Release info

왼손잡이 아내ㆍLeft-Handed Wife E68 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Download di oppa.kdramaindo.tv. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-04-12
Downloads: 27
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ini milikku.

Ini ada di leherku saat masih bayi saat mereka menemukanku.

Bagaimana kamu tahu soal ini?

Soo Ho mengenakan ini saat dia ditemukan?

Melihat kalung tadi

membuatku ingat hari kecelakaan.

Kurasa

aku melihat hal yang sama pada hari itu juga.

Kamu ingat proposal untuk hari jadi ke-20 galeri?

Ya, Bu.

"Esther"

Aku akan pergi ke Galeri Soo. Letakkan di mejaku saat aku kembali.

"Esther, gambar diterima"

Apa ini?

Ibu, kenapa tidak menjawab teleponku?

Aku terluka.

Omong-omong, apa kalung ini ada dua?

Kenapa kalung yang persis seperti kalung Ibu

dikenakan Soo Ho saat dia ditemukan saat bayi?

Apa Ibu membuang bayi?

Sampai jumpa di rumah.

Aku mau memastikan kalungnya sama.

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.

Ketemu.

Hei.

Apa yang kamu lakukan?

Kamu masih mencuri dari orang lain?

Apa yang kamu curi kali ini?

Bukan begitu.

Kalung ini.

Aku menemukan kalung yang sama persis seperti ini.

Apa?

Aku ingin memastikan apa kalung ini sama dengan yang kulihat.

Di mana kamu melihat kalung ini?

Kalung ini

hanya ada dua di seluruh dunia.

Nenek tahu soal kalung ini?

Tentu saja.

Itu awalnya milikku.

Apa?

Milik Nenek?

Anda sedang apa di rumah pukul sebegini?

Apa Esther datang?

Ya, bagaimana Anda...

Di mana dia?

Di atas dengan Nyonya Besar.

Katakan lagi.

Maksudnya, kalung ini awalnya milik Nenek?

Kenapa?

Desain kunci ini

dari penyulingan

yang dikelola keluargaku.

Aku membuat dua kalung dengan desain ini

dan memberikan satu ke menantu sulung

serta satunya lagi ke Ae Ra.

Lantas, Soo Ho bukan anak Ibu

yang dia buang...

Hei, kamu.

Sedang apa kamu di sini?

- Ibu. - Ae Ra.

Kenapa kamu di sini?

Kamu sudah diusir. Kenapa merangkak kembali

dan berani-beraninya kamu mengorek-ngorek kotak perhiasanku.

Aku sudah mengirim pesan karena Ibu tidak mengangkat telepon

bahwa aku mau menemui Ibu di rumah untuk mambahas kalung ini.

Tapi Esther,

apa maksudmu?

Di mana kamu melihat kalung yang persis seperti ini?

Kalung yang kamu sebut

pasti yang kuberikan ke menantu sulungku.

Saat dia wafat 30 tahun lalu,

kalung itu menghilang juga.

Di mana kamu melihatnya?

Soo Ho entah bagaimana berkaitan dengan keluarga ini

dan Ibu tahu.

Apa yang mungkin dia lihat?

Dia memakai semua alasan untuk kembali ke rumah ini.

Keluar.

Ibu, aku sungguh melihatnya.

Itulah alasanku mengirim foto...

Diam dan keluar dari sini!

Jangan membuat masalah dan kemari!

Kemari.

Tidak.

Dia tidak akan mengada-ada.

Apa yang dia lihat?

Esther!

Esther! Berhenti!

Berikan ponsel dengan foto itu.

Aku tidak mau.

Serahkan!

Tapi pertama,

beri tahu aku dahulu.

Kenapa kalung

yang Nenek berikan ke menantu sulungnya

ada pada Soo Ho saat dia masih bayi?

Di mana kamu melihatnya?

Aku yang bertanya lebih dahulu.

Kenapa Soo Ho punya itu

saat dia masih bayi?

Awalnya kukira Soo Ho adalah anak Ibu yang Ibu miliki

sebelum Ibu menikah dan meninggalkannya,

tapi aku benar-benar salah.

Soo Ho adalah

putra mendiang putra sulung Nenek,

bukan?

Cucu sulung keluarga yang hilang saat masih bayi.

Tutup mulutmu.

Sejak kapan Ibu tahu?

Jadi, itu alasan Ibu

amat gigih mengusir Soo Ho.

Bukan begitu.

Kalung ini.

Aku menemukan kalung yang sama persis seperti ini.

Dia berbohong setiap kali membuka mulutnya,

jadi, aku tidak bisa memercayainya.

Astaga. Cucu sulungku sudah tiada.

Untuk apa lagi menemukan kalung itu?

Apa?

Apa katamu?

Biarkan aku pulang.

Jika tidak,

akan kuberi tahu Kakek dan Nenek bahwa Soo Ho adalah

cucu sulung mereka yang hilang dan mereka cari-cari.

Kamu mau memerasku?

Apa maksud Ibu, memeras?

Ini tawaran. Bukan.

Negosiasi?

Siapa lagi yang tahu soal ini?

Benar juga.

Ayah pasti tahu.

Katanya dia menemukan cucu sulung dan cucu sulung itu sudah mati,

tapi itu semua bohong.

Ibu, jangan membenciku.

Kita sepihak.

Jika mereka tahu Soo Ho adalah cucu sulung,

Grup Aura akan menjadi miliknya.

Lantas, bagaimana dengan Do Ri,

maksudku, No Ah?

Soo Ho juga sudah menemukan putranya, Gun.

Dia akan menghalangi masa depan No Ah.

Ibu, percayalah kepadaku.

Aku akan pulang dan mengurus Do Ri,

serta menjadi mata dan telinga Ibu.

Aku akan membantu Ibu.

Kenapa aku harus memercayaimu?

Melihatmu saja aku muak.

Sungguh?

Baik.

Lantas, negosiasi kita berakhir.

Aku akan mencari orang lain untuk bernegosiasi.

Hai, Soo Ho. Ada yang mau kuberi tahu.

Ini soal orang tua kandungmu.

Kamu kira apa yang kamu lakukan?

Kubilang aku akan mencari orang lain untuk bernegosiasi.

Walaupun kuizinkan, Pimpinan tidak akan mau.

Aku akan bersembunyi di lantai dua untuk sementara.

Sementara itu, Ibu harus menemukan alasan.

Alasan untukku pulang.

Aku tidak punya banyak waktu.

Hai, Bibi Hong.

Sekarang?

Tidak, aku salah nomor.

Jangan khawatir.

Kamu mempermainkanku?

Berikan aku kunci gerbang.

Kupastikan aku tidak akan tepergok dan menjadi mata dan telinga

bagi masa depan No Ah.

Esther amat tidak jelas.

Tiffany.

Kenapa kamu di sini?

Bagaimana bisa kamu meminta surat perlindungan?

Tolong batalkan.

Tidak!

Kalian membuatku cemas

dan aku tidak bisa bekerja!

Kalian berdua dan keluargamu tidak boleh berada

dalam jarak 100 meter dari Chan!

Maaf soal kejadian di bandara.

Tapi kami tidak punya pilihan

karena takut kami tidak akan pernah melihat anak kami.

Kami tidak akan membawanya secara paksa lagi.

Bagaimana bisa aku memercayaimu?

Jangan dekati anakku.

Jika tidak, aku akan menelepon polisi.

Tolong jangan.

Kami mohon.

Chan akan segera kemari.

Keluar. Keluar sekarang juga!

Keluar!

Chan!

Ibu!

Bi San Ha!

Chan!

Wanita itu berusaha merampas anakku!

Tolong hubungi polisi!

Chan! Kemari! Ke ibu!

Chan! Tiffany!

Tahan dirimu.

Jangan sekarang.

I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left