ThirTEEN Terrors

ThirTEEN Terrors (Phuean Hian.. Rongrian Lon)

Download Indonesian Subtitle

Release info

ThirTeen Terrors Episode 6
A Commentary by urfan
URFAN BLOG www.urfanismail.blogspot.com

Tags

other
Published on: 2014-12-31
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kak Aun.

Oh, makasih.

Mohon dinikmati ya.

Kau membuatnya.

Kak Aun, ini untukmu.

Kuakan makan semuanya.

Mau minum?

Oh, makasih.

Aku sangat iri!

Hei, hei.

Apa kau sudah selesai?

Ya, tentu.

Kau kenapa?

Cobain deh, rasanya sangat aneh.

Kenapa kau ini menyuruh aku coba jika itu aneh?

Sebagai gantinya aku bantu makan jajannya aja.

Ya, kan?

Ya.

Aku tidak begitu minat dengan semua pelajaranku.

Jadi kau akan pergi belajar hari ini?

Kau biasanya cukup ke selokan.

Aku tak punya pilihan, kelas Inggrisku ada di SMA Comatose.

Bagaimana dengan nomornya?

Aku akan mengambikannya jika kau tak mau.

Ambil saja, pergilah.

Sampai jumpa./ Semoga berhasil.

Belajarlah giat!

Kau harus pergi ke bimbingan belajarmu juga!

Kalimat aktif adalah kalimat yang dimulai dengan subjek.

Siswa-siswi, jika kau di sini untuk belajar lalu coba lakukan untuk konsentrasi.

Ini adalah untuk masa depanmu.

Apa kalian mengerti?

Maaf.

Kabar terkini diketahui anak remaja diculik, pelecehan seksual dan pembunuhan gadis 13 tahun bernama Nona Air.

Permisi.

Aku ingin beli buku bahasa Inggris dan satunya buku latihan.

Tunggu sebentar.

Harganya 540 baht.

[Selanjutnya, pencarian Pleng masih berlanjut sejak ia tak terlihat seminggu yang lalu.]

[Ibunya yakin bahwa ia melarikan diri dari rumah sejak ia keluar dengan temannya.]

Hei.

Kenapa kau mengikutiku?

Hai.

Hai.

Aku tahu kau telah mengikutiku sejak di pusat pembelajaran.

Ada apa?

A...aku melihat...

Kau bilang apa?

Aku melihatmu pulang sendirian jadi aku khawatir.

Pertama, aku ingin mengikutimu dan minta maaf kejadian tadi di depan ruang kelas.

Apa kau ingat tadi?

Dan ketika kau beli buku di toko, ada berita penculikan.

Aku ikuti kau ke halte dan ingat kau pulang sendirian.

Dan kau cantik lucu juga jadi aku khawatir.

Apa kau orang yang baik?

Ini agak aneh.

Tapi aku kesini.

Jadi di mana kau tinggal?

Kuakan jalan denganmu.

Di sinilah.

Aku ingin masuk.

Tunggu!

Namaku Aun.

Namamu?

Namaku Fun.

Senang bertemu denganmu.

Sampai jumpa, Fun.

Aku masuk dulu.

Ada apa, Tot?

Kau ada dimana?

Kucari kau di lapangan basket tapi tak ada.

Aku di pusat pembelajaran.

Oh, kau hanya bertemu dia kemarin.

Kutebak kau putus asa.

Lihatlah.

Kenapa kau menelponku?

Ah, tak ada apa-apa.

Kuhanya tanya dimana kau.

Kau selalu lupa temanmu ketika kau kenal anak ayam.

Tot, kita bicara nanti.

Fun!

Bagaimana kau di ruang ini?

Di sini tidak banyak orang.

Di ruang lain begitu banyak orang.

Pembelajarannya juga sangat bagus.

Kupikir lebih nyaman belajar di ruang ini.

Oh begitu.

Kupikir ruang kelas langsung penuh.

Kuakan belajar denganmu hari ini, gimana?

Kau bisa belajar denganku setiap hari jika kau mau.

Itu sangat bagus.

Kau yakin giat belajar?

Kurasa kau hebat di sekolah.

Tidak.

Lalu, jika kutak dapat nilai 60 ulangan hari Senin dan aku yakin bisa dapat 0 pada semester.

Ayahku bisa membunuhku.

Itu cukup dua hari.

Akankah kau mengajariku, Fun?

Kumohon?

Kumohon?

Tentu.

Ayo bertemu di rumahmu saat akhir pekan nanti.

Ada banyak orang di rumahku.

Kita butuh berkonsentrasi saat belajar.

Baiklah.

Mau minum?

Makasih.

Ada yang salah?

Aku tak tahu.

Minuman manis ini terasa aneh tiba-tiba.

Kurasa aku perlu ganti pasta gigi.

Keluargamu tidur lebih awal.

Lampunya selalu padam ketika aku ke sini.

Nah, itu hanya orang yang tidak biasa di rumah.

Fun, ini belum terlambat.

Kenapa kau tak mengajariku malam ini?

Aku bisa menjaga urusanmu.

Kuakan pulang sebelum bis berhenti jalan.

Baiklah.

Kau harus pulang dan persiapkan dirimu.

Aku akan mengajar dengan keras.

Sekarang aku tak bisa menunggu lama-lama.

Ayo kita mulai sekarang?

Aku bisa bangun telat besok.

Ayo?

Baik, baik.

Yey!

Kau sangat baik dan tersayang.

Sangat lucu!

Wah, gelap.

Nyalakan lampunya?

Halo, ibu!

Oh, bukan.

Ini adalah Bibi Sri.

Dia yang merawat rumah ini.

Oh, gitu.

Kupikir dia ibumu.

Itu cukup mudah berkata.

Kita tidak terlihat mirip.

Ayo lewat sini?

Tunggu aku, ya?

Aku akan meletakkan barangku. Aku segera kembali.

Jadi ketika kau baca tanda, kau dapat melihat akhir paragraf.

Tapi kau perlu ambil satu per satu.

Mulai dari sini.

Kenapa tidak minum sesuatu sambil belajar?

Terima kasih, Bibi Sri.

Ayo lanjut yang selanjutnya.

Hei.

Dapatkah aku menggunakan kamar mandi?/ Boleh.

Ada di belakang ruang tengah.

Kuakan kembali.

Apa yang kau lakukan, sayang?

Aku mau ke kamar mandi.

Ada di sebelah sana.

Fun.

Apakah kau dan Bibi Sri saja yang tinggal bersama?

Benar.

Apa ada suatu masalah?

Jadi, apakah hanya dia yang merawat rumah ini?

Dia sedang atau suatu seperti dimasa lalu.

Apa kau tak takut?

Nah, aku mempergunakannya.

Apa kau?

Tidak, kenapa aku?

Kau banyak berkeringat.

Fun?

Ini sudah larut malam.

Apa boleh jika aku menginap semalam?

Mengapa kau mau menginap?

Aku ingin dekat denganmu.

Bercanda!

Aku ...

Boleh aku menginap?

Baik, baik!

Aku memperbolehkanmu tidur di sini.

Mengapa kau mengikutiku?

Kau bilang aku boleh menginap.

Kau boleh, tapi kau tidur di ruang tamu.

Aku ambil beberapa selimut dan bantal.

Aun? Aun?

Kau tak apa-apa?

Fun!

Aku melihat ada hantu!

Tenang, Aun.

Aku telah tinggal di sini dengan Bibi Sri 10 tahun dan tak ada apa-apa.

Aku sungguh melihatnya!

Dia ada di...!

Jangan menunjuk!

Aun, tenanglah.

Sungguh tak ada apa-apa, percayalah.

Aku mau pergi, Fun.

Sampai jumpa.

Aun.

Aun.

Tak ada apa-apa di sini, sungguh.

Aku harus pergi.

Sampai jumpa.

Dasar, kau melihat hantu di sana?

Aku tak yakin.

ThirTEEN Terrors subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for ThirTEEN Terrors

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left