The first 200 lines.
Hah? Apaan, tuh?
Kok tiba-tiba muncul power suit dari Yggdrasil?
Apa mungkin pemain?
Mengalahkan Death Knight dan Death Warrior semudah itu ...
Sesuai dugaan, ya.
Oh, jadi begitu, ya ...
Eh? Cocytus?!
Ya! Ya! Ya! Aku juga mengerti!
Jadi Ainz-sama ...
... memprediksi kemunculan orang berbaju merah itu, 'kan!
Makanya dia mengirim pasukan kecil ...
... untuk memancingnya keluar!
Kalian berdua memang pintar!
Y-Ya.
Hei, dia tuh siapa?
Dia anggota Tetesan Merah ...
... satu dari tiga tim adamantite di Kerajaan.
Ada laporan timnya aktif di utara Kerajaan.
Ma-Makanya memasang jebakan di kota utara, ya.
Dia seperti ikan yang telah menggigit umpan.
Tepat.
Ainz-sama, tujuan sudah tercapai ...
... mari kirim pasukan kuat dan ratakan kota itu.
Ya, kurasa itu bagus—
Ah, tidak.
Rencana akan sedikit berubah.
Mari taklukkan ibukota ...
... dan segera hancurkan Kerajaan.
Kami akan menurut ...
... jika itu yang Ainz-sama inginkan.
Ya.
Sekarang warga kota itu ...
... bisa punya waktu untuk kabur.
Bagus!
Berhenti memblokir informasi ...
... dan mari maju ke ibukota!
Taklukkan semua kota di sepanjang jalan!
Tunjukkan pada mereka kebodohan melawan Nazarick!
Baik!
Mimpi yang tak pernah terbangun
Mengapa setiap malam di bawah sinar rembulan
aku melirik ke arah menara dikala engkau makan
Tangan ini menggengam kendali atas dunia
Sudah, sudah kudapatkan semua dalam ragaku
Ah, saat ku mulai bekerja
cahaya tak bersinar di malam yang suci ini
Meskipun kau sudah tak menginginkannya
Kau tak dapat menghentikannya
Kemuliaan dan kekerasan
Masa depan yang sirna di atas benteng itu
Terus berharap, walau sudah runtuh
Layaknya sesosok mayat
Terus, dan terus saja membunuh
Lemparlah dadu dan menari
Biarkan mimpi buruk itu membuat kita gila
Mari kita terus menari
Sampai ditelan oleh kekosongan
Mimpi yang tak pernah terbangun
Cepat, bunuhlah aku
Kegelapan yang tiada akhir
Jangan sampai berbekas
Aku sudah terjatuh
Pangeran ...
... Renner-sama ingin menemuimu.
Aku akan dengarkan dia saat makan malam.
Dia akan mulai berteriak aneh-aneh ...
... jika tak segera berbicara denganmu.
Baiklah. Biarkan dia masuk.
Tapi minta dua lainnya menunggu di luar.
Dimengerti.
Apa?
Ayahanda masih hidup?
Wah ... kau pikir aku akan membunuhnya?
Di saat seperti ini?
Ayah sedang tidak sehat.
Aku memintanya istirahat.
Bahkan tanpa pasukan Marquis Reaven ...
... Kakak bisa mengurung Ayahanda.
Itu berarti ...
... kepala militer dan mendagri sudah memihakmu, ya.
Ayah cuma ingin bernegosiasi ...
... untuk meminimalkan kerugian.
Aku mengerti perasaannya, sih.
Sejak deklarasi perang ...
... tak ada kabar tentang gerakan Negeri Penyihir.
Tapi kenyataannya, pasukannya menuju utara.
Merebut perbatasan utara dekat Negara Dewan ...
... agar tak ada kiriman pasukan pendukung, ya.
Ya.
Semua kota yang diserang hancur ...
... dan semua warganya dibunuh.
Adikku ...
Beri tahu aku dengan otak cerdasmu itu.
Kenapa kita tak menyadari pergerakan Negeri Penyihir?
Kakak samar-samar sudah menyadarinya, 'kan?
Perbuatan orang dari Kerajaan, ya.
Tapi orang yang bisa memblokir info sehebat ini ...
Marquis Raeven, ya.
Tidak! Itu mustahil.
Ini wilayah Marquis Raeven.
Dia sangat mencintai putranya.
Bagaimana jika putranya disandera?
Kau pikir mereka akan mengancam begitu?
Menurutku ...
... dia memutuskan Kerajaan tak punya masa depan lagi.
Tindakan apa yang akan kau ambil di situasi ini?
Jika Negeri Penyihir terus bergerak seperti ini ...
... akan ada pertarungan penentuan di ibukota.
Ya.
Apa kita bisa menang?
Bukan masalah menang atau kalah.
Tak ada pilihan lain.
Negeri Penyihir membakar kota ...
... dan membantai semua warganya.
Kita harus kumpulkan semua pasukan ...
... dan bertarung dengan mempertaruhkan segalanya.
Aku juga akan meminta rakyat.
Aku akan tunjukkan kekejaman musuh ...
... dan merekrut pasukan.
Kakak sudah menjadi raja, ya.
Cara berpikirmu benar.
Aku mungkin takkan berguna ...
... tapi keluarga kerajaan harus memimpin pasukan.
Ayah harus mengurus sisanya.
Kau boleh kabur kapan saja.
Aku mengerti.
Akan kulakukan saat tiba waktunya.
Kau bakal gimana?
Aku ikut! Lihat saja, Raja Penyihir!
Hei, teman-teman ...
Aku bisa mendengar detail misi sendiri.
Kenapa kalian tak minum saja?
Lakyus, ada alasan kami tak boleh ikut, ya?
Te-Te-Tentu saja tidak!
Misi ini juga akan diikuti Tetesan Merah, 'kan?
Ketuanya, Azuth, kerabatmu, sih.
Ada yang ingin kalian bicarakan berdua, 'kan?
Aku paham, kok.
Kamu mengerti? Kalau begitu—
Itu misterinya.
Aneh.
Eh?
Misi macam apa yang butuh Tetesan Merah dan Mawar Biru?
Mencurigakan.
Mungkin saja jebakan, ya.
Ya. Kita mending tak bergerak sendirian.
Kami juga ingin menemui pahlawan itu.
Jika dia kerabatmu, harusnya bisa pertemukan kami.
Ini tempat pertemuannya.
Sangat mencurigakan.
Pasti ada rencana busuk.
Masuklah.
Um, teman-teman ...
Aku jujur saja.
Pamanku tuh orang yang suka bikin orang nyengir.
Hei, Lakyu! Lama tak bertemu!
Paman ...
Ada baju yang lebih layak untuk pertemuan ini, 'kan?
Yah, setidaknya ini nggak di ranjang.
Jadi nggak penting, 'kan?
Itu penting!
Iyakah?
Hentikan, dong!
Kudengar dia pahlawan ...
Pergilah, kalian wanita.
Siapa anak ini?
Bocah yang nggak nunjukin wajahnya ...
... jangan malah sombong!
Charm Person.
Kau mengganggu. Pergilah.
Oh, ya.
Charm Person.
Pergilah.
Baiklah.
Evileye.
Good job!
Bos.
Tepat waktu, ya.
Hei, hei, hei ...
Setelah telat jangan malah terlihat seram gitu.
Sombong juga kau setelah membawa pelacur, pak tua.
Kau memanggilku ke tempat begini, sih.
Aku cuma ingin menggodamu sedikit.
Sudah, sudah.
Tolong kalian tenanglah.
Yah, Qua-chan ketuanya kali ini ...
... jadi aku akan patuh.
Oke, langsung saja.
Azuth Aindra-sama ...
... dan anggota Tetesan Merah yang tak ada di sini.
Juga semua anggota Mawar Biru ...
Kami datang untuk merekrut kalian.
Kalian dari negara mana?
Itu nggak penting, 'kan?
Apa?
Tidak mungkin!
Tenanglah.
Jika kami ingin membunuh kalian ...
... kami takkan membuang waktu untuk memperkenalkan diri.
Kalian dari Teokrasi, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.