The first 200 lines.
"Pekan lalu, Hye Young dan Yun Soo mengunjungi Life Bar"
"Mereka sudah lama berteman"
"Dahulu Hye Young menyukai Ji Chang?"
"Kenapa kamu tidak ajak dia berkencan?"
"Apa dia menyesal menikah dengan suaminya?"
"Astaga"
"Dia dengan hati-hati mulai bicara mengenai keluarganya"
"Kepalaku seperti ditinju seseorang"
"Putri Hye Young"
"Tidak lagi menjawab telepon darinya"
"Dia pergi ke kelab"
"Apa itu?"
"Aku sudah berusaha keras"
"Ji Chang memohon pada Hee Chul?"
"Kurasa dia membuat kesalahan"
"Kisah-kisah bagus mereka masih belum berakhir"
"Apa dia masih bahagia dengan cinta pertamanya, Ji Chang?"
"Menyela"
"Diamlah"
"Yun Soo dan Jin Chang pernah mengalami krisis?"
"Dia pernah ingin bercerai"
Astaga.
"Kita pernah bertemu"
Sungguh?
"Kami ikut kencan buta"
"Dong Yeob dan Hye Young memiliki sejarah?"
"Akan ditayangkan sekarang"
"Life Bar"
"Malam musim panas di Life Bar makin larut"
Apa putra sulungmu juga tampan?
Orang tuanya adalah Son Ji Chang dan Oh Yun Soo.
Putra sulungku berbeda dari putra keduaku.
Perlihatkanlah padanya.
Ini fotonya - Astaga.
bersama ayahnya.
Astaga.
Astaga.
"Dia tidak bisa menyembunyikan gen tampannya"
Dia sangat tampan. - Dia tampan.
Ji Chang tampan.
Semua teman-temanku
menikah dengan selebritas.
Oh Yun Soo dan Son Ji Chang. Yoo Ho Jung dan Lee Jae Ryong.
Shin Ae Ra dan Cha In Pyo. Kim Nam Joo...
Kini setelah kusadari,
semua anak-anak mereka sangat tampan dan cantik.
Mungkin saja. - Mereka menawan.
Mereka yang terbaik. - Sungguh?
Kim Nam Joo...
Itu benar. Seung Woo...
Putramu
juga kelas enam saat ini.
Kelas dua. - Mereka berubah.
Aku bermain dengan putraku
sekali sepekan di hari Sabtu.
Kami ke kolam renang kemarin.
Dia sedikit flu.
Kita menjadi lebih kedinginan jika kebasahan.
Dia bilang dia kedinginan.
"Itulah sebabnya." Dan kubantu dia melepasnya.
Saat itu ramai dan ada banyak anak-anak.
Setelah membantunya melepasnya,
kubilang, "Lihat itu? Tidak dingin jika kamu melepasnya."
"Ayah benar."
"Aku juga akan lepas celanaku."
"Ayah, aku mau membuka celanaku"
Aku berpikir, "Astaga."
Para ibu lainnya mulai tertawa.
Astaga.
Ayah dan anak sama saja.
Aku tidak sabar untuk menemui putranya.
Putraku
tidak terlalu tampan,
tapi dia terdengar lebih lucu daripada teman-temannya.
Itu membuatku bahagia.
Kuharap dia lucu. Aku serius. - Benar.
"Jadilah lucu"
Sekarang, mari berbincang mengenai karya kalian.
Kalian sudah melakukan banyak pekerjaan,
di antara seluruhnya,
mari masing-masing pilih satu karya
untuk sepanjang masa.
Ada begitu banyak. - Ya, ada begitu banyak.
Mari mulai dengan Yun Soo.
Karena itu pekerjaan pertamaku,
"Gayatgo". - aku memilih "Dancing Gayatgo".
Itu luar biasa. - Itulah yang paling berkesan.
Saat aku sedikit mengerti apa akting sebenarnya,
ada sebuah drama berjudul "Sweet Life".
Aku bekerja dengan Lee Dong Wook.
Lee Dong Wook? - Ya.
Dalam wawancaranya,
kamu berkata...
"Gayatgo".
"Gayatgo".
"Karya debutnya yang membantu namanya menjadi terkenal"
"Merasa malu"
Itu memalukan.
Aku mengingatnya.
"Karya berkesan di mana kamu bisa melihat wajah yang familier"
Lihatlah Bo Suk masih begitu muda.
Cantik sekali.
"Itu membangkitkan kenangan"
Cantik sekali.
"Yun Soo memperlihatkan mode bikini yang mengejutkan"
Astaga. - Otot perutnya.
Itu Dong Wook. - Dong Wook.
"Mereka berakting sebagai pasangan di mana wanitanya lebih tua"
"Aku mencintaimu"
Berbahagialah.
Tahun berapa itu?
"Sudah 10 tahun lamanya"
Tahun 2006.
Saat itukah dia dipukuli Ji Chang dan menjadi siluman?
Kim Nam Gil.
Nam Gil juga?
Ji Chang pasti sangat kesulitan.
Kenapa ada begitu banyak?
Ada banyak pemuda juga.
Bukan hanya satu atau dua.
Kamu bekerja dengan semua pria muda.
Saat
Yun Soo dapat panggilan perekrutan,
dia tidak akan menerimanya
kecuali ada adegan seperti itu. - Bukan begitu?
Benar. - Begitu rupanya.
Kudengar kamu menulis naskahnya sendiri.
Itu sepenuhnya tidak benar.
Dia pergi berwisata dengan penulisnya...
Untuk membahasnya.
"Penulis, bukankah menurutmu
adegan mesra diperlukan di sini?"
Aku tidak pernah mengatakan itu kepada penulis.
Jika ada yang berjalan masuk,
"Kenapa? Kenapa mereka berjalan masuk?"
"Saatnya berakting"
"Maaf, Yun Soo. Biarkan aku menulis naskahnya lagi."
Aku tidak pernah membuat permintaan. Aku serius.
Aku hanya mengikuti apa yang mereka tulis untukku.
Jangan pernah menganggapnya serius.
Perkataan mereka berdua ini...
Tertawalah saja - Kami
dan lupakan soal itu. - adalah sketsa bersaudara.
Karena kalian berdua aktor,
apa Ji Chang tidak keberatan
mengenai adegan mesra?
Kudengar Dong Wook dipukuli.
Ada apa denganmu?
Dia pasti dihajar parah.
Dengan begitulah dia menjadi siluman.
"Dia menjadi malaikat maut"
Bukankah dia menjadi siluman karena dipukuli?
Tidak. - Kalau begitu, bagaimana?
Pertama, Ji Chang tidak menyaksikannya.
Beberapa orang bertanya padanya,
"Kamu tidak keberatan jika istrimu - Itu sebuah masalah.
mengerjakan karya itu?" - Itu menyebalkan.
Dia kesal jika semua orang tanyakan itu kepadanya.
Mereka orang yang aneh.
Jika itu terjadi padaku,
aku akan berkata itu hanya akting.
Bagaimana jika seseorang bertanya pada istrimu...
Bagaimana jika kutanya, "Dong Yeob memeluk dan mencium wanita lain."
"Apa itu tidak membuatmu kesal?"
Jika begitu, istriku akan berkata,
"Setidaknya suamiku hanya berakting,
tapi kamu melakukannya sungguh-sungguh."
Tapi naskahnya...
"Tapi naskahnya..."
Itu ditulis oleh Dong Yeob.
Itulah yang ingin dia katakan.
Itulah yang ingin dia katakan.
Kamu bilang terlepas dari karya yang pernah kamu kerjakan,
ada karya baru
yang ingin kamu coba.
Bukan berarti aku menginginkan peran tertentu.
Aku sangat suka...
Apa itu?
Ada karya yang kusaksikan
dengan saksama. - Aku penasaran.
Yaitu "My Mister".
"Bagus sekali"
Tunggu sebentar. - Aku sangat suka drama itu.
Maaf, tapi untuk memainkan peran IU...
Tidak akan pernah. Bagaimana bisa aku...
Bukankah Sun Gyun lebih muda daripada kamu?
Tidak akan pernah. - IU.
Kamu kejam sekali.
Bukan itu yang kumaksud.
Penulisnya bekerja dengan baik
untuk karya tersebut.
Itu benar. - Aku sangat menyukainya.
Dia menulis tiap dialognya
dengan sangat baik. - Itu merupakan mahakarya.
Saat menyaksikan hal seperti itu, aku ingin mencobanya.
Hal seperti itu.
Di Life Bar, kamu minum saat siaran.
Aku merasa sedang minum bersamamu, padahal aku minum di rumah.
Kalau begitu, mari...
Bersulang. - Mari kita bersulang.
No comments yet. Be the first to leave one.