The first 200 lines.
Follow My IG
@
@k
@ka
Sekali lagi, seperti biasanya, cahaya bersinar dari tanganmu.
Seolah-olah itu untuk menyampaikan kerinduan, angin hangat berhembus dari...
timur ke barat.
Untuk semua waktu hanya ada kau di mataku,
Aku belum mengatakan sesuatu.
Dan hari ini, aku menulis tentang perasaanku untukmu.
Alkaid,
kau mungkin satu-satunya wanita dalam hidupku...
yang akan aku sayangi dan cintai dengan sepenuh hatiku.
Namun, meskipun kau mampu aku jangkau...
dan perasaanku padamu secerah siang hari,
Aku tidak memiliki keberanian untuk mendekatimu.
Satu hal yang aku janjikan.
1.000 tahun mungkin berlalu...
dan gunung mungkin datang di antara kita,
tapi...
Aku akan...
Aku akan selalu mencintaimu.
Jeom Soon.
Aku...
sangat marah.
Kenapa aku merasa...
lebih dekat dengan Ibu Peri daripada Profesor Jung?
Kim Ahjussi, apa kau menangis?
Kenapa aku merasa...
kita seperti ditakdirkan untuk bersama?
Tidak peduli berapa kali aku dilahirkan kembali,
Aku hanya ingin melihatnya.
Kenapa aku merasa dia juga seperti itu?
Jika ini yang aku rasakan,
aku tidak bisa menyerah begitu saja pada Ibu Peri.
Aku harus bertanya...
jika jantungnya benar-benar berdetak untuk Profesor Jung dan bukan untukku.
Harus, kan?
Aku akan memberitahunya.
Apa?
Aku akan menceritakan segalanya.
Entah kenapa,
Entah bagaimana aku akan menjelaskan ini,
tapi aku akan memberitahunya...
bahwa dia seharusnya menjadi milikku.
Jeom Soon, sampai ketemu lagi.
Apa kau benar-benar pergi?
Jeom Soon, terima kasih sudah memberitahuku apa yang terjadi.
Akan kupastikan bahwa hatimu tidak pernah sakit.
Jadi, bertahanlah...
Kim Ahjussi!
Aku tahu itu akan terjadi.
Jangan khawatirkan aku. Aku akan menemuimu!
Kim Ahjussi,
Aku harap kau juga tidak terluka.
Kami sudah makan siang bersama.
Apa aneh memintanya untuk makan malam juga?
Meski begitu, aku tetap ingin.
Apa itu berlebihan?
Sial, fakta bahwa aku terlalu memikirkannya rasanya aneh.
Geum...
Ada apa dengan bocah itu?
Apa yang membuatnya sibuk sepanjang hari?
Ya ampun.
- Wah, kakiku. - Profesor Jung.
- Ada apa? - Halo.
Itu...
Aku di sini untuk memberitahumu sesuatu.
Tentang apa ini?
Nanti...
Aku akan memberitahumu nanti.
Nona Seon.
- Apa kau bisa meluangkan waktu... - Ibu Peri.
Kenapa bukan aku?
Aku juga di sana di air terjun.
Hei, Geum.
Ibu Peri. Aku...
Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.
Jadi...
aku...
Jadi...
- Tentang hatiku... - Geum.
Bisa aku bicara lebih dulu?
Nona Cho.
Nona Cho.
Apa dia pergi ke suatu tempat?
Aku mampir di kamarku untuk mengambil sesuatu...
lalu telur Jeom Dol bergetar dan pecah seperti ini.
Sejak dia retak aku sudah merasa tidak nyaman.
Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi padanya?
Aku sangat khawatir.
Kau punya banyak kekhawatiran belakangan ini. Tidak seperti dirimu.
Kau hanya perlu menyimpannya pada suhu kamar.
Apa kau menyimpannya di kulkas atau sesuatu?
Tidak.
Tapi belum pernah ada celah seperti ini sebelumnya.
Jangan terlalu khawatir.
Kau tahu makhluk apa yang secara tak terduga selalu tepat soal waktu?
Bayi yang baru lahir.
Mereka tidur seperti batang kayu,
tapi mereka selalu bangun tepat setelah dua jam untuk makan.
Ketika kau tumbuh dewasa, kau mulai menjadi pelupa tentang waktu,
jadi kau membuat janji...
dan dihukum karena tidak menepati janji itu.
Tapi anak-anak kecil kembali ke ibu mereka...
setelah bermain di suatu tempat meski tidak dipanggil Ibu mereka.
Mereka punya waktu ketika mereka merindukan orangtua mereka.
Ini adalah reinkarnasi pertama untuk Jeom Dol...
setelah ayahnya meninggal, kan?
Mungkin sudah waktunya dia ingin menemui ayahnya.
Lebih baik kau temukan ayahnya segera.
Kau bilang dia sangat merindukan ayahnya.
Dia akan sangat kecewa jika Ayahnya tidak ada...
saat dia keluar dari telur itu.
Ibu.
Apa yang akan terjadi pada Ayah?
Ayahmu...
kembali ke bagaimana dia sebelum lahir.
Ayah.
Ayah.
Aku merindukanmu.
Jeom Dol.
Apa kau akan menetas sekarang?
Kau berusaha sekuat tenaga untuk memecahkan telurnya,
tapi Ibu tersesat tanpa bisa mempersiapkan kelahiranmu.
Maafkan Ibu.
Ibu minta maaf.
Geum.
Keegoisanku membingungkan hidupmu.
Aku berusaha menahan rasa takut...
hidup di tempat yang asing dengan mengandalkan kebaikanmu.
Aku tertarik dengan sifat baikmu,
dan membuka hatiku untukmu.
Tapi aku harus menemukan suamiku.
Itulah alasan kenapa aku di sini.
Itu juga alasan terbesar dalam hidupku yang panjang.
Jadi jangan terganggu olehku,
dan fokus pada kehidupanmu yang indah.
Apa suamimu...
Profesor Jung?
Aku yakin demikian.
Geum.
- Selamat datang. - Selamat tinggal.
- Sop buntut? - Ini miliknya.
- Berapa banyak? - Halo.
Selamat tinggal.
Selamat menikmati.
Ini seperti makanan raja.
Punyamu adalah sup buntut lembu.
Makanlah. Aku dengar kau memberikan kotak makan siang belutmu kepada yang lain.
Jung Min memberitahuku.
Ini sangat lezat. Cobalah.
Bisa kita pesan sebotol soju dan berbagai macam suyuk?
Aku, Jung Yi Hyun, berkata...
bahwa kau tidak perlu menuangkan minuman di depanku.
Jika Anda menuangkan gelas Anda sendiri,
Aku harus hidup melajang selamanya...
dengan sia-sia, tapi duduk di depanmu.
Menurut mu...
Aku hanya mengganggu hubungan yang ditakdirkan sejak awal?
"Hubungan yang ditakdirkan"?
Aku tidak yakin.
Itu bukan sesuatu yang bisa kuyakini.
Seperti yang kau tahu, aku percaya pada hal yang pasti.
Bagaimana aku harus percaya pada hal-hal yang tidak jelas?
Aku bahkan ragu apa yang telah terbukti.
Itulah moto hidupku.
Bagaimana dengan perasaanmu pada Ibu Peri?
Perasaan itu bukan apa-apa?
Geum.
Kau tahu,
aku menderita insomnia dan mimpi buruk sepanjang hidupku.
Orang naif sepertimu...
tidak akan mengerti artinya itu.
Ketika malam tiba,
aku menutup mata untuk tidur.
Kemudian...
Aku menjadi seorang anak...
yang terkunci di tempat yang sama setiap hari.
Seseorang tolonglah aku.
- Aku ditelantarkan setiap hari. - Tolong.
- Setiap hari sku marah karena kebencian. - Tolong aku.
Hantu yang sama muncul...
dan mengutukku dengan cara yang sama sepanjang waktu.
Aku hanya...
tidak terbiasa untuk itu.
Aku selalu takut.
Kenapa?
Kenapa ini terjadi? Kenapa ini terjadi padaku?
Aku bertanya-tanya ratusan kali.
Tapi...
Aku tidak dapat menemukan jawabannya.
Lalu suatu hari, Seon Ok Nam muncul di hadapanku.
Dengan bunga besar di rambutnya.
Geum.
Apa kau pikir kita ditakdirkan untuk bersama?
Setelah Ok Nam muncul dalam hidupku,
Aku bisa tidur di malam hari,
dan untuk pertama kalinya aku merasa santai.
Tapi...
No comments yet. Be the first to leave one.