Undead Girl Murder Farce (Undead Murder Farce)

Undead Girl Murder Farce (Undead Murder Farce)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Undead Girl - S1 - E04 [1080p HEVC]
A Commentary by Popopupo1
Untuk releasan Nyaa, Judas, Asw, Anime Time, Jangan lupa berikan Ratings ya*Ig : @Sebastianus_Ariston20

Tags

1080
HEVC
Published on: 2023-07-27
Downloads: 41
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Apa katamu?

Aku bilang

pembunuh Hannah ada di antara kalian.

Selanjutnya aku akan membuktikannya.

Aku tidak percaya.

Claude, dengarkan dia dulu.

Kita wajib mendengar penjelasannya.

Terima kasih atas pengertian Anda.

Mari kita mulai.

Siapa pembunuh Hannah Godard dan bagaimana cara si pelaku membunuhnya?

Aku akan menjawab teka-teki ini.

Kemunculan Pemeran Utama

Episode Empat

Setelah aku menyelidiki ulang TKP pada kasus ini,

ada tujuh poin yang muncul di benakku.

Pertama, sepertinya Hannah tidak menyadari pembunuhnya.

Kedua, pembunuh tidak memilih pagi hari di mana vampir sedang lemah, melainkan tengah malam.

Ketiga, pembunuh meninggalkan botol yang masih bisa digunakan di TKP.

Keempat, pembunuh sangat memahami bagian dalam kastel.

Kelima, pembunuh sengaja meninggalkan pasak perak di gudang.

Dari kelima poin tadi, bisa disimpulkan bahwa tersangka bukanlah orang luar.

Namun, yang paling aku perhatikan adalah poin keenam.

Poin ini berhubungan dengan suara.

Suara?

Pada saat terjadinya pembunuhan,

Claude dan Tuan Alfred berada di sekitar kamar Hannah.

Akan tetapi, mereka tidak mendengar adanya suara jeritan dari kamar Hannah.

Apa yang aneh dari ini?

Mungkin pembunuhnya mewaspadai hal ini.

Tentu saja.

Namun, jika pembunuh menusukkan pasak perak

dengan kuat di dada Hannah,

seharusnya itu terdengar seperti suara yang lebih keras daripada suara memalu paku.

Aku punya empat penjelasan.

Pertama, mungkin kedua saksi berbohong.

Dengan kata lain, mungkin mereka adalah komplotan.

A-Aku tidak mungkin melakukan hal itu!

Ya, tentu aku sangat memahami hal ini.

Kalian berdua tidak punya alibi.

Jika kalian adalah komplotan, seharusnya kalian mendiskusikan alibinya terlebih dahulu.

Kedua,

meskipun adanya suara,

mungkin mereka berdua tak berada di sekitar kamar Hannah saat terjadinya pembunuhan.

Dengan kata lain, mungkin kejadiannya terjadi sebelum pukul 1 dini hari.

Nona Rindo,

aku sudah memastikan tidak ada hal janggal yang terjadi di gudang pada pukul 01.00.

Ya, aku tahu.

Sebelum pukul 01.00,

Tuan Alfred dan Raoul berada di sekitar kamar.

Ketiga, saat pembunuh menusukkan pasak perak,

mungkin ada sesuatu yang dipasang di antara palu dan pasak peraknya.

Akan tetapi, mantel pembunuh dipenuhi darah,

ini membuktikan

bahwa darahnya memercik saat tidak ada penghalang dan mengenai pembunuh.

Karena itu,

sekarang hanya tersisa satu penjelasan.

Pembunuh langsung memegang pasak perak

dan menusuknya ke dada Hannah hanya dengan kekuatannya,

jadi siapa pun tidak akan bisa mendengar suaranya.

Namun, jika itu benar,

kenapa pembunuh tidak menggunakan palu?

Tuan Alfred.

Ya?

Jika terdengar suara seperti pukulan palu

yang datang dari kamar Nyonya,

menurutmu suara apa itu?

Aku akan mengira Nyonya sedang memperbaiki perabotan di kamarnya.

Begitu, ya. Bagaimana denganmu, Claude?

Aku juga akan mengira Ibuku sedang memperbaiki perabotnya.

Benar. Meskipun ada suara pukulan palu,

semua orang di sini tidak akan merasa aneh.

Oleh karena itu, alasan pembunuh tidak menggunakan palu

mungkin karena pasaknya bisa hancur dengan mudah.

Dengan kata lain, senjata pembunuh bukan pasak perak,

melainkan pasak yang dibuat dengan bahan lain.

Bicara apa kau ini, Nona Rindo?

Aku menemukan pasak perak itu di dalam gudang.

Yang kau lihat adalah pasak perak yang ternodai darah

dan luka Hannah. Hanya itu saja.

Pembunuh bisa saja menggunakan

pasak lain yang punya ukuran sama.

Namun,

jika itu kasusnya, terbuat dari apa pasak itu?

Pasaknya terbuat dari bahan yang mudah hancur ketika dipukul dengan palu.

Benda seperti itu tidak akan bisa membunuh istriku.

Selanjutnya, aku akan menjelaskan poin ketujuh.

Berikutnya adalah benda ini yang muncul di atas panggung,

botol kaca datar tertinggal di TKP.

Pembunuh sengaja mengambilnya dengan tujuan tertentu

dan sengaja meninggalkannya di TKP.

Maksudmu, dia memercikkan air suci, 'kan?

Benar.

Mari kita kembali ke topik utamanya.

Meskipun ada debu yang tertempel pada botol kaca,

kita tak bisa membersihkannya hanya dengan mengelap permukaan botol itu.

Dengan kata lain, bukan permukaan botol kaca yang kotor.

Poin terakhir tertera di sini,

kenapa ada kotoran di dalam botol kaca itu?

Jika botolnya diisi dengan cairan,

bagian dalam botol tidak mungkin kotor.

Itu artinya botol kaca itu kosong sejak awal.

Pembunuh ingin kita berpikir bahwa dia mengambil botol kaca berisi air suci.

Jadi, tersangka sengaja meninggalkan botol kosong di TKP.

Namun, bisa dilihat dengan jelas

bahwa tidak ada tanda-tanda air suci pada tubuh Hannah.

Kalau begitu, dari mana air suci yang dipercikkan ke tubuhnya itu?

Korban adalah seorang vampir.

Jika senjata pembunuhnya bukan terbuat dari perak, melainkan bahan yang mudah hancur,

jawabannya kalian sudah pasti tahu,

yaitu air suci.

Pembunuh membekukan air suci

dan membentuknya menjadi pasak es

lalu membawanya ke dalam kastel.

Dia menusukkan pasak es di tubuh Hannah yang sedang tertidur di kursi

dan membunuhnya.

Pembunuh memakai mantel untuk cegah darah menciprat ke tubuhnya.

Pasak es yang terbuat dari air suci meleleh dengan cepat di suhu panas

lalu membasahi pakaian Hannah

dan membakar tubuhnya.

Setelah melakukan hal itu,

pembunuh mengambil darah Hannah dengan menggunakan benda seperti wadah,

lalu untuk membuat kasus ini terlihat seperti dilakukan oleh orang luar,

tersangka meninggalkan mantel yang dipakainya

dan botol kaca yang ternodai darah di tempat kejadian,

kemudian meninggalkan kamar.

Setelah itu,

pembunuh menunggu Tuan Godard pergi berburu.

Setelah Tuan Godard mengonfirmasi bahwa tidak ada hal aneh di gudang,

dia merusak gemboknya, masuk ke dalam gudang,

dan menuangkan darah Hannah ke pasak perak

untuk membuat pasak perak itu terlihat seperti senjata pembunuh.

Sisanya tinggal menunjukkan adegan menakutkan itu ke Tuan Godard

saat dia kembali setelah berburu.

Jadi, penjelasanku

bisa disimpulkan dengan satu pertanyaan.

Kenapa pembunuh melakukan trik seperti itu?

Apa kau tahu jawabannya, Tsugaru?

Jawabannya adalah waktu, 'kan?

Mengatasi seadanya dengan memanfaatkan waktu.

Sudah kubilang, jangan pakai kiasan yang terlalu sulit.

Namun, kau benar.

Memalsukan alibi,

hanya itu alasan yang bisa kupikirkan.

Tuan Godard percaya bahwa pembunuhan itu terjadi setelah dia pergi berburu,

antara pukul 01.00 sampai 01.30 dini hari.

Namun, kalau pasak perak di gudang bukan senjata pembunuhnya,

antara pukul 12.30 sampai 01.00 setelah makan siang,

pembunuh bisa saja melakukan pembunuhan.

Berdasarkan itu, ada lima kondisi yang cocok dengan pembunuh.

Pertama, dia tidak punya alibi

di waktu pembunuhan yang sebenarnya, di antara pukul 12.30 sampai pukul 01.00.

Kedua, dia membuat alibi untuk membuat orang lain yakin

bahwa itu mustahil baginya untuk membunuh di antara pukul 01.00 sampai 01.30.

Ketiga, dalam rentang waktu tadi, dia bebas selama beberapa menit.

Keempat, kekuatannya cukup untuk menusuk pasak

yang tebal dengan tangan kosong dan merusak gembok.

Kelima, dia cukup gesit untuk membunuh vampir

dengan indra tajam tanpa ketahuan.

Jadi, untuk kondisi pertama,

orang yang tidak punya alibi di antara pukul 12.30 sampai 01.00 adalah

dua pelayan dan putra kedua, Raoul.

Di antara mereka, orang yang juga cocok dengan kondisi kedua

adalah Nona Giselle dan Raoul.

Ke-Kenapa aku?

Mereka berdua juga cocok dengan kondisi ketiga.

Setelah Tuan Godard meninggalkan kastel,

Raoul mengikutinya sekitar satu menit setelahnya.

Itu waktu yang cukup baginya

untuk pergi ke gudang dan memalsukan pasak perak adalah senjata pembunuh.

Nona Giselle meninggalkan Nona Charlotte untuk pergi ke toilet,

itu sudah dikonfirmasi oleh Nona Charlotte.

Namun, di antara kedua orang ini,

orang yang juga cocok dengan kondisi keempat dan kelima adalah

Raoul.

Tunggu.

Aku tidak mungkin melakukannya.

Kau menyebut tentang memalsukan kejadian, tapi aku tidak bisa menyentuh perak.

Benar,

ada bekas sentuhan jari pada darah di pasak perak itu.

Mungkin saat pembunuh meneteskan darah Hannah,

secara tidak sadar dia menyentuh pasak peraknya.

Kalau Raoul pembunuhnya,

jari-jarinya pasti sudah terbakar.

Namun, tangannya sangat bersih.

Lalu, di antara semua vampir yang dipimpin Tuan Godard,

tidak ada yang tangannya terbakar.

Sudah kubilang, bukan aku!

Kuncinya adalah kemampuan pemulihan vampir.

Ini adalah trik terakhir yang dilakukan oleh pembunuh.

Setelah menemukan tubuhnya, pembunuh kembali ke kamar dengan alasan untuk istirahat.

Dia mengambil salah satu pedang di dinding

dan memotong jari-jarinya.

Bagi orang biasa, itu sangat tidak masuk akal.

Namun, dia seorang vampir.

Dengan begitu,

pembunuh bisa menyingkirkan bukti jarinya terbakar itu dengan cepat.

Pembunuhnya bodoh sekali.

Aku belum selesai, tapi kau sudah membongkar semuanya.

Jangan khawatir, Nona Shizuku, tolong pegang Guruku.

Aku yang akan mengantarnya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left