The first 200 lines.
Adakah seseorang yang kau ingin bunuh?
Semua orang punya seseorang yang mereka benci,
ingin mereka pukul, atau mereka hilangkan. Banyak orang, bahkan.
Di antara orang-orang ini, pasti setidaknya ada satu
yang kau inginkan mati. Atau ingin kau bunuh, jika memungkinkan.
Sebagai contoh…
Tidak, ini memang salahmu.
Kliennya marah karena
kau mengacaukan dokumennya.
Ya.
Kenapa sempat diam? Kau pikir ini salahku?
Tidak, tapi aku menulisnya sesuai apa yang kau katakan…
Kau tetap harus memperbaiki kesalahanmu!
Aku tak perlu orang yang tidak punya inisiatif.
Begitu juga perusahaan ini.
Bahkan masyarakat tidak membutuhkan mereka!
Lupakan. Kau berhenti saja.
Berhenti dari pekerjaanmu dan berhenti jadi laki-laki! Berhenti saja!
Rasanya menyenangkan.
Namun, tidak banyak orang bisa bertindak sejauh itu dalam kehidupan nyata.
Tapi kenapa tidak?
Karena etika memberi tahu kita membunuh itu tidak baik?
Ataukah itu moralitas? Rasa keadilan?
Karena akal budi manusia?
Alasan terbesarnya adalah…
karena tidak ada yang mau ditangkap.
Di negara ini,
kau tahu orang macam apa yang membunuh, dan siapa yang mereka bunuh?
HUBUNGAN ANTARA PEMBUNUH DAN KORBAN
Seperti yang kau lihat,
sekitar 90 persen korban dibunuh oleh seseorang yang mereka kenal.
Dengan kata lain,
kalau kau dibunuh oleh seseorang,
ada 90 persen peluang
pembunuhnya adalah anggota keluarga, pasangan,
teman, atau kolega.
Sebagai contoh…
Kau mungkin dibunuh
oleh orang yang duduk di sampingmu, temanmu menonton TV.
Itu sebabnya polisi
memeriksa media sosial korban.
Artinya…
Bahkan masyarakat tidak membutuhkan mereka!
Lupakan. Kau berhenti saja.
Berhenti dari pekerjaanmu dan berhenti jadi laki-laki! Berhenti saja!
Karena aku orang luar dan aku tidak punya motif,
nyaris tidak ada yang akan mencurigai aku.
Katakanlah kau ingin membunuh si A.
Kalau kau tidak punya hubungan apa pun dengan A,
meskipun kau membunuh A,
peluang kau ditangkap nyaris nol.
Tapi itu hanya teori.
Siapa yang akan menyangka bahwa
seseorang akan benar-benar mencobanya?
Ini Naoto Takenaka.
- Kau pegang sisi itu? - Ya.
Kalau begitu, ayo miringkan.
- Bisa? - Ya.
Baiklah…
Siap, ayo! Angkat!
Maaf, aku tidak mengerti kapan kau mau aku melakukannya.
Apa yang harus kulakukan?
KAMAR 302 - SHOTA TEZUKA
Aku tidak tahu.
Lantai tiga.
- Aku akan memiringkannya. - Baik.
Baik… Bagus.
- Belok kiri. - Baik.
- Maaf, tempat kami paling pojok. - Tak apa-apa.
Tolong taruh itu di depan rak buku.
- Ini ditaruh mana? - Di kamar tidur saja.
- Di sana. Terima kasih. - Ya.
Bagus. Benar yang ini?
KAMAR 302 - NANA TEZUKA
Nana, kami akan memasukkan kulkasnya!
Hampir selesai! Bertahanlah!
Aku tidak apa-apa.
Maaf! Apa yang terjadi?
Maafkan aku! Tidak apa. Akan segera kuperbaiki.
Kau bisa?
Ya. Beri aku waktu satu tahun.
Maafkan aku!
Berat sekali. Maaf, ayo kita letakkan.
- Terima kasih! - Kalian tampan!
Terima kasih banyak!
Terima kasih sudah membantu.
Tapi kita baru mulai.
Tapi…
hadiahku untuk menyelesaikan langkah pertama.
Bisa dilihat anak-anak.
KAMAR 104 - YOKO ISHIZAKI
KENJI ISHIZAKI - FUMIYO ISHIZAKI - KAZUO ISHIZAKI
Aku lapar.
Aku senang kita jadi membelinya.
Ya.
Tapi kau harus membayar seluruh depositnya.
Kenapa kau membicarakan itu lagi?
- Itu uang kita, bukan? - Ya.
Kau mau makan siang dari minimarket? Biar aku yang pergi.
- Tidak, aku ikut. - Tidak apa-apa. Santai saja.
Di mana tadi?
Aku tidak tahu.
Oh?
Pergilah ke jalan utama, belok kanan, dari situ sekitar 100 meter.
KAMAR 202 - SAWA KUROSHIMA
Terima kasih!
Lewat situ.
Oh, benar.
Dompetku ketinggalan!
Nana!
Nana, maaf. Tolong lemparkan ke bawah.
- Cepat! - Tangkap, ya?
Baik…
Ya!
- Aku menangkapnya! - Ya!
Ya!
Oh, awas…
Oh, maaf.
Tidak apa-apa.
KAMAR 502 - MISATO AKAIKE
KAMAR 502 - SACHIKO AKAIKE - GORO AKAIKE
Aku ingin disayang seperti itu sampai tua.
Tidurku tidak nyenyak belakangan ini.
Seperti seorang anak pada malam sebelum piknik sekolah,
aku tidak bisa tidur
karena terlalu gelisah memikirkan esok.
Selain itu, suamiku, yang lebih muda 10 tahun lebih dariku,
dengan bahagia membuatku melakukan apa pun yang dia mau.
Sepertinya
aku tidak akan mendapatkan cukup tidur lagi, untuk saat ini atau ke depannya.
Aku datang.
Aku Tokoshima, manajer tempat ini.
MANAJER - HIROSHI TOKOSHIMA
Halo. Senang bertemu denganmu.
Kau tak datang untuk memperkenalkan diri. Jadi, aku yang ke sini.
- Maaf. - Aku hanya bercanda.
Permisi.
Apa?
Baiklah.
Maaf, apa ada sesuatu…
Aku memeriksa interiornya.
Ada banyak orang
yang mengeluh tidak mendapatkan depositnya kembali saat pindah.
Maaf, tapi kami membeli apartemen ini.
Dua noda menjijikkan di langit-langit.
Di mana?
- Di sana. - Ha?
- Ini rak buku? - Ya.
Pastikan kau mengamankannya supaya tidak roboh.
Ini berbahaya.
Baik.
SERIAL MISTERI
Wow.
Boleh aku tutup ini?
Kasur semi-double untuk pengantin baru.
Maaf.
Kami tidak menyewa flat ini. Apa ini perlu?
Tidak.
Terserah. Minggir.
Ini.
Aku memberikan ini pada semua orang.
Wow, dia memberi kita ini?
Sepertinya manajer itu membuatnya sendiri.
Dia membuatnya sendiri? Luar biasa.
Dia berikan pada semua orang yang pindah ke sini, dan menggantungnya di sana.
Wow. Itu bagus.
Kau bercanda, ya?
Tunggu… Bukannya tidak sopan kalau langsung dilepas?
Tapi flat seberang juga tidak memakainya.
Tapi lihat… Lihat!
Orang ini memakainya.
Apa?
Aku penasaran seperti apa mereka.
Halo?
Halo, aku Tezuka. Kami baru saja pindah ke sebelah.
Oh! Aku datang!
Halo.
Aku Ono, senang bertemu denganmu.
KAMAR 301 - MIKIHA ONO
Senang bertemu denganmu.
Untukmu, kalau kau suka.
Terima kasih!
- Baiklah, kalau begitu… - Ya…
Kalian kakak beradik?
Tidak, kami suami dan istri.
Begitu, ya?
Kau tahu, paguyuban penghuni kita akan mengadakan pertemuan nanti.
Aku akan memperkenalkanmu pada penghuni yang lain.
Paguyuban penghuni?
Hanya satu orang per keluarga yang harus datang.
Diadakan sebulan sekali.
Tapi tidak terlalu penting untuk kita lakukan setiap bulan.
Baiklah, sampai bertemu nanti.
Baik.
Permisi.
Permisi.
Aku Tezuka. Kami baru saja pindah ke flat seberang.
Halo.
KAMAR 304 - SORA KITAGAWA
- Halo. - Halo.
No comments yet. Be the first to leave one.