Release info

35 Wonderful Days E35 Sub Indonesia
A Commentary by LeeLeeAnn

Tags

other
Published on: 2019-05-16
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

^_^ LeeLeeAndo ^_^

Ada apa?

Aku ingin melihatmu sebelum kamu pergi bekerja,

jadi aku berlari kemari.

Aku senang aku tidak terlambat.

Itu saja.

Kamu bisa pergi sekarang.

Pergilah!

Kamu mau ikut bersamaku?

Apa?

Karena kamu sangat ingin melihatku, kupikir..

kamu berhak melihatku lebih lama lagi.

Berhenti menatapku.

Nanti wajahku bisa berlubang.

Terima kasih, Kakek.

Terima kasih, Ibu Mertua.

Aku akan menggenggam erat kebahagiaan ini.

Episode 35

Kenapa? Apa ini jelek?

Sama sekali tidak! Kamu cantik sekali.

Kamu memang benar-benar putri ku!

Kamu sangat jelita!

Aku tahu kamu akan kena sakit pencernaan.

Kenapa akhir-akhir ini kamu makan banyak sekali?

Rasanya yang ini lumayan.

Apakah tidak cocok?

Cocok sekali!

Anda terlihat sangat cantik.

Haeju, lihat lagi. Apa kamu benar-benar tidak menyukai ini?

Dasar, anak ini!

Kenapa dengannya?

Apa dia sakit?

Kamu harus pergi ke dokter!

Tidak apa-apa. Cuma masuk angin.

Kamu kan bukan dokter!

Kamu sering muntah-muntah!

Ayo pergi ke dokter.

Bagaimana kalau kamu sakit?

Kubilang tidak! Berhenti bicara begitu!

Tidakkah dia sedikit aneh?

Benar. Tingkahnya sangat aneh.

Sebelumnya, dia selalu berdiet.

Dia bahkan tidak minum air setelah jam 6 petang!

Tapi sekarang, dia memakan apapun yang dilihatnya.

Pasti dia sangat stres karena..

adiknya menikah mendahului nya.

Kalau begitu kenapa dia menentang..

semua kencan buta yang kutawarkan?

Oh, masalah datang silih berganti.

Oh, nasibku.

Oh, nasibku, oh...

Mari, masuk!

Oh, Dongtak.

Kemarilah!

Aku ingin memberimu hadiah pernikahan,

jadi jangan menolak!

Kubilang aku tidak butuh apapun.

Kamu...

Kamu masih berpikir aku bukan apa-apa? Aku hanya Aktor pembantu?

Aku tidak pernah berkata demikian!

Aku mendapatkan peran utama.

Aku sedang syuting film sekarang,

meskipun aku tahu itu bukan hal yang penting bagimu.

Aku mengetahui hal itu.

Kamu tahu?

Iya, aku tahu.

Oh...

Aku syuting iklan, dan begitu film nya tayang di bioskop,

aku akan segera mandi uang dalam sekejap.

Jadi tolong, biarkan aku melakukan ini untukmu.

Aku memang terlambat, tapi selama ini..

aku sangat ingin menjadi..

kakak bagi kalian semua.

Pria tampan ini adik ku.

Bawakan kami setelan terbaik yang kalian punya.

Ya, apa kamu sudah menemukan tempat untukku?

Kamu mencari, tempat dengan 2 kamar tidur.

Dengan dana segitu, agak susah mencarinya.

Baiklah.

Tolong kabari aku kalau sudah menemukan tempat yang bagus.

Kenapa kamu mencari tempat tinggal?

Apa kamu benar-benar mau pindah bersama ku?

Iya.

Bagaimana bisa kamu berpikir untuk pindah disaat...

Aku tidak bilang akan pindah sekarang.

Kalau Ibuku sudah lebih sehat...

Aku tidak akan pindah bersama mu.

Sudah kubilang aku menemui seseorang.

Kalau dan saat aku pindah, itu akan bersama dia.

Siapa lelaki itu?

Apa?

Lelaki yang membuatmu mabuk kepayang, siapa orangnya?

Yeongchun.

Seorang pria bernama Han Bin menelponmu.

Oh!

Karena aku tidak mengangkat handphone ku,

dia sampai menelpon ke restoran.

Aduh senangnya!

Yang menelpon seorang pria, Donghui.

Suaranya terdengar enak didengar.

Kamu benar-benar gila ya!

Beraninya kamu menelpon kemari!

Pikirmu siapa dirimu!

Aku...

Ah, Oppa!

Aku sedang sibuk sekarang.

Nanti kita ketemu minum kopi ya.

Iya.

Bagaimana kalau di cafe dimana sebelumnya kita bertemu?

Ketemu disana ya. Baiklah.

Jam 6.

Bisa kah, Oppa?

Iya, sampai ketemu disana ya, Oppa.

Yeongchun punya pacar?

Iya.

Kamu tidak salah?

Lelaki itu menelpon ke restoran mencarinya.

Barusan aku memberikan telponnya ke dia.

Dan dia berbicara dengan mesra kepada nya.

Istriku, selamat pagi.

Kamu baru bangun sekarang?

Semalam aku berbincang dengan Ayah,

jadi aku kurang tidur.

Kamu berbicara dengan Ayah?

Aduh, jangan kamu juga!

Ayah sudah meninggal!

Aku tidak bilang dia masih hidup!

Aku berbicara dengannya dalam mimpi.

Oh...

Istriku?

Ayah bilang dia tidak bisa..

beristirahat dengan tenang karena aku.

Tentu saja dia tidak tenang.

Pasti beliau kesal melihat anaknya yang sudah tua..

masih bertingkah seperti anak-anak.

Bukan itu.

Ayah berkata, "Kenapa kamu tidur di kamarku?

Aku sudah menyuruhmu untuk tidur disamping istrimu!

Kenapa kamu tidak menuruti ku?"

Sungguhan!

Ayah menyuruhku untuk tidur disampingmu, istriku.

Beliau berteriak dan membentak.

Sungguh aneh.

Ayah mertua mengunjungiku dalam mimpi semalam..

dan menyuruhku untuk memukul dan mengusirmu..

kalau kamu terus membuat masalah ketimbang..

menjadi dewasa dan bertingkah sesuai umurmu.

Oh, sungguh aneh.

Ayah sungguh aneh.

Kenapa dia memberitahu kami hal yang berbeda?

Beliau benar-benar berkata seperti itu kepadaku.

Kenapa?

Aku tahu kamu kakak ku,

tapi kamu sungguh memalukan.

Beraninya kamu!

Rasanya Yeongchun punya pacar.

Aku tahu.

Benarkah?

Sepertinya dia berencana pindah.

Jadi sebaiknya kamu terus..

meminta ampun kepada Yeongchun dan Soshim.

Aku memang mau melakukan itu.

Tapi menurutmu Yeongchun benar-benar menyukai pria itu?

Kalau kamu bertemu Ayah lagi,

minta dia berkunjung ke mimpiku juga.

Ada banyak hal yang ingin kukatakan pada beliau.

Kudengar Ibumu punya pacar sekarang.

Aku senang dia begitu.

Benarkah?

Tentu saja!

Ibu mu masih muda dan menarik,

jadi sebaiknya dia tidak menempel kepadaku.

Dia harus bertemu dengan pria yang baik..

dan jalani kehidupannya dengan penuh.

Kamu berkata sungguh-sungguh?

Tentu saja!

Orang-orang iri karena aku punya 2 istri,

tapi sekarang, aku mau berusaha..

untuk menjadi ayah yang baik.

Aku akan menjadi Ayah yang kalian banggakan!

Tidakkah seharusnya kamu melihatku dengan hormat..

saat aku mengatakan hal yang mengharukan?

Apa aku salah?

Tidak, anda tidak salah,

tapi mendengar kamu mengatakan itu..

membuatku tercengang dan jijik.

Whoa, kamu cantik sekali malam ini.

Dongok?

Apa kamu menangis lagi?

Tidak.

Iya.

Maaf aku selalu menangis, Ibu.

Tidak mengapa.

Aku sangat bangga kepadamu, Dongok.

Benarkah?

Tapi aku menangis tiap hari.

Tetap saja, aku bangga kepadamu.

Kamu menangis 7 kali kemarin lusa,

Kemarin 5 kali,

dan hari ini hanya sekali.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left