Barbie in the Nutcracker

Barbie in the Nutcracker

Download Indonesian Subtitle

Release info

Barbie in The Nutcracker
A Commentary by Adank Doank
Dedicated for my lovely daughter Aisha. Cocok buat format avi.

Tags

other
Published on: 2013-10-17
Downloads: 135
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Subtitle By :

"ADANK DOANK" "Wong Cilegon"

Kau hampir menguasainya, Kelly.

Mari. Biar kutunjukkan.

Aku takkan pernah menguasai tahap ini dengan benar, Barbie.

Kau pasti bisa jika terus berlatih.

Tapi bagaimana jika aku gugup? Di depan banyak orang?

Kau hanya perlu menemukan keberanian untuk mencoba.

- Seperti Clara! - Clara? Penari ballet?

Kau tahu, Clara sudah ditinggal orang tuanya sejak kecil.

Dia dan adiknya Tommy dibesarkan kakek mereka, Drosselmayer.

Dia menyayangi mereka, tapi dia sangat keras.

Lilin! Kita butuh lilin lagi!

Clara, tolong, jangan bermimpi lagi.

Kita harus menyelesaikan hiasan sebelum para tamu tiba.

Ya, Kakek.

22 menit lebih awal. Kebiasaan buruk.

Cantik sekali, Nona!

Ibu memberikan ini padaku saat aku pertama kali melihat ballet saat Natal.

Astaga! Tikus sudah menemukan jalan masuk ke bingkisan Natal.

Kau belum melihat Tommy, kan?

Hey!

Misteri terpecahkan.

Kau mungkin mau membersihkan sisa makanan di mulutmu itu sebelum tikus menggigitnya.

Kau tidak bisa menyuruhku!

Tidak. Tapi aku yakin Kakek akan memaksa saat kau mandi.

Clara!

Bibi Drosselmayer!

Kau sekarang lebih tinggi.

Kukira kau tidak bisa datang tahun ini!

Dan melewatkan kesempatan untuk mengunjungimu dan Pamanku yang menjengkelkan?

Kalian sudah berkonspirasi melawan aku.

Jangan khawatir! Aku akan menunggu sampai pestamu selesai sebelum aku berbuat jahil.

- Bibi ke mana saja? Aku ingin tahu. - Oh, baiklah.

Aku bertemu Kaisar, berlayar dengan rongsokan.

Aku punya kendaraan pertama, dan aku berjalan di Tembok Besar China.

Aku akan menghargaimu, Elizabeth, jika kau berhenti mengisi otak Clara dengan ceritamu.

Hanya karena kau lebih suka mengelilingi dunia daripada menetap seperti orang waras.

Banyak keajaiban di luar sana, Paman. Dan Clara pantas untuk merasakannya.

Tamumu sudah menunggu.

Banyak orang tidak pernah berubah. Tapi kita bisa selalu berharap.

Lalu dia membungkuk dan mengajakku berdansa.

- Kau mau? - Aku tidak bisa bilang tidak pada Raja!

Kau pasti merasa bagai seorang Puteri.

Seandainya saja aku di sana.

Mungkin nanti kau bisa ikut denganku.

Kakek tidak akan mengizinkannya.

Tentunya dia tidak akan melarang ini.

Tommy.

Dan untukmu, Sayang.

Wow! Prajurit bersenjata granat dan Tombak! Terimakasih!

Boneka Nutcracker!

Bagus sekali! Terimakasih Bibi Elizabeth!

- Boneka jelek. - Tommy!

Dari luar, mungkin. Tapi di dalamnya, ada detak hati seorang Pangeran.

Kalau begitu aku akan memakai dia untuk memimpin pasukanku!

Maaf.

Kau... tak masuk akal!

Jangan marah pada Tommy.

Aku yakin dia tidak bermaksud melukaimu.

Waktunya untuk membangunkan dia.

Dan merusak mimpi indahnya? Tidak, biarkan dia tidur.

Clara bukan anak kecil lagi. Dia berhak mengikuti mimipinya.

Seorang gadis muda harus bertanggungjawab dan berguna.

Clara gadis yang bertanggungjawab. Kau membesarkannya dengan baik, Paman.

Sudah saatnya kau mempercayainya untuk dewasa dan menentukan pilihannya sendiri.

Sudah larut malam. Sampai besok pagi.

Tikus jahat!!

Pergi dari situ. Hussh! Hussh!

Mundur... kau... pengkhianat!

Aku pasti bermimpi.

Walaupun sebagai Nutcracker, kau jadi duri bagiku.

Dan aku akan tetap begitu!

Saatnya aku merubahmu menjadi sesuatu yang lebih berguna.

Seperti kayu bakar.

Tidak di rumahku.

"Manusia yang ikut campur, tinggi tegak, biarkan tongkatku menyusutkan kau jadi kecil"

Awas!

Ini tidak bagus.

Tidak begitu menakutkan sekarang, hmm?

Kau bisa mencapai mantel?

Tidak mungkin...

Aku tetap di sini.

Kau tidak bisa lari lagi, Nutcracker.

Kau tidak akan lolos kali ini. Kecuali kau ingin dilempar ke api.

Nutcracker!

Hey, di sini!

Ayo.

Uh-oh.

Awas!

Terimakasih telah menyelamatkanku.

Dan keahlian merawatmu.

Sama-sama.

- Ini pasti mimpi. - Aku takut ini justru terlalu nyata.

Dan aku harus pulang ke Parthenia selagi ada kesempatan.

Kalau begitu, kau keberatan merubahku kembali sebelum kau pergi?

Ingat? Aku semula lebih tinggi.

Kurasa hanya Putri Sugarplum yang bisa membalikkan mantera Raja Tikus.

Putri Sugarplum?

Ya. Aku sudah coba mencarinya sejak Raja Tikus merubahku menjadi boneka nutcracker.

Maksudmu, kau dulu...

Bukan boneka nutcracker.

Mungkin aku bisa membantu.

Kalian akan menemukan Putri Sugarplum di sebuah pulau, di seberang Laut Badai.

Tapi mustahil menyeberangi Laut Badai.

Memang berbahaya, tapi tidak mustahil.

- Kau ikut? - Aku? Denganmu? Ke sana? Kukira tidak.

Tentunya kau tidak ingin menghabiskan seluruh hidupmu dalam ukuran sebesar tikus?

Tapi bagaimana aku bisa kembali?

Begitu kau bertemu Puteri Sugarplum,

buka liontinmu, dan kau akan pulang dalam ukuran normal.

Tapi...

- Siap? - Ini gila.

Tapi, ya.

- Di mana kita? - Pasti tadi salah belok.

- Di mana pedangku? - Ini, biar kubantu.

- Uh... - Maaf. Itu sering terjadi.

- Kunang-kunang? - Bukan. Peri Salju.

Maafkan aku, tapi kau harus lebih hati-hati.

Mari. Kita akan memperbaikinya.

Hmm, tidak nampak seperti terimakasih.

Sekarang, mencari jalan keluar.

Dinding ini es yang keras.

Oh, tidak Aku...

Kurasa itu ungkapan terimakasih mereka.

- Kemana mereka? - Mungkin pergi membuat badai salju

Selamat datang di Parthenia.

Indah sekali.

Saljunya bahkan tidak dingin.

Pohonnya beraroma seperti peppermint. Dan aku belum pernah melihat langit begitu biru.

Semua itu hanya akan jadi kenangan jika Raja Tikus berkuasa.

Dan kau yakin Puteri Sugarplum bisa membantu?

Dialah satu-satunya harapan kami untuk mengalahkannya.

Hm! Menarik.

Bagaimana? Berita apa yang kau bawa?

Seandainya aku ingat. Tapi aku sangat lapar. Aku merasa lemah, hampir pingsan...

Dasar kelelawar busuk! Seharusnya aku merubahmu jadi kipas langit-langit!

Sayang sekali. Kalau begitu aku tidak bisa memberitahu isu yang aku dengar.

Terimakasih, Yang Mulia. Bolehkah kubilang kau nampak sangat agung malam ini, Paduka.

Oh iya. Sebagai pembuka, Nutcracker kembali.

Apa? Di sini?

Dan dia bersama seorang gadis. Entah dari mana asalnya.

Aku tahu.

Sekarang inilah bagian terbaiknya.

Mereka mencari Puteri Sugarplum yang bisa, sepertinya, mengalahkanmu.

Err... menurut Nutcracker.

Puteri Sugarplum?

Aku beum pernah mendengar nama Puteri Sugarplum.

Ambilkan buku daftar kerajaan. Dan tangkap Nutcracker.

Inilah yang tersisa dari Desa Gingerbread.

Perbuatan Raja Tikus, tidak salah lagi.

Aku tidak tahu bagaimana semua menjadi begitu buruk.

Tenanglah! Kami tidak akan menyakitimu.

Ini jebakan! Berlindung!

Tidak apa. Mereka hanya anak-anak.

Dengan bidikan yang jitu.

Tunggu! Kami menemukan ini. Apakah dia milikmu?

Patty!

Apa yang terjadi di sini?

Kami pergi bersama Marzipan untuk mengumpulkan lilin berry.

- Kami kembali dan segalanya... - ...semua orang...menghilang!

Ternyata pasukan Raja Tikus.

Semua ini salah Pangeran Eric.

Siapa itu Pangeran Eric?

Putera dari Raja yang berkuasa sebelum diambil alih Si Tikus.

Ya, tapi dia tidak pantas menjadi Pangeran.

Sang Raja meninggalkan tahta dan Tongkat Emasnya kepada Penasehat Kerajaan.

Si Tikus.

Sampai Pangeran bisa membuktikan bahwa dia layak.

Biar kutebak. Si Tikus memutuskan dia ingin menjadi raja.

Tapi apa yang terjadi dengan Pangeran Eric?

- Entahlah, masa bodoh. - Kami lebih baik tidak mengetahuinya.

Di sini berbahaya. Kita pergi bersama sampai kita menemukan tempat yang aman.

Pasukan Si Tikus.

Membawa yang tersisa dari desa kami.

Itu mereka!

Ayo!

Ayo, ke dalam hutan!

Mereka semakin dekat!

Ke atas!

Tangkap mereka!

Semuanya baik-baik saja?

Aku tidak begitu yakin.

Ada apa di sini?

Mata-mata kayu? Perangkap baru dari Raja Tikus?

- Penculik, juga. - Bukan! Mereka menolong kami!

Jika kau tidak menyembunyikan sesuatu, kau tidak akan keberatan menjawab beberapa pertanyaan.

Ayo, anak-anak. Masha akan menjaga kalian.

Kita mulai dengan siapa kalian dan apa yang kalian lakukan di sini.

Aku Nutcracker. Ini Clara. Kami berdua korban dari sihir Raja Tikus.

Kami sedang mencari satu-satunya orang yang bisa mengalahkannya : Puteri Sugarplum.

Puteri Sugarplum?

Aku belum pernah mendengar cerita menggelikan seperti itu!

Itu nyata. Pangeran Eric sendiri yang menceritakannya padaku.

Ha! Pangeran Eric! Dialah penyebab kita dalam kekacauan ini.

Jika bukan karena bocah ceroboh itu, Raja Tikus tidak akan merubah semua orang menjadi pernak-pernik.

Kau membuat Pangeran seolah-olah hebat.

Hebat? Itu sebuah pujian. Dia tidak berguna, malas dan tidak bertanggungjawab...

Mayor Mint, kau lupa bahwa Pangeran Eric adalah kawanku.

Kapten Candy, kau lupa bahwa aku adalah atasanmu.

Barbie in the Nutcracker subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Barbie in the Nutcracker

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left