The first 200 lines.
"Episode 19"
"Malam Perayaan Chungho, Diadakan oleh Yayasan Chungho"
"Malam Perayaan Chungho, Diadakan oleh Yayasan Chungho"
Aku belum merasakan sakit.
Sepertinya dia tidak datang.
Selamat datang di acara tahunan kita. Mari dimulai.
Dia ada di sini.
Bolehkah aku keluar sebentar?
- Silakan. - Terima kasih.
Harus kukatakan, ini...
Aku tidak tahu.
Astaga, hentikan.
Seharusnya kamu memberitahuku lebih awal.
Aku pasti akan langsung menanganinya.
Tapi apa kamu tahu? Kurasa itu...
Aku harus siaga.
Rasa sakitnya hampir tidak terasa.
Jika tidak menangkapnya hari ini, mungkin tidak ada peluang lain.
Pasti ke arah sini.
"Ruang VIP"
"Ruang VIP"
Rasa sakitnya makin intens.
Dia ada di dalam ruangan ini.
Kamu...
Anda ingat
siapa aku?
Kamu...
14 Juni 2005.
Aku Sung Hae Sung dari Kelas 3-1.
Kenapa Anda membunuhku?
Apa maksudmu?
Kenapa kamu masuk ke sini dan menimbulkan keributan?
Untuk apa aku membunuhmu?
Hentikan omong kosong ini dan keluar!
Anda yang menabrakku di depan sekolah.
Lalu Anda menyalahkan Pak Hwang.
Apa Anda membunuhku
untuk menuduhku atas pembunuhan itu?
Ucapanmu hanya omong kosong
tanpa bukti!
Kamu punya bukti?
Aku buktinya!
Jadi, beri tahu aku.
Kenapa Anda membunuhku
dan menjebakku atas pembunuhan?
Kalau begitu,
silakan laporkan itu kepada polisi.
Ungkap identitasmu
dan katakan kepada mereka bahwa kamulah buktinya!
Setelah tahu siapa yang membunuhku,
menemukan bukti akan menjadi mudah.
Aku akan menunjukkan bukti yang kuat agar Anda tidak bisa
berbohong lagi.
Bedebah.
Pak, sudah saatnya Anda menyampaikan kata sambutan.
Anda harus keluar sekarang.
Hei, sedang apa kamu di sini?
Kamu harus kembali ke aula utama.
- Ayo. - Lewat sini, Pak.
Pak!
Pak, bangun!
- Aku akan menghubungi ambulans. - Baik. Cepatlah!
Ayah!
Ayah, bangun.
Ayah. Apa yang terjadi?
Dia tiba-tiba pingsan.
- Ayah! Bantu aku mengangkatnya. - Pak.
Ayah!
Astaga, kenapa dia pingsan? Apa yang terjadi?
Sayang.
Aku baik-baik saja. Jangan membuat keributan.
Tae Hoon, dokter bilang apa?
Hasilnya belum keluar.
Astaga, sudah kuduga ini akan terjadi.
Aku tahu kamu pasti akan mengganggu pasienku.
Kamu pasti khawatir.
In Sun, apa yang terjadi? Bagaimana kondisinya?
Hasilnya tidak memperlihatkan masalah yang serius.
Jangan cemas.
Pak, apa Anda mengalami hal yang mengejutkan tadi?
Tidak.
Anda harus mulai mengelola stres dengan baik.
Lupakan semua hal dan istirahatlah.
Terima kasih.
Mari ke ruanganku agar pasien bisa beristirahat.
Baik.
Sayang, beristirahatlah.
Ayah akan baik-baik saja?
Beristirahatlah.
Tae Hoon.
Ya?
Lupakan saja.
Jangan mengkhawatirkan apa pun dan beristirahatlah.
- Ya? - Ya.
Seorang polisi mengunjungiku pada prosesi pemakaman suamiku.
Dia menanyaiku karena ingin mengetahui
soal kecelakaan mobil yang terjadi di depan sekolah.
Tapi kudengar Pak Hwang
bukanlah orang yang menyetir mobilnya hari itu.
Anda yang menabrakku di depan sekolah.
Lalu Anda menyalahkan Pak Hwang.
Aku buktinya!
Jadi, beri tahu aku.
Kenapa Anda membunuhku
dan menjebakku atas pembunuhan?
Hae Sung.
Ho Bang.
Acaranya sudah selesai?
Ya, aku mampir kemari saat berjalan pulang.
Baiklah. Bagaimana tadi?
Dadamu sakit?
Aku sudah memberitahumu untuk tidak terlalu berharap.
Ho Bang, mari ke tempat yang tenang dan berbincang.
Apa?
Tempat yang tenang?
Apa? Ayahnya Tae Hoon?
Jadi, maksudmu ayahnya Tae Hoon
adalah pelakunya?
Astaga, bagaimana ini?
Kita harus bagaimana?
Jangan beri tahu Tae Hoon apa pun sampai ayahnya mengaku.
Tentu saja.
Tapi dia tidak mengakui apa pun setelah kamu muncul di depannya?
Saat aku bertanya kenapa dia menjebak Pak Hwang,
dia tidak mengakui perbuatannya.
Dia menyuruhku membawakan bukti.
Bukti?
Menurutmu bisakah kita menemukan bukti
atas sesuatu yang terjadi 12 tahun lalu?
Kurasa istri Pak Hwang
mengetahui sesuatu.
Astaga.
Astaga.
Suamiku yang malang.
Dia pasti kesal sekali karena salah dituduh.
Dia dituduh atas sesuatu yang tidak dia lakukan.
Aku merasa sangat kasihan kepadanya.
Aku sedih sekali.
Dia tidak bisa mengatakan apa pun saat orang menganggapnya pembunuh.
Astaga, suamiku yang malang.
Tapi kamu bilang dia menyangkal telah mengatakan itu.
Aku harus mencoba menanyainya lagi. Mungkin perkataannya akan berbeda.
Ho Bang, ada yang harus ditangani.
Baik, aku segera datang.
- Aku harus pergi sekarang. - Baik. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Semua orang sudah pulang?
Ya. Tim katering belum kembali.
Kami membersihkan yang tersisa.
Baiklah. Aku ingin memindahkan perabotan di kantorku.
Kalian bisa membantuku?
Tentu saja.
Bawa itu kemari.
Tidak.
Ke sebelah sini.
Mundur sedikit.
Ya, sudah bagus.
Selanjutnya, mari pindahkan lemari pajangan.
Aku membutuhkan bantuan semua pria untuk memindahkannya.
- Baik. - Baik.
Yang benar saja. Mana mungkin?
Tidak mungkin dia mendorongmu dengan bokongnya
untuk membalasmu karena menolaknya.
Kenapa sikapmu kekanak-kanakan?
Tidak, aku serius.
Kalian tidak di sana untuk melihatnya.
Sulit dipercaya betapa kerasnya dia mendorongku dengan bokongnya.
Tidak. Ke sebelah sini.
Mundur sedikit.
Astaga.
Itulah yang dia lakukan.
Dia mendorongku dengan keras. Sakit sekali.
Astaga, aku tidak menduga dia akan melakukan hal itu.
Dia benar-benar jahat.
Orang bilang kita tidak bisa menilai buku dari sampulnya.
Dia benar-benar menyebalkan.
Dia tidak sepenuhnya menyebalkan.
Bagaimana kamu akan bekerja dengannya sekarang?
Hae Sung akan tetap bekerja di sana,
jadi, aku harus menemaninya.
Aku tidak bisa berhenti sekarang.
Bagaimana jika dia mendorongku lagi?
Hei, aku pernah mengalami sesuatu yang lebih buruk.
Aku bahkan pernah berguling di tangga
karena bosku mendorongku dengan perutnya.
Itu artinya dia bersikap baik kepadamu.
Benar.
Bagaimanapun, Pak Cha tidak mungkin sengaja melakukan itu.
Mungkin saja dia sengaja.
Aku harus pulang sekarang.
Sudah waktunya Hae Sung pulang?
Ya. Sampai jumpa.
- Baiklah. - Aku juga harus pulang.
Duduklah.
Dengarkan aku sebelum kamu pergi.
Aku akan mengajarimu cara menjaga sikap.
- Sampai jumpa, Teman-teman. - Ya, sampai jumpa.
- Bawa aku bersamamu. - Duduk.
Dengarkan aku.
Kamu mendapatkan banyak paket.
No comments yet. Be the first to leave one.