The first 164 lines.
sudah agak lama kusadari betapa lemahnya diriku
yowai jibun nante tokku ni jikaku shiten da yo
ku tak ingin terlalu akrab dengan seseorang seperti itu
sonna mon ni nareaitakunai ne
walau kuputuskan benang kegalauan dunia yang tak ada baiknya ini
tatoeba zokuseken dame da to nageku doukasen
itu takkan nyalakan api di bawahku
jibun ni hi ga tsukanu you ni
kita berpegangan tangan selama ribuan tahun
iku sennen mo te wo toriatte teitaraku wo
urusan menyedihkan ini terkuak dan kita mendarat di tempat berbeda
sarashiatte zureta chakuchi ten
walau ku harusnya bisa tertawa dan melihatnya
waratte mieta tsumori na no ni
jarak jauhnya tampak begitu jauhnya
toonoku kyori ha So Far
walau bukan karena ku kesepian
sabishii wake ja nai no ni
walau ku terus mengejarnya
oikakeru no ni
bawalah cintaku, terus coba ambil cintaku dan buatku menggila
boku no ai wo kurae Love wo kuratte miro Drive Me Crazy
kau pasti tahu cita-cita seseorang
dareka no risou wo hoshitten darou nee
ku tak ingin lakukan hal seperti biarkan kesensitifan kedewasaanku
kansei no seijuku nante shitaku ha nain da
kau mengerti, 'kan?
wakaru deshou
inilah simpati sederhana, yang lenyap di depan mata
tanjun Sympathy kieta me no mae no
lebih menggelora dari
keshiki ha aseta
warna yang memudar
iro yori koi
ZainuddinAri
mempersembahkan
Akan kuajarkan pada kalian semua
mengenai perbedaan kedudukan di antara kita.
Tunggu dulu, Akashi!
Mustahil!
Hentikan!
Kekalahan kalian adalah hal yang mutlak.
Bagaimana Kalau Menyerah Saja?
Quarter 73
Selisih 12 angka.
Kini Akashi jaga area yang lebih dalam dari sebelumnya.
Besar kemungkinan seperti Taiga, jangkauan pertahanannya sangatlah luas.
Kalau ditambah dengan anggota lainnya...
Tidak.
Setelah kesalahan berturut-turut begitu, kurasa Akachin tak bakal harapkan apa-apa lagi dari mereka.
Ja-Jangan-jangan...
Dia mau bertahan sendirian?
Yang benar saja? Ini sudah masuk jangkauan pertahanannya?
Steal, lalu serangan cepat?
Kagami!
Konsentrasi! Meski harus menempelnya, akan kuhentikan!
Sialan!
Perlawanan yang menggelikan.
Lebih baik kaubungkam mulutmu sambil berlutut.
Masuk!
Akashi berkuasa!
Sei.
Saat defense, waspadalah terhadap three-point.
Kalau hanya itu, kalian bisa melakukannya, 'kan?
Mustahil.
Akashi!
Aku sudah tak harapkan apa pun dari kalian.
Kalau itu juga tak bisa, biar kulakukan saja sendiri.
Saat offense maupun defense, Emperor Eye adalah ancaman terburuk.
Kalau Akashi sudah tak andalkan rekan setimnya lagi,
pertandingan ini jadi mirip saat kita lawan Seirin.
Duel antara dua pemain yang berada dalam Zone.
Saat itu, kedua pemain nyaris seimbang, tapi kali ini, Akashi jauh lebih unggul.
Prediksi yang dibuat setelah lihat gerakan lawan, takkan bisa dipatahkan begitu saja!
Out of bounds. Bola hitam!
Sial, ini gawat!
Apa pun yang kulakukan, permainanku tak bisa lebih baik dari yang sekarang!
Aku sudah masuki Zone, dan capai bagian paling dalam. Tapi...
Aku tak bisa buka gerbang baru yang kulihat di bawah sana!
Aku harus buat orang itu menyingkir. Kalau hanya menunggu, tak bakal terbuka!
Apa yang sebaiknya kulakukan? Apa yang...
Kagami.
Kuroko.
Bagaimana kalau menyerah saja, untuk sekarang?
Bicara apa kau, Kuroko? Kita sudah sejauh ini!
Yang kumaksud bukan menyerah di pertandingan ini.
Tapi, perjuangan yang kaulakukan seorang diri.
Kami memang bilang kalau andalkanmu, tapi kurasa hal itu terlalu berat bagimu.
Kalau memang terlalu berat, maukah kaubagi beban itu denganku?
Kalau hanya itu, aku bisa melakukannya seorang diri!
Tinggal sedikit lagi.
Tidak. Itu tak benar, 'kan?
Percuma saja merengek minta gerbang itu dibuka.
Selama tak terbuka, aku hanya perlu lakukan semua yang kubisa.
Baiklah. Kalau begitu, kuminta bantuanmu!
Ayo kita lakukan berdua. Akan kita kalahkan Akashi!
Kami berharap pada kalian, Kuroko, Kagami!
Area pertahanan Akashi dengan Emperor Eye yang tengah masuki Zone, lebih luas dari Murasakibara.
Kalau begitu...
Pass kecepatan tinggi di luar jangkauan pertahanan!
Bagus!
Ayo!
Kalau ini masuk, tamatlah sudah!
Hentikan dia! Kumohon!
Kuroko!
Kagami!
Kagami di depan? Ini bukan double-team, ya?
Mustahil bagi Tetsuya untuk bisa ikuti gerakanku dan Kagami.
Kalaupun mereka punya rencana yang tak terduga, aku bisa lihat masa depan.
Tak ada seorang pun yang bisa kalahkan Emperor Eye!
Perbedaan antara Akashi denganmu, yaitu, kau tak punya Emperor Eye. Kalau begitu...
Aku akan jadi mata yang tutup perbedaan itu!
Kanan!
Mustahil. Ini tak mungkin!
Kenapa kau bisa berada lebih cepat, di posisi tempatku akan menuju?
Bagaimana caranya dia...
Yang tadi itu, Kurochin sama sekali tak lihat Akachin.
Kalau begitu, bagaimana?
Saat ini, Kuroko hanya amati Kagami seorang.
Dia prediksi gerakan Kagami.
Kemudian, dia bergerak berlawanan arah dengan Kagami.
Dengan begitu, dia bisa susul Akashi yang prediksi gerakan Kagami!
Ini beda dengan Emperor Eye.
Karena matanya terlatih untuk amati orang lain untuk lakukan Misdirection,
dan juga karena dia sudah berjuang bersama rekan setimnya!
Dia tak bisa menggunakannya pada lawan.
Melainkan, hanya pada rekan setim yang sudah sangat dipercaya olehnya!
Dan berkat kepercayaan itulah, dia bisa lihat masa depan sedetik lebih cepat dari Akashi!
Mata yang lihat masa depan rekannya. Emperor Eye milik Kuroko sendiri!
Berhasil!
Bagus!
Serangan balasan!
Yang benar saja? Hentikan dia, Kotaro!
Lolos!
Ayo!
Mereka rebut bolanya?
Mustahil.
Dari diriku ini?
Cepat sekali!
Saat Taiga turunkan kecepatan untuk lewati lawan,
dia langsung menyusul!
Akashi!
Emperor Eye pasti bisa menghentikannya!
Tetsuya?
Alley-oop?
Jangan main-main. Aku ini mutlak.
Kekalahanku, adalah hal yang mutlak takkan terjadi!
Masukkan, Kagami!
Ya, serahkan padaku. Akan kumasukkan. Aku sudah terima semua perasaan kalian.
Aku pasti akan memasukkannya!
Masuk!
Ini mustahil.
Sei sudah...
Rakuzan
Seirin
Akhirnya mereka berhasil.
Dengan Emperor Eye tiruan yang mendukung Kagami.
Ya. Kuroko sudah lakukan hal yang sangat mengejutkan.
Dan juga, Kagami yang bergerak tanpa khawatirkan Kuroko.
Bermain dengan sekuat tenaga tanpa keraguan sama sekali.
Rasanya mustahil dilakukan tanpa rasa percaya yang dalam.
Hal yang hanya bisa dilakukan oleh Kuroko dan Kagami.
Mengalahkan Emperor Eye.
Tapi, melihatnya dikalahkan sejauh ini...
No comments yet. Be the first to leave one.