The first 194 lines.
Aku tetap akan memilih untuk menikahimu di kehidupan selanjutnya.
Aku sungguh sangat bahagia.
[Sebenarnya apa arti dari hidup bersama sebagai suami istri?]
Kamu istirahat dulu.
Bukan. Apa benda seperti ini benar-benar ada gunanya?
- Oh ini… - Shut!
Ini…
Siapa yang pasang alat penyadap suara di sini…
Biarkan saja, kita jadikan itu sebagai umpan.
Siapa yang bisa melakukan hal seperti ini?
- Apa mungkin… - Apa mungkin…
Yang kamu pikir sama denganku, kan?
Bagaimana mungkin?
Omong kosong apa itu?
Siapa yang kamu pikirkan?
Aku tidak memikirkan siapapun.
Mau kuberi tahu siapa yang sedang kupikirkan?
Kamu pulang saja dulu,
pulang dulu.
Sim Jae Kyeong,
apa benar kamu yang melakukannya?
[Aku tak punya kepercayaan diri untuk menghadapi wajah istriku yang menghadap kemari,]
[aku sama sekali tak berani membayangkan bagaimana ekpresi wajah istriku.]
Aku sungguh sangat bahagia.
Sudah kusuruh kamu istirahat dulu,
setelah selesai akan kupanggil…
Aku tak berani tinggal sendirian.
Tak apa-apa.
Aku lihat stopkontaknya miring
makanya mau kubetulkan,
lalu aku lihat ada sesuatu yang aneh.
Aku coba buka dan melihatnya karena merasa curiga…
Ada ini di dalam.
Apa ini?
Astaga,
siapa yang pasang benda ini?
Suamiku,
aku takut sekali,
apalagi kita belum menangkap penjahatnya.
Apa kita harus tinggal di sini terus?
Aku takut sekali.
Jangan khawatir, masih ada aku di sini.
Aku akan serahkan benda ini pada pihak polisi.
Terima kasih.
Aku hanya bisa mempercayaimu.
Aku sudah sangat menantikan
makanan buatanmu.
Sudah mau siap.
Duduk di sana dan tunggu sebentar.
Baiklah.
Wah, benar-benar bukan bercanda.
Kelihatannya sangat enak,
ditambah Le Amour Eternal ini lagi.
Suamiku, kamu sangat hebat.
Mari.
Enak sekali.
Mereka malah bilang kamu menaruh racun ke dalam anggur merah.
Tak mungkin, kan?
Polisi ini benar-benar…
Malah percaya dengan laporan menyimpang semacam ini.
Menuduh anggur merah kita saja.
Benar.
Apa kamu percaya padaku?
Tentu saja.
Kenapa?
Karena aku mempercayaimu.
Itu berarti kamu tak tahu sebenarnya
aku patut dipercayai atau tidak.
Aku percaya padamu.
Asalkan itu pemberianmu,
meskipun itu adalah racun, aku juga akan meminumnya.
[Kecurigaan menyebar ke mana-mana seperti racun.]
Aku seperti terlahir kambali,
sungguh terima kasih
karena telah menyelamatkanku.
Itu memang kewajibanku.
Mari,
kita suami istri bisa dianggap telah lahir kembali.
Benar, mulai kembali.
[karena berharap bingkai foto itu bisa jatuh ke atas kepala istri.]
Pengantin pria Jin Yunzhe
dan pengantin wanita Sim Jae Kyeong
telah berjanji akan hidup bersama sebagai suami istri dalam suka maupun duka seumur hidup ini.
Ini tidak kelihatan menakutkan, kan?
Tidak.
Pasti sakit sekali, kan?
Sekalipun kesepuluh kuku-ku dilepas semua
juga tidak apa-apa,
asalkan bisa kembali ke sisimu.
[Apa aku benar-benar boleh memahaminya lebih jauh lagi?]
Makanlah selagi hangat.
Baiklah.
[Permasalahan tentang kepercayaan ini tergantung pada bagaimana memilihnya.]
Beberapa waktu ini jangan melakukan apapun,
istirahatlah dengan baik.
Aku sudah istirahat dengan cukup sampai sekarang,
aku sudah harus melakukan apa yang harus kulakukan.
Kalau ada hal yang mau kau lakukan, suruh aku saja.
Kamu pasti tak tahu aku seberapa
khawatir karena takut terjadi sesuatu padamu.
Terima kasih, semua karena bantuanmu.
Maafkan aku,
seharusnya aku tak mengatakan hal itu.
Aku takut terjadi sesuatu padamu
makanya jadi tidak mempedulikan hal lain untuk sementara waktu.
Karena bantuanmu,
kita sudah setuju untuk mulai kembali.
Aku sungguh menghormati kalian berdua.
Kalian berdua sudah melewati titik kritis hidup dan mati bersama.
Kalian berdua yang selalu konsisten lebih hebat.
Kamu tidak tahu seberapa iriku pada kalian, kan?
[Permasalahan tentang kepercayaan ini tak tergantung pada bagaimana memilihnya,]
Sudah terpancing?
Bukan istriku.
Aku tak pernah bilang itu istrimu.
Kamu ingin aku bagaimana membantumu?
Aku mau memahami istriku lebih jauh.
Sebenarnya selama ini aku sama sekali tak mengerti tentang istriku,
aku ingin memperbaiki hubungan kami,
tapi tak tahu harus menggunakan cara apa…
Ini menarik sekali.
Bukannya memintaku untuk menemukan penjahatnya,
malah menyuruhku untuk menyelidiki istrimu secara diam-diam?
Bukan menyelidiki,
hanya mengumpulkan informasi.
Pria yang menyuruhku menyelidiki istrinya secara diam-diam
hanya ada 2 jenis.
Pria tidak bersalah yang berharap apa yang ingin dia konfirmasi tidak benar,
dan pria realistis yang berharap itu benar.
Kamu yang mana?
Perlu kutanya sekali lagi?
Apa lagi yang kamu perlukan?
Memperbaiki hubungan suami istri
atau mengambil sesuatu yang menguntungkan dirimu?
Bagaimana menurutmu
jika masalah penculikan ini adalah tindakan untuk memasarkan diri sendiri?
Yang kukatakan itu "jika".
Bagaimana jika orang yang melakukan semua ini adalah istrimu?
Bagaimana jika
memang seperti itu?
Jika memang seperti itu,
kita harus kembali pada titik awal dan pikirkan baik-baik,
"kenapa dia merencanakan semua ini?",
kembali pada hal ini.
Kenapa harus melakukan kasus penculikan untuk memasarkan diri?
Biasanya hal yang diinginkan orang yang
merencanakan hal seperti ini bisa terlihat jelas,
rata-rata melakukannya demi uang.
Tapi,
jae Kyeong tak kekurangan uang,
kalau kamu itu masih masuk akal.
Itu berarti yang dia inginkan bukan uang tapi hal lain,
misalnya
revenge.
Balas dendam?
Mana mungkin dia melakukan kasus mengejutkan dan tak masuk akal ini
hanya untuk memberi pelajaran pada suaminya yang selingkuh?
Orang biasa pasti takkan melakukan
hal seperti ini untuk membalas suaminya.
Meskipun benci dan tak puas
pasti tetap akan menahannya dan menjalani hidup seperti biasa.
Itu berarti
masih ada tujuan lain.
Apa mungkin istriku…
Kamu sama sekali… tak pantas untuk Kakak Senior.
Apa Adik Kelas-nya itu?
Benar.
Seorang ibu rumah tangga biasa mana mungkin akan merencanakan hal semacam ini.
Tidak mungkin.
Istriku bukan orang seperti itu.
Kenapa?
Kamu bisa bertindak sembarangan di luar, apa istrimu tak bisa?
Sekarang permasalahannya bukan ini!
Jika…
Jika memang benar… seperti itu?
Makanya
maksudku kan
juga "jika".
Waspadalah,
jangan memberi tahu semua hal pada istrimu.
Dia akan terus mengawasimu.
Apa menurutmu istriku benar-benar…
bisa melakukan hal seperti itu?
Sekarang kamu yang harus mengambil inisiatif.
Halo.
Baiklah, aku akan segera ke sana.
Terima kasih.
Apakah tubuhmu pulih dengan baik?
Tak apa-apa.
Bagus sekali.
Aku sungguh sangat khawatir.
Saat menghembuskan nafas, lengkungkan punggung ke atas menjadi busur
untuk mempertahankan pose kucing.
Rentangkan dada bersamaan dengan saat bernafas…
No comments yet. Be the first to leave one.