kata-kata.
Kamu mau aku berbuat apa?
Biar kupikir.
Cium dahulu.
Ayolah.
Kenapa kamu mendorongku?
Kemarilah.
Do Ran.
Apa?
Ada apa denganmu?
Tidak, jangan lakukan ini.
- Tapi aku mau. - Tidak.
Ada apa? Hentikan.
Jangan tertawa.
Ada apa denganmu? Sungguh.
Hentikan.
Ada apa denganmu?
Ayolah. Katamu kamu mau melakukan sesuatu untukku.
Apa aku sungguh salah?
Tapi ada apa denganku?
Kenapa aku amat membenci Sekretaris, maksudku, Kak Do Ran?
Aku tidak boleh seperti ini.
Tapi
bagaimana jika Ibu tidak menyayangiku lagi?
Lantas...
- Hei, kamu. - Astaga, Nenek.
No comments yet. Be the first to leave one.