The first 200 lines.
SEMUA KARAKTER, PERISTIWA, DAN TEMPAT DI FILM INI FIKSI
TAK ADA BINATANG YANG TERSAKITI SELAMA PEMBUATAN FILM INI.
TAK ADA AKTOR YANG MENDUKUNG ROKOK, ALKOHOL ATAU NARKOBA.
26 NOVEMBER 1976
Konon, hanya orang beruntung yang menemukan cinta.
Namun, beberapa orang menentang takdir cinta mereka.
Ini adalah kisah peperangan antara cinta dan takdir.
BEBERAPA BULAN LALU
- Salam. - Salam.
- Di mana Tn. Paramahamsa? - Dia di sana, Tuan.
Terima kasih.
Guru, beberapa ilmuwan datang untuk bertemu.
Guru, pemerintah sedang membangun pusat penelitian luar angkasa baru.
Kami ingin Guru memberi kami tanggal baik untuk peresmiannya.
Kita akan melakukan penelitian lanjutan tentang planet-planet ini,
dan berkonsultasi dengan planet-planet itu untuk mencari waktu baik?
Aku sungguh tak mengerti, Pak Chandra Mohan.
Itu pertanyaan yang sangat bagus.
Sana!
Sepertinya kau cenderung curiga, dan bukan ingin tahu.
Aku seorang ilmuwan.
Aku bisa mencari kebenaran hanya jika aku curiga.
Aku juga punya pertanyaan.
- Maukah membantuku menjawabnya? - Silakan.
Apakah kau tahu tentang bintang-bintang yang disebut Arundhati dan Vasishta?
Alcor dan Mizar. Itu adalah bintang kembar.
Ilmuwan telah menemukan teleskop di abad ke-16.
Namun, dalam pernikahan Hindu,
kami memiliki tradisi menunjukkan bintang-bintang ini
kepada kedua mempelai selama lebih dari seribu tahun.
Oke.
Bisa beri tahu bagaimana nenek moyang kami menemukan bintang-bintang ini
tanpa bantuan teleskop?
Hukum Kepler.
Kau menggunakannya dalam ilmu roketmu.
Aku yakin kau tahu bahwa Johannes Kepler,
ilmuwan yang mengemukakan hukum tersebut,
menyatakan bahwa studi astrologi merupakan dasar penelitian ilmiahnya.
Sains itu mencoba memahami apa yang tidak diketahui,
bukan menyangkal keberadaannya.
Guru, setiap bidang tertentu selalu ada ahlinya.
Apakah ada orang yang ahli dalam palmistri setelah Anda?
Ya, ada.
Semua pemimpin dunia ingin bertemu dengannya.
Muridku, Vikram Aditya yang hebat.
Aku menyebutnya Einstein-nya Palmistri.
Baiklah, Bu.
Silakan ikut aku.
Anda akan menuliskan sejarah baru yang tak terlupakan di negeri ini.
Anda akan umumkan keadaan darurat di India.
Apakah kau sadar apa yang kau katakan, Vikram Aditya?
Di mana dia sekarang, Guru?
Bisakah kami bertemu?
Dia telah meninggalkan India.
Kenapa, Guru?
Hanya dia yang tahu alasannya.
Tak ada rumah
Juga tak ada rasa takut
Tujuanmu adalah …
Tempat yang harus kau tuju
Bersama langit
Biarkan angin sepoi-sepoi ini Menjadi temanmu
Lakukanlah
Apa yang telah ditakdirkan untukmu di sini
Terbanglah, Bidadari! Terbanglah!
Terbanglah, Bidadari! Jangan berhenti di sini!
Tuhan telah memberikan langit ini untukmu
Kau hanya perlu terbang
Baik musim dingin yang kejam Atau musim semi yang berbunga
Nikmatilah setiap musim Di Bumi milik Tuhan
Tuhan telah memberikan langit ini untukmu
Kau hanya perlu terbang
Terbanglah!
Hanya ada satu kehidupan Dan kau sedang menjalaninya
Jadikan setiap momen berarti
Berdoalah dan pertahankan iman di hatimu
Ubah yang tak mungkin menjadi mungkin!
Tuhan ada di dalam dirimu Percayalah, itu benar
Seluruh dunia terbuka untukmu
Siapa yang tahu?
Di mana kau mungkin berakhir besok?
Momen yang kau jalani ini
Jalanilah dengan sepenuh hati
Terbanglah, Bidadari! Terbanglah!
Terbanglah, Bidadari! Jangan berhenti di sini!
Tuhan telah memberikan langit ini untukmu
Kau hanya perlu terbang
Terbanglah!
Terbanglah!
Terbanglah!
Terbanglah!
Terbanglah!
Terbanglah!
Terbanglah!
Apa?
Aku mencintaimu, Aditya.
Jangan.
Aku ingin menikahimu.
Aku bukan orang yang bisa menjalin hubungan.
Aku hanya ingin kedekatan tanpa status.
Aku tidak punya garis cinta, Tasha.
Maaf.
Dingin sekali!
Ya.
Kau bisa membantuku?
Pegangi!
Kopi?
Kau…
- Hai! Apa kabar? - Aku baik. Apa kabar?
Dr. Prerana, kau dibutuhkan di bangsal umum.
Kapten, tarik napas! Embuskan! Tarik napas! Embuskan!
Ayo, Pak! Bernapaslah!
Tarik napas! Embuskan!
- Tarik napas! Embuskan! Pak! - Ada apa?
Kami tak memberinya oksigen karena dia tak punya masalah pernapasan!
Itu alasan dia menahan napas! Pak!
Cepat! Beri oksigen!
- Pak! - Lekas pasang!
Lekas!
- Lekas! - Pak, tunggulah.
Kapten! Pak!
Pak!
- Tarik napas - Astaga!
Dia baik-baik saja.
Kenapa kau membutuhkan oksigen? Apa masalahmu?
Aku sudah dirawat empat hari!
Kau sudah melakukan semua tes bodoh itu!
Namun, kenapa kau belum memulai pengobatan?
Kami tidak mengobatimu karena kau tidak sakit.
Apa maksudmu "tidak sakit"?
Jantungku berdetak lebih cepat daripada kereta ekspres.
Ada begitu banyak gas di perutku.
Aku takut akan meledak seperti bom atom.
Tahukah kau, apa warna urineku…
Maaf!
Warna urineku lebih gelap daripada wiski single malt.
- Aku harus segera dioperasi! - Dia bicara apa?
Sekarang!
- Sebutannya Nosofobia. - Apa artinya?
Artinya kau tidak sakit apa pun.
Namun, kau takut bahwa kau mengidap banyak penyakit.
Siapa yang menjadikan si bodoh ini kapten kapal?
Percayalah, Semuanya!
Aku yakin aku sakit parah.
Aku yakin kalian akan segera tahu.
Jangan khawatir.
Seharusnya kami yang bilang! "Jangan khawatir!"
Benarkah?
Ya!
Oke. Boleh lihat laporannya?
- Aku akan ulangi semua tesnya lagi. - Lagi?
Jika laporannya bersih, kau harus keluar dari rumah sakit!
Prerana, boleh minta oksigen beraroma lain?
Baik.
Orang gila ini akan…
Teman-teman, Dekan datang! Lari!
Ya, katakan, bagaimana keadaan pasien?
- Apa kabar, Pak? - Dasar bodoh!
Prerana, temui aku di ruanganku.
"Prerana, temui aku di ruanganku."
RUMAH SAKIT UMUM DAN UNIVERSITAS DESTINO
Paman.
Aku sudah menyuruhmu menjauh dari rumah sakit untuk beberapa hari.
Aku baik-baik saja, Paman.
Aku sudah tidak demam. Periksalah!
Hasil tesmu sudah ada?
Belum, Paman. Akan kuberikan padamu begitu hasilnya keluar.
Baiklah, sampai nanti.
ROMA, ITALIA
Bibi!
Kenapa kau harus berlatih pagi-pagi?
Aditya, Berengsek!
Kau menyuruhku menunggu di rumahmu seperti penjaga,
sementara kau bersenang-senang keliling dunia.
Bibi, karimu kurang ketumbar.
Semur asamnya terlalu pedas, dan papadnya kematangan.
Pamerkan saja bakatmu di toko parfummu. Jangan endus masakanku!
Jika mengkritik makananku lagi, akan kupotong dan kubuang hidungmu.
- Aku tak bermaksud begitu, Bibi. - Cukup!
Temanmu sudah pulang liburan. Sana temui dia!
Baiklah. Dia sudah pulang?
Hei! Aku sudah terjebak di sini selama lima tahun!
Selama ini aku menunggumu!
Akhirnya, saat kau ada waktu, kau malah pergi keliling dunia?
Dasar teman tak berguna! Bangunlah!
"Bermain ski. Sudah."
"Mengendarai taksi. Sudah."
"Tidur di jalan. Sudah."
Hei! Kenapa tak ada yang boleh menyentuh buku harian itu?
Memangnya apa yang kau tulis?
Orang biasanya menuliskan pengalaman masa lalu di buku harian.
Namun, dia malah menuliskan pengalaman masa depannya.
Dia takut…
kita akan membaca buku hariannya
dan mengetahui semua rencananya.
Tolong sertakan Bibi dalam rencanamu berikutnya.
Ide bagus.
- Tolong ajak dia berpetualang juga. - Ya.
Ajaklah aku bersamamu! Tidak. Tak usah pergi. Di sini saja bersamaku.
Jika aku di sini, Ibu akan fokus padaku dan berhenti berlatih menari.
No comments yet. Be the first to leave one.