Release info

내사랑 치유기 My Healing Love E09-10 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-10-29
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku bisa saja berjalan kaki.

Tentu saja,

tapi mobil lebih cepat.

Kalau begitu, tolong turunkan aku di stasiun kereta bawah tanah.

Duduk saja dan santailah.

Kamu seperti sedang dihukum saja.

Astaga!

- Astaga, kamu baik-baik saja? - Ya, aku baik-baik saja.

Maaf. Kamu pasti kaget.

Tidak, aku baik-baik saja.

Kelihatannya tidak begitu.

Kamu terlihat seperti berpikir bahwa kamu seharusnya berjalan saja.

Apa?

Astaga, kamu membaca pikiranku.

- Kamu sungguh baik-baik saja? - Ya.

Ya.

"Episode 9"

Dia masih selalu berlari, dan bahkan hidupnya masih sama,

tapi kenapa dia tidak mengenaliku?

Benar, akan lucu jika dia mengingatku.

Aku baru berpapasan dengannya beberapa kali.

Di sini.

Halo.

Ini uang yang kamu pinjamkan untuk biaya rumah sakit.

Kamu tidak perlu buru-buru mengembalikannya kepadaku.

Omong-omong, dia baik-baik saja? Persalinannya lancar?

Apa?

Ya.

Syukurlah.

Terima kasih atas segalanya kemarin.

Kamu harus berterima kasih untuk hal lain lagi.

Sebentar,

Aku tidak bermaksud menunjukkan ini kepadamu.

Ini untukmu.

Bukankah dia menggemaskan? Ini adikku saat dia masih bayi.

Astaga, dia masih sangat kecil.

Kini dia sudah cukup dewasa untuk menikah.

Dia memacari seseorang belakangan ini.

Dia belum lama bertemu dengan pria itu,

tapi sudah memprioritaskannya lebih dari keluarga kami.

Mungkin karena selisih usia kami cukup jauh.

Aku turut bahagia untuknya, tapi juga sekaligus sedih.

Begini...

Tolong permisi sebentar.

- Aku akan kembali. - Tentu.

Aku harus memberi tahu dia.

Aku tidak boleh memikirkan hal lain.

Ini tindakan yang tepat.

Aku sungguh tidak enak mengatakan ini kepadamu.

Ada apa?

Nama adikmu

Choi Yi Yoo, bukan?

Ya. Bagaimana kamu tahu?

Kamu mengenal adikku?

Tapi kamu tidak berkomentar kemarin.

Adik iparku adalah

Pengacara Park Jun Seung.

Sungguh?

Kamu pindah ke sebelah rumah kami beberapa hari yang lalu?

Ya.

Kebetulan yang luar biasa.

Kurasa itu sebabnya kita berpapasan kemarin di gang.

Astaga, aku bermaksud untuk makan bersamanya.

Pasti ada yang bisa kami bicarakan.

Tapi ada sedikit masalah.

Masalah?

Masalah apa?

Apakah serius?

Wanita hamil yang kamu bawa ke rumah sakit kemarin...

Wanita itu...

Bayinya...

Bayi yang dia lahirkan

adalah anak Jun Seung.

Maafkan aku.

Aku sungguh minta maaf.

Apa maksudmu?

- Maafkan aku. - Bayi?

Dia punya bayi?

Artinya dia berencana menikahi wanita itu?

- Tidak. Bukan begitu. - Lalu apa?

Dia juga tidak tahu.

Kamu akan sulit memercayainya, tapi keluarga kami tidak tahu

sampai wanita itu muncul di rumah kami.

Kamu berharap aku memercayai itu?

Pengacara itu bahkan datang dan menemui Yi Yoo kemarin.

Bahkan saat kita di rumah sakit, seolah-olah tidak terjadi apa pun...

Bisa-bisanya dia

datang ke rumah kami dan ke kantor adikku saat itu terjadi?

Sampai kapan dia akan merahasiakannya dari kami?

Aku ingin meminta maaf dengan tulus kepada adikmu.

Tidak ada yang bisa kukatakan.

Kita sudahi saja obrolan ini.

Aku harus pergi.

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.

Biaya tambahan akan dikenakan setelah bunyi berikut.

Yi Yoo, kamu di mana? Segera hubungi kakak.

Tes DNA... Tolong lakukan tes DNA.

Tolong telepon Pengacara Park.

Ini benar-benar bayinya.

Bedebah itu.

Kakak!

- Kakak. - Hei, Joo Chul.

- Kenapa Kakak melamun? - Apa?

Kakak terlihat kurang sehat.

Kakak sakit?

Tidak. Kakak baik-baik saja.

- Sungguh? - Tentu saja.

Omong-omong, maafkan kakak.

Kamu bekerja di dekat sini, tapi kakak tidak pernah berkunjung.

Astaga, adikku terlihat sangat gagah!

Astaga, lihat ini.

Kamu seperti aktor.

Ayo. Akan kubelikan es loli.

- Es loli? - Kakak juga bisa melihat kantorku.

Cepatlah. Ayo.

Di sebelah sana.

- Halo. - Nona Choi sedang pergi?

Dia mengunjungi salah satu toko untuk mengecek barang pajangan, Pak.

Begitu? Baiklah.

Dia semestinya segera kembali.

Perlu kusampaikan agar ke ruangan Anda saat dia kembali?

Tidak usah. Aku akan meneleponnya lagi.

Baiklah.

- Dia pasti bersama si pemberi kopi. - Tentu saja.

Kakak, presdir dan direktur pelaksananya

sangat sopan kepadaku.

Kukira mereka akan otoriter karena memiliki perusahaan ini,

tapi mereka sangat rendah hati.

Aku sangat senang bekerja di sini.

Ya, mereka orang baik.

Apa? Kakak mengenal mereka secara pribadi?

Hei, kamu harus berpacaran dan bepergian

karena sudah punya pekerjaan bagus.

Kamu sudah mengesampingkan segalanya untuk mendapatkan pekerjaan.

Kenapa Kakak menyuruhku melakukan hal yang tidak pernah Kakak lakukan?

Apa maksudmu?

Kakak memacari Wan Seung.

Kami berpacaran selama tujuh tahun sebelum menikah.

Benar. Dahulu dia sungguh membuatku terkesan.

Maksudku, dia suka sekali makan.

Tapi dia kelaparan selama sepekan

dan merangkak-rangkak di salonnya.

Bukankah itu lucu?

Kamu benar.

Waktu itu, dia sangat berbakti.

Mungkin itu sebabnya kini dia kurang peduli.

- Kakak baik-baik saja? - Apa maksudmu?

Bukankah terjadi sesuatu?

- Ibu memberitahuku. - Ya, ada.

Tiada sehari pun tanpa masalah.

Alangkah baiknya jika Kakak bisa pindah.

Semoga aku punya banyak uang

agar bisa membelikan rumah untuk Kakak

dan membantu Kakak berhenti dari pekerjaan paruh waktu.

Itu akan sangat bagus.

Benar sekali!

Kakak ingin sekali bergantung kepadamu pada saat seperti ini.

Tunggulah sebentar lagi.

Akan kupastikan Kakak hidup dengan nyaman.

- Sungguh? - Tentu saja.

Akan kupastikan Kakak berdiri tegak, bangga, dan percaya diri.

Berdiri tegak? Dengan bahu seperti ini?

- Seperti ini? - Ya.

- Sebentar. - Kakak berjalan seperti ini?

Ya, Pak.

Baiklah, aku kembali sekarang. Tidak masalah.

Kakak.

Cepat masuklah.

Datanglah lagi kapan-kapan, dan akan kutraktir makanan enak.

Mampirlah ke kafe Sun Hee saat kamu sempat.

Tentu. Aku pergi.

Kakak, jangan lupa makan, ya?

Kamu juga!

Ibu.

Kamu terlihat sibuk.

Ada apa Ibu kemari?

Apakah ada masalah?

Tentu saja tidak.

Entah kenapa ibu hanya ingin mampir.

Pertemuan Pengacara Oh dan Nenek baik-baik saja?

Ya, nenekmu tampaknya puas.

Syukurlah.

Nenek sulit beristirahat jika ada yang mengganggu pikirannya.

Kini dia hanya perlu menunggu Gong Joo.

Kamu tahu sekarang ini hari apa?

- Hari ini? - 34 tahun lalu,

kita pergi untuk tinggal bersama ayahmu pada hari ini.

Kamu ingat?

Tentu saja.

Ibu memakai rok merah muda pada hari itu.

Yang sangat kaku.

Aku bersembunyi di balik rok Ibu

karena rumah Ayah terasa asing.

- Rupanya Kak Jin Yoo! - Tapi kemudian Gong Joo datang

dan meraih tanganku.

Ayo. Kita bermain di kamarku.

Aku punya banyak permainan seru!

Karena Gong Joo tersenyum kepadaku,

aku bisa merasa tenang.

Begitu rupanya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left