The first 200 lines.
Bagaimana itu bisa seperti ini?
Ini sudah 5 tahun.
Badai telah berlalu, namun aku tertahan di momen itu.
Semua musnah.
Dan aku masih di sini.
Jika kau mendengar ini, harapan masih ada.
Kami memiliki makanan, tempat berlindung dan persediaan.
Lokasi kami 22.27...
Satu, dua, tiga. Baiklah.
Aku butuh itu.
Baiklah, sekarang...
Oke, itu 12.
Itu 8.
Terlihat sangat gersang. Kapan hujan turun lagi?
Baiklah, jadi 12 dan 8.
Hari ini ikan atau ayam?
Tidak, tidak, tidak.
Apa itu?
Oke.
Buang-buang waktu. Tak ada orang disini.
Mungkin kau kurang teliti .
Aku tahu apa yang aku lihat.
Aku pikir melihat sesuatu.
Bersulang.
Kau bisa beritahu aku rasanya. Apa itu enak?
Itu sangat enak.
Ini bisa dibilang hidangan pertama kita sebagai saudari.
Apa ini termasuk hidangan?
Ini bisa menjadi hidangan pembuka.
Bagaimana rasanya?
- Bermutu tinggi. - Bermutu tinggi?
Mau berfoto?
Berikan aku sesuatu...
Apa itu?
Apa yang ada di sana?
Tertangkap kau!
Aku suka ini.
Aku pikir kita belanja untuk ulang tahun saudarimu?
Saudari tiri. Dan itu yang aku lakukan.
Bukan berarti aku tak bisa mencari beberapa barang bagus untukku.
- Beberapa? - Apa?
Bukankah kubilang kita akan merayakan?
Waktunya perayaan.
Ini dia. Dia pasti suka ini.
Hei, itu manis.
Itu mirip seperti jaketmu.
- Tapi lebih murah. - Tak apa.
Dengan begitu dia akan berhenti meminjam jaketku.
- Ya. - Aku akan beli ini.
Hei, menurutmu aku butuh denim lagi di hidupku?
- Energi dasar LA. - Ya.
Kau datang ke pestanya Tristan, 'kan?
Ya, kau baru tanyakan aku sekitar 87 kali.
Aku tahu ini hal penting. Aku akan datang.
Oke, bagus. Aku hanya memastikan.
- Apa menurutmu... - Tidak. Dia sama sekali tak curiga.
- Dan... Oke, bagus. - Dan, ya, dia akan terkejut.
- Aku tidur di tempatmu malam itu. - Astaga. Kau serius?
Kau masih diam-diam jika kau memiliki pacar?
Kau 24 tahun.
Ayolah. Kau tahu betapa konvensionalnya orang tuaku.
Mereka akan terkena stroke...
...jika tahu aku mengencani pria bukan orang China.
Kau tahu? Kau hanya perlu bersikap berani.
Saat aku beritahu orang tuaku...
...aku akan pindah keluar, mereka hanya menerima itu.
Aku banyak memikirkan soal itu.
Tinggal berdua bersama Tristan, memiliki ruangku sendiri...
Tapi aku tak bisa.
Kau tahu? Kau sudah dewasa.
Mereka harus menerima itu.
Ditambah, kau sudah pasti mampu.
Nona Asosiasi Pembelian Perdagangan.
Oke, mungkin kau benar. Akan aku pertimbangkan.
Ya.
Dia seolah bisa mendengar kita.
- Tak apa, biarkan saja. - Tinggalkan aku sendiri!
Aku rasa melihat durian disana.
Apa?
Hai.
Hei!
Hei.
Ini.
Wow, terima kasih. Terima kasih.
Itu mirip seperti milikmu.
Sekarang kau punya sendiri,
Kau tak harus selalu meminjam milikku.
Terima kasih.
Tunggu, apa? Kalungnya Poh Poh?
Ya, tapi bukan itu intinya.
Itu harusnya diberikan pada anak yang lebih tua.
Aku yang lebih tua.
Kau tak apa?
Tak apa.
Aku Asha.
Namaku Asha.
Oke.
Kau ketakutan.
Tak apa.
Tak apa untuk menangis.
Aku tidak menangis.
Kau tidak menangis?
Wow.
Aku sering menangis.
Ya?
Ya.
Aku pernah menangis setiap malam.
Dengan begitu banyak ingus.
Kau merindukan keluargamu?
Ya.
Ibuku.
Tapi aku akan segera bertemu dia.
Benarkah?
Ya. Saat aku pergi.
Aku akan membuat kapal,
Lalu kami akan pergi temukan dia,
Dan pergi jauh dari sini.
Oke.
Namaku Yuen Hei.
Tapi orang memanggilku Hei Hei.
Malam, Hei Hei.
Tunggu!
Tidak! Tidak! Tidak, tidak!
Tidak, tidak, tidak, tidak! Tidak!
Tidak!
Isolasinya, itu...
Oke.
Permisi.
Jangan bermain-main dengan semuanya.
Oke, karena kau akan berada disini, kita harus punya peraturan, oke?
Pertama, jangan sentuh barang-barangku.
Kedua, jangan banting pintu atau membuat suara keras.
Suara bergema, dan orang selalu mendengarkan.
Mereka tak sebaik aku.
- Cantik. - Hei, apa kau mendengar?
Yang barusan cukup keren.
Apa?
Hei Hei.
Pencuri kecil itu. Aku akan...
Aku temukan makanan!
Keluarkan itu dari sana!
Apa yang kau lakukan jika orang jahat datang?
- Apa? - Orang jahat.
Apa yang kau lakukan jika mereka datang?
Aku punya tempat persembunyian.
Boleh aku juga sembunyi di sana?
Bukankah kau akan pergi?
Kau boleh ikut.
Aku tidak ikut.
Kenapa tidak?
Ini rumahku.
Dan juga, tak ada gunanya. Tak ada apa-apa di luar sana.
Tidak ada?
Tidak. Tidak terlalu.
Baiklah, mari kita urus rambut yang membelit ini.
Ini.
Kau masih punya banyak trik rahasia, ya?
Ibuku mengajarkanku.
Apa kau mengambil kalungku?
Kalungku, kau tahu, yang selalu aku pakai.
Apa kau mengambilnya?
Tak apa jika kau mengambilnya.
- Tidak. - Cukup jujur saja.
- Aku takkan marah. - Tidak!
Kau benar-benar tak mengambilnya?
Hei Hei?
Aku tidak marah jika kau mengambil kalungku.
Aku hanya tak pandai berurusan dengan orang.
Aku terbiasa sendiri. Itu hanya...
...lebih mudah.
Maksudku, ini sudah sangat lama.
Orang terakhir yang kuajak bicara adalah...
Intinya ini sudah lama,
Dan aku tak suka orang menyentuh barangku, kau tahu?
Aku tidak marah.
Serius? Perlakuan diam? Kau mau aku berkata apa?
Maaf jika aku menuduhmu.
Tak apa jika kau mengambilnya.
Kau bisa beritahu aku. Aku tidak marah.
Oke, baiklah. Aku marah. Kau senang sekarang?
Jangan sentuh barangku.
Apa yang barusan terjadi?
Apa yang...
Di mana...
Apa yang...
Apa ini tak masalah?
Apa ini tak masalah, Kakak?
Entahlah. Tanya Ibu.
Aku dilarang membantu membuat pangsit, bukan
Ya, badai terburuk dalam sejarah.
Jiejie ...
Aku tahu. Tempat-tempat itu tak dibangun seperti Hong Kong,
Tapi tetap saja. Ibu, aku sedang menelepon.
Telepon lagi nanti.
Aku akan telepon balik. Sang penguasa memanggil.
Aku tak tahu apa masalahnya. Ibu sudah memiliki seorang budak.
Jangan bicara seperti itu.
Kenapa kau tak bisa menjadi gadis baik seperti adikmu?
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Asha? Asha? Asha?
No comments yet. Be the first to leave one.