Dear My Friends

Dear My Friends (디어 마이 프렌즈)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

Dear My Friends E16 END 160702 Our Love Story HDTV H264-SS
A Commentary by Artha Regina
Dear My Friends mengisahkan kehidupan orang berjiwa muda yang menjalani kehidupannya bersama dengan para orang tua yang sudah berusia senja. Drama ini mengingatkan kita bahwa hidup tidak akan berakhir hanya karena kau sudah tua. Thanks for using this subt

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2016-07-03
Downloads: 45
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Untung aku ini putrinya Jang Nan Hee.

Lepaskan aku.

Aku akan kembali bulan depan. Oke teman?

Kau ini...

Kau boleh membenciku. Ibu sudah memahamimu sekarang.

Kau boleh menbenci Ibumu ini.

Lepas!

Wan.

Nan Hee?

Tidak, Choong Nam. Dia tidak angkat teleponnya.

Ibu.

Ibu.

Cantiknya.

Darimana bisa dapat melahirkan bayi cantik seperti itu?

Mungil sekali, tapi ada mulut, hidung dan telinga.

Jangan, jangan. Jangan diberikan padanya.

Bukannya tidak boleh. Kita ini sudah tua, lengan kita tak kuat lagi.

Kita tidak boleh memegang bayi.

Kalau bayinya jatuh bagaimana?

Dia tidak akan menjatuhkan bayinya.

Hei, biarkan ibumu pegang bayinya.

Baiklah.

Ini.

Ibu, bayinya cantik bukan?

Iya.

Lucunya.

Cantik sekali.

Memang cantik sekali.

Ibu, mau kasih nama bayinya?

Kalian berdua saja.

Namai dia nama yang bagus. Nama yang indah.

Tapi aku tidak yakin apakah akan ada nama...

...untuk bayi secantik ini.

Tentu saja.

Nama tidak pernah bisa seindah bayi.

Aigoo.

Nan Hee pasti senang melihat suasana ini.

Astaga.

Dia sudah seperti itu selama 3 4 jam. Dia akhirnya pergi juga.

Hebat dia. Dia datang jauh-jauh dari...

Darimana dia, aku lupa.

Slovenia.

Luar biasa. Dia datang jauh-jauh ke sini.

Masa muda memang indah.

Haruskah aku menyuruh Wan keluar?

Aku agak kasihan dia pergi sendiri, tak diantar.

Tak apa. Dia lebih suka berada di samping ibunya.

Kita bisa melihat dia pergi.

Sayang sekali hal seperti itu terjadi pada seorang pria tampan.

Mungkin cintanya dulu terlalu dalam.

Tidak. Mungkin cintanya masih terlalu dalam.

Karena itulah dia datang.

Unni juga harus bertemu pria yang menawan dalam hidupmu selanjutnya...

...yang mencintai dan dicintai dengan penuh hasrat.

Tidak. Ini belum terlambat. Kau harus melakukannya sekarang.

Orang nanti menertawakanku. Aku sudah terlalu tua.

Kau dapat melakukannya kalau tak ada orang yang lihat.

Ahh.

Kau tidak pulang?

Kau tidak ingat apa katanya Min Ho?

Teman-temannya mau datang melihat si bayi...,

...jadi Min Ho harus menemani Ha Neul.

Dia memintaku menemanimu di rumah.

Seok Gyun Hyung dan Jeong A...

...ada di sana juga, tapi Min Ho memohong padaku.

Min Ho menyuruhku untuk menemanimu.

Bukan di kamar. Dia menyuruhku selalu berada di sampingmu.

Aku tidak akan menyentuhmu.

Kembalikan selimutnya.

Jeong A?

Dia pulang ke rumah...

...karena aku sudah di sini.

Waktu aku dulu sehat-sehat saja...,

...Min Ho benci kalau ada seorang pria di sampingku.

Sekarang...,

...si brengsek itu tidak peduli lagi.

Aku tidak menyentuhmu.

Memangnya kau merasa apa?

Lihat di belakangmu.

Aku meletakkan tanganku di sofa.

Kau tidur?

Tidak.

Lalu kenapa matamu tertutup?

Kenapa?

Kau mau bicara?

Seong Jae...,

...aku ingin berjalan.

Kau tidak boleh jalan keluar malam hari.

Tak bisakah kau memperbolehkanku keluar kalau kau mencintaiku?

Meski aku mencintaimu, aku tidak bisa membiarkanmu keluar...

...malam hari.

Berarti, cinta itu tidak ada apa-apanya.

Jeong A...,

...kankernya tadinya sebesar kepalan tanganku.

Ya ampun.

Kata dokter...

...kankernya...

...ada di dalam hati dan perutku.

Katanya kankerku telah menyebar di seluruh kelenjar getah bening...,

Aku tidak akan bisa hidup.

Katanya aku akan mati.

Katanya kesempatanku hidup kurang dari 20 persen.

Ketika aku mendengar itu, tangan dan bibirku mulai bergetar.

Tubuhku juga gemetaran.

Bukan hanya tangan dan bibir. Hatiku pun bergetar.

Bisa-bisanya dia berkata hal seperti itu?

Benar juga.

Bagaimana bisa seorang dokter berkata begitu?

Dia psikopat.

Kalau aku kuat saja, harusnya aku...

Brengsek./ Ibu.

Berhenti mengumpat.

Aigoo.

Jadi begitulah yang terjadi.

Ketika mereka mengoperasimu...,

...hasilnya ternyata beda dengan hasil MRI?

Betul.

Ternyata kankerku tak sebesar itu.

Ternyata lebih kecil dari bola ping-pong.

Tapi tetap saja itu operasi besar.

Dia punya tiga benjolan.

Wow. Jadi itulah yang terjadi.

Ini tidak mengancam jiwa, 'kan?

Yang benar saja.

Ini masih kanker. Tentu saja masih mengancam jiwa.

Ini penyakit serius.

Benar 'kan, Wan?

Aku harus dikemoterapi.

Ya, itu penyakit yang serius.

Jadi, Ibu harus berhenti bicara. Memangnya Ibu tidak lelah?

Ini penyakit yang lucu.

Ada yang ganas dan jinak.

Punyaku ini masih jinak kankernya.

Untunglah.

Benar.

Astaga.

Aku menyuruhnya datang ke klub.

Jika aku pernah berkata begitu...,

...aku tidak bisa bicara meski dia mencekikku.

Aku pusing.

Dia berhenti...

Bibi tidak pusing?

Dia tidak datang lagi karena dia tidak populer.

Dia datang ke klub...,

Tak apa kalau Bibi tak pusing./ Tapi tak satu pun dari nenek tua itu...

...mau memegang tangannya.

Ibumu masih hidup.

Iya.

Kapan aku pernah menyuruhnya jangan datang? Kapan?

Dasar pria tua kejam.

Aku harus kerja di sana karena aku harus cari uang.

Bukannya aku ini selalu miskin.

Aku kaya waktu suamiku masih hidup.

Sebelum anakku bercerai...,

...kami berkecukupan.

Tapi lihat aku sekarang.

Hidup Unni pasti berat. Tapi, Unni.

Kau tahu...

...Nan Hee barusan operasi kanker, 'kan?

Betul. Tidak ada yang harus...

...mengeluh tentang kehidupan mereka di depannya sekarang.

Oh begitu?

Nan Hee.

Baya berapa ruangan ini?

Mahal, 'kan?

Aku tidak tahu.

Kalau aku bisa menginap di ruangan seperti ini...,

Aku tidak akan keberatan kena kanker dan mati.

Kenapa bicara seperti itu?/ Unni, kau gila?

Kenapa sih kau ini?

Kau tidak tahu ada hal-hal tak seharusnya dikatakan?

Kau kira itu lelucon?

Aku cuma iri saja.

Operasinya berjalan lancar...,

...dan semua teman-temannya datang membesuknya.

Dia punya uang...

...dan juga seorang putri.

Tapi tetap saja.

Bagaimana kau bisa berkata...

...kau mau kena kanker di depan pasien kanker?

Aku cuma sangat iri.

Tapi... Choong Nam dan Yeong Won.

Kalian berdua harus hati-hati.

Kalian tak punya anak...,

...kalian pasti langsung pati kalau sakit.

Aku bicara jujur ini.

Uang tidak bisa menyembuhkanmu.

Kau membutuhkan seseorang untuk mengurusmu.

Aku yakin. Jika salah satu dari kalian sakit...,

...aku yakin kalian pasti langsung pingsan di tempat.

Karena kau menggangguku, aku tidak akan pingsan di tempat.

Aku akan mati berdiri.

Kenapa sih orang satu ini?

Kenapa dia selalu gila?

Kau itu masih terlalu muda bicara kematian.

Terlalu muda?/ Dia tidak muda lagi.

Tidak mungkin.

Jangan bilang kalian semua mengeroyokku.

Cukup. Nanti Gi Jaa menangis.

Siapa orang-orang ini?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left