The first 200 lines.
EngSub upload oleh riri13 Diterjemahkan bebas oleh danang1982
Episode Sebelumnya-
Sekarang kita adalah satu tim.
Para penjahat yang tak mau mengubah jalan hidupnya...
gigit dan koyak mereka.
Aku pun sudah banyak melakukan kejahatan...
tapi kalian mendapat balasan satu per satu.
Hei! Aku menyelamatkan nyawa mu.
Dari semua kejahatan yang kalian perbuat, bagaimana rasanya berbuat kebaikan?
Kebahagiaan sesungguhnya...
adalah saat kau merasa bahagia, begitu juga orang sekitar mu.
Apa yang kau pikirkan?
Apakah orangnya adalah... Oh Gu Tak?
Kita hampir saja jadi teman kan?
Kenapa kau lakukan itu pada ku?
Obrak-abrik otak mu dan ingat-ingatlah, keparat!
Cepat yakinkan aku! Ku mohon pada mu!
Mengingat apa yang telah kita lalui, aku akan mempercepatnya untuk mu.
Jangan membenci ku.
Ada apa tengah malam begini?
Apa yang harus kita lakukan? Anda sudah makan?
Saya membawa sedikit makanan.
Semoga Anda suka. Silakan dicicipi.
Jika duduk bersama dengan orang yang tidak ku suka...
bahkan minum segelas air pun aku enggan.
Langsung pada permasalahan saja jadi kita bisa segera pulang.
Saya sudah jomblo selama 4 tahun, Komisaris Nam.
Sejak saya tinggal di lantai basement daerah Sinimdong...
mempersiapkan ujian negara, wanita itu menemani saya.
Tapi kemudian dia meninggalkan saya, sehingga saya sendirian.
Pembunuh berantai tahun 2010, Jo Man Sik, benar dia kan?
Ya. Istri saya jadi korban terakhirnya.
Sepertinya kita sama-sama...
kehilangan anggota keluarga karena pekerjaan.
Aku rasa kau sudah memainkan kartu perasaan mu.
Sudah ku katakan pada mu, Jaksa Oh...
bahkan jika punggung ku terasa sakit, aku akan tetap memegang payung.
Aku tahu yang kau pikirkan, Jaksa Oh.
"Aku memenjarakan pembunuh istri ku."
"Ku lakukan semua sesuai hukum."
"Tapi apa yang kau lakukan di Kepolisian Nasional?"
"Bukankah kau memberikan perintah untuk membunuh pembunuh anak mu?"
"Demi citra mu di masyarakat..."
"kau seharusnya menutup mata..."
"dan mengabaikan Oh Gu Tak beserta 3 orang itu."
"Dengan begitu, aku akan mengabaikan..."
"kejadian memalukan tersebut."
Separuhnya Anda benar, tapi sisanya... tak semuanya benar.
Saya menangkap Jo Man Sik.
Tak ada kesalahan sejak dakwaan hingga pembacaan hukuman.
Dia bahkan dipenjara seumur hidup.
Sampai dengan titik ini...
mungkin Anda sudah mengetahuinya dari berita di TV.
Sebenarnya, hal menarik adalah yang terjadi selanjutnya.
Bagaimana? Harus saya lanjutkan?
Sekitar 3 bulan setelah memenjarakan Jo Man Sik...
Saya mengunjunginya, seperti yang Anda lakukan, Komisaris.
Apakah Anda tahu bagaimana saya berharap dia terlihat di penjara?
Tak kurang, tak lebih... agar terlihat seperti saya.
Apa yang dia pikirkan, tak membuat saya tertarik atau ingin tahu.
Saya berharap dia terlihat seperti seseorang yang kehilangan segalanya.
Seperti seseorang yang hancur dan tak punya harapan.
Dengan begitu saya akan memaafkannya.
Bayangan keputusasaan manusia.
Itulah harapan terbesar saya.
Tapi Anda tahu bagaimana wajah Jo Man Sik terlihat saat itu?
Bagaimana kabar mu, Jaksa?
Pikiran saya mendadak kosong setelah mendengar kalimat tersebut.
Saya memandangnya beberapa menit, tak bisa bicara.
Saya terdiam dan hanya duduk disana, memandang wajah keparat tersebut.
Kemudian hal ini terlintas di pikiran saya.
Dia yang berbuat kejahatan, tapi kenapa seperti aku yang dihukum?
Ah! Sistem keadilan yang saya percaya...
menghukum yang sebenarnya tak terasa seperti sebuah hukuman.
Dia diasingkan karena kejahatannya, tapi tidak dihukum atas kejahatannya.
Hukuman sebenarnya malah dirasakan korban dan bukan pelakunya.
Jika hukuman hanya seperti itu...
dan jika itu yang diperbolehkan dalam hukum...
Baiklah. Saya yang akan menghukum mu.
Akan saya gunakan cara sendiri untuk menghukum mu.
Semua sakit yang saya rasakan...
kau akan merasakan hal yang sama. Dan saat kau merasakannya...
kemudian merasa hampa...
itulah cara saya menghukum mu.
Itulah sistem keadilan menurut saya.
Lalu? Apa kau membunuh Jo Man Sik, Jaksa Oh?
Tidak, kematian bukanlah hukuman.
Kematian terlalu mudah.
Rasa tak ingin hidup sebenarnya lebih menyakitkan.
Saya melihat bahwa walaupun dia membunuh 8 orang...
tapi dia sangat mencintai istrinya.
Jadi saya bunuh istri si keparat itu.
Dengan begitu dia akan hidup segan mati tak mau, seperti saya.
Kemudian saya mengunjungi Jo Man Sik lagi.
Saat melihat bagaimana keadaannya...
raut wajah keparat itu adalah benar...
seperti yang saya harapkan.
Saat itulah saya mengerti satu hal...
mengirim pembunuh ke penjara bukanlah sebuah hukuman.
Membunuh orang yang dicintainya agar mereka merasakan hal yang sama...
itulah yang disebut hukuman.
Kenapa kau mengatakan hal ini pada ku?
Orang-orang dalam Tim Khusus Investigasi...
seberapa penting Anda memandang mereka, Komisaris?
Jika Anda tak campur tangan, maka mereka akan mengalami kesulitan kan?
Saya ingin Anda mengerti alasannya sebelum Anda meninggal.
Karena itu saya ceritakan hal ini.
Oh Jae Won, kau...
Maafkan saya, tapi hanya ini caranya.
-Kembali Lagi ke Dunia : Episode Terakhir-
Cepat yakinkan aku.
Yakinkan aku! Ku mohon pada mu!
Oke. Aku mengerti perasaan mu.
Maafkan aku.
Aku... masih belum yakin.
Ayo pergi.
Apapun kebenarannya, semua akan terungkap sendiri.
Jeong Mun...
Kau tetap akan mati di tangan ku.
Ini aku. Ijinkan aku bertanya sesuatu.
Gu Tak... kita ini manusia atau binatang?
Ada apa? Apa yang terjadi?
Kenapa terdengar seperti kau sedang sekarat?
Jangan terpengaruh, bocah.
Jangan terpengaruh dan jawab saja pertanyaan ku.
Apa yang kau bicarakan?
Hentikan omong kosongnya. Dimana kau sekarang?
Tiba-tiba, Gu Tak, terlintas di pikiran ku...
Kekerasan adalah hukum binatang, dan kelembutan adalah hukum manusia.
Itulah yang sebenarnya...
tapi Gu Tak, hukum macam apa yang kita percaya selama ini?
Hukum manusia atau binatang?
Keparat yang mana? Keparat macam apa yang melakukannya?
Lupakanlah. Jangan kau cari tahu.</i<
Walau kau mengetahuinya, berpura-puralah tak tahu.
Katakan dimana kau sekarang!
Biarkan aku mati sendiri layaknya binatang.
Cukup...
Gu Tak, kau harus hidup seperti manusia... manusia.
Kau mengerti?
Gu Hyeon hyeong! Gu Hyeon hyeong!
Aku lelah... Aku ingin tidur.
Gu Hyeon hyeong!
Sang Jun, aku butuh bantuan untuk melacak lokasi HP.
Gu Hyeon hyeong! Gu Hyeon hyeong!
Ketua Tim Oh, kenapa kau melakukan hal seperti ini?
Karena kau berurusan dengan binatang...
apa lantas kau bersikap seperti mereka?
Apa yang kau bicarakan? Kami tidak membunuhnya.
Kau sudah tahu kalau kami tidak membunuhnya kan?
Itu akan diketahui setelah penyelidikan.
Kau dan mereka bertiga sekarang ikut kami ke kantor.
Luka ini... apa penyebabnya?
Jika kau menikam sekuat tenaga, bilahnya akan menggores telapak mu...
dan menyebabkan luka seperti itu.
Jaksa Oh, mungkinkah kau baru saja menikam seseorang?
Apa kau membunuh Komisaris Nam Gu Hyeon?
Ku pikir kita bisa mengakiri ini dengan mudah.
Maaf, tapi mulai sekarang kita harus serius.
Ayo kita mulai.
Oke, keparat jenius. Bagaimana peluang kita?
Tak terlalu bagus.
Ikuti aku, bocah.
Sepertinya tak akan mudah kan?
Hanya kau yang aku percaya, Chief Cha.
Semuanya terserah kau.
Ya, Inspektur Yu. Ini Oh Jae Won.
Telah terjadi sesuatu.
Pak Ung Cheol dan Jeong Tae Su, bukankah mereka memakai gelang pelacak?
Tolong lacak lokasi mereka.
Sinudong 318-1. Kompleks Industri Jinseong.
Mereka terlihat disana. Kirimkan pasukan kesana.
Kita terlambat satu langkah.
Sepertinya begitu.
Tapi siapa yang mereka bunuh?
Mi Yeong. Jalan yang kau pilih... jangan sampai kau menyesal ya?
Mungkin aku semakin tua...
tapi setelah kehilangan anak ku...
dan kau, yang sudah seperti putri ku sendiri, meninggalkan ku, aku terasa kesepian.
Kembalilah kapan pun kau siap. Aku tidak kemana-mana.
Mi Yeong, kau dan aku sekarang satu tim.
Aku ada dan kau ada. Sampai aku mati...
Mengerti?
Komisaris, sepertinya aku tak bisa melaksanakan yang kau ucapkan.
Mulai sekarang, aku akan selalu melindungi mu.
Jadi jangan bicara tentang sekarat lagi, Komisaris.
Jangan banyak bicara. Tangkap siapa pembunuh Komisaris.
Mulai hari ini, penyelidikan akan dibuka secara umum, jangan khawatir.
Aku pasti akan menangkap pembunuh Commissioner Nam.
Tak perlu, silakan duduk.
Wow, semuanya yang hadir sungguh luar biasa.
Detektif Choe, keluarga mu baik-baik saja?
Ya. Terima kasih.
Tapi kenapa kau mengumpulkan kami disini?
Oke, akan ku jelaskan pada kalian.
Komisaris Kepolisian Nasional Seoul Nam Gu Hyeon...
diserang dan dibunuh sekitar pukul 2:30 pagi ini.
Berandalan yang membunuh Komisaris Nam Gu Hyeon...
mampu mengalahkan rekan kita dan melarikan diri dari TKP.
Sekarang pukul 11:35 siang dan keberadaan mereka tidak diketahui.
No comments yet. Be the first to leave one.