Lan Life (Lan Cable Life / 랜선라이프)

Lan Life (Lan Cable Life / 랜선라이프)

Download Indonesian Subtitle

Release info

랜선라이프ㅡㅡLan LifeㅡㅡE40 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Video download di drakorindo.info atau www.drakoric.com. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-05-03
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ini hari Selasa pukul 11 malam.

Peluang untuk melihat kehidupan, sekaligus konten para kreator.

Kehidupan para kreator terbaik di Korea.

- LAN Life. - LAN Life.

"Great Library, Yumdaeng"

Aku kreator baru, Lee Yeong Ja.

Bukankah ini kali pertamamu memperkenalkan diri?

Aku sutradara film di Yeong Ja TV.

Aku aktor sulih suara, Park Young Jae.

Kapan kamu menjadi sutradara?

- Aku menyebut diriku sutradara. - Kupikir kamu asisten.

Dan kita kedatangan tamu baru hari ini.

Mereka melampaui riasan pria sehari-hari.

Mereka bisa meniru karakter film, juga drama.

Mereka genius dalam tata rias.

Kanal mereka bernama Seoulite. Mereka Zeze dan Joon.

"Seolite memiliki 210.000 pelanggan"

- Mereka tampan. - Ya.

Mereka Joon dan Zeze.

Nama mereka seperti tokoh kartun.

- Penggemar mereka juga banyak. - Benar.

- Mereka tampak seperti idola. - Benar.

"Seolite merupakan perwakilan para kreator kecantikan"

Bukankah mereka selebritas?

Kupikir mereka idola.

Astaga, itu keren sekali.

"Mereka menguasai tata rias peniruan dan seni"

Apa itu?

"Mereka menantang diri untuk meniru tata rias 'Avengers'"

"Itu konten terbaik yang diciptakan kedua pria ini"

"Bagaimanakah rupa mereka nanti?"

"Pembuatan konten Yeong Ja TV mencapai episode terakhirnya"

"Dari semua rumah yang Yeong Ja cari"

"Yeong Ja sudah begitu lama ingin melihat rumah ini"

"Rumah kesukaan Yeong Ja akan diungkap"

"Aku sudah terlalu lama menyukai rumah ini"

"Rumah ini terasa seperti cinta pertama Yeong Ja dahulu"

"Aku sangat jatuh cinta pada rumah itu"

"Rumah itu membuat Yeong Ja jatuh cinta pada pandangan pertama"

"Rumah ini penuh rasa antusias"

"Dua rumah terbaik bagi Yeong Ja akan diungkap"

"Kalian bisa menikmati alam yang kaya di Pulau Jeju"

"Yeong Ja berada di perjalanan finalnya"

"Dalam mencari rumah untuk ditinggali setelah pensiun"

- Baiklah, kita akan berangkat. - Baiklah.

Rasanya menyenangkan ada di sini bersamamu sebelum terlambat.

Ya, ini sangat menyenangkan.

Kamu begitu hebat, Pak Park.

- Ini bukan apa-apa. - Kamu mengikutiku dengan baik.

Bersikap baiklah pada adikku, bahkan jika aku pergi.

"Dia terkejut akan gurauan Yeong Ja"

Sebagai warisan,

- aku akan memberimu komentar pedas. - Tunggu.

Aku tadinya ingin merekamnya.

"Itu warisan yang kreatif"

- Komentar pedasnya? - Warisannya.

- Dia memberikan komentar pedas. - Komentar pedas adalah warisannya.

"Dia ingin memberi sesuatu pada Pak Park"

- Istriku berbuat banyak untukku. - Tidak apa-apa.

"Mereka menuju ke rumah berikutnya"

Melihat desa seperti ini membuatku sangat ingin datang kemari.

- Aku terus menginginkan lebih. - Lihatlah sekelilingmu.

"Melihat pemandangan ini makin membuatnya ingin tinggal di Jeju"

Astaga. Itu di dalam desanya.

Desa ini cukup besar.

"Banyak rumah berkumpul di sekitar desa ini"

Bisa kalian melihatnya di sana?

- Di sana. - Itukah rumahnya?

Ya, rumah itu.

- Rumah yang seperti gudang itu. - Rumah putih itu?

- Rumah putih itu? - Ya. Terasa modern, bukan?

- Astaga. - Bukan begitu?

- Inikah rumahnya? - Ini rumahnya.

"Apa rumah ketujuh yang Yeong Ja pilih?"

"Berjalan melewati gang dengan tembok batu"

"Ada sebuah rumah putih dengan lubang di tengahnya"

- Ada lubang di tengahnya. - Ya.

"Pekarangan, Pintu masuk, Rumah"

"Ada pekarangan rahasia di belakang rumahnya"

"Dan tembok tradisional dari batuan vulkanik mengitari pekarangan"

Bebatuan vulkanik itu sangat cantik.

"Ini area pemulihan terbaik yang terbuat dari alam"

- Bahkan rumputnya cantik. - Membuat keserakahanmu hilang.

"Ini area pemulihan terbaik yang terbuat dari alam"

Aku ingin tinggal di Pulau Jeju.

"Itu membuat banyak orang ingin hidup di Pulau Jeju"

"Ini rumah impian ketujuh Yeong Ja"

"Bagaimanakah rupa rumahnya?"

Halo.

- Halo. - Maafkan aku.

- Aku mulai bekerja sebagai kreator. - Ya.

Aku sedang mencari rumah yang ingin kutinggali di Pulau Jeju.

- Bisa kami lihat rumah kalian? - Ya, tidak masalah.

- Kami juga bisa merekamnya? - Tidak masalah.

- Terima kasih banyak. - Tidak masalah.

- Astaga, mereka pemiliknya? - Mereka masih sangat muda, bukan?

- Ya. - Ya.

Kalian begitu baik. Di mana orang tua kalian?

Apa?

- Orang tua mereka? - Kenapa mereka harus di sana?

- Jadi, mereka pasangan? - Satu pasangan hidup di sana.

Astaga. Kalian bukan mahasiswa?

Kami sudah menikah.

- Astaga. - Ini sudah terasa menyenangkan.

Astaga, lihatlah ini.

Ini sudah terasa menyenangkan.

Aku sudah bisa merasa tenang di sini.

Astaga, cantik sekali.

Di sana juga ada keranjang.

Astaga.

Astaga, aku sangat suka rumah ini.

Astaga.

"Dia sudah sangat menyukai pintu masuknya"

"Interiornya mengarah ke sebuah lorong"

- Ini sangat modern, bukan? - Lebih luas dari dugaanku.

- Bukan begitu? - Ruang di dalamnya begitu banyak.

Itu sangat bagus.

"Interior manisnya memperlihatkan betapa peka pemiliknya"

Seperti ini. Ini menyenangkan, bukan?

- Ini seperti rumah di majalah. - Bukan begitu?

"Seperti rumah di majalah"

"Ruang kecil bisa terlihat di belakang sudut ini"

- Pasti itu ruang untuk anak. - Ya, itu ruangan anak mereka.

"Cahaya matahari hangat menyinari tempat ini"

"Impian putri usia 8 tahun mereka tumbuh di ruangan ini"

"Pekarangan rahasia bisa terlihat di sebelah ruangan itu"

Ini dia.

Tidak ada ambang pintu di sana.

"Pekarangan rahasia bisa terlihat di sebelah ruangan itu"

Pekerjaan mereka terkait dengan pekerjaan konstruksi?

Suaminya perancang. Dia mendesain rumah itu.

Tentu saja.

Suaminya mendesain rumah itu.

- Itu pedoman untuk banyak rumah. - Ya.

"Ini rumah pedoman di Pulau Jeju"

"Suami perancang ini mendesain sendiri rumah ini"

"Guna membuat rumah indah untuk istri dan putrinya"

"Apa saja kisah di dalam sana?"

Aku sangat suka rumah ini.

- Bisa kulihat semua hal di sini? - Ya, kamu bisa lihat sekeliling.

- Mulai dari toilet di sini. - Toilet?

Ini toiletnya.

Tekanan air sangat penting bagiku.

- Tekanan air? - Ya, itu sangat penting bagiku.

- Tekanan airnya bagus. - Begitu rupanya.

- Izinkanlah aku masuk. - Tentu.

- Cobalah dirus toiletnya. - Astaga.

"Dia terkejut"

Apa ini?

Ini seperti hotel mewah.

"Ini seperti hotel mewah"

"Di toiletnya terdapat interior yang sederhana, tapi mewah"

- Ini sungguh seperti hotel. - Maksudku,

bak mandi itu...

- Seperti hotel sungguhan, bukan? - Ya.

"Bak mandinya tampak cukup besar untuk ketiga anggota keluarga ini"

Toiletnya adalah hotel. Astaga.

"Dia memeriksa tekanan air, yang paling penting"

Lihatlah ini.

"Toiletnya terdirus begitu kuat"

- Yang besar bahkan akan terdirus. - Benar.

Ini sangat cantik.

Kalian menggunakan bak mandi ini?

- Ya. - Ya.

Tapi saat sekali menggunakannya, kami harus banyak mengelapnya.

Aku yakin begitu.

- Cantik, tapi harus kubersihkan. - Ya.

- Bagaimana dengan ruangan ini? - Ini kamar tidur utamanya.

- Itu kamar tidur utamanya? - Ya.

"Pencahayaan kamar tidurnya bagus dengan pemandangan tidak terhalau"

"Kalian bisa langsung mengagumi pemandangan Jeju dari kamar itu"

Astaga.

Ya ampun.

Bisa aku mengambil foto?

- Ya, silakan. - Ini indah sekali.

- Aku suka foto mereka. - Apa itu?

- Bingkai apa itu? - Aku suka foto pasangan itu.

Foto pasangan itu dan anaknya tampak indah, bukan?

"Ada foto hitam dan putih keluarga yang bahagia ini"

Begitu rupanya.

Pasangan ini punya selera yang begitu elegan.

Astaga, dari kamar tidur ini...

Kamu bisa melihat pemandangan dari ranjang saat terbangun?

- Ya. - Kamu juga bisa lihat cuaca?

- Ya. - Kalian tidak butuh melihat berita.

Aku selalu memeriksa cuaca dari berita.

Kamu bisa memeriksakan cuaca dengan matamu.

Ini rumah impianku.

- Sungguh? - Terima kasih.

- Banyak lorong di rumah kami. - Baiklah.

Jika melewati lorong itu,

kamu akan lihat kamar yang lebih kecil.

- Itu kamar yang lebih kecil? - Ya.

- Astaga. - Ruangannya bisa terbuka.

- Astaga. - Ruangannya bisa terbuka.

- Mereka bisa mengundang tamu. - Karena kami punya anak,

kupikir ruangan terbuka akan lebih baik untuknya berlarian.

"Pemandangan di luar jendela menarik hati Yeong Ja"

Lihatlah itu.

Inilah pemandangan dari kamar tamu yang bisa dibuka.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left