The first 136 lines.
The Rules of Love
Aku hidup dalam penantian yang tak dapat diungkapkan
Dan aku adalah duyung yang hidup di dunia manusia.
Semangat, semangat,semangat!
Semangat, semangat,semangat!
Sedang apa kamu?
Tidak apa-apa, tidak apa-apa, masalah kecil.
Hei, katakan Kak Hao.
Benar-benar layak disebut pria tertampan di sekolah.
Tetap populer di mana saja.
Apa bagusnya jika terlalu tampan?
Apa ingin jadi pria tak berguna,
dan dimanjakan oleh wanita?
Iya, aku bersedia.
Hehe, aku juga.
Tampan sekali. Permisi.
Luotian, traktir kamu minum.
Ah, tidak perlu, terima kasih.
Untung Chen Hao tidak ikut kemari, menakutiku saja.
Melihatmu begitu gelisah.
Aku rasa…
kamu berjodoh dengannya.
Ini namanya tulang ikan keberuntungan.
Dapat mengusir kejahatan.
Bawalah dia.
500 yuan?
Mahal sekali. Tidak jadi.
Sebenarnya identitas asliku adalah…
dewa yang mengurus jodoh.
Aku datang ke Teluk Yuewei,
memikirkan pertemuan seperti apa…
yang cocok untuk setiap orang.
Kalung tulang ikan ini…
menentukan masa depanmu.
Jadi, pertemuan seperti apa yang akan aku alami?
Lama tidak bertemu, Kak.
Iya, lama tidak bertemu.
Jika bukan karena pertemuan keluarga sekali dalam setahun,
memang sangat sulit untuk bertemu denganmu.
Bibi.
Ayolah.
Paman, aku keluar sebentar.
Rahasia langit tidak boleh dibocorkan.
Belilah ini.
Baiklah, hehe.
Tampaknya jodoh di antara kalian masih belum cukup.
Tunggu.
Tunggu
Sakit, sakit, sakit.
Uang yang kurang, bisa dibayar dengan ini?
Cinta sudah datang diam-diam…
di saat kamu belum menyadarinya.
Kak Hao. Yang Luotian.
Akhirnya kepergok olehku juga.
Ayo.
Ibu.
Aku sangat merindukanmu.
Ini adalah hadiah yang aku bawakan untukmu.
Semoga kamu menyukainya.
Mau lari ke mana, Yang Luotian?
Kak Hao, dia benar-benar takut dengan air.
Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?
Tidak melakukan apa-apa.
Tapi sudah lama kami tidak senang padamu.
Mau ke mana?
Yang Luotian, aku kejar Yueyue selama 1 tahun.
Sekarang sudah hampir dapat.
Tapi begitu diganggu olehmu, sudah gagal total, tahu?
Jika kamu pergi… - Celaka.
Bagaimana meluapkan amarahku? - Air semua, bagaimana aku lari?
Ah?
Chen Hao.
Kita semuanya adalah teman sekelas.
Ke depannya masih akan sering ketemu. Jangan keterlaluan.
Oke.
Lompat dari atas sini.
Lompat maka masalah kita berakhir, bagaimana?
Lompatlah, lompatlah, lompatlah!
Akan tewas jika lompat.
Aku tidak bisa berenang.
Lompatlah!
Kak, lihat.
Yang Luotian, apa itu?
Monster?
Bukan monster.
Bukan monster, jadi apa?
Penyakit kulit.
Jangan kemari! Kuberitahukan,
jika kemari, akan kutularkan ke kalian.
Apa yang perlu ditakutkan.
Pegang ini.
Yang Luotian.
Menurutmu,
jika aku foto kondisimu berpenyakit…
yang menjijikkan ini,
apakah kamu masih akan menjadi pria tertampan di sekolah?
Jangan foto, jangan foto.
Mengagetkanku saja.
Siapa kamu?
Kalian banyak orang, menjahati satu orang.
Tidak merasa malu?
Apa yang kamu inginkan?
Tidak ingin apa-apa.
Hanya tidak suka melihatnya.
Tidak suka lihat?
Majulah.
Hati-hati. - Lumayan hebat juga.
Chen Hao!
Kamu yang memaksaku.
Aku ingin kamu lompat bersamanya.
Ini adalah masalah kita, tidak berhubungan dengan dia.
Jika harus lompat, aku saja yang lompat.
Jangan lompat.
Kak Hao, dia..dia bilang dia tidak bisa berenang.
Mana orangnya?
Bukan aku yang melakukannya.
Kak Hao, bagaimana sekarang?
Ingatlah, kita tidak datang ke tempat ini.
Jika ditanyakan tentang Yang Luotian, bilang tidak tahu, oke?
Baik.
Ayo.
Sadarlah.
Sadarlah.
Hei.
Kenapa wajahku begitu panas?
Ada sesuatu yang bersinar di sana.
Apa itu?
Tidak perlu bersembunyi lagi.
Aku sama denganmu,
juga merupakan duyung.
Nenek.
Dia akan segera sadar.
Ini, cepat dipakai.
Apa ini?
Apa pun itu,
tidak akan biarkan kamu mengingatnya.
No comments yet. Be the first to leave one.