The first 200 lines.
Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh kh4li5h
Aku tidak ingat jalan pulang.
Bawa aku ke Yoo Jeong.
Yoo Jeong sedang menunggumu.
Kau ingat?
Kenapa aku tidak ingat? Kau-lah yang menyetir.
Lalu Yoo Jeong yang menanggung kesalahannya. Kau pikir aku tidak tahu?
Supir.
Kang Yoo Jeong.
Supir!
Supir.
Apa yang kau lakukan?
Kali ini kenapa kau kemari?
Ada apa, Do Hoon?
Aku buatkan teh dulu.
Sebentar.
Kumohon biarkan begini sebentar.
Secret Episode 11
Maafkan aku.
Kau selalu saja...
masuk ke bangunanku dan menangis sendiri.
Maafkan aku.
Kali ini kenapa?
Kepadamu...
Aku selalu merasa bersalah.
Kehilangan orang yang dicintai...
Aku tahu bukan hanya aku yang mengalaminya...
Karena ayahku,
San, cara mereka meninggalkanku...
dengan tidak tahu malu aku melanjutkan hidupku.
Betapa menjijikkannya aku
bagimu?
Setidaknya kau sadar.
Itu juga menolongku.
Aku tidak cukup berani mati mengikuti Ji Hee
tapi kau bertemu denganmu
dan bisa membencimu sampai mati
untuk menahan semua itu.
Kau juga harus
menahannya setiap kali melihatku.
Apa yang begitu memberatkanmu, Do Hoon?
Semua orang.
Aku menjadi Jaksa dengan mengorbankan sesuatu.
Aku kemari tanpa ada sesuatu pun di tanganku.
Tapi...
orang diataslah yang memutuskan akhirnya.
Aku menyerahkan semuanya dan datang kemari,
tapi mereka yang berkorban demi aku.
dengan orang yang disini tidak ada bedanya.
Kau akan berpikir semua itu kemewahan,
tapi aku juga mengorbankan banyak hal untuk menaikkan derajat orang tuaku. Jika kau tahu itu...
Aku tahu.
Kita sama-sama menyerah, tapi
kita memulai awal yang berbeda.
Sejak kapan dunia ini adil?
Tidak pernah.
Tapi jika itu yang kau pertanyakan, kau-lah yang bodoh.
Terima kasih
atas nasehatmu.
Itu bukan nasehat.
Aku hanya mendorongmu agar tidak menyerah.
Halo.
Sudah waktunya memeriksa restoran 43.
Aku tahu.
Gwang Soo,
bagaimana menurutmu dia sekarang?
Bagaimana apanya...?
Apakah terjadi sesuatu?
Tidak ada.
Ayo.
Kau tidak pernah bisa melihatku beristirahat sebentar...
Kumohon, Hye Ri, hari ini saja.
Setelah ini, aku akan menggantikanmu kapanpun kau mau libur.
Tapi, ada apa? Kenapa dengan wajahmu?
Kau bahkan tidak pulang semalam.
Tidak usah dipikirkan.
Aku pergi.
Terima kasih.
Kita kembali Hapjoong-dong.
Aku mengkhawatirkan Kang Yoo Jeong
Apakah terjadi sesuatu?
Dia bersikap seakan tidak terjadi apa-apa.
Disitu letak anehnya.
Aku...
pernah melihat seseorang yang bersikap seperti itu...
Pokoknya, aku khawatir, jadi putar balik.
Baik.
Manajer. Ya, Bos.
Halo.
Aku tidak lihat Kang Yoo Jeong.
Katanya ada yang penting, jadi dia bertukar jadwal dengan Hye Ri.
Kemana Kang Yoo Jeong?
Ahh...itu...aku juga tidak tahu.
Tidak tahu? Apakah itu masuk akal?
Aku tanya tapi dia tidak menjawabnya.
Dia hanya minta bertukar jadwal shift.
Tercatat disini. Ini nomor telepon kami.
Ketika ada pasien yang hilang, mereka akan menghubungi kami
dari tempat dimana dia menghilang.
Ayahku juga punya gelang itu.
Tapi...
hilang...
Tidak mungkin dia bisa membukanya sendiri.
Lihat.
Bisakah anda memeriksa apakah ada panggilan?
Jika ada, kami pasti langsung menghubungi anda.
Walinya Ahn Do Hoon, kan?
Silahkan duluan.
Ada apa?
Tidak ada alasan lagi bertemu denganmu.
Bagiku ada.
Ayo keluar.
Aku tidak punya waktu. Aku harus menghadiri rapat.
Ini lebih penting daripada rapat.
Keluar!
Direktur, anda baik-baik saja?
Ada yang ingin aku katakan.
Usir dia keluar.
Oppa.
Cepat!
Oppa! Oppa!
Oppa!
Oppa!
Oppa!
Oppa!
Dia tidak disini! Kenapa kau tidak bisa percaya?!
Lalu ada dimana dia?
Harusnya aku yang menanyakan itu.
Katanya dia pergi bekerja tapi malah tidak pulang selama 2 hari?
Apa yang terjadi terhadap Kang Yoo Jeong?
Kau tahu dimana dia.
Mungkin dia bersembunyi karena telah terjadi sesuatu.
Dia sudah mengalami banyak hal, tidak bisakah kau membiarkannya sendiri?
Apa yang sedang kau lakukan?
Waktu aku ke Pohang mencari ayahku...
gelangnya tidak ada.
Gelang itu...
Bukankah tidak bisa dibuka sendiri?
Mengapa kau bertanya seperti itu padaku?
Karena hari itu...
kau menemukan ayahku.
Tidak?
Ya, aku bertemu dengannya.
Dia masuk ke dalam mobil ini.
Tapi dia selalu berusaha keluar.
Aku hentikan mobil agar tidak terjadi kecelakaan,
lalu dia berlari begitu saja entah kemana.
Bohong.
Saat itu hujan lebat dan juga banyak orang sehingga aku tidak menemukannya.
Jadi, kau mau menyalahkan aku?
Bohong.
Jadi kenapa kalau aku bohong?
Ya, Jika aku membuang ayahmu? Lalu apa?!
Orang yang tidak bisa menjaganya adalah kau.
Kau yang tidak mau dia dirawat di rumah perawatan!
Demi harga diri dan kepuasanmu!
Ayah...
sangat percaya padamu.
Ya. Ya, dan aku lelah dengan semua itu.
Lalu? Jika aku tidak mengejarnya? Lalu apa?!
Hentikan mobilnya.
Hentikan mobilnya.
Berhenti!
Aku bilang hentikan mobilnya!
Kau gila?
Bagaimana jika terjadi kecelakaan?!
Mengapa kau lakukan itu?
Bagaimana bisa?
Kepada ayahku?!
Karena lelah,
Karena itu kau menyingkirkan San juga?
Kau sengaja mengambilnya...
lalu membiarkan dia mati?
Apa yang kau bicarakan?
Kau benar-benar sudah gila.
Keluar.
Bagaimana bisa aku tidak gila?
Bagaimana bisa kau hidup dengan normal, Oppa?
Berlutut!
Untuk San...
Untuk ayahku, minta maaf kepada mereka!
Berlutut dan mohon ampunan!
Jika aku berlutut...
Jika aku minta maaf...
Kau mau menghilang dari hadapanku?
Aku tidak mau lagi hidup dengan selalu melihat ke belakang.
Kau selalu saja ada di ujung itu.
Menggenggamku, itu sangat menjijikkan!
Menjijikkan?
Aku?
Aku sombong ketika mengatakan
aku bisa membuatmu bahagia.
Kau bilang tidak akan menyesalinya?
Aku menyesal!!!
Hari itu!
Hari ketika kau memutuskan menggantikanku.
Jika aku langsung meninggalkanmu,
aku mungkin tidak akan menyesal sekarang.
Penyesalan itu...
akan kau mulai dari sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.