The first 200 lines.
Dua orang masuk,
tapi hanya satu, Park Do Kyung, yang boleh keluar.
Mata, hidung, mulut, bentuk wajah, warna kulit, telinga,
bibir, kerutan, dan setiap helai rambut alisnya.
Dia harus identik dengan Do Kyung sampai kamu tidak bisa menyadarinya
setelah operasi selesai, paham?
Kim Nam Joon, kenapa kamu...
Kamu menyangkalnya dengan gigih, tapi...
Ae Ra, kami seharusnya
mendengarkanmu saat kamu bilang jangan memercayai Nam Joon.
Ibu masih tidak memercayainya.
Aku tahu.
Dia bertingkah seperti pria sejati.
Siapa sangka dia orang yang amat menyeramkan?
Astaga.
Benarkah Esther menyimpan video ini?
Ya.
Dia tahu ini akan merugikannya, tapi dia memberikannya kepadamu?
Ini sebagai ganti kesaksian soal kecelakaan lima tahun lalu.
Dia bilang sopir truk yang menyebabkan kecelakaan
bilang Do Kyung tewas karena Esther berusaha bunuh diri
dan berusaha menjebak Esther atas pembunuhan.
Maksudmu, itu tidak benar?
Dari yang kuingat, itu kecelakaan.
Korek sopir truk itu.
Cari tahu kenapa dia berusaha menjebak Esther.
Baik, Pak.
Nona Oh pasti syok.
Bawa dia pulang sekarang juga
dan laporkan Nam Joon ke jaksa.
Melihat dia tidak mengamuk kepadaku,
Esther pasti tidak bilang kepadanya bahwa aku menyewa sopir truk itu.
Maaf, Dokter Lee.
Kamu pasti paling kesulitan karena kamu korban.
Tapi kami membuatmu mencari video itu sendiri.
Pasti menyakitkan menonton video itu.
Maaf.
Tidak apa-apa.
Maaf, Nona Oh.
Bu Cho, ada yang mau kubicarakan.
Aku tidak mau bilang apa-apa kepadamu.
Ada apa? Cepat.
Melihat wajahmu saja sudah berat bagiku.
Esther bilang kepadaku
bahwa Anda bertanggung jawab
atas kecelakaan lima tahun lalu.
Aku tidak butuh bukti.
Pernyataan Esther
membuat semua tindakan Anda yang sulit dimengerti
menjadi masuk akal.
Termasuk kenapa Anda menyuruhku untuk tetap hidup
sebagai Do Kyung.
Aku yakin Anda takut
karena pada dasarnya Anda
membunuh putra yang amat Anda sayangi
dengan tangan Anda sendiri.
Aku yakin Anda takut
kesengsaraan yang datang
setelah keluarga tahu.
Kamu mengancamku?
Berbuatlah sesukamu.
Aku tidak takut.
Aku tidak pernah memerintahkan hal seperti itu
atau walaupun begitu,
tidak ada bukti seperti katamu.
Tidak.
Aku tidak mengancam Anda.
Aku tidak mau mengatakan hal
yang akan membuat trauma para tetua lagi.
Saat kubayangkan betapa traumanya mereka nanti
mendengar bahwa menantu merekalah
yang membunuh cucu mereka
dan bahwa istrinya menyebabkan kematian anaknya,
aku tidak bisa bilang.
Bicaralah sesukamu.
Aku tidak bisa memaafkan Esther,
tapi aku tidak bisa menjebaknya atas sesuatu yang tidak dia lakukan.
Tidak. Aku menolak memaafkannya.
Kenapa
dia harus menginginkan anakku?
Beraninya dia.
Bu.
Anda harus meminta maaf kepadaku.
Apa?
Aku korban terbesar
perbuatan Anda, apa yang Anda mulai.
Aku tidak berbuat salah,
tapi lihat apa yang terjadi kepadaku.
Aku ingin permintaan maaf tulus.
Aku tidak pernah memerintahkan kecelakaan itu.
Jangan menuduhku.
Aku tidak akan minta maaf.
Aku belum memaafkan Anda.
Hanya
aku tahu Anda hidup sengsara sekarang,
dan aku tidak mau membuat para tetua trauma.
Itulah alasanku bungkam.
Tapi saat waktunya tepat,
minta maaflah secara resmi
ke aku dan istriku.
Sampai jumpa.
Berandal lancang.
Tunggu dan lihat saja.
Akan kubuat kamu menyesal sudah bersikap arogan.
San Ha.
Kamu baik-baik saja?
Kamu tapak amat pucat.
Bagaimana denganmu?
Aku
hanya mendengar suara video,
tapi kamu menyaksikan adegan menyeramkan itu.
Aku baik-baik saja.
Aku bisa melupakannya.
Tidak. Harus.
Bagaimana dengan Bu Cho?
Kamu sungguh akan menguburnya?
Aku tidak mau melukai Pimpinan, Nenek,
dan Wakil Pimpinan lagi.
Lagi pula, Bu Cho sudah merasakan
hukuman paling kejam.
Bagaimana denganmu?
Jika bukan karena kecelakaan itu...
Jika berandai-andai, tidak akan ada ujungnya.
Tapi aku kasihan kepadamu.
Jangan.
Aku selalu berada di sisimu.
Aku juga akan segera menemukan Gun.
Aku akan menemukannya
dan membuatmu tersenyum lagi.
Apa?
Dia bilang apa?
Orang itu secara spesifik meminta mengadopsi Gun?
Ya, aku juga terkejut.
Dia pasti amat membutuhkan anak sampai langsung mengambil Gun.
Lalu?
Dia tidak ingat sisanya.
Aku tidak tahu dia tidak bisa atau tidak mau.
Kamu seharusnya melakukan apa pun untuk membujuknya.
Aku yakin dia tahu lebih.
Tentu. Aku Baek Geum Hee. Sekali menggigit, tidak kulepas.
Jangan takut. Akan kucari tahu lebih lanjut.
- Baik. - Aku pulang.
Soo Ho tadi menelepon.
Katanya kamu menemukan video operasi.
Katanya kamu trauma karena itu
dan dia menyuruh kami menghiburmu.
Hatiku hancur
karena kasihan kepadanya.
Pasti berat sekali baginya,
tapi dia bahkan tidak bisa menangis
karena mengkhawatirkanku.
Ayah yakin dia paham perasaanmu.
Ayah yakin fakta bahwa ada yang menangis untuknya,
seseorang yang amat mencintainya,
merupakan sumber penguatannya.
Benar. Soo Ho
hanya akan bahagia ke depannya.
Kita juga akan menemukan Gun.
Kuatlah, San Ha.
Ibu.
Pimpinan, aku baru saja mengajukan komplainnya.
Aku akan menyuruh semua diam-diam agar media tidak tahu.
Terima kasih.
Chan, kamu kidal?
Aku juga.
Kamu seharusnya melihat cara dia tidur juga.
Dia tidur menimpa tangan kirinya seperti kamu dahulu.
Kamu menuruni siapa?
Tampaknya kamu tidak menuruni ibumu.
Apa maksud Anda?
Tentu saja dia menuruniku.
Di mana ayahnya?
Kamu tidak pernah membahasnya.
Itu pelanggaran privasi.
Aku tahu aku menginap di rumah kalian,
tapi jangan mencampuri kehidupan pribadi kami.
Nak, ayo pergi.
Kenapa dia
amat sensitif?
Dia selalu tersenyum dan bertingkah manis.
Aku seharusnya tidak bertanya soal ayah Chan.
Aku lancang.
Benar.
Kamu tidak peka.
Setiap kali melihat Chan, aku teringat dengan Gun.
Aku mau pergi juga, Bu.
Duduklah sebentar.
Ibu sudah menemui pegawai agensi adopsi kemarin.
Sungguh? Apa katanya?
Apa dia ingat Gun dibawa siapa?
Ibu yakin dia tahu.
Dia bilang pasangan lain yang seharusnya mengadopsinyna,
tap seorang wanita secara spesifik meminta Gun dan membawanya.
Seorang wanita?
Siapa?
Dia tidak mau bilang.
Ibu akan terus mengoreknya.
Ibu akan mengganggu pegawai itu sampai dia ingat.
Tidak. Sampai dia bilang.
Lantas, aku akan ikut.
No comments yet. Be the first to leave one.