Revolutionary Sisters

Revolutionary Sisters (오케이 광자매)

Download Indonesian Subtitle

Release info

오케이-광자매-Revolutionary-Sisters-E73-E74-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-07-26
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 37"

Ada apa ini?

Gwang Tae, kamu bercanda?

Apa maksud Kakak?

Bagaimana kamu bisa begitu tidak pengertian?

Omongan Kakak tidak masuk akal.

Kakak sudah 29 tahun mengenalmu,

tapi ada apa denganmu?

Kamu tidak seperti dahulu sebelum menikah.

Apa maksud Kakak?

Memangnya kamu siapa bisa bersikap seolah-olah selalu istimewa?

Isyarat apa ini? Kamu sulit dipercaya.

Hanya hidangan monkfish pedas? Kamu sangat menyukainya.

Kamu pernah menurunkan harga dirimu demi makanan yang dipesan Unit 402,

tapi kini kamu memberi tip kepada pramusaji?

Ada apa dengan Kakak?

Aku hanya melakukannya agar kita bisa menikmati bulan madu.

Aku belum pernah memberi tip kepada pramusaji.

Bagaimana bisa jika aku tidak punya uang?

Tetap saja, rasanya menyenangkan menerima tip sendiri,

jadi, aku meyakinkan diriku untuk memberi tip yang banyak

begitu aku dapat uang.

Apa buruknya itu?

Apa Kakak minder?

Apa? Minder?

Hal yang sama terjadi saat kita berkendara kemari.

Kenapa truk rongsokan itu harus mendahului kami?

Rongsokan?

Kutarik kembali ucapanku.

Jika tahu, kakak tidak akan ikut denganmu.

Aku juga.

Aku bahkan tidak bisa menyombongkan diri

karena tidak ingin menyakiti perasaan Kakak.

Kak Ki Jin memesan tempat kelas atas untuk kita,

tapi terpaksa kami batalkan karena jauh di atas level Kakak.

Jauh di atas levelku?

Berhenti mempermasalahkan omonganku dan akui faktanya.

Kamu yang ingin pernikahan gabungan.

Dan aku sangat menyesalinya.

Aku bisa buat yang meremehkanku mencabut kata-kata mereka.

Kakak merenggut kesempatan itu dariku.

Kamu...

Terserah.

Buat saja Ki Jin menjaga sikapnya.

Dia harus menuruti seniornya dan menerima minuman yang ditawarkan.

Ye Seul seniornya, bukan rekannya.

Beraninya dia menyebut Ye Seul calon penyanyi.

Kasar sekali dia.

Apa buruknya? Mereka hampir sebaya.

Hampir sebaya? Dia tiga tahun lebih tua darimu

dan kakak lima tahun lebih tua.

Pasti menyenangkan menjadi tua.

Apa? Kamu menyebut kami tua?

Kakak lucu sekali, Kakak tahu?

Apa ini lucu bagimu?

Kini ini bukan hanya tentang kita. Kita berdua punya keluarga sendiri,

dan ada hierarki yang harus dipertahankan.

Jangan mengacaukannya.

Tersenyumlah dan ikuti kakak.

Ini bagus.

Kalian pergi ke mana padahal kita sedang makan?

Ada hal mendesak yang ingin kukatakan.

Tentang apa itu?

Entahlah. Dia tidak masuk akal.

Ayo pergi berkaraoke setelah makan malam.

Mari kita dengar calon penyanyi.

Tentu, ayo lakukan itu.

Enak?

Ya...

- Baiklah. - Aku suka merah.

Bagus. Bagaimana penampilan kami?

- Cocok untukmu. - Terlihat alami.

Baiklah. Bagaimana kalau kita bertaruh?

Aku tidak cukup percaya diri untuk itu.

Entah kenapa aku tidak bisa mendapatkan skor tinggi.

Itu terdengar seperti alasan bagiku.

Bagaimana dengan pertarungan pasangan?

Pasangan yang kalah akan membayar biaya karaokenya.

Baiklah, ayo lakukan itu.

Calon penyanyi mungkin punya keuntungan,

tapi mari kita lakukan. Calon penyanyi harus tampil pertama.

Yang lebih muda dahulu.

Calon penyanyi akan tampil pertama.

Ini dia.

"Seperti salem berenang di arus sungai"

- Kalian harus mendengarkan. - "Alasan mistis itu"

"Yang hanya diketahui oleh mereka"

"Sejauh apa lagi mereka harus berenang?"

"Kamu harus berusaha lebih keras"

Kurasa kamu bukan bintang pesta.

Berusahalah lebih keras lain kali.

Aku tidak bisa melakukannya.

Kamu bisa saat kita berkencan.

Bukankah kamu bersikap lembut kepada mereka?

Ada rahasia untuk mendapatkan skor tinggi di mesin karaoke.

Calon penyanyi mungkin tidak menyadarinya,

tapi rakyat jelata seperti kami tahu.

- Bernyanyi selantang mungkin? - Itu dia.

Kalau begitu, aku mulai.

"Aku akan menjadi penghibur pribadimu"

"Dan membuatmu tertawa seumur hidupmu"

"Selalu dan selamanya, aku tidak akan pernah berubah"

- Aku penghibur pribadimu. - Penghibur.

"Kamu hampir debut sebagai penyanyi!"

"Kamu hanya mengejar cita-cita, tidak ada wanita"

"Yang mendekatimu lebih dahulu hanya karena tatapanmu"

"Itu juga aku"

"Kamu harus berusaha lebih keras"

Sulit dipercaya.

Aku hebat, jadi, tidak apa-apa.

Mereka tidak akan menang kecuali dia dapat 100 poin.

Lantas, sepertinya kita kalah.

Lantas, aku tidak punya pilihan selain mendapat nilai 100.

"Berkencan itu penting"

"Tapi pernikahan adalah pilihan"

"Lakukan sesuai kata hatimu"

"Amor fati"

"Amor fati"

Harus kuakui itu bagus.

Skor 100!

Kak Gwang Sik, itu luar biasa.

Kamu harus bersikap formal kepada kakakku dan suaminya.

Itu luar biasa.

Kamu cukup kaya, jadi, bayarlah tagihan kami.

- Tentu. - Kamu membayar karena kalah,

bukan karena kaya.

Mungkin aku juga harus mencoba menjadi penyanyi.

Itu bukan sesuatu yang bisa kamu putuskan dengan mudah

hanya karena kamu dapat skor tinggi di mesin karaoke.

Jika itu benar, aku pun akan menjadi penyanyi.

- Kamu benar. - Benar.

Bisakah kita kembali ke kamar masing-masing?

- Ayo pergi. - Ayo.

Tunggu sebentar. Gwang Tae, tinggallah sebentar.

Ki Jin, bisa tunggu di luar?

Kamu juga, Sayang.

- Baik. - Tentu.

- Ayo minum bir. - Kedengarannya bagus.

Apa lagi kali ini? Bisakah Kakak berhenti bersikap keras kepala?

Kakak lupa kita sedang berbulan madu?

Jujurlah kepada kakak. Kamu tidak hamil, bukan?

Wanita hamil tidak akan melompat-lompat seperti itu.

Kakak menyadarinya beberapa saat lalu,

tapi kakak menunggumu berkata jujur.

Kamu sudah menikah, jadi, mengakulah.

Kakak tidak akan memarahimu.

Sulit dipercaya! Kamu terlibat apa?

Kakak bilang tidak akan memarahiku.

Bukan itu yang kakak lakukan. Bagaimana jika kamu ketahuan?

Pernikahan ini disetujui hanya karena kamu hamil.

Lupakan ayah kita. Bagaimana dengan kakaknya Ki Jin?

Aku hanya perlu cepat hamil.

Aku akan segera mengurusnya malam ini.

Malam ini? Begitu saja?

Menurutmu itu bisa dilakukan sesuai perintah?

Kamu menyiksa kakak, Gwang Tae.

Jangan khawatir. Kami datang sebagai keluarga dua orang,

tapi kami berjanji akan pulang sebagai keluarga tiga orang.

Sungguh?

"Bersinar di bawah Starlight"

Kurasa ini kali pertama kita minum bersama.

Kamu pasti kesepian setelah menikahkan

dua putri sekaligus.

Apa mereka menelepon?

Ya. Aku bicara dengan mereka berempat di telepon tadi.

Gedung ini juga terasa kosong dengan kepergian Bong Ja juga.

Tapi kenapa kamu belum tidur? Apa ada yang mengganggumu?

Tentu saja aku punya kekhawatiran sendiri.

Aku mengerti. Ttu Gi baru berusia tujuh tahun sekarang.

Saat Ttu Gi menikah, kamu akan berusia

sekitar 80.

Jadi, siapa ayah Ttu Gi?

Kamu sungguh tidak tahu siapa dia?

Sebenarnya, aku menemukan ayah Ttu Gi.

Apa? Kamu menemukannya?

Apa pekerjaannya?

Dia koki restoran jjimdak.

Itu bagus. Apa yang perlu dicemaskan?

Kenapa? Apa dia sudah menikah?

Tidak, bukan begitu.

Jangan bertanya lagi. Ini memusingkan.

Tapi jangan beri tahu Kak Bong Ja.

Kamu tahu Bong Ja pergi ke mana?

Aku tidak tahu.

Dia memasak banyak lauk,

jadi, kurasa dia akan pergi selama beberapa hari.

Aku bahkan tidak bertanya.

Aku pergi ke rumah Dol Se tadi, tapi dia juga tidak di rumah.

Apa mereka berdua kawin lari?

Apa?

"Pimpinan Heo Pung Jin"

Katakan apa yang kamu pikirkan.

Kamu masih memikirkan gadis yang menjadi cinta pertamamu itu?

Dia bukan gadis. Dia wanita tua.

Astaga.

Kerja bagus.

Kita akan meminta Dol Se mengurus pinjaman

dan tidak ikut campur masalah itu lagi.

Aku ingin kamu mengurus Ki Jin dengan baik.

Baik, Pak.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left