The first 200 lines.
Tidak!
Ruthie, kau tak apa. Aku tidak melaju sekencang itu.
Ini hari ulang tahunmu! Ini hari ulang tahun dia!
Kau sekarang cukup umur. Kau sudah sah diperiksa di bokong.
Ya Tuhan. Kau tak boleh mengatakan hal seperti itu, Ro.
Sekarang kita harus berhenti di sini agar kalian bisa bertemu dengan...
...gadis acak, tapi terserahlah.
Dia bukan gadis acak.
Kami sudah saling goda sejak kelas delapan.
Setidaknya aku harus mencobanya sebelum aku pergi.
Jika ini berhasil, kau resmi pernah mendapatkan semua gadis di kota ini.
- Semua gadis. - Itu benar.
Itu tidak benar. Itu tidak benar.
- Sial! - Aku benar-benar minta maaf.
- Astaga. - Aku minta maaf.
- Kau tak apa? - Apa leherku masih ada?
Tidak, kau tak apa...
Aku akan terus terang...
...dan beritahu dia akan pergi tiga minggu lagi.
Jika itu berujung pada kami bercinta...
Itu memang rencana Tuhan.
Itu di luar kuasaku, kau paham maksudku?
Kau harus melambat...
Bung.
Maaf, aku terbiasa kemudikan kapal...
...yang di kendarai seperti ini, bukan kemudi pergelangan ini.
Mungkin kau sebaiknya mengambil SIM kapal.
Aku sudah operasikan alat berat sejak masih 8 tahun, Ruthie.
Apa kau yakin... Sial. Maaf.
Kau tahu...
- Itu sebuah gagasan. - Bantu aku menariknya merapat.
Menurutku SIM kapal tidak penting.
- Itu hanya formalitas. - Kalian bisa?
- Ya. - Oke.
Oke, ambil ujung tali itu.
- Astaga. - Itu pengalaman hidup dan mati.
- Demi Tuhan. - Oke.
- Berhasil. - Waktu penentuan.
Kau masih hidup. Kau pasti bisa.
Selamat bergembira di sana.
- Terima kasih. - Jaga dirimu. Jangan lama-lama.
- Astaga, punggungku sangat sakit. - Ya Tuhan. Aku tahu. Leherku.
Itu seperti keajaiban medis, benar?
- Itu benar. - Itu sembuhkan UTI kita.
- Itu benar. - Benar. Kita butuh mereka.
- Ya, sama-sama. - Mereka berjuang untuk kita,
Kita harus balas budi.
Jadi...
Kau bilang akan pergi sebentar lagi, 'kan?
- 22 hari lagi. - Oke. Astaga. Itu harus?
Kau harus menghitung mundur? Kau sangat terburu-buru?
Ya. Maksudku...
Ada satu hal yang akan sangat aku rindukan tentang tempat ini.
Rambutnya mulai mencair.
Itu akan merusak kejutannya.
Itu terlihat seperti domba.
Aku butuh satu jam.
Dia akan segera datang.
Dengar, aku punya paman, karena bibiku menikahi pria ini,
Tapi kemudian mereka bercerai, tapi pamanku punya marmot.
Dia membelinya di PetSmart,
Bibiku punya anak, dan anaknya yang berikan aku obat ini.
Jadi, orang asing.
Tidak, aku baru saja bilang padamu...
Tidak, dengar, dia bilang jika itu sangat langka,
Dan itu berasal dari Amerika Selatan.
Afrika.
Apa kau hanya mengunyah itu?
- Aku akan cari informasinya. - Ya.
- Ini Amerika Selatan? - Bagaimana kau mengeja "halusinogen"?
Itu memang Afrika.
Entahlah. "Jamur."
Aku rasa kau kunyah itu, atau mungkin...
Aku dengar kau bisa buat semacam teh herbal dengan itu.
- Akhirnya - Kita takkan buat teh dari itu.
Aku dengar jika kau jadikan itu teh, kau tak bisa kontrol tingkat telernya.
- Lihatlah dirimu. - Apa yang kau lakukan?
- Tidak sekarang, Ibu! - "Kathy, kami sangat sibuk"!
Aku mencoba memakai obat-obatan, Ibu!
Aku... Oke, wow, wow, wow. Oke.
Maksudku, jika kau mengemudi seperti itu...
Tarik.
Sebelum kita terlalu jauh, haruskah kita buat rencana darurat,
Seandainya sesuatu yang buruk terjadi?
Tidak! Takkan ada hal buruk yang akan terjadi.
Itu inti dari jamur.
Tak ada hal buruk yang terjadi karena jamur.
Bagaimana jika satu dari kita terlalu teler dan mengatakan hal menyinggung,
Lalu itu mengubah bentuk persahabatan kita?
- 10! - 2.5.
Tidak, jangan semua. Itu terlalu banyak.
Itu sebabnya beratmu akan naik.
Untuk Elliott.
Dasar jalang tua!
Semoga kau mengalami tingkat kesadaran baru malam ini.
- Ro. - Ro.
Ya Tuhan. Kau serdawa.
- Ya Tuhan! - Aku pikir kita...
- Kau tak mau langsung habiskan? - Itu sangat...
- Benar, tapi... - Baiklah, satu, dua, tiga.
Ayo, ayo. Minum, minum, minum...
- Aku tidak bisa. - Minum, minum, minum!
- Rasanya sangat tidak enak! - Minum, minum, minum!
- Aku takut. - Sungguh?
Tidak, sebenarnya, aku juga sedikit takut.
Aku anehnya tidak.
Apa itu?
- Kurasa aku perlu hubungi ibuku. - Di sini ada beruang.
- Mari... Diamlah. - Ibuku beritahu aku.
Mari bersikap normal, teman-teman. Dan bicarakan sesuatu yang normal.
- Sesuatu... - Mari bicarakan hal yang normal.
Bisa kau bicara tentang harapan dan impianmu, Elliott, tolong?
- Harapan dan impianku? - Ya.
- Benar. Harapan dan impian. - Setuju.
Aku punya harapan dan impian. Oke.
Aku bersemangat karena hidupku akhirnya akan dimulai.
Entahlah. Meski dunia jelas-jelas sedang terbakar...
...dan penuh orang rasis tak berpendidikan,
Aku berusaha paksakan diriku untuk memiliki harapan.
Dan aku rasa pindah ke Toronto tinggal di kota,
Dan kuliah, itu semua terasa sangat tepat, kau tahu?
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada leluhurku,
Tapi aku tak mau jadi generasi ketiga...
Aku tak bisa jadi generasi ketiga petani kranberi...
...dan tinggal di kota bersama 300 orang.
Aku selalu merasa buruk setiap aku mengatakan itu, tapi...
Aku memiliki energi, aku memiliki semangat.
Dunia adalah tiram kita.
Kita harus menjalaninya. Kau paham maksudku?
Ya.
Astaga... Ya Tuhan.
Apa kau teler? Apa kalian merasa teler?
Aku tidak tahu.
Aku merasa goyang...
Apa yang terjadi? Ruthie?
Ya Tuhan. Ro!
Mereka seperti bergoyang. Wow.
Aku tidak merasakan apa-apa.
- Itu karena kau tak kuat pengaruh obat. - Apa-apaan?!
- Hei, orang aneh. - Kau siapa?
Ya Tuhan. Ini Maude Island.
Astaga, aku dulu suka tempat ini.
Sayang orang kaya menyebalkan membeli semuanya.
Itu payah.
Ya, ya, ya, ya, ya.
Ya. Ya.
Ya Tuhan, aku rindu zat kimia.
Kau siapa?
Kau datang dari mana?
Kau katakan padaku. Kau yang konsumsi banyak jamur...
- ...dan memanggilku ke sini. - Apa kau bekerja untuk ayahku?
Apa dia kirim kau ke sini untuk mematai aku?
Itu memang sesuatu yang akan dia lakukan.
Itu lucu. Tapi tidak.
Tuhan?
Aku tak tahu cara mengatakan ini.
Ya.
Elliott, ayolah.
Bung, aku adalah kau.
Aku adalah kau saat 39 tahun.
- Apa? - Apa kabar?
Apa yang... Apa yang kau bicarakan?
Kau adalah aku? Yang benar saja. Apa?
- Kau yang benar saja. - Gigimu.
- Itu bukan gigiku. - Lalu? Ada apa dengan gigiku? Apa?
Ada celah di gigimu. Gigiku tak ada celah.
Persetan denganmu. Pakai penyangga gigimu.
Dan rambutmu... Itu sangat kering dan gelap.
- Tenanglah. - Kau memiliki poni.
Aku tak punya poni. Aku tak punya rencana...
- ...memiliki rambut poni. - Tenanglah, bajingan. Pertama...
Dan payudaramu kendur. Payudaraku tidak kendur.
Oke, kau bahkan tak bisa melihat payudaraku.
- Aku tidak melihatnya. - Ya Tuhan.
Aku lupa betapa bebalnya aku dulu.
Biar aku tunjukkan kau sesuatu.
Ini...
Benar? Saat 9 tahun.
Jatuh dari traktor ke pagar patah.
Itu sangat sakit.
Payudara kiri, satu ukuran lebih kecil dari sebelah kanan.
Dan, tidak. Ukurannya takkan pernah sama seperti yang kanan,
Tapi, jujur, kau akan terbiasa dan itu bukan masalah.
Pria tak begitu tahu. Wanita pasti tahu, tapi...
Oke, yang lainnya lagi.
Oke.
Itu jari kaki kita yang hilang. Ingat?
Dari kecelakaan tequila saat pernikahan keduanya Ruthie?
Sial! Itu masih belum terjadi.
Sial, aku tak seharusnya mengatakan itu.
Sebenarnya, aku rindu jariku. Boleh aku melihatnya?
Astaga.
- Oke. Aku teler. - Ya.
Bagus! Oke. Aku merasakannya.
Aku mengalami reaksi dari jamur.
Itu berhasil. Aku halusinasi.
Aku sebenarnya cukup seksi untuk wanita paruh baya.
Oke, persetan denganmu. Aku 39 tahun.
- Itu bukan paruh baya. - Tidak, itu termasuk paruh baya.
Masih belum.
No comments yet. Be the first to leave one.