The first 200 lines.
Kau mungkin mengira aku ini sudah gila, tapi tak ada pilihan lagi.
Hanya ada satu cara ini.
Aku akan menyerahkan diri.
Seo Joon Oh-ssi.
Sangat sulit bertemu denganmu.
Karena kau telah menyerahkan diri...,
...kenapa kita tidak langsung saja?
Kau harusnya sudah mencegahnya.
Kaulah yang menyarankan dia jangan pergi ke kantor kejaksaan.
Tapi, teganya kau membiarkan dia pergi seperti itu?
Menyerahkan dirinya artinya tamatlah sudah bagi Seo Joon Oh.
Kita harus bagaimana, Jaksa Yoon?
Tae Ho pasti telah dibebaskan karena adanya kesepakatan. Pasti itu.
Tae Ho pasti sudah berjanji menyingkirkan antek tersebut.
Jadi maksudmu...
Aku harus melibatkan diri di antara mereka berdua?
Entah kau bisa membuat Jang Do Pal memihakmu atau tidak...
...semua itu terserah padamu sekarang, Seo Joon Oh.
Apa yang kau pakai di kepalamu itu?
Kau kelihatannya baik-baik saja.
Kenapa kau mau menemuiku?
Membiarkan mereka berdua sendirian seperti itu, apa tak masalah?
Besarkan volume-nya.
Bagaimana rasanya tinggal di sini?
Tidak ada yang perlu kukhawatirkan sekarang, jadi aku merasa lebih baik.
Kau berpendirian luas juga, ya.
Padahal kau yang dipenjara, bukannya Tae Ho./ Kau.
Jika kau mencoba memprovokasiku untuk entah apa yang kaurencanakan...
Apa Tae Ho...
...sering menengokimu kesini?
Apa kau tahu apa yang dia lakukan belakangan ini?
Apa aku harus tahu itu?
Tentu saja, kau harus tahu.
Jika kau menanggung semua kesalahan untuk meminta bantuan...,
...kau setidaknya harus tahu dulu jika dia mampu.
Apa menurutmu Tae Ho sungguh bersedia melakukan apa yang kau minta?
Kau sudah berbuat keji demi dirinya...,
...tapi dia takkan melakukan apa pun demi kau.
Sepertinya dia lupa buat membantumu.
Aku tidak mengerti apa yang kau katakan.
Aku tidak pernah memintanya membantuku...
CEO Hwang...
...sudah bisa bicara sekarang.
Terus? Terus kau mau apa?
Aku tidak tahu kenapa aku mendengarkan perkataanmu ini.
Apa yang dia lakukan?
Apa kau sepercaya itu dengan Choi Tae Ho?/ Lepaskan aku!
Cepat, lerai mereka!/ Baik.
Seo Joon Oh itu berulah apa lagi! Buka pintunya!
Cepat buka pintunya!
Buka!
Jangan bergerak!
Jangan bergerak!
Bawa dia.
Seo Joon Oh. Kau sudah gila?
Apa yang kaulakukan?
Apa yang kau katakan padanya?/ Aku tidak mengatakan apa-apa.
Sialan ini.
Kau pikir ini main-main apa?
Tidak.
Apa kau sepercaya itu dengan Choi Tae Ho?/ Lepaskan aku!
Antek yang kau suruh buat membunuh CEO Hwang.
Kau menyuruh Tae Ho buat membunuh orang itu, 'kan?
Tapi apa boleh buat.
Malah sepertinya mereka berdua kelihatan akrab.
Kau itu ditipu. Kau sadar itu?
Memang dia orangnya.
Dialah orang yang mencoba menyuntikkan sesuatu ke CEO Hwang.
Oh iya, Joon Oh Hyung. Aku pernah melihat orang itu.
Kau menunjukkan foto seorang pria dan menanyaiku...
...apa aku mengenalnya.
Kau bilang dia mencoba menyakiti CEO Hwang...
...dan kau harus menemukan orang itu.
Aku pernah melihat orang itu turun dari mobil Tae Ho...
...dan menunduk pada Tae Ho...
...seolah-olah dia anak buahnya Tae Ho.
Seo Joon Oh itu berulah apa lagi? Buka pintunya!
Cepat buka!
Buka!
Jangan bergerak!
Mengaku?
Kapan aku bilang begitu?
Kau bilang kau akan mengaku jika aku mengizinkanmu menemui Jang Do Pal.
Kapan? Apa yang Anda bicarakan? Aku bilang aku akan mengaku?
Astaga.
Jaksa Lee. Aku tidak tahan lagi.
Jika Anda seperti ini, lebih baik kita langsung sidang saja.
Anda bilang Anda bisa menjebloskanku ke penjara walau aku tak mengaku sekalipun.
Cepat, kita sidang saja.
Dasar...
Hei. Keluarkan dia dari sini.
Cepat!
Kau... kau akan menyesalinya.
Unni./ Ya.
Kau sudah datang.
Katanya Joon Oh Oppa menyerahkan diri.
Dia menyerahkan diri bukan karena keinginannya.
Gara-gara aku, dia pergi...
...ke kantor kejaksaan.
Kabar baiknya adalah...
...sidang akan digelar...
...terkait apa Seo Joon Oh mengaku atau tidak.
Karena semua kesaksian kalian hasilnya tidak efektif...,
...maka kita harus mengubah situasinya.
Ini sebenarnya bisa jadi hal baik.
Apa maksudmu menggelar sidang itu hal yang baik?
Apa kau punya rencana?
Pertama-tama...,
...kita sudah punya pengacara yang sangat kompeten.
Kau seorang pengacara sekarang?
Ya./ Kapan kau mengganti pekerjaanmu?
Apa karena Joon Oh?
Bukan seperti itu.
Aku memang sudah lama merencanakannya.
Aku menundanya karena Joon Oh...,
...dan aku mempercepatnya juga karena dia.
Apa?/ Nanti kuberitahu detilnya.
Apa maksudmu?
Selamat, kalau begitu.
Ya.
Sekarang, kita harus buat rencana untuk sidang nanti.
Sepertinya kita harus membuat...
...CEO Hwang Jae Gook sebagai saksi pertama. Bagaimana menurut kalian?
Boleh aku bicara?
CEO Hwang belum sepenuhnya pulih.
Apa tak masalah?/ Benar.
CEO pun tidak bisa bicara jelas sekarang.
Walau begitu, kita harus mencoba.
Biar aku yang memohon CEO Hwang jadi saksi.
Ya. Baiklah.
Dia telepon.
Kakak. Kenapa sulit sekali menghubungimu?
Seolah kau ingin menghindariku.
Kau tidak tahu dari nada suaraku ini?
Suaraku serak sekarang karena aku selama ini berteriak...
...mengajukan persetujuan pengharkatan pegawai.
Kalau kau sesibuk itu...,
...kenapa kau sering sekali ke kantor kampanye Tn. Ahn?
Kakak.
Kakak.
Kau tidak bisa begini padaku sekarang.
Kau yang memohon padaku buat membantumu menyelamatkan Partai Tangpyeong.
Apa?
Baiklah. Tidak perlu.
Apa aku harus mengatur jadwal kunjungannya ke hari lain?
Lupakan saja. Kita pergi sendiri saja.
Lagipula ini bukan pemilu-ku.
Jo Hee Kyung!/ Jo Hee Kyung!
Dukung Jo Hee Kyung dari Partai Tangpyeong.
Halo semuanya. Saya Jo Hee Kyung. Mari kita berinovasi pada kota kita...
...menjadi kota maju. Sayalah Jo Hee Kyung.
Omong kosong.
Kau tak lihat aku lagi kerja? Kalian ini berisik.
Keluar.
Anu... Selamat bekerja, Bu.
Walau ekonomi memburuk...,
...tapi senang rasanya melihat banyak pelanggan disini.
Bicaramu itu...
Kau pandai bicara, 'kan?
Ya. Aku mengerti.
Aku tahu semua orang pernah mengalami kesulitan. Aku tahu aku harusnya...
...membuka telingaku dan mendengarkanmu di saat seperti ini.
Jika kau bisa memberiku kesempatan...
Kesempatan? Kesempatan apa?
Sudah kuduga aku seharusnya tidak mempercayai janji busuk politikus.
Aigoo. Kerjamu saja tak becus di Komisi Investigasi Khusus.
Kau bilang mereka tewas, tapi nyatanya mereka masih hidup.
Kau tidak menghargai nyawa orang karena kau punya kekuasaan.
Jika kami membiarkanmu menang pemilu...,
...nanti kau pasti malah tambah besar kepala.
Biar kujelaskan dulu./ Lupakan!
Aku tidak mau mendengarnya. Keluar dari restoranku.
Setelah aku mendengar perkataan si pemilik warung makan ini, aku menyadari dia pasti bisa...
...menjadi politisi yang lebih baik. Benar, 'kan?
Aigoo. Sudahlah!
Kenapa juga aku jadi politisi?
Aigoo. Aku takkan pernah mau jadi politisi.
Dia memang pandai bicara./ Betul.
Politik memang bukan buat sembarang orang.
Ayo kita keluar.
Terima kasih.
Memangnya dia pikir dia siapa?
CEO Hwang.
Sidang Joon Oh nanti...,
...dia ingin kau sebagai saksi.
Kau bisa melakukannya, CEO?
Cuacanya indah hari ini.
Hati-hati.
Kau kedinginan?
Ada apa?
CEO Hwang, ada apa?
CEO Hwang.
CEO.
Ya.
Dia mengundurkan diri dari pemilu hari ini.
Ya.
Matikan ponselnya.
Media akan menerbitkan artikelnya. Tidak perlu menanggapinya.
Baik.
Ya, Jaksa Lee.
No comments yet. Be the first to leave one.