Release info

비밀의 숲ㅡtvN's Stranger E04 170618 HDTV H264-NEXT
A Commentary by Artha Regina
SECRET FOREST E04 | Alternative link: https://app.box.com/s/29xhetgh10mxc0j79n1lp6cgp1ef72p6

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2017-06-20
Downloads: 64
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

[Karakter, lembaga, nama, dan kasus dalam drama ini adalah fiktif belaka.]

Wanita itu juga keras kepala sekali.

Makanya aku mengingatnya.

Apa kau mendengar percakapan mereka?

Tapi itu sudah lama sekali.

Apa dia menyuruhnya jangan bicara omong kosong, ya?

Pokoknya, si Ahjussi itu yang membentak dia terus-terusan.

Dia pasti terekam kamera CCTV di lorong.

Akan kucari tahu.

Setelah itu?

Kopi mereka sudah dibuat, tapi mereka tidak mengambilnya saat mereka berdebat.

Jadi aku mengantarkan kopinya, sekaligus...

...aku menyuruh mereka agar tak berisik...,

...tapi si Ahjussi itu langsung ambil kopinya dariku begitu saja.

Setelah itu, apa wanita itu langsung mengikutinya keluar?

Dia mengikutinya, tidak, ya? Entahlah.

Cuma itu yang kuingat.

Apa menurutmu orang itu si pelakunya?

Orang yang terakhir bertemu Park Moo Sung hari itu?

Apa di dekat sini ada toko alat tulis?

Apa?

Kapten, ada laporan penculikan anak.

Ayo.

Kenapa? Kau tak mau menangkapnya?/ Ya.

Brigadir Kim mana? Panggil semuanya.

Hei, pastikan bawa semuanya.

Hei!

Berhenti kau!

Hei!/ Berhenti!

Hei!

Tangkap dia!

Berhenti!/ Hei, lari!

Tangkap dia!/ Hei!

Hei!

Hei bajingan!

Brengsek!

Hei, tambahkan tuduhan atas penyerangan juga.

Dasar brengsek ini!/ Ya, ampun.

Memangnya kau itu Angelina Jolie atau apa?

Kenapa?/ Dia bau alkohol.

Bagaimana kalau dia menjadikan minum-minum sebagai alasan...

...dan dia tidak ingat akan perbuatannya?

Maka kita harus menangkapnya lagi. Mau bagaimana lagi?

Awas saja kalau dia bebas hukuman nanti.

Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri jika dia bebas.

Apa hukuman masa percobaan belum cukup juga buatmu?

Nanti di riwayatmu kau ingin ada catatan kriminalnya?

Apa ini artinya masa percobaanku sudah habis?

Lagipula itu juga bukan keinginanku.

Jadi siapa... kenapa?

Kau tidak suka? Haruskah aku membuatmu kerja di meja lagi?

Tidak sama sekali.

Apa kau tahu Komisaris memarahiku seperti apa?

Gara-gara aku?

"Kita harus mengoreksi apa kesalahan kejaksaan."

"Kenapa kita harus kelihatan seperti pihak yang lemah?"

"Apa nanti kata orang tentang aparat polisi?"

"Kita ini harusnya yang mengungkapkan kebenaran."

Dia marah besar sekali sama aku.

Pokoknya, kesimpulannya...

...kita harus menangkap pelakunya sebelum jaksa.

Kita harus memastikan kepolisian bisa mengerjakan tugasnya.

Dia bukan orang penting.

Pasti atasannya, 'kan?

Kenapa kau jadi melamun? Aku ini lagi bicara hal penting.

Ya, maaf.

Bangsa ini sedang mengawasi bagaimana kinerja kita.

Jadi sebelum jaksa itu... Siapa nama jaksa itu?

Maksudnya Jaksa Hwang Shi Mok?/ Ya, benar.

Mulai sekarang, kau harus cari tahu apa yang dia ketahui.

Informasi haruslah dibagikan bersama.

Yang dia lakukan selalu mengambil informasi darimu. Apaan itu?

Apa Komisaris ingin seperti itu?

Kenapa lagi kau ini?

Komisaris itu membicarakan kita semua!

Dia saja mungkin tak tahu kalau kau itu ada.

Buat si jaksa itu berbagi informasi denganmu dan...

...laporkan hal ini ke aku secara langsung. Mengerti?

Maka berjanjilah padaku, kalau aku bisa menangkap pelakunya...

...aku akan tetap bekerja di Subdit Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan).

Kapten tak boleh menggantikanku, ya?

Soal itu...

Kenapa Kapten jadi melamun? Aku ini lagi bicara hal penting.

Kenapa?

Bukankah kau lulusan akademi kepolisian?

Dengan pekerjaan ini, kau tidak akan cepat naik jabatan atau menghasilkan cukup uang.

Menikah dan membesarkan anak juga pasti sulit.

Kenapa harus subdit jatanras?

Kapten tidak perlu bilang itu semua padaku.

Pemain sepak bola harus punya cita-cita...,

...dan polisi harus bisa menggunakan borgol.

Direktorat lalu lintas atau administratif cukup lumayan...,

...tapi posisi penyerang tentulah posisi yang paling penting di lapangan.

Buktinya lihat saja kerjaanku hari ini. Aku mencetak gol.

Tapi ada anak perempuan terluka. Aku ini bicara apa?

Begitukah? Jadi kau sudah handal?/ Ya!

Tidak.

Aku telah memborgol tersangka waktu itu, tapi rupanya Kang Jin Seop.

Kapten.

Nanti, aku akan terus menikmati kehandalan itu dan menerima pensiun juga.

Lihat saja nanti./ Baiklah.

Tangkap dulu pelaku kasus Huam-dong.

Kita pasti bisa!

Kerja bagus.

Aku akan terus berusaha.

Kaulah orang pertama yang pernah kulihat bisa berlari lebih cepat dariku.

Bibirmu.../ Pasti sakit sekali.

Tidak.

Tapi kelihatannya sakit./ Tidak apa-apa.

Aku sudah memastikan...

...dia harus melaporkan langsung ke aku apa yang diselidiki Hwang Shi Mok.

Tapi, apa kau yakin kita tak bisa menemukan..

...kelemahan dia?

Sejak kapan jaksa menjadi psiko?

Kurasa kau lagi sama seseorang. Nanti saja kita bicara, kalau begitu.

Baiklah.

Sampai dimana kita tadi?

Kau akan memberi tahuku apa yang dikatakan Kepala Kejaksaan.

Dia berkata...

...kalau melakukan audit internal sekarang mungkin tidak ada gunanya.

"Dua bulan itu bukan waktu yang lama." Itulah kesimpulannya.

Jika menurut dia begitu, maka aku akan menurutinya.

Tapi sepertinya kau tidak setuju.

Kurasa kita harus menutup mulut walau semua orang bertingkah seperti Shi Mok.

Haruskah aku menyampaikannya itu juga ke Kepala Kejaksaan?

Dua bulan bukan waktu yang lama.

Kudengar semua kabag (kepala bagian) kita akur semua.

Kudengar kalian sering bertemu juga.

Kita memang saling memahami.

Ya./ Orang dari stasiun berita sudah datang.

Ya. Suruh dia masuk.

Juga, ada postingan baru di Internet. Apa saya harus mencetaknya?

Aku bisa lihat sendiri nanti di Internet.

"Aku orang yang diserang oleh Hwang Shi Mok."

Siapa lagi orang ini?

Entahlah. Kami tidak bisa menerima permintaan wawancara Anda.

Kami mohon maaf.

"Aku telah diintimidasi sejak aku pindah sekolah, kelas 2 SMP."

"Lalu suatu hari, Shi Mok..."

"...memukuliku."

"Di acara TV, informan anonim itu menyatakan..."

"...Shi Mok mematahkan jari seseorang. Padahal aku yang mematahkan jari orang itu."

"Tapi yang cukup mengherankan, teman sekelasnya mulai..."

"...menargetkan Hwang Shi Mok, bukannya aku setelah kejadian."

"Aku bukannya bilang kalau dia melakukannya untuk membebaskanku dari intimidasi... "

Ya?

Tidak.

Kita bahkan dapat telepon dari tabloid sekarang.

"Aku bukannya bilang dia sengaja melakukannya."

"Namun, dia satu-satunya orang yang tak ikut-ikutan..."

"...ketika semua orang di kelas mengintimidasi dan mengolok-olokku."

"Dia mungkin punya kecenderungan bertindak kekerasan..."

"...tapi dia tidak kejam."

"Informan mengkritiknya dan memanggilnya psiko...,"

"...tapi psikopat sebenarnya adalah..."

"...teman sekelasnya yang senang melecehkan dan mengincar orang yang lemah."

"Seingatku, Hwang Shi Mok bukan salah satu dari mereka."

Sudah kuduga. Orang jadi bergosip saat mereka bahkan tidak tahu sama sekali.

Apa Jaksa Hwang tahu siapa ini?

Siapa pun itu, aku sangat berterima kasih...

Jaksa Hwang?

Tiga tahun lalu, mantan menteri, Young Il Jae dituduh menerima...

...suap delapan ratus juta won.

Saya mohon maaf, Pak Menteri.

Di rumahku ini tak ada apapun.

Aku telah dijebak.

Saya juga...

Saya akan menyelidiki semuanya secara menyeluruh dan mengungkap kebenarannya.

Bisa-bisanya...

Bisa-bisanya kalian begini padaku?

Padahal aku membimbing dan mengajari kalian semua.

Buka saja mata kalian lebar-lebar dan coba cari di setiap sudut rumah ini.

Sayang!/ Pak Menteri!

Cepat telepon ambulan. Cepat!

Pak Menteri!

Pada saat kematian Park Moo Sung...,

...dimanakah Young Eun Soo dan apa yang dia lakukan?

Kenapa kau berterima kasih? Ini sama saja kita kena tampar.

Orang ini seharusnya menutup mulutnya saja.

Sekarang, pasti orang akan memanggil Jaksa Hwang, orang buangan.

Waktu aku menelepon dari TKP buat menyuruh...

...kalian mencari catatan kriminal Kang Jin Seop...

...siapa yang angkat teleponnya?

Telepon? Kapan?

Saat hari Park Moo Sung meninggal dunia.

Aku saat itu menelepon kalian semua dari TKP.

Apa mungkin si Jaksa Young Eun Soo?

Kalau ada telepon hari itu, tidak mungkin Jaksa Young mengangkatnya.

Kurasa kalian bertiga di luar kantor hari itu.

Aku ingat aku di sini sendirian seharian setelah makan siang.

Apa kau yakin dia sudah pergi dari kantor sejak makan siang?

Seingatku, dia yang mengangkatnya.

Panjang umur.

Apa?/ Mungkinkah, pada hari Park Moo Sung meninggal...

Apa itu?

Oh, ini ditujukan ke ruangan ini.

Omo, omo. Itu pasti hadiah lagi.

Barusan kami melangsungkan rapat. Aku membawakan hasil catatan notulen buatmu.

Rapat?

Hari ini kita tak makan siang bersama. Karena KaBag Kang sudah ada janji temu.

More Indonesian subtitles for Secret Forest (Stranger / Forest of Secrets / Bimilui Soop / 비밀의 숲)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left