My Home Hero (マイホームヒーロー)

My Home Hero (マイホームヒーロー)

Download Indonesian Subtitle

Release info

My Home Hero - S1 - E07 [1080p HEVC]
A Commentary by Popopupo1
Untuk releasan Nyaa, Judas, Asw, Anime Time, Jangan lupa berikan Ratings ya*Ig : @Sebastianus_Ariston20

Tags

1080
HEVC
Published on: 2023-05-15
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 172 lines.

Kamu pasti sangat khawatir, kan,

Tosu Reika?

Dia orangnya gigih sekali.

Tadi itu siapa?

Belakangan ini sikap Ibu terlihat aneh.

Ayah juga.

Kenapa Ibu malah memberi tahu soal Nobuto padanya?

Kenapa, Bu?

Kenapa?

Kenapa, ya?

Dia klien yang kukenal di tempat kerja.

Aku mengundangnya kemari karena ingin konsultasi.

Aku ingin konsultasi soal cara mencegah agar kamu tidak mudah ditipu pria jahat.

Kenapa konsultasi padanya?

Soalnya...

Soalnya dia itu buaya darat.

Sebenarnya aku tidak ingin bicara buruk soal klien ayahmu,

tapi dia buaya darat kelas kakap.

Iya, kan?

Hal seperti ini lebih cocok dibahas dengan yang sudah pengalaman.

Iya, kan?

Jangan bilang siapa-siapa, ya.

Apa maksudnya?

Aku benar-benar minta maaf.

Bagaimana kalau bawa ini?

Jangan ikut campur.

Anu... selanjutnya kita mau ke mana?

Ikut saja, nanti tahu sendiri.

Aku juga mau pergi.

Bukankah kamu baru pulang?

Aku sudah seminggu di sini.

Lama-lama aku jadi bosan.

Nanti malam kamu harus pulang, ya.

Apa dia memang selalu begitu?

Maksudnya?

Aku kagum kamu bisa hidup dengan wanita merepotkan seperti dia.

Ah...

Setidaknya bantah dia.

Coba lihat.

Buka riwayat perekam ketikan.

Oh, begini.

Lalu surelnya...

Begitu.

Pria itu...

Di dalam toilet masih sempat mengirim surel ke organisasi.

Lalu... masukkan ID dan sandinya...

Nah, berhasil masuk.

Cek pesan masuk yang dia terima,

lalu cari pesan yang ada alamat tempat tinggalnya.

Alamat...

Ini...

Namaku Kyoichi.

Maaf soal kejadian tadi.

Kamu bisa menghubungiku, tapi lewat surel.

Dari tulisan ini dia memang seperti buaya darat.

Orang tuamu menyembunyikan sesuatu darimu.

Agar mencegah itu terjadi, kita buat Tosu Tetsuo...

jadi pelakunya?

Memaksanya...

Dibunuh?

Aku sudah memberitahukan rencana mereka pada Tetsuo.

Di surelnya pun sudah kutemukan alamatnya.

Sudah jam segini.

Aku harus segera pergi.

Buka pintunya. Kamu punya kunci cadangannya, kan?

Ke sini, ya?

Bisa gawat kalau masuk ke sini.

Baru seminggu.

Kalau aku meninggalkan petunjuk yang tidak kusadari...

Majima...

Majima...

Majima...

Di sini?

Apa ini rumahnya?

Bagaimana ini? Bagaimana kalau keluarganya yang keluar?

Maaf...

Ada perlu apa ke rumah kami?

Anu...

Nanti putriku marah.

Jangan diacak-acak.

Dia mengabaikanku.

Maaf, bisa keluar dulu dan belikan sesuatu untukku?

Iya.

Nanti kutelepon lagi...

Terasa lama.

Seminggu ini benar-benar terasa lama.

Tahun lalu,

aku baca buku soal "nasibmu akan berubah dengan bergaya hidup sedikit mewah".

Sejak saat itu, aku selalu beli sayur organik.

Lalu, akhirnya aku dapat hadiah undian seperti ini.

Semua ini berkat putraku.

Berkat putramu yang sering belanja daring,

kalian akhirnya bisa memenangkan undian seperti ini, ya.

Benar, aku sangat berterima kasih.

Tidak apa-apa...

Kalau begitu, terima kasih banyak.

Wawancaranya selesai.

Hadiahnya akan dikirimkan beberapa hari lagi ke rumah ini.

Baik, terima kasih banyak.

Keluarga kami dulunya menjalankan restoran.

Suamiku adalah pemilik generasi kedua dan restorannya disukai penduduk lokal.

Tapi, tak lama setelah diwarisi suamiku, preman datang mengganggu kami.

Awalnya, kami berusaha menahan diri, tapi...

Jangan-jangan... Bagaimana dengan polisi?

Mereka hanya mendengar keluhan kami saja,

tapi tidak ada tindakan.

Suamiku terus diperas, sampai akhirnya...

dia memutuskan untuk bunuh diri.

Saat itu, putraku baru delapan tahun.

Sekarang dia bisa mencari nafkah sendiri,

menyokongku dengan mengirim semua kebutuhanku.

Dia bilang begitu tabungannya sudah cukup, dia akan membuka restoran lagi bersamaku.

Seperti itulah janjinya padaku.

Kalau tidak ada dia,

aku tidak tahu akan seperti apa.

Aku sangat bersyukur masih hidup sampai sekarang.

Aku beli tablet bekas.

Di dalamnya ada akun sosial medianya Nobuto, termasuk sandinya, lalu...

video palsu Nobuto dan aplikasi penyunting video.

Lalu, ini adalah kotak yang berisi kerangka Nobuto.

Kelima benda ini

adalah barang bukti "kamu yang membunuh Nobuto dan menyembunyikannya".

Kita letakkan ini di rumah salah satu anggota organisasi,

dan membuat dia menjadi pelakunya.

Jadi ini rencana kedua kita?

Benar.

Yang menjadi kambing hitam

pasti akan dibunuh.

Boleh tanya siapa nama putramu?

Namanya Kyoichi, dia putra tunggalku.

Demi melindungi anak sendiri,

kamu harus membunuh anak orang lain.

Karena itulah perselisihan di dunia ini terus berlanjut.

Dari awal aku sudah menyadarinya...

Meski aku sudah menyadarinya, tapi...

Mungkin...

dia tidak akan kembali ke rumah ini lagi.

Aku harus menyelidiki alamat dia tinggal sekali lagi.

Setelah menelepon, dia langsung menggunakan laptopnya.

Apa yang sedang dia pikirkan?

Pria itu sedang menggunakan surelnya.

Berarti aku bisa baca isi pesannya dengan perekam ketikan?

Dia terpancing.

Aku malah menghubunginya.

Kalau dia memang berbahaya, aku akan langsung lari.

Langsung dibalas.

Terima kasih sudah menghubungiku.

Apa belakangan ini terjadi hal aneh di sekitarmu?

Aku mungkin bisa membantumu.

Pacarku hilang.

Kepala ayahku terluka.

Tapi dia tidak mau memberitahuku alasannya.

Aku mengira kalau ayahku dihajar oleh pacarku.

Soalnya, selama seminggu ini, dia sudah terluka dua kali.

Luka di kepalanya itu perbuatanku.

Maaf, aku tidak tahu soal dia terluka.

Aku tidak bisa membantu, maaf.

Lalu, apa yang mereka sembunyikan itu?

Kapan ayahmu bilang pacarmu menghilang?

Lalu, apa ayahmu bilang kalau layanan kebersihanlah yang memberitahunya?

Layanan kebersihan?

Ayahmu bilang...

Layanan kebersihan...

Reika?

Apa kita bisa ketemuan untuk membahasnya?

Ini dia.

Ketemuan, ya?

Dia mengetiknya cepat sekali.

Pesan dari Ibu?

Ini cuma perasaanku,

jangan bilang kamu sekarang sedang mengobrol dengan pria buaya darat itu, kan?

Ibu itu esper, ya?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left