The first 200 lines.
Imanku telah sirna...
PROYEK GEORGETOWN
Imanku telah sirna...
Turun dari taksi...
Berjalan ke depan rumah warna coklat...
Ketuk pintu...
Pintu terbuka...
Serahkan mantel kepada penjaga rumah.
Lihat ibu yang tengah bersedih di ruang tamu.
Boo hoo, boo hoo.
Dia berkata, "Tolong putriku".
"Tolong putriku".
Suara menyeramkan.
Suara menyeramkan.
Salam Maria...
Baik. Suara menyeramkan.
Salam Maria, penuh rahmat.
Tuhan sertamu.
Baik.
Mereka datang untuk menemuiku.
Suara gedoran menyeramkan.
Berhenti, berhenti.
Telusuri lorong.
Baik.
Telusuri lorong menuju...
Sial, ini tidak benar.
Salah lorong.
Lantai atas.
Buka pintu kamar.
Dan...
"Aku mengusirmu, Molokh. Enyahlah wahai ular!"
Sial, kau hebat, kawan.
Lalu...
Dia muntah, berteriak.
Dan aku mati.
Tamat.
Mudah.
Kumohon, tolong putriku.
Aku...
Adalah...
Molokh!
Enyahlah wahai ular.
Tuhan kasihanilah kami.
Enyahlah wahai ular.
Kristus kasihanilah kami.
Tuhan kasihanilah kami.
Enyahlah, kau ular.
Enyahlah wahai ular.
Tuhan kasihanilah kami.
Kristus kasihanilah kami.
Enyahlah, kau ular.
Kristus kasihanilah kami.
Tuhan kasihanilah kami.
Ular, enyahlah!
Ular, enyahlah.
Hei, Tony.
Hei! Lee.
Akhirnya.
Kenapa lama sekali?
- Macet. - Masa?
- Ya. - Macet di mana?
Jalan.
Dengar, Tony, aku sudah pulang, ya?
Hai. Aku di sini.
Aku masih hidup, jadi...
Benar.
Kau sudah pulang.
Hai.
Hai.
Lihat dirimu.
Kawan, potongan rambut itu.
Keren, ya?
Oke. Baiklah, aku akan...
Hei. Ayolah.
Kau tahu, ada yang harus kita bicarakan.
St. Agatha akan mengubah keputusan.
Tidak lagi dikeluarkan. Kau hanya diskors.
Upaya yang mesti kulakukan untuk mewujudkan itu...
Tony, aku baru tiba, jadi...
Namaku bukan Tony.
Panggil aku ayah.
Mereka menskorsmu untuk dijadikan contoh.
Selama nilaimu tetap baik...
- Terdengar menyenangkan. - Hei, bisa dengarkan sejenak?
Ya, terdengar menyenangkan.
Jika nilaimu tetap baik...
Mereka akan menerimamu kembali semester depan.
Ampuni aku, Romo, aku telah berdosa.
Sudah 40 tahun...
Sejak pengakuan dosaku yang terakhir.
Aku kecanduan alkohol dan telah meningkat jadi...
Kecanduan narkoba.
Dan aku telah menghancurkan hidupku.
Keluargaku berantakan.
Kau tahu, Romo, istriku jatuh sakit.
Dia sakit parah...
Dan...
Kumanfaatkan itu sebagai alasan.
Aku tak perlu menjelaskan apa pun karena,
"Hei, istriku mengidap kanker, persetan denganmu".
Kondisi istriku...
Memberiku alasan untuk memutus hubungan...
Ada satu hal.
Pekerjaan, dan kudapat...
Dari penderitaan orang lain, tragedi. Namun, pekerjaan mungkin baik bagiku, bukan?
Memberiku tujuan hidup.
Menguatkanku.
Membuat putriku bangga padaku.
Proyek Georgetown.
Apa itu?
Kode.
Kode apa?
Kau akan mengerjakan remake...
- Untuk peran pastor? - Ya, peran pastor.
Sungguh menggelikan.
Kenapa?
Kau menjadi pastor, itu...
Sangat menarik. Kau tahu, pola pikir.
Kenapa? Baik, terserah.
Maksudku, bukan masalah besar Bagimu jika tak menerimanya, benar?
Kau tahu? Sebenarnya sangat penting bagiku untuk menerimanya.
Kesulitan menghapal dialogmu?
Tidak.
Entahlah. Mengapa ingatanmu begitu lemah?
Aku pelupa.
Mungkin obatku yang baru, fluoksetin, tahu?
Terkadang dengan obat-obatan butuh sedikit waktu untuk beradaptasi.
Bukan masalah besar.
"Imanku laksana cahaya di kegelapan.
Semakin sulit untuk ditemukan".
Maksudku, itu menjijikan.
Bagaimana kalau kau tulis sesuatu?
Pernah.
Pastinya. Aku pernah menulis sandiwara.
Kukirim kepadamu mungkin, entahlah, setahun yang lalu, kurasa.
Tahun lalu, kurasa aku berada di...
Rehabilitasi?
Kau tahu, kau bisa mengatakannya.
Rehabilitasi. Hanya saja...
Itu kenyataan.
Kau tahu, aku sungguh menyesal tentang itu.
Kau ingin kubantu menghapal dialog?
Tidak, terima kasih.
Tony.
Kau ingin kubantu menghapal dialog?
Lee, kubilang tidak.
Baiklah. Berikan padaku.
Siapa yang kuperankan?
Baiklah. Lynn Carlisle. Paling atas, halaman 67.
- 67. - Benar.
67.
"Demi Tuhan. Untuk apa, Romo?"
"Perilakunya jelas menunjukkan semacam gangguan psikologis".
"Aku paham rasa khawatirmu, Ny. Carlisle. Tapi aku bukan orang yang tepat untuk membantu".
"Lantas siapa?"
"Kau mungkin tak memahami permintaanmu."
Ny. Carlisle, aku bukanlah orang yang kau butuhkan.
Aku bukan orang yang tepat untuk menghadapi monster ini...
Baiklah, lanjut yang berikutnya.
Maaf?
Apa yang kau maksud dengan berikutnya?
Hanya ada dua adegan.
- Adegan pidato? - Pidato, benar.
Adegan yang dimulai "Kegelapan ini"?
Ya.
Kapan pun kau siap.
Hei, kau siap?
Kapan saja.
"Kegelapan ini."
Aku pernah melihat ini sebelumnya.
Aku pernah melaluinya.
Ny. Carlisle, kegelapan ini menyusup laksana pencuri...
Dan merenggut semua yang kita miliki.
"Kegelapan ini tahu..."
Sial.
Baik. Tak apa. Tak masalah.
Mari kita rehat.
Lupakan naskahnya.
Baik. Mari kita bicara.
Sial!
Mari...
Kita ngobrol. Bicara sejenak.
Itu yang mereka katakan ketika kau mengacau.
Kau merasa demikian?
Entahlah, kawan. Aku agak kaku, paham?
Dan sudah lama tak melakukan hal semacam ini.
Kau tahu?
Aku punya masalah pribadi.
Sedikit gangguan.
Teruskan.
Teruskan?
Ya, gangguan.
Kau tidak menonton berita?
Teruskan. Gangguan apa?
Kau tahu, aku seperti masuk ke botol selama dua tahun.
Dan butuh waktu yang sama bagiku untuk keluar dari sana, mengerti?
Dengar.
Kau telah melaluinya, bukan?
Maksudku, itu memang masa yang berat...
Istrimu...
No comments yet. Be the first to leave one.